Connect with us

Featured

Lima Negara dengan Jumlah Kemenangan Terbanyak di Piala Dunia

Published

on

Kemenangan terbanyak di Piala Dunia

Piala Dunia merupakan ajang empat tahunan yang diramaikan oleh negara-negara terbaik di seluruh dunia. Namun di antara yang terbaik itu, ada sebagian kecil yang paling terbaik, mengumpulkan kemenangan terbanyak di Piala Dunia.

Sepanjang sejarahnya, yang hampir berusia 100 tahun, tercatat sudah ada 80 negara berbeda yang meramaikan Piala Dunia.

Baca Juga: Badai COVID-19 Barcelona Memburuk

Namun demikian, hanya ada delapan tim yang merengkuh trofi dari total 21 edisi Piala Dunia, dengan enam di antaranya melakukannya lebih dari sekali.

Menjelang edisi baru Piala Dunia pada tahun 2022 di Qatar, mari menengok tim-tim terkuat, yang memiliki tabungan kemenangan terbanyak di turnamen ini.

Prancis – 34 Kemenangan

Prancis merupakan salah satu dari tiga negara yang telah memenangkan dua trofi Piala Dunia. Les Blues memiliki catatan sama dengan Uruguay dan Argentina, dengan yang teranyar diraih pada 2018 lalu.

Mereka mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 di final Piala Dunia terakhirnya, tepat 20 tahun setelah memenangkan yang pertama.

Les Blues, secara total, sudah tampil di putaran final Piala Dunia dalam 15 edisi, semenjak melakoni debut mereka pada 1930. Mereka adalah peserta reguler sejak 1998.

Argentina – 43 Kemenangan

Sama seperti Prancis, Argentina juga telah menjuarai Piala Dunia pada dua kali kesempatan, dengan memenangkan trofi di tahun 1978 dan 1986 silam.

La Albiceleste telah tampil dalam 17 edisi berbeda Piala Dunia. Mereka merupakan runner-up dari Uruguay pada edisi pertama kompetisi ini.

Argentina telah menjadi peserta reguler Piala Dunia sejak gagal lolos pada tahun 1970. Dalam edisi teranyar, Tim Tango tersisih di babak 16 besar dari tim yang akhirnya menjadi juara di akhir turnamen, yaitu Prancis.

Italia – 45 Kemenangan

Tim dengan kemenangan terbanyak ketiga adalah Italia, yang juga merupakan peraih trofi terbanyak kedua, bersama Jerman, dengan raihan empat gelar. Hanya Brasil (lima kali) yang meraih gelar juara lebih banyak dari mereka.

Sepanjang sejarahnya, Azzurri hanya gagal lolos tiga kali di pentas Piala Dunia, namun yang teranyar baru saja terjadi di tahun 2018 lalu.

Dan bermodalkan sebagai juara Piala Eropa 2020, Italia malah gagal lolos secara otomatis ke Qatar 2022, harus menempuh jalur play0ff yang akan digelar Maret tahun depan.

Jerman – 67 Kemenangan

Tak heran, negara berikutnya dengan jumlah kemenangan terbanyak di Piala Dunia adalah negara tersukses kedua di kompetisi ini.

Total, Die Mannschaft hanya gagal lolos dua kali, dan sudah mengamankan jalurnya ke Piala Dunia 2022 dengan menjadi negara kedua yang lolos ke putaran final, setelah tuan rumah Qatar.

Jerman menjadi juara pada tahun 2014 silam, namun empat tahun kemudian, mereka gagal melewati babak penyisihan grup.

Brasil – 73 Kemenangan

Tak usah dipertanyakan lagi, negara dengan raihan kemenangan terbanyak di Piala Dunia adalah negara dengan gelar terbanyak di kompetisi ini.

Brasil telah menjuarai Piala Dunia pada lima kali kesempatan. Namun, gelar terakhir yang mereka rengkuh terjadi pada tahun 2002, dan sejak saat itu, Tim Samba bahkan tidak pernah masuk final lagi.

