Connect with us

Featured

All of Us Are Dead, Serial Netflix Asal Korea Selatan yang Miliki Kejutan dan Prestasi

Published

on

All of Us Are Dead

Film serial Netflix asal Korea Selatan All of Us Are Dead menjadi film yang mendominasi daftar Top 10 di 91 negara. Pencapaian ini sangat luar biasa, mengingat film ini baru saja dirilis 7 hari yang lalu tepatnya pada hari Jumat (28/1/2022) lalu.

Film yang bertema fiksi horor ini terhitung telah ditonton sebanyak 124,79 juta jam hingga hari Rabu (2/2/2022). Dengan jumlah tersebut film Yoon Chan Young ini menjadi film yang masuk urutan 1 dari daftar Top 10 di 29 negara.

Negara-negara tersebut meliputi Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Filipina, Prancis, Jerman, Thailand, dan masih banyak lagi. Tidak hanya sampai disitu Film besutan sutradara Lee Jae-Kyo tersebut juga mampu menembus daftar Top 10 di 91 negara diseluruh dunia.

Namun dibalik kesuksesannya tersebut, film All of Us Are Dead juga sempat menimbulkan kehebohan bagi penontonnya.

Di film tersebut terdapat satu adegan, ketika seorang siswi bernama Park Hee Soo yang diperankan oleh Lee Chae-un berada dikamar mandi, seketika air ketuban dari rahimnya pecah dan mengalir keluar, tidak lama berselang dia melahirkan seorang bayi.

Baca juga :

Setelah mengeluarkan bayi dari rahimnya dan kemudian menggendongnya, Park Hee Soo kemudian berubah menjadi Zombie karena dan berusaha melindungi bayi tersebut.

Karena adegan tersebut film ini pun mendapatkan pro dan kontra dari para penontonnya. Sebagian penonton menganggapnya jika adegan itu menunjukkan betapa besarnya rasa sayang seorang ibu kepada anaknya. Namun sebagian penonton lainnya banyak yang menganggap adegan itu tidak berkaitan dengan karakter utama dan tidak begitu diperlukan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa film All of Us Dead merupakan film yang sangat digemari banyak penonton di seluruh dunia. Ceritanya yang membuat penonton penasaran dan punya banyak kejutan menjadi daya tarik tersendiri dalam film ini.

 

Featured

Film Horor Terlaris di Indonesia, KKN di Desa Penari Paling Atas?

Published

on

By

film horor terlaris di indonesia

Film KKN di Desa Penari digadang-gadang menjadi film horor terlaris di Indonesia setelah berhasil menyita perhatian para pecinta horor tanah air.

Di hari ke-17 penayangannya, film KKN di Desa Penari berhasil ditonton sebanyak 6.200.000 pasang mata dan berhasil melengserkan Pengabdi Setan sebagai film horor terlaris di Indonesia sebelumnya.

Lantas, apa saja film-film horor yang pernah laris dan banyak digandrungi oleh pecinta horor tanah air? Simak ulasannya di bawah ini.

Baca Juga:

Deretan film horor terlaris di Indonesia

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai macam sumber, berikut adalah beberapa film horor terlaris di Indonesia:

KKN di Desa Penari (2022)

Ilustrasi (Instagram)

Film garapan rumah produksi MD Pictures ini sempat beberapa kali ditunda akibat pandemic COVID-19. Namun, antusiuas para penggemarnya tidak pernah padam.

Saat hari pertama tayang dibioskop, film ini berhasil ditonton sebanyak 300.000 ribu pasang mata. Hingga di hari ke-17, setidaknya sebanyak 6.200.000 pasang mata telah dihantui oleh sosok Badarawuhi yang identik dalam film tersebut.

Pengabdi Setan (2017)

Ilustrasi (Instagram)

Film karya Joko Anwar ini sempat bertengger menjadi film horor terlaris di Indonesia selama kurang lebih 4 tahun sejak penayangannya pada 2017 silam. Diketahui, film ini berhasil menyita sebanyak 4,20 juta penonton dan bertahan selama 2 bulan di bioskop.

Film ini berkisah tentang keluarga yang dihantui oleh arwah dari Ibu yang meninggal setelah berjuang untuk melawan sakitnya. Selain itu, film ini dibintangi oleh artis papan atas seperti Tara Basro, Ayu Laksmi dan Bront Palarae.

Sayangnya, kini film Pengabdi Setan harus menurunkan tahtanya setelah rekor jumlah penontonya berhasil dipecahkan oleh film KKN di Desa Penari.

Kabar baiknya, sekuel Pengabdi Setan: Komuni akan siap menghantui bioskop kembali pada 4 Agustus 2022 mendatang.

Suzanna Bernafas Dalam Kubur (2018)

Ilustrasi (Instagram)

Film suzanna Bernafas Dalam Kubur yang diperankan oleh Luna Maya berhasil menyedot sebanyak 3,34 juta penonton. Melalui film ini, Luna Maya disebut-sebut sebagai artis yang berhasil untuk memerankan sosok mendiang Suzanna secara totalitas.

