Connect with us

Featured

Empat Pesepak Bola dengan Gaji Tertinggi di Musim 2021/2022

Published

on

Pesepak bola dengan gaji tertinggi

Sepak bola adalah olahraga terpopuler di dunia. Tak ayal, para pemainnya pun dibayar dengan jumlah yang fantastis, namun siapa saja pesepak bola dengan gaji tertinggi?

Nama Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi merupakan tebakan yang mudah, mengingat status mereka sebagai seorang mega bintang.

Tak salah memang, karena mereka memanglah merupakan para pemain dengan penghasilan terbesar di dunia sepak bola pada saat ini.

Deretan pesepak bola dengan gaji tertinggi

Cristiano Ronaldo

Sang mega bintang memutuskan untuk menyudahi pengabdiannya bersama Juventus pada musim lalu, dan kembali ke klub lamanya, Manchester United, pada bursa transfer musim panas tahun lalu.

Sebenarnya, gajinya dipangkas di United, namun sang pemain berusia 36 tahun masih menjadi salah satu pemain dengan bayaran termahal di dunia sepak bola pada musim ini.

Dilansir dari Forbes, Cristiano Ronaldo menghasilkan 70 juta dollar AS per tahun dari gajinya, namun memiliki pendapatan lain yang bisa mencapai 55 juta dollar AS dari endorsement.

Secara keseluruhan, Ronaldo merupakan pemain dengan penghasilan tertinggi di dunia sepak bola pada saat ini dengan menghasilkan 125 juta dollar AS per tahun.

Baca Juga: Xavi Hernandez dan Deretan Pelatih Eks Pemain yang Kembali ke Klub Lamanya

Lionel Messi

Berikutnya ada sang musuh bebuyutan CR7, Messi. Barcelona tak bisa mempertahankan sang mega bintang asal Argentina pada musim panas lalu karena gajinya.

Paris Saint-Germain dengan senang hati menggaetnya dengan memenuhi permintaan gajinya yang fantastis.

Menurut Forbes, Messi merupakan pemain dengan bayaran termahal di dunia sepak bola pada saat ini, dengan mengantongi 75 juta dollar AS per tahun.

Itu belum termasuk dari penghasilannya yang lain, senilai 35 juta dollar AS dari endorsement. Jadi, secara total, Messi bisa menghasilkan 110 juta dollar AS per tahunnya.

Neymar

Pesepak bola dengan gaji tertinggi

Selalu berada di antara Messi dan Ronaldo, Neymar juga tidak jauh dari mereka berdua dalam urusan gaji, meskipun prestasi individualnya tidak pernah bisa menyangi kedua mega bintang tersebut.

Penyerang asal Brasil ini menandatangani perpanjangan kontrak dengan PSG pada Mei tahun lalu yang membuatnya bertahan hingga tahun 2025.

Dia masih menjadi salah satu pemain dengan bayaran termahal di tim asal ibu kota Prancis tersebut, dengan upah 75 juta dollar AS per tahun.

Di luar lapangan, penghasilan endorsement pemain berusia 29 tahun ini mencapai 20 juta dollar AS.

Baca Juga: Scott McTominay Disebut sebagai Kapten Masa Depan MU

Kylian Mbappe

Kylian Mbappe

Twitter

Mbappe selalu berada di antara para pemain terbaik dunia seiring dengan kegemilangannya selama beberapa tahun terakhir. Meskipun baru berusia 22 tahun, gajinya sudah luar biasa.

Meskipun begitu, jika dibandingkan dengan ketiga seniornya, Mbappe masih tertinggal jauh dengan menghasilkan 28 juta dollar AS per tahun dari PSG.

Di luar lapangan, sang penyerang timnas Prancis mendapatkan 15 juta dollar AS dari endorsement. Jadi, secara total, dia bisa meraih 43 juta dollar AS per tahun.

Kontraknya bersama PSG akan segera habis pada musim panas tahun 2022 ini. Entah dapat kontrak baru dari Les Parisien, atau pindah ke klub baru, yang nampaknya adalah Real Madrid, Mbappe pasti akan mendapatkan peningkatan gaji.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Featured

Daftar Lengkap Pembalap MotoGP 2022

Published

on

By

Pembalap MotoGP 2022

Seiring dengan menyongsongnya musim baru, perubahan dalam line-up tim-tim pun berubah, dan berikut adalah daftar lengkap pembalap MotoGP 2022.

Perubahan terbesar dalam MotoGP musim ini tentunya adalah ketiadaan sang legenda Valentino Rossi, yang memutuskan pensiun setelah musim 2021 berakhir. Namun, The Doctor kini akan tampil lewat timnya sendiri, VR46 Ducati.

Sementara itu, perubahan terjadi di tim-tim besar, seperti Monster Energy Yamaha, sedangkan Petronas SRT memutuskan untuk membubarkan tim, namun manajemen yang sama membangun tim baru.

Berikut adalah daftar pembalap MotoGP 2022 berdasarkan pabrikan masing-masing.

Yamaha

Franco Morbidelli tadinya terikat kontrak dengan Petronas SRT hingga 2022, namun dipromosikan ke tim Monster Energy Yamaha untuk menggantikan Maverick Vinales.

