Connect with us

Featured

3 Tempat Ngabuburit di Jakarta yang Wajib Dikunjungi

Published

on

tempat ngabuburit di jakarta

Sering kali kita merasa bingung untuk menentukan tempat ngabuburit di Jakarta yang ramah di kantong. Padahal, ngabuburit menjadi salah satu momen yang paling ditunggu saat bulan suci Ramadan tiba.

Alih-alih ingin menunggu hingga waktu buka puasa tiba, terkadang kita hanya berdiam diri saja di rumah sambil menyaksikan televisi atau sekadar menonton YouTube.

Rekomendasi tempat ngabuburit di Jakarta

Berdasarkan informasi yang kami himpun, berikut adalah beberapa tempat ngabuburit di Jakarta yang bisa kamu kunjungi.

Hutan Kota Arboretum

Kondisi Hutan Kota Arboretum (masukpakeko.id)

Dengan suasana hutan disertai rindangnya pepohonan, tempat ini cocok bagi kalian yang ingin sejenak killing time menunggu waktu berbuka tanpa risau panas-panasan.

Hutan Kota Arboretum terletak di Kawasan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senayan, Jakarta Pusat.  Di lain sisi, kalian juga bisa sekaligus belajar mengenai jenis-jenis tanaman dengan cara yang menyenangkan.

Baca Juga:

Terlebih lagi, terdapat sebuah kafe yang menyajikan aneka makanan dan minuman. Sehingga, bagi kalian tidak perlu mencari-cari lagi menu untuk berbuka puasa nanti.

Kota Tua Jakarta

Kondisi Kota Tua di Jakarta (Travel Kompas)

Tempat ngabuburit di Jakarta selanjutnya adalah Kota Tua. Bagi kalian yang ingin belajar sambil berburu foto, tempat ini sangat wajib banget kamu kunjungi.

Berlokasi di Taman Fatahillah, Jakarta Barat, tempat ini menyediakan beragam museum dengan berbagai macam informasi. Selain itu, tersedia juga beberapa tempat makanan yang bisa dijadikan untuk tempat berbuka bersama teman atau keluarga setelah berkunjung.

Hutan Kota GBK

Kondisi Hutan Kota GBK di Jakarta (Detik.com/Luqman Arunanta)

Tempat ini juga cocok bagi kalian yang ini sekadar duduk bercerita bersama teman atau keluarga sambil menunggu waktu buka puasa tiba.

Selain itu, area lahan hijau yang membentang seluas 4 hektar ini juga memanjakan nuansa kota Jakarta yang dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit.

Terlebih lagi, kalian juga bisa sambil berwisata kuliner untuk menu buka puasa nanti di sekitar Hutan Kota GBK ini.

Featured

Benarkah Kucing Memiliki Sembilan Nyawa? Ini Dia Faktanya!

Published

on

By

kucing memiliki sembilan nyawa

Sering kali, kita mendengar bahwa kucing memiliki sembilan nyawa. Namun, apakah benar demikian?

Kucing kerap selamat apabila jatuh dari ketinggian. Bahkan, jarang sekali ditemukan kucing yang mengalami luka-luka atau patah tulang ketika jatuh dari ketinggian.

Hal ini membuat sebagian orang yang berasumsi bahwa kucing memiliki sembilan nyawa. Nah, daripada kalian bingung, alangkah baiknya simak beberapa ulasan mengenai hal tersebut di bawah ini.

Baca Juga:

Kucing memiliki sembilan nyawa hanyalah mitos

Ilustrasi (Unsplash/Ludemeula Fernandes)

Mau bagaimana lagi, kucing memiliki sembilan nyawa hanyalah mitos belaka. Jika ditinjau dari laman Bobo, kucing memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan tubuhnya dengan sangat baik ketika terjatuh.

Kucing dapat dengan leluasa untuk mengatur posisi jatuhnya, yaitu dengan menghadapkan kaki ke bawah yang digunakan untuk mendarat.

Selain itu, ketika jatuh dari ketinggian, kucing juga mampu untuk membalikan serta meregangkan tubuhnya agar dapat tertahan angin.

Hal tersebutlah yang membantu kucing untuk mengurangi risiko cedera bahkan kematian. Kucing juga dapat mendarat dengan posisi kaki menekuk, sehingga mencegah adanya patah tulang kaki.

Terlebih lagi, kucing memiliki refleks yang sangat baik ketika menghadapi situasi yang membahayakan dirinya.

Asal-usul kucing memiliki sembilan nyawa

Ilustrasi (Unsplash/Pacto Visual)

Hal tersebut berangkat dari kisah Dewi Atum yang dianggap memiliki sembilan nyawa. Satu nyawa miliknya sendiri, sedangkan delapan nyawa lainnya milik keturunannya.

Saat itu, Dewi Antum mengunjungi bumi dengan bentuk seperti kucing. Sehingga, masyarakat Mesir kuno menganggap bahwa kucing adalah hewan yang memiliki sembilan nyawa.

