Connect with us

E-Sport

DWG KIA Puncaki League Finals PMGC 2021 League East

Published

on

PMGC 2021

Hari pertama penyelenggaraan fase League Finals PUBG Mobile Global Championship (PMGC) 2021 telah selesai digelar pada hari Rabu (22/12) kemarin, dan Damwon Gaming, alias DWG KIA, sukses memuncaki klasemen sementara.

Tim asal Korea Selatan itu menjadi pemuncak klasemen sementara di League Finals setelah berhasil mengumpulkan 78 poin dan 41 kill dari hari pertama.

Baca Juga: Team BDS Umumkan Roster LoL Tahun 2022

Nova Esports menyusul di tempat kedua, dengan raihan 75 poin dan 33 frags. Meskipun tim asal China itu gagal meraih chicken dinner, namun penampilan konsisten membawa mereka ke peringkat kedua.

The Infinity, yang mendominasi babak League Stage, finis di peringkat keempat, tertinggal dari Team Secret yang mengoleksi 61 poin dan 26 kill.

Rekap Hari Pertama League Finals PMGC 2021 League East

Hari pertama diawali dengan kemenangan dari D’Xavier yang berhasil meraih 11 frags, diikuti oleh The Infinity dengan 6 frags, sedangkan wakil Malaysia, Team Secret, mencatatkan 10 frags di peringkat ketiga.

DWG KIA mendominasi pertandingan kedua dengan raihan 19 frags, sedangkan Six to Eight mengamankan tempat kedua, dan Team Secret kembali finis di tiga besar.

D’Xavier dan The Infinity memenangkan game ketiga dan keempat dengan catatan 11 dan 16 frags, masing-masing. Performa gemilang dalam game-game ini mengangkat tim-tim ini di match kelima.

Pertandingan keenam dan terakhir pada hari pertama dimenangkan oleh Rico Infinity Team, yang mengamankan chicken dinner dengan 9 frags. Di sisi lain, Nigma Galaxy menempati urutan kedua dan Team Secret ada di tempat ketiga.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

E-Sport

Preview Grand Finals PMGC 2021

Published

on

By

PMGC 2021

Babak Grand Finals untuk pagelaran PUBG Mobile Global Championship (PMGC) 2021 semakin dekat, dengan ke-16 tim akan memperebutkan gelar terbesar dalam kejuaraan dunia esports ini.

Ke-16 tim di sini merupakan mereka yang telah berjuang di babak putaran final pada wilayah barat dan timur, yang sebelumnya telah digelar pada bulan Desember lalu.

Krafton dan Tencent Games membagi turnamen di dua tempat, yaitu Dubai dan Singapura, sebagai tuan rumah untuk pagelaran.

Siapa yang bertarung?

Pembagian dari dua wilayah tersebut tidaklah merata, karena berkaitan dengan pencapaian tim secara individual.

Ada enam tim yang lolos dari putaran final Wilayah Barat, sedangkan Wilayah Timur meloloskan sembilan tim, sedangkan satu lainnya adalah tim undangan dari Battleground Mobile India Series (BGIS) 2021.

Berikut adalah ke-16 tim yang lolos ke grand final PMGC 2021:

  1. DWG KIA (Korea Selatan)
  2. D’Xavier (Vietnam)
  3. Stalwart Esports (Mongolia)
  4. Nova Esports (China)
  5. Nigma Galaxy (Timur Tengah)
  6. The Infinity (Thailand)
  7. Six Two Eight (China)
  8. Team Secret (Malaysia)
  9. 4Rivals (Malaysia)
  10. Kaos Next Ruya (Turki)
  11. Natus Vincere (CIS)
  12. Furious Gaming (Chile)
  13. Esports (Brasil)
  14. S2G Esports (Turki)
  15. 1907 Fenerbahce Esports (Turki)
  16. GodLike Esports (India)

Kapan?

Babak grand finals PMGC akan dimulai pada hari Jumat (21/1) esok, hingga tanggal 23 Januari mendatang.

Tim-tim akan berjuang dalam 18 pertandingan selama tiga hari, dengan setiap harinya menggelar enam pertandingan, yang akan dimainkan di Erangel, Miramar, dan Sanhok.

Baca Juga:

Belum ada waktu resmi mengenai jadwal pertanding, namun live streaming di YouTube diperkirakan akan digelar pada pukul 11 pagi UTC, atau pukul 6 sore WIB.