Pencapaian tertinggi Brasil di Piala Dunia sejak 2002 adalah mencapai semifinal ketika menjadi tuan rumah pada 2014. Sayangnya, mereka dibantai dengan skor 7-1 oleh Jerman pada babak empat besar.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Featured

Daftar Lengkap Pembalap MotoGP 2022

Published

on

By

Pembalap MotoGP 2022

Seiring dengan menyongsongnya musim baru, perubahan dalam line-up tim-tim pun berubah, dan berikut adalah daftar lengkap pembalap MotoGP 2022.

Perubahan terbesar dalam MotoGP musim ini tentunya adalah ketiadaan sang legenda Valentino Rossi, yang memutuskan pensiun setelah musim 2021 berakhir. Namun, The Doctor kini akan tampil lewat timnya sendiri, VR46 Ducati.

Sementara itu, perubahan terjadi di tim-tim besar, seperti Monster Energy Yamaha, sedangkan Petronas SRT memutuskan untuk membubarkan tim, namun manajemen yang sama membangun tim baru.

Berikut adalah daftar pembalap MotoGP 2022 berdasarkan pabrikan masing-masing.

Yamaha

Franco Morbidelli tadinya terikat kontrak dengan Petronas SRT hingga 2022, namun dipromosikan ke tim Monster Energy Yamaha untuk menggantikan Maverick Vinales.

Bersama dengan Morbidelli, Fabio Quartararo akan berusaha untuk mempertahankan gelar juaranya, setelah berhasil mengalahkan Francesco Bagnaia dengan selisih 26 poin.

Sementra itu, Yamaha RNF adalah tim yang dibentuk untuk menggantikan Petronas SRT, dengan Andrea Dovizioso masuk menggantikan Morbidelli.

Sang penunggang asal Italia tersebut akan berduet dengan Darryn Binder, yang akan naik kelas ke level MotoGP setelah tampil di Moto3 pada musim lalu.

Honda

Tim Repsol Honda masih mengandalkan Marc Marquez dan Pol Espargaro selayaknya pada musim lalu, demikian pula dengan tim LCR.

LCR Honda Castrol masih diwakili oleh Alex Marquez, yang notabenenya adalah adik Marc, selagi Takaaki Nakagami menunggangi motor LCR Honda Idemitsu.

Suzuki

Layaknya Honda, Team Suzuki Ecstar pun tidak mengalami perubahan dari line-up penunggangnya, dengan Joan Mir masih didampingi oleh kompatriotnya asal Spanyol, Alex Rins.

Baca Juga: Empat Pesepak Bola dengan Gaji Tertinggi di Musim 2021/2022

Ducati

Tim terbesar di MotoGP karena memiliki enam pembalap. Tim utama, Ducati Lenovo Team, tidak mengalami perubahan, dengan masih mengandalkan duet Jack Miller dan Francesco Bagnaia.

Tim milik Valentino Rossi bakal masuk. VR46 Racing Team bakal dikendarai oleh adik Rossi sendiri, Luca Marini, didampingi oleh pembalap rookie, Marco Bezzecchi.

Johann Zarco masuk tim Pramac Racing bersama dengan penunggang asal Spanyol, Jorge Martin, sedangkan tim Gresini diperkuat oleh Fabio Di Giannantonio dan Enea Bastianini.

KTM

Ada dua tim KTM yang balapan di MotoGP 2022, dengan tim Red Bull KTM Factory Racing masih mengandalkan duet Brad Binder dan Miguel Oliveira.

Selagi tim satunya, Tech3 KTM, bakal diperkuat oleh Raul Fernandez dan Remy Gardner.

Aprilia

Aprilia hanya memiliki satu tim, namun kini diperkuat oleh pembalap kawakan asal Spanyol, Maverick Vinales, yang berduet dengan kompatriotnya, Aleix Espargaro.

Continue Reading

Featured

Lima Gelandang yang Paling Sering Kehilangan Bola di Premier League 2021/2022

Published

on

By

Paling Sering Kehilangan Bola

Sebagai salah satu liga terbaik, Premier League dipenuhi oleh talenta terbaik pula dari seluruh dunia. Namun ada sejumlah gelandang yang paling sering kehilangan bola di musim 2021/2022 ini.

Mendominasi lini tengah adalah hal yang sangat penting untuk mendikte permainan. Jika mampu menguasainya, maka peluang untuk meraih kemenangan lebih besar.

