Daftar Aturan Baru yang Perlu Dipatuhi Selama PSBB Jakarta Diberlakukan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid kedua yang berlaku sampai dua pekan mulai Senin (14/9/20) hingga 27 September 2020. 

Daftar Aturan Baru yang Perlu Dipatuhi Selama PSBB Jakarta Diberlakukan

Warta.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid kedua yang berlaku sampai dua pekan mulai Senin (14/9/20) hingga 27 September 2020. 

Kebijakan tersebut berdasarkan Pergub Nomer 88 Tahun 2020 mengenai perubahan Pergub No 33 Tahun 2020 tentang Pelaksana PSBB dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta. 

Dengan begitu, pelonggaran selama PSBB transisi akan ditiadakan. Sebab, seperti diketahui, Pemprov DKI sebelumnya memberlakukan pelonggaran PSBB yang dimulai sejak 5 Juni hingga 10 September 2020. 

Berikut beberapa aturan baru yang berlakuk selama PSBB kembali di terapkan:

1. Sistem ganjil genap ditiadakan 
2. Car Free Day ditiadakan 
3. Waktu operasional transportasi umum dibatasi dan kapasitas transportasi umum maksimal 50 persen
4. Mobil hanya diperbolehkan membawa maksimal dua orang per baris kecuali berdomisili di alamat yang sama
5. SIKM tidak diberlakukan
6. Ojek Online diperbolehkan beroprasi 
7. Pasar dan mal boleh beroprasi dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen
8. Restoran dan kafe hanya dibolekan melayani pesan antar , tidak boleh melayani dine-in
9, Kantor atau instansi pemerintah pusat dan derah membatasi jumlah karyawan maksimal 25 persen
10.  Operasi tempat hiburan, tempat rekreasi, taman kota dan RPTRA ditutup
11. Resepsi pernikahan hanya digelar di KUA atau kantor catatan sipil
12. Fasilitas olahraga umum ditutup, olahraga hanya diperbolehkan dilakukan mandiri dirumah. 
13. Tempat ibadah di zona merah ditutup, hanya tempat ibadah di permukiman yang boleh dibuka dengan kapasitas pengunjung 50 persen 
14. Sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online 
15. Seluruh fasilitas umum ditutup
16. Isolasi mandiri dihapuskan, pasien Covid-19 yang menolak diisolasi mandiri di tempat-tempat yang telah ditentukan akan dijemput paksa. 

Disisi lain, di hari pertama berlaku PSBB, sebanyak 221 pelanggar protokol kesehatan ditindak oleh petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Porli, Satpol PP hingga Dinas Perhubungan.