Total hadiah

Seiring dengan kesuksesannya pada pagelaran di tahun sebelumnya, Krafton dan Tencent Games meningkatkan prize pool untuk turnamen tahun ini dengan kenaikan yang cukup tinggi.

Prize pool untuk grand finals PMGC 2021 adalah senilai 3,49 juta dollar AS, atau sekitar 50 miliar rupiah, dengan pemenangnya membawa pulang hadiah 1,5 juta dollar AS, atau setara dengan 21,5 miliar rupiah.

Continue Reading

E-Sport

Tiga Pro Player Legendaris Dota 2

Published

on

By

Pro Player Legendaris Dota 2

Dota 2 telah ada selama beberapa waktu hingga game telah melalui berbagai bentuk, era, dan timeline hingga membentuk game yang kita ketahui hari ini.

Kendati demikian, Dota 2 bukanlah game MOBA biasa. Game ini telah menarik minat jutaan gamer, dengan banyak di antaranya menjadikannya ranah profesional dengan bertarung di berbagai kejuaraan esports di seluruh dunia.

Mengingat betapa berbedanya game DotA (dan Dota 2), masing-masing pemain memiliki interpretasi dan pemahamannya sendiri terhadap game yang kompleks ini.

Tingkat ketangkasan mereka pun berbeda, dan tentunya, ada beberapa yang dianggap sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Siapa saja mereka? Simak daftarnya di bawah ini.

Tiga Pro Player Legendaris Dota 2

Vigoss

Disebut sebagai V-God oleh komunitas China, Ivan “Vigoss” Shinkarev merupakan seorang pro player asal Rusia yang dikenal oleh gaya bermain agresifnya dan kemampuan team-ganking.

Ya, dia merupakan salah satu pemain dari generasi awal yang memberi warna di Dota Rusia. Bersama dengan ARS-ART, Vigoss mengubah Virtus.pro menjadi tim raksasa Rusia pada 2006-2008 silam.

Mungkin, pencapaian terbaik dari Vigoss dengan Virtus.pro adalah kemenangan beruntunnya di MYM Prime Defending pada #6, #7, dan #8.

Setelah masa-masa emasnya bersama Virtus.pro, Vigoss gabung dengan tim-tim terkenal di DotA, seperti Ks.Int dan DTS.

Baca Juga: Deretan Pemain Esports dengan Penghasilan Terbesar di 2021

Seketika Dota 2 dirilis, dia bergabung dengan Moscow 5 (M5) bahkan ikut bersaing di The International 2012.

YaphetS/PIS

Sekitar di era sama dengan Vigoss, Bu “YaphetS” Yanjung menjadi pemain ternama di skena DotA China.

Pemain jalanan yang mengubah nasib menjadi pro player memiliki skill yang dipamerkan dalam sebuah video berjudul Perfect Is Shit, yang menjadi nickname-nya berikutnya, PIS.

Dari semua hero yang dimainkan olehnya, tak diragukan lagi bahwa hero signature untuk YaphetS adalah Shadow Fiend.

Dia bermain DotA secara kompetitif pada kisaran 2010-2011, dan kemudian bermain untuk Nirvana.cn. Mereka menjadi tim terbaik kedua di China saat itu, hanya kalah dari EHOME.

Dia kembali kancah Dota ketika Dota 2 dirilis dengan bermain bagi Immortal Magneto Gaming dan Team FanTuan di kisaran 2015, namun gagal mengulang pencapaiannya seperti di kancah DotA.

Merlini

Di Amerika Utara, legenda DotA lainnya muncul: Ben “Merlini Wu. Pada hari ini, dia mungkin lebih dikenal sebagai komentator di event Valve, namun kariernya di DotA memberi pengaruh kepada seluruh dunia.

Merlini dikenal atas Zeus 1v3 ownage. Dia juga bisa dibilang menemukan Boots of Travel Tinker dan role Jungler, keduanya tidaklah populer sebelum dia memperkenalkan gameplay-nya.

Karier Merlini di MYM menjadi suatu yang ikonik dan dia kemudian bergabung dengan sejumlah tim esports, seperti EG, OK.Nirvana.int, dan SK Gaming.

Di Dota 2, dia bermain untuk Team Zephyr dan Monib Baray untuk waktu singkat, namun memulai karier sebagai komentator hingga 2017.