Selain itu, film ini juga tuai banyak pujian karena makeup yang digunakan disebut mirip sekali dengan sosok mendiang Suzzana. Film ini menceritakan tentang perempuan bernama Suzanna yang tewas dibunuh saat perampokan

Continue Reading

Featured

3 Metode Eksekusi Mati Paling Sadis di Era Romawi

Published

on

By

metode eksekusi mati

Di zaman yang modern ini, metode eksekusi mati biasanya dilakukan dengan cara menembak bagian jantung, penggal kepala atau bahkan dengan suntik mati. Namun, pernahkah kalian mengetahui metode eksekusi mati yang dilakukan di era Romawi kuno?

Pada zaman Romawi kuno, metode eksekusi mati yang pernah dilakukan terbilang sangat sadis untuk menyebabkan kematian bagi para tindak kejahatan. Misalnya, para tindak kejahatan akan dilemparkan dari tebing yang tinggi hingga bahkan dituangkan cairan panas ke tenggorokan.

Lantas apa saja metode eksekusi mati lainnya yang terbilang cukup sadis? Yuk simak penjelasannya di bawah ini sebagaimana dikutip dari National Geographic.

Baca Juga:

Metode eksekusi mati: Dilempar dari ketinggian 80 kaki

Ilustrasi (National Geographic)

Di zaman Romawi kuno, bagi para tindak kejahatan seperti pembunuh, pengkhianat dan budak pencuri akan dilempar dari tebing setinggi 80 kaki atau 24,384 meter. Dimana, para tindak kejahatan akan diterjunkan secara bebas dan akan tewas seketika saat membentur dasar dari tebing.

Adapun, tebing yang terkenal sebagai tempat eksekusi mati tersebut adalah Batu Tarepeian (Tarpeian Rock).

Poena cullei

Ilustrasi (National Geographic)

Metode ekseksusi mati berikutnya disebut dengan Poena cullei atau hukuman karung. Hukuman ini dijatuhkan kepada orang yang telah membunuh orang tuanya.

Orang tersebut akan dimasukkan ke dalam karung berbahan kulit bersamaan dengan beberapa hewan seperti, anjing, monyet, dan ular. Kemudian, diikat dan selanjutnya dibuang ke air yang dalam.

Hukuman ini terkenal pada masa pemerintahan Kaisar Hadrianus dan sempat berhenti sekitar abad ke-3 Masehi saat pemerintahan Kaisar Konstantinus. Namun, metode ini dilanjutkan kembali pada masa pemerintahan Kaisar Yustinus.

Cairan emas yang dituangkan ke Tenggorokan

Metode ekseksusi mati ini pernah diberlakukan kepada Jenderal Romawi Marcus Liciunus Crassus karena memiliki rasa haus akan kekayaan.

Dalam metode ini, orang yang bersalah akan dituangkan sebatang emas cair ke dalam tenggorokannya sehingga menyebabkan kematian. Panas yang dihasilkan oleh lelehan emas akan mengakibatkan tenggorokan serta organ tubuh lainnya terbakar dan akhirnya mati dengan cara yang amat menyiksa.

Meskipun terkenal sangat kejam, metode ini telah diadopsi oleh kerajaan-kerajaa lain selain Romawi untuk menghukum orang-orang yang bersalah.

Continue Reading

Featured

Benarkah Kucing Memiliki Sembilan Nyawa? Ini Dia Faktanya!

Published

on

By

kucing memiliki sembilan nyawa

Sering kali, kita mendengar bahwa kucing memiliki sembilan nyawa. Namun, apakah benar demikian?

Kucing kerap selamat apabila jatuh dari ketinggian. Bahkan, jarang sekali ditemukan kucing yang mengalami luka-luka atau patah tulang ketika jatuh dari ketinggian.

Hal ini membuat sebagian orang yang berasumsi bahwa kucing memiliki sembilan nyawa. Nah, daripada kalian bingung, alangkah baiknya simak beberapa ulasan mengenai hal tersebut di bawah ini.

Baca Juga:

Kucing memiliki sembilan nyawa hanyalah mitos

Ilustrasi (Unsplash/Ludemeula Fernandes)

Mau bagaimana lagi, kucing memiliki sembilan nyawa hanyalah mitos belaka. Jika ditinjau dari laman Bobo, kucing memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan tubuhnya dengan sangat baik ketika terjatuh.

Kucing dapat dengan leluasa untuk mengatur posisi jatuhnya, yaitu dengan menghadapkan kaki ke bawah yang digunakan untuk mendarat.

Selain itu, ketika jatuh dari ketinggian, kucing juga mampu untuk membalikan serta meregangkan tubuhnya agar dapat tertahan angin.

Hal tersebutlah yang membantu kucing untuk mengurangi risiko cedera bahkan kematian. Kucing juga dapat mendarat dengan posisi kaki menekuk, sehingga mencegah adanya patah tulang kaki.

Terlebih lagi, kucing memiliki refleks yang sangat baik ketika menghadapi situasi yang membahayakan dirinya.

Asal-usul kucing memiliki sembilan nyawa

Ilustrasi (Unsplash/Pacto Visual)

Hal tersebut berangkat dari kisah Dewi Atum yang dianggap memiliki sembilan nyawa. Satu nyawa miliknya sendiri, sedangkan delapan nyawa lainnya milik keturunannya.

Saat itu, Dewi Antum mengunjungi bumi dengan bentuk seperti kucing. Sehingga, masyarakat Mesir kuno menganggap bahwa kucing adalah hewan yang memiliki sembilan nyawa.

Continue Reading

Trending