Bersama dengan Morbidelli, Fabio Quartararo akan berusaha untuk mempertahankan gelar juaranya, setelah berhasil mengalahkan Francesco Bagnaia dengan selisih 26 poin.

Sementra itu, Yamaha RNF adalah tim yang dibentuk untuk menggantikan Petronas SRT, dengan Andrea Dovizioso masuk menggantikan Morbidelli.

Sang penunggang asal Italia tersebut akan berduet dengan Darryn Binder, yang akan naik kelas ke level MotoGP setelah tampil di Moto3 pada musim lalu.

Honda

Tim Repsol Honda masih mengandalkan Marc Marquez dan Pol Espargaro selayaknya pada musim lalu, demikian pula dengan tim LCR.

LCR Honda Castrol masih diwakili oleh Alex Marquez, yang notabenenya adalah adik Marc, selagi Takaaki Nakagami menunggangi motor LCR Honda Idemitsu.

Suzuki

Layaknya Honda, Team Suzuki Ecstar pun tidak mengalami perubahan dari line-up penunggangnya, dengan Joan Mir masih didampingi oleh kompatriotnya asal Spanyol, Alex Rins.

Baca Juga: Empat Pesepak Bola dengan Gaji Tertinggi di Musim 2021/2022

Ducati

Tim terbesar di MotoGP karena memiliki enam pembalap. Tim utama, Ducati Lenovo Team, tidak mengalami perubahan, dengan masih mengandalkan duet Jack Miller dan Francesco Bagnaia.

Tim milik Valentino Rossi bakal masuk. VR46 Racing Team bakal dikendarai oleh adik Rossi sendiri, Luca Marini, didampingi oleh pembalap rookie, Marco Bezzecchi.

Johann Zarco masuk tim Pramac Racing bersama dengan penunggang asal Spanyol, Jorge Martin, sedangkan tim Gresini diperkuat oleh Fabio Di Giannantonio dan Enea Bastianini.

KTM

Ada dua tim KTM yang balapan di MotoGP 2022, dengan tim Red Bull KTM Factory Racing masih mengandalkan duet Brad Binder dan Miguel Oliveira.

Selagi tim satunya, Tech3 KTM, bakal diperkuat oleh Raul Fernandez dan Remy Gardner.

Aprilia

Aprilia hanya memiliki satu tim, namun kini diperkuat oleh pembalap kawakan asal Spanyol, Maverick Vinales, yang berduet dengan kompatriotnya, Aleix Espargaro.

Continue Reading

Featured

Lima Gelandang yang Paling Sering Kehilangan Bola di Premier League 2021/2022

Published

on

By

Paling Sering Kehilangan Bola

Sebagai salah satu liga terbaik, Premier League dipenuhi oleh talenta terbaik pula dari seluruh dunia. Namun ada sejumlah gelandang yang paling sering kehilangan bola di musim 2021/2022 ini.

Mendominasi lini tengah adalah hal yang sangat penting untuk mendikte permainan. Jika mampu menguasainya, maka peluang untuk meraih kemenangan lebih besar.

Gelandang yang mampu menjaga penguasaan bola atau merebut dari lawan tentunya berperan penting. Namun kelima gelandang berikut ini kerap kehilangan bola, setidaknya di Premier League musim 2021/2022 ini.

Emile Smith Rowe (Arsenal) – 23 kali

Paling Sering Kehilangan Bola

Setelah mengawali musim dengan buruk, Arsenal akhirnya mampu bangkit dengan merangsek ke empat besar, mengumpulkan 35 poin dari 20 pertandingan pada saat ini.

Smith Rowe merupakan salah satu pemain terbaik The Gunners pada musim ini, dengan memimpin daftar pencetak gol di Premier League, lewat sumbangan delapan golnya.

Baca Juga: Deretan PR Ralf Rangnick di Manchester United

Namun, sang gelandang berusia 21 tahun tidak sehebat itu dalam menguasai bola, dengan telah kehilangan 23 kali di sepanjang musim ini.

Martin Odegaard (Arsenal) – 24 kali

Lagi-lagi dari Arsenal, Odegaard merupakan nama berikutnya dalam daftar gelandang yang paling sering kehilangan bola, dengan total 24 kali di sepanjang musim ini.

Dia bergabung lagi dari Real Madrid pada bursa transfer musim panas lalu, setelah memperlihatkan performa mengagumkan selama dipinjamkan paruh kedua musim lalu.

Beruntung, sama seperti Smith Rowe, tugasnya adalah untuk menciptakan peluang, jadi masih ada Albert Sambi Lokonga atau Thomas Partey di belakangnya, yang bisa merebut kembali bola.

Bruno Fernandes (Manchester United) – 27 kali

Paling Sering Kehilangan Bola

Sejak direkrut dari Benfica pada musim dingin 2020, Fernandes telah menjadi bintang utama di United, yang berlanjut pada musim lalu.