Continue Reading

E-Sport

Deretan Pemain Esports dengan Penghasilan Terbesar di 2021

Published

on

By

Pemain Esports dengan Penghasilan Terbesar

Dari deretan pemain esports di bawah ini, tiga tim terbaik dari Dota 2 International, atau T110, merupakan mereka yang berpenghasilan terbesar.

Tidak mengherankan memang, sebab TI10 telah menghasilkan prize pool hingga sebesar 40 juta dollar AS, atau setara 570,58 miliar rupiah.

Deretan Pemain Esports dengan Penghasilan Terbesar Berdasarkan Tim

Team Spirit (Dota 2) – 3,68 juta dollar AS (52,5 miliar rupiah) per pemain

  • Illya “Yatoro” Mulyarchuk
  • Alexander “TORONTOTOKYO” Khertek
  • Magomed “Collapse” Khalilov
  • Miroslaw “Mira” Kolpakov
  • Yaroslav “Miposhka” Naidenov

Kesuksesan Team Spirit di TI10 bukanlah hal yang spektakuler. Roster CIS tersebut baru direkrut oleh Spirit kurang dari setahun, dan belum meraih banyak hal sebelum tampil di TI10.

Mereka tidak meraih cukup poin DPC untuk diundang, namun mereka cukup bagus untuk lolos dari jalur Eropa Timur.

Pada kejuaraan tersebut, mereka lolos ke upper bracket dengan selisih tipis, dan langsung dikirim ke lower bracket oleh Invictus Gaming.

Namun kemudian, Spirit melalui turnamen dengan gemilang hingga mencapai grand final dan mengalahkan PSG.LGD lewat lima game.

Bagi siapa pun, terkecuali Miposhka, penghasilan 3,68 juta dollar AS pada tahun ini melebihi 99 persen penghasilan mereka sepanjang hidup, menurut catatan Esports Earnings.

Namun, angka tersebut masih melebihi 93 persen dari total bayaran Miposhka yang biasanya.

PSG.LGD (Dota 2) – 1,16 juta dollar AS (16,5 miliar rupiah) per pemain

  • Wang “Ame” Chunyu
  • Cheng “NothingToSay” Jin Xiang
  • Zhang “Faith_bian” Ruida
  • Zhao “XinQ” Zixing
  • Zhang “y`” Yiping

PSG.LGD melalui TI10 hampir sempurna, namun harus berakhir dengan nestapa karena kalah di grand final dari Team Spirit.

Tim ini dianggap sebagai tim terbaik Dota 2 tahun ini, dan tampil di TI10 dengan bermodalkan kemenangan dari WePlay AniMajor dan OGA Dota Pit Invitational.

Team Secret (Dota 2) – 742 ribu dollar AS (10,58 miliar rupiah) per pemain

  • Lasse Aukusti “MATUMBAMAN” Urpalainen
  • Michał “Nisha” Jankowski
  • Ludwig “zai” Wåhlberg
  • Yazied “YapzOr” Jaradat
  • Clement “Puppey” Ivanov

Anggota Team Secret sudah terbiasa meraih kemenangan. Roster veteran ini merupakan wajah-wajah familiar di kancah Dota 2, yang kembali terlihat di TI10.

Mereka tidak meraih kesuksesan besar pada tahun ini, dengan kalah dari Team Spirit di final lower bracket, namun masih tetap membawa pulang 720 ribu dollar AS untuk hadiah juara ketiga.

Natus Vincere (CS:GO) – 687 ribu dollar AS (9,8 miliar rupiah) per pemain

  • Oleksandr “s1mple” Kostyliev
  • Denis “electronic” Sharipov
  • Kirill “Boombl4” Mikhaylov
  • Ilya “Perfecto” Zalutskiy
  • Valerii “b1t” Vakhovskyi

Akhirnya ada yang bukan dari kancah Dota 2. Merekalah juara dunia CS:GO pada musim ini, Na’Vi. Ini adalah tahun terbaik bagi mereka dengan menjuarai BLAST Global Final, IEM Cologne, dan tentunya, PGL Stockholm Major.

Na’Vi membawa pulang 600 ribu dollar AS dari BLAST, 400 ribu dollar AS dari Cologne, dan satu juta dollar AS dari Stockholm. Ada tambahan satu juta dollar AS lagi dari menyelesaikan IEM Grand Slam via kemenangan di Cologne.

Continue Reading

Trending