Gelandang yang mampu menjaga penguasaan bola atau merebut dari lawan tentunya berperan penting. Namun kelima gelandang berikut ini kerap kehilangan bola, setidaknya di Premier League musim 2021/2022 ini.

Emile Smith Rowe (Arsenal) – 23 kali

Paling Sering Kehilangan Bola

Setelah mengawali musim dengan buruk, Arsenal akhirnya mampu bangkit dengan merangsek ke empat besar, mengumpulkan 35 poin dari 20 pertandingan pada saat ini.

Smith Rowe merupakan salah satu pemain terbaik The Gunners pada musim ini, dengan memimpin daftar pencetak gol di Premier League, lewat sumbangan delapan golnya.

Baca Juga: Deretan PR Ralf Rangnick di Manchester United

Namun, sang gelandang berusia 21 tahun tidak sehebat itu dalam menguasai bola, dengan telah kehilangan 23 kali di sepanjang musim ini.

Martin Odegaard (Arsenal) – 24 kali

Lagi-lagi dari Arsenal, Odegaard merupakan nama berikutnya dalam daftar gelandang yang paling sering kehilangan bola, dengan total 24 kali di sepanjang musim ini.

Dia bergabung lagi dari Real Madrid pada bursa transfer musim panas lalu, setelah memperlihatkan performa mengagumkan selama dipinjamkan paruh kedua musim lalu.

Beruntung, sama seperti Smith Rowe, tugasnya adalah untuk menciptakan peluang, jadi masih ada Albert Sambi Lokonga atau Thomas Partey di belakangnya, yang bisa merebut kembali bola.

Bruno Fernandes (Manchester United) – 27 kali

Paling Sering Kehilangan Bola

Sejak direkrut dari Benfica pada musim dingin 2020, Fernandes telah menjadi bintang utama di United, yang berlanjut pada musim lalu.

Dia menjadi salah satu alasan kuat mengapa The Red Devils bisa finis di peringkat kedua Premier League musim lalu, meskipun tidak pernah benar-benar menantang Manchester City dalam perebutan gelar juara.

Musim ini, penampilannya agak menurun, dengan hanya mencetak lima gol dan tiga assist dari 18 penampilan di Premier League. Dan Fernandes sudah kehilangan bola 27 kali di sepanjang musim.

Sebenarnya, catatan minornya tersebut sudah terlihat sejak musim lalu. Namun kontribusinya dalam mencetak gol menutupi keburukan itu.

Kendati begitu, dengan catatan gol dan assist yang menurun pada musim ini, pantaskah untuk mengambil risiko?

Mason Mount (Chelsea) – 30 kali

Paling Sering Kehilangan Bola

Salah satu pemeran utama di balik kesuksesan Chelsea menjuarai Liga Champions musim lalu, Mount juga masuk dalam kandidat peraih Ballon d’Or 2021, dengan finis di urutan ke-21.

Musim ini, sang gelandang timnas Inggris melanjutkan performa gemilangnya dengan mengukir tujuh gol dan lima assist dari 18 penampilan di Premier League.

Baca Juga: Menanti Sinar Riyad Mahrez di Piala Afrika 2021

Namun Mount bukanlah pemain yang bisa diandalkan dalam penguasaan bola, karena menjadi pemain tersering kedua yang kehilangan bola di sepanjang musim, sebanyak 30 kali.

Beruntung, di belakangnya ada N’Golo Kante dan barisan defender tangguh yang siap kapan saja menghalau bola untuk masuk ke gawang kawalan Edouard Mendy.

Conor Gallagher (Crystal Palace) – 31 kali

Gallagher merupakan pemain pinjaman Chelsea di Palace pada musim ini. Penampilannya telah membawa The Eagles berada di zona nyaman di papan tengah, dengan bertengger di peringkat ke-11.

Pada usia 21 tahun, dia sudah bertanggung jawab atas lini tengah Palace. Namun gaya bermainnya yang sering menusuk ke depan membuatnya sering kehilangan bola.

Tercatat, Gallagher merupakan gelandang yang paling sering kehilangan bola di Premier League musim dengan total 31 kali.

