Andritany Sebagai Kiper Utama Persija Jakarta, Apakah Masih Pantas?

Keahlian Andritany Ardhiyasa selaku penjaga gawang utama Persija Jakarta sepertinya pantas dipertanyakan kembali. Mengapa demikian?

Andritany Sebagai Kiper Utama Persija Jakarta, Apakah Masih Pantas?

warta.com - Keahlian Andritany Ardhiyasa selaku penjaga gawang utama Persija Jakarta sepertinya pantas dipertanyakan kembali. Mengapa demikian?

Reputasi Andritany di dunia sepak bola Indonesia memang sudah terlanjur mentereng. Lihat saja musim lalu, Andritany berhasil mengantarkan timnya, Persija Jakarta menjuarai gelaran Liga 1 2018.

Nama Andritany juga sangat sering dipercaya untuk membentengi gawang Timnas Indonesia. Sejak tahun 2014, Andritany mulai jadi salah satu nama langganan yang menghiasi tim Garuda.

Karier Andritany dalam dua tahun terakhir di Timnas Indonesia pun terus menanjak. Asian Games 2018 bertindak sebagai kiper utama, dan di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Andritany dipercaya mengemban jabatan kapten Timnas.

Sayangnya, kecemerlangan karier Andritany belakangan nampak tak seperti biasanya. Ia malah kerap melakukan kesalahan yang merugikan timnya, Persija Jakarta.

Setidaknya dalam dua pertandingan terakhir Persija Jakarta, Andritany selalu gagal menghindarkan gawangnya dari kebobolan. Makin pahit, kebobolan yang diderita Persija Jakarta tak lepas dari campur tangan kesalahan kiper berusia 27 tahun itu.

Kesalahan Andritany

Mari membahas peforma Andritany kala membela Persija Jakarta dalam laga kontra PSIS Semarang 15 September 2019 lalu. Andritany harus kecolongan dan mendapati gawangnya dijebol oleh bintang PSIS Semarang, Septian David Maulana, pada menit ke-63.

Gol Septian ini tak lepas dari kesalahan Andritany. Menerima tendangan pemain lawan dari area kotak penalti, Andritany malah menghalau bola yang kemudian memudahkan Septian untuk menyambut bola muntah dan mencetak skor.

Kalau melihat tayangan ulang proses gol Septian, halauan Andritany yang menghasilkan bola muntah harusnya dapat dihindari. Saat menghalau bola, Andritany malah terlihat tak menggerakan tangan, melainkan hanya mengandalkan kaki dan badan.

Beruntung, Persija Jakarta bisa mencetak dua gol balasan lewat Marko Simic dan Rohit Chand. Kesalahan Andritany pun tertutupi berkat kemenangan 2-1 yang diraih Persija Jakarta.

Beralih ke laga selanjutnya, yakni saat Persija Jakarta menjamu Bali United, Kamis (19/09/19) kemarin. Andritany yang menjadi penjaga gawang utama, lagi-lagi harus dirobek gawangnya oleh tim lawan.

Menit ke-72, penyerang Bali United, Melvin Platje sukses memanfaatkan ruang sempit di kotak penalti untuk merobek jala gawang Andritany. Akibat gol Melvin Platje, Persija Jakarta harus dipermalukan di kandang sendiri oleh Bali United dan kalah 0-1.

Kalau dilihat dari tayangan ulang, ada campur tangan kesalahan Andritany dalam gol yang dicetak Melvin Platje. Bagaimana tidak, Andritany sudah terlihat di dalam area garis gawang saat coba menepis sepakan Platje.

Ya, meski berhasil tertepis, bola telah terlanjur melewati garis gawang dan wasit otomatis menyatakan gol. Usai terjadinya gol, komentator pertandingan turut menyoroti kesalahan posisi yang dilakukan Andritany tadi.

Dihantui Trauma Cedera?

Entah apa yang membuat penampilan Andritany belakangan nampak menurun. Bila diterka, mungkin faktor utamanya adalah soal trauma cedera yang beberapa waktu lalu sempat diderita Andritany.

Sekitar bulan Juni 2019, Andritany harus absen dari skuat Persija Jakarta akibat menderita cedera patah tangan. Dokter Persija Jakarta yang menangani, menyebut kalau Andritany harus beristirahat selama dua bulan.

Hebatnya, baru sekitar sebulan absen, Andritany sudah tampil merumput lagi. Momen comeback Andritany pasca cedera terjadi di laga Liga 1 2019 pekan ke-12 kontra Arema FC.

Akan tetapi, momen comeback Andritany tak berjalan mulus. Ia langsung kebobolan dua gol dan Persija Jakarta hanya menelan hasil imbang 2-2.

Andritany sepertinya masih kesulitan mengembalikan peforma terbaiknya pasca cedera yang dideritanya. Kini semua tergantung pada tekad Andritany, apakah dirinya bisa bangkit dari segala keterpurukan dan bersinar lagi?