Eki Febri Ekawati Dapatkan Medali Perunggu Dalam Ajang Kejuaraan Internasional Atletik Korea 2019

Eki Febri Ekawati Dapatkan Medali Perunggu Dalam Ajang Kejuaraan Internasional Atletik Korea 2019

Kabar bahagia dibawa pulang oleh sektor tolak peluru putri, melalui Eki Febri Ekawati, dimana dirinya berhasil meraih medali perunggu usai Kejuaraan Internasional Atletik di Korea 2019. Bahkan dirinya juga berhasil menorehkan perbaikan jarak tolakannya.

Cabang lomba tolak peluru putri memang menjadi satu-satunya nomor yang dikuti oleh Indoensia, dan Eki menjadi satu-satunya perwakilan yang dikirim oleh Indonesia ke ajang Kejuaraan 2019 Mokpo International Athletic Throwing Meeting tersebut, ajang kelas dunia tersebut dilaksanakan di Mokpo, Korea Selatan, dan dilangsungkan mulai tanggal 22 hingga 26 agustus. Eki Febrianti Ekawati menjadi peserta dalam ajang tersebut karena sebelumnya memang mendapatkan udangan dari pihak federasi atletik Korea Selatan, dan hal tersebut tentu saja disambut baik oleh Indonesia, pihak Indoensia mengirim EKI Febri Ekawati ke ajang tersebut guna untuk melakuka ujicoba sebelum mengikuti ajang SEA Games 2019, di Filipina.

Ternyata hasil yang dibawa pulang oleh Eki dalam ajang tersebut cukup memuaskan, dimana dirinya berhasil meraih medali perunggu dan juga mencatatkan torehan perbaikan tolakan yang ia lakukan, Eki berhasil melakukan tolakan sejauh 15,02 meter. Tolakan tersebut terhitung meningkat dari yang sebelumnya, karena pada ajang Kejuaraan Nasional Atletik 2019 Eki hanya mencatatkan tolakan sejauh 14,39 meter. Kejauran Nasional Atletik tersebut digelar di Stadion Pakansari, Cibinong dan selesai pada tanggal 7 Agustus lalu.

Eki meraih medali perunggu, sedangkan untuk medali emas dan juga perak dalam ajang tersebut disabet oleh atlet tuan rumah, Jeong Yusun dan juga Lee Soojung. Jeong Yusun berhasil mengamankan medali emas setelah melakukan tolakan sejauh 16,23 meter, sedangkan Lee Soojung meraih medali perak dengan torehan tolakan sejauh 16.03 meter.

“Untuk catatan tolakan memang lebih baik dibandingkan dengan Kejurnas. Tetapi hasil ini belum memuaskan, ya masih harus berjuang lagi memperbaiki diri,” kata Eki.

Eki mengatakan bahwa salah satu ekndala yan ia hadapi dalam mempersiapkan kejuaraan adalah karena minimnya sparing partner.
“Ya, negara Asia sparring partner internal saja banyak, kalau kami di dalam Timnas sendiri tidak banyak. Contohnya saja China, di antara mereka saja harus bersaing ketat. Nah, di Indonesia sendiri yang pelatnas peluru saya saja. Tak ada sparring partner-nya,”dia menjelaskan.

“Jadi sebenarnya dengan ikut kejuaraan ini menjadi salah satu cara mengakali sparring partner juga,” ujar atlet asal Jawa Barat ini.

Peraih medali emas SEA Games 2017 tersebut kini juga telah bergabung dalam pemusatan latihan nasional, sebagai ajang persiapan menuju SEA Games 2019 Filipina, untuk ajang SEA  Games 2017, dirinya yakin bisa mempertahankan medali emas tersebut.

“Untuk persiapan tiga bulan terakhir ini sebelum SEA Games fokus di perbaikan dan pematangan teknik saja,” katanya.