Continue Reading

Featured

Empat Pesepak Bola dengan Gaji Tertinggi di Musim 2021/2022

Published

on

By

Pesepak bola dengan gaji tertinggi

Sepak bola adalah olahraga terpopuler di dunia. Tak ayal, para pemainnya pun dibayar dengan jumlah yang fantastis, namun siapa saja pesepak bola dengan gaji tertinggi?

Nama Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi merupakan tebakan yang mudah, mengingat status mereka sebagai seorang mega bintang.

Tak salah memang, karena mereka memanglah merupakan para pemain dengan penghasilan terbesar di dunia sepak bola pada saat ini.

Deretan pesepak bola dengan gaji tertinggi

Cristiano Ronaldo

Sang mega bintang memutuskan untuk menyudahi pengabdiannya bersama Juventus pada musim lalu, dan kembali ke klub lamanya, Manchester United, pada bursa transfer musim panas tahun lalu.

Sebenarnya, gajinya dipangkas di United, namun sang pemain berusia 36 tahun masih menjadi salah satu pemain dengan bayaran termahal di dunia sepak bola pada musim ini.

Dilansir dari Forbes, Cristiano Ronaldo menghasilkan 70 juta dollar AS per tahun dari gajinya, namun memiliki pendapatan lain yang bisa mencapai 55 juta dollar AS dari endorsement.

Secara keseluruhan, Ronaldo merupakan pemain dengan penghasilan tertinggi di dunia sepak bola pada saat ini dengan menghasilkan 125 juta dollar AS per tahun.

Baca Juga: Xavi Hernandez dan Deretan Pelatih Eks Pemain yang Kembali ke Klub Lamanya

Lionel Messi

Berikutnya ada sang musuh bebuyutan CR7, Messi. Barcelona tak bisa mempertahankan sang mega bintang asal Argentina pada musim panas lalu karena gajinya.

Paris Saint-Germain dengan senang hati menggaetnya dengan memenuhi permintaan gajinya yang fantastis.

Menurut Forbes, Messi merupakan pemain dengan bayaran termahal di dunia sepak bola pada saat ini, dengan mengantongi 75 juta dollar AS per tahun.

Itu belum termasuk dari penghasilannya yang lain, senilai 35 juta dollar AS dari endorsement. Jadi, secara total, Messi bisa menghasilkan 110 juta dollar AS per tahunnya.

Neymar

Pesepak bola dengan gaji tertinggi

Selalu berada di antara Messi dan Ronaldo, Neymar juga tidak jauh dari mereka berdua dalam urusan gaji, meskipun prestasi individualnya tidak pernah bisa menyangi kedua mega bintang tersebut.

Penyerang asal Brasil ini menandatangani perpanjangan kontrak dengan PSG pada Mei tahun lalu yang membuatnya bertahan hingga tahun 2025.

Dia masih menjadi salah satu pemain dengan bayaran termahal di tim asal ibu kota Prancis tersebut, dengan upah 75 juta dollar AS per tahun.

Di luar lapangan, penghasilan endorsement pemain berusia 29 tahun ini mencapai 20 juta dollar AS.

Baca Juga: Scott McTominay Disebut sebagai Kapten Masa Depan MU

Kylian Mbappe

Kylian Mbappe

Twitter

Mbappe selalu berada di antara para pemain terbaik dunia seiring dengan kegemilangannya selama beberapa tahun terakhir. Meskipun baru berusia 22 tahun, gajinya sudah luar biasa.

Meskipun begitu, jika dibandingkan dengan ketiga seniornya, Mbappe masih tertinggal jauh dengan menghasilkan 28 juta dollar AS per tahun dari PSG.

Di luar lapangan, sang penyerang timnas Prancis mendapatkan 15 juta dollar AS dari endorsement. Jadi, secara total, dia bisa meraih 43 juta dollar AS per tahun.

Kontraknya bersama PSG akan segera habis pada musim panas tahun 2022 ini. Entah dapat kontrak baru dari Les Parisien, atau pindah ke klub baru, yang nampaknya adalah Real Madrid, Mbappe pasti akan mendapatkan peningkatan gaji.

Continue Reading

Trending