Continue Reading

Featured

Gladiator: Kisah Pilu Para Pahlawan Hiburan Romawi

Published

on

By

Gladiator

Gladiator punya citra yang tangguh di masa kini, dicirikan sebagai orang yang mampu melawan hewan buas seperti singa di tengah Coliseum.

Namun, di balik seluruh kisah indahnya yang diceritakan di masa kini, ada kisah pilu yang mengiringinya.

“Gladiator menempati anak tangga terendah dari tangga sosial bersama para budak,” kata Laura Hayward, dikutip dari The Collector, via Nat Geo Indo.

Gladiator tak hanya laki-laki, terkadang para wanita juga dibiarkan bertarung untuk memperjuangkan hidupnya di arena.

Film Gladiator (Image: Medcom.id)

Banyak alasan yang membuat mereka terpaksa memilih jalan hidup ini. Mulai dari tawanan perang hingga penjahat yang menjalani hukuman.

Hayward menambahkan bahwa para gladiator memiliki pemilik yang akan membayar mereka secara reguler. Mereka bertarung atas nama para pemiliknya.

Mereka memiliki berbagai senjata. Kelas mereka akan menentukan senjata apa yang akan mereka kenakan di arena.

Baca Juga:

Jenis-jenis gladiator

Samnite akan menggunakan perisai persegi panjang dan pedang pendek, dengan mengenakan helm khas layaknya panggangan yang akan melindungi mereka namun membatasi penglihatan.

Secutor merupakan petarung kelas menengah, yang memiliki armor di lengan dan pelindung di kaki. Mereka membawa sebuah perisai yang lebih kecil, yang menawarkan kecepatan kepada sang petarung.

Terakhir ada Retiarius, yang bertarung dengan menggunakan baju khusus yang ringan. Dia menggunakan trisula dan karena hanya armor ringan yang melingkari tubuhnya, maka dia memiliki kecepatan yang diperlukan untuk mengalahkan lawan-lawannya.

Armor petarung (Image: Klook)

Para gladiator benar-benar bertarung untuk hidupnya. Pertaruhan di arena adalah tentang menang untuk tetap hidup atau mati.

Mereka yang gagal menang memiliki kesempatan untuk meninggalkan sesuatu di batu nisannya yang dikenal dengan nama Flamma. Beberapa prasasti akan menyertakan tambahan nasihat atau peringatan kepada para pembacanya.

Salah seorang di antara mereka, Macedo, menuliskan dalam batu nisannya bahwa dia berusia 20 tahun dan meninggal dunia setelah menyerah pada pertarungan pertamanya di arena.

Continue Reading

Featured

Catat! Ini Dia Cara Keramas yang Benar Agar Rambut Sehat Terawat

Published

on

By

cara keramas yang benar

Agar memiliki rambut yang sehat serta terawat, Anda harus mengetahui cara keramas yang benar. Terlebih lagi, jika Anda sering berkeringat akibat aktivitas sehari-hati.

Banyak orang yang menganggap remeh akan kesehatan rambut, sehingga melakukan keramas secara asal-asalan. Padahal, keramas merupakan bagian yang sangat penting untuk menjaga kesehatan rambut sehingga bisa tampil percaya diri.

Baca Juga:

Bagaimana cara keramas yang benar?

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Alodokter, berikut adalah cara keramas yang benar agar rambut Anda sehat terawat.

Gunakan sampo yang sesuai

Ilustrasi (Freepik/lookstudio)

Gunakanlah sampo yang sesuai dengan jenis rambut yang Anda miliki. Biasanya, jenis sampo akan tertera secara jelas pada label kemasannya.

Apabila anda memiliki rambut yang berminyak, gunakanlah sampo yang mengandung asam salisilat. Sedangkan, untuk rambut kering dan rusak bisa memilih sampo yang mengandung dimethicone dan cyclomethicone.

Keramas dengan air dingin

Ilustrasi (Alodokter)

Menggunakan air dingin untuk keramas tentunya jarang sekali untuk dilakukan. Tetapi menurut beberapa ahli, air dingin merupakan suhu terbaik untuk digunakan keramas.

Hindarilah keramas menggunakan air panas. Hal tersebut dikarenakan dapat membuat rambut menjadi kering, kusut, bahkan kerusakan.

Tidak keramas setiap hari

Para ahli kesehatan rambut menyebutkan, keramas setiap hari dapat menyebabkan rambut menjadi kering dan rusak. Keramaslah setiap 2-3 hari sekali agar kelembapan rambut tetap terjaga

Gunakan kondisioner setelah keramas

Ilustrasi (Freepik/jcomp)

Terakhir, cara keramas yang benar adalah menggunakan kondisioner setelah mencuci rambut dengan sampo. Penggunaan kondisioner bertujuan agar mengembalikan atau menjaga kelembaban rambut.

Adapun, untuk pengaplikasiannya adalah cukup dari tengah batang rambut hingga ke ujung rambut. Hindari penggunaan kondisioner pada kulit kepala atau pangkal rambut, karena dapat membuat rambut lebih berminyak.

Continue Reading

Trending