Dia menjadi salah satu alasan kuat mengapa The Red Devils bisa finis di peringkat kedua Premier League musim lalu, meskipun tidak pernah benar-benar menantang Manchester City dalam perebutan gelar juara.

Musim ini, penampilannya agak menurun, dengan hanya mencetak lima gol dan tiga assist dari 18 penampilan di Premier League. Dan Fernandes sudah kehilangan bola 27 kali di sepanjang musim.

Sebenarnya, catatan minornya tersebut sudah terlihat sejak musim lalu. Namun kontribusinya dalam mencetak gol menutupi keburukan itu.

Kendati begitu, dengan catatan gol dan assist yang menurun pada musim ini, pantaskah untuk mengambil risiko?

Mason Mount (Chelsea) – 30 kali

Paling Sering Kehilangan Bola

Salah satu pemeran utama di balik kesuksesan Chelsea menjuarai Liga Champions musim lalu, Mount juga masuk dalam kandidat peraih Ballon d’Or 2021, dengan finis di urutan ke-21.

Musim ini, sang gelandang timnas Inggris melanjutkan performa gemilangnya dengan mengukir tujuh gol dan lima assist dari 18 penampilan di Premier League.

Baca Juga: Menanti Sinar Riyad Mahrez di Piala Afrika 2021

Namun Mount bukanlah pemain yang bisa diandalkan dalam penguasaan bola, karena menjadi pemain tersering kedua yang kehilangan bola di sepanjang musim, sebanyak 30 kali.

Beruntung, di belakangnya ada N’Golo Kante dan barisan defender tangguh yang siap kapan saja menghalau bola untuk masuk ke gawang kawalan Edouard Mendy.

Conor Gallagher (Crystal Palace) – 31 kali

Gallagher merupakan pemain pinjaman Chelsea di Palace pada musim ini. Penampilannya telah membawa The Eagles berada di zona nyaman di papan tengah, dengan bertengger di peringkat ke-11.

Pada usia 21 tahun, dia sudah bertanggung jawab atas lini tengah Palace. Namun gaya bermainnya yang sering menusuk ke depan membuatnya sering kehilangan bola.

Tercatat, Gallagher merupakan gelandang yang paling sering kehilangan bola di Premier League musim dengan total 31 kali.

Continue Reading

Basket

Ini Alasan Kobe Bryant Dijuluki Black Mamba

Published

on

By

Black Mamba

Hampir dua tahun setelah sang Black Mamba, Kobe Bryant, meninggalkan para fans yang mencintainya, seiring dengan kecelakaan helikopter yang dialaminya pada 26 Januari 2020 silam.

Kobe dikenal luas, hingga fansnya tak hanya terbatas di kancah bola basket saja. Namun reputasinya pernah mengeruh tuduhan pelecehan seksual.

Ironisnya, begitulah Kobe mendapatkan julukan yang terikat erat dengannya, Black Mamba.

Kobe menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah dan tuduhan kemudian tidak ditindaklanjuti. Namun, reputasinya sebagai Kobe Bryant sudah tercemar, maka dia memilih sebuah nama untuk menjadi alter egonya di lapangan.

Terinspirasi dari nama kode dari seorang pembunuh keji dalam film garapan Quentin Tarantino pada tahun 2003, Kill Bill, Kobe mengadopsi nama tersebut untuk memisahkan hidupnya di lapangan dan luar lapangan.

“Nama [Kobe Bryant] memberikan emosi yang begitu buruk. Saya berkata, ‘Jika saya membuat alter ego ini, jadi ketika saya bermain inilah yang datang dari mulut kalian, itu membatasi hal-hal personal, bukan?'” katanya kepada majalah The New Yorker pada 2014.

Lebih lanjut dalam wawancara dengan Ahmad Rashad pada tahun 2015, Kobe mengatakan bahwa nama ular itu juga menginspirasinya, “Ketika saya masuk ke lapangan, saya menjadi hewan itu. Saya merupakan hewan pembunuh itu. Saya benar-benar dingin, bung.”

Tak lama, perusahaan fashion olahraga ternama, Nike, pun bekerja sama dengan Kobe dan Los Angeles Boys and Girls Club untuk meluncurkan sebuah liga basket junior.

Itu dinamai Mamba League, untuk memberikan akses ke olahraga basket kepada ratusan bocah yang kurang mampu.

Baca Juga: Klay Thompson Kembali ke Lapangan Basket Setelah Dua Tahun Absen

Kobe kemudian membangun sebuah akademi bernama Mamba Sports Academy untuk membantu mereka meniti karier di dunia basket.

Dia berada dalam perjalanannya ke sebuah pertandingan yang akan dimainkan oleh Mamba Sports Academy pada hari kematiannya, ketika Kobe bersama Gianna, anak perempuannya, beserta tujuh penumpang lainnya, meninggal dunia karena kecelakaan helikopter.

Nike juga menggelar sebuah Mamba Day untuk menghormati keputusannya pensiun pada tahun 2016 silam.

Di hari kematiannya, mereka merilis sebuah pernyataan berbunyi, “Dia adalah anggota terkasih di keluarga Nike. Kami akan sangat merindukannya. Mamba forever.”

Continue Reading

Trending