Connect with us

Featured

Xavi Hernandez dan Deretan Pelatih Eks Pemain yang Kembali ke Klub Lamanya

Published

on

Xavi Hernandez

Xavi Hernandez menjadi pelatih eks pemain teranyar yang kembali ke klub lamanya, setelah ditunjuk sebagai pengganti permanen Ronald Koeman di Barcelona pada bulan November lalu.

Kariernya di Camp Nou sejauh ini berjalan dengan campur aduk. Selagi menunjukkan perkembangan dari raihan hasil dan peningkatan posisi di klasemen sementara La Liga, Barca gagal lolos dari babak grup Liga Champions.

Waktu masih panjang untuk Xavi, namun dia perlu berkaca kepada para pendahulunya, para pelatih eks pemain yang kembali ke klub lamanya, dan malah berujung nestapa.

Pada awalnya, mereka disambut baik oleh para fans karena merupakan sosok familiar yang kembali ke klub. Diklaim sudah mengenal klub luar dan dalam, namun raihan di lapangan membuat mereka terdepak pada akhirnya.

Siapa saja mereka? Simak ulasan berikut ini.

Zinedine Zidane (Real Madrid)

Zidane adalah contoh terdekat bagi Xavi Hernandez, karena dia menangani rival Barcelona, yaitu Real Madrid.

Sang pelatih asal Prancis sukses memberikan hasil yang maksimal dengan menjuarai Liga Champions untuk tiga musim beruntun pada periode 2016 hingga 2018 silam.

Namun pada periode keduanya, itu tidak berulang. Meskipun berhasil meraih trofi La Liga pada musim 2019/2020, Zidane asuhan Madrid mengakhiri musim tanpa trofi pada musim berikutnya, yaitu 2020/2021.

Andrea Pirlo (Juventus)

Pirlo direkrut secara dadakan oleh Juventus pada pertengahan tahun 2020, setelah Maurizio Sarri dianggap tampil mengecewakan karena tersingkir di babak 16 besar Liga Champions.

Sarri masih sanggup mempersembahkan Scudetto, yang kesembilan secara beruntun untuk Juventus, dan itu tidak bisa diulangi oleh Pirlo.

Di bawah asuhan sang maestro, Si Nyonya Tua finis di peringkat keempat Serie A pada musim 2020/2021 lalu, selagi tersisih di babak 16 besar lagi pada pentas Liga Champions.

Meski begitu, Pirlo masih sukses mempersembahkan dua buah trofi, yaitu Piala Super Italia dan Coppa Italia.

Frank Lampard (Chelsea)

Lampard datang dengan harapan besar, karena dianggap sebagai salah satu legenda terbesar di Chelsea.

Dia dimodali oleh dana transfer besar-besaran ketika datang menggantikan Sarri pada musim panas 2019. Namun karena dilarang beraktivitas di bursa transfer, jadi Chelsea tak bisa mendatangkan siapa pun pada saat itu.

Lampard mengakhiri musim perdananya sebagai manajer di Stamford Bridge dengan cukup baik, yaitu finis di urutan keempat Premier League, selagi mempromosikan para pemain junior seperti Mason Mount dan Reece James, yang akhirnya menjelma sebagai pemain kunci.

Musim panas berikutnya, Chelsea belanja secara jor-joran dengan mendatangkan Timo Werner, Kai Havertz, Hakim Ziyech, Edouard Mendy, dan Ben Chilwell. Namun mereka kesulitan di Premier League pada pengujung tahun 2020.

Lampard pun dipecat pada Januari 2021, dan Chelsea menunjuk Thomas Tuchel sebagai penggantinya, sebelum akhirnya merengkuh trofi Liga Champions di akhir musim.

Ole Gunnar Solskjaer (Manchester United)

Solskjaer datang sebagai pengganti sementara Jose Mourinho pada awalnya, tepatnya pada Desember 2018 silam.

Dia bekerja dengan cukup baik, hingga mendapatkan dukungan dari mantan rekan-rekan setimnya, seperti Rio Ferdinand dan Gary Neville.

United pun memberikan kontrak permanen kepadanya, dan memodalinya dana transfer yang cukup untuk membangun skuat yang bisa bersaing di papan atas Premier League.

Meskipun pernah finis di peringkat kedua Premier League, dan menjadi runner-up Liga Europa, Solskjaer mengakhiri eranya di Man United pada November 2021 tanpa meraih satu pun trofi.

Fans pada akhirnya malah menentangnya, tergambar dari tagar #OleOut pada setiap MU bermain.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Featured

Daftar Lengkap Pembalap MotoGP 2022

Published

on

By

Pembalap MotoGP 2022

Seiring dengan menyongsongnya musim baru, perubahan dalam line-up tim-tim pun berubah, dan berikut adalah daftar lengkap pembalap MotoGP 2022.

Perubahan terbesar dalam MotoGP musim ini tentunya adalah ketiadaan sang legenda Valentino Rossi, yang memutuskan pensiun setelah musim 2021 berakhir. Namun, The Doctor kini akan tampil lewat timnya sendiri, VR46 Ducati.

Sementara itu, perubahan terjadi di tim-tim besar, seperti Monster Energy Yamaha, sedangkan Petronas SRT memutuskan untuk membubarkan tim, namun manajemen yang sama membangun tim baru.

Berikut adalah daftar pembalap MotoGP 2022 berdasarkan pabrikan masing-masing.

Yamaha

Franco Morbidelli tadinya terikat kontrak dengan Petronas SRT hingga 2022, namun dipromosikan ke tim Monster Energy Yamaha untuk menggantikan Maverick Vinales.

Bersama dengan Morbidelli, Fabio Quartararo akan berusaha untuk mempertahankan gelar juaranya, setelah berhasil mengalahkan Francesco Bagnaia dengan selisih 26 poin.

Sementra itu, Yamaha RNF adalah tim yang dibentuk untuk menggantikan Petronas SRT, dengan Andrea Dovizioso masuk menggantikan Morbidelli.

Sang penunggang asal Italia tersebut akan berduet dengan Darryn Binder, yang akan naik kelas ke level MotoGP setelah tampil di Moto3 pada musim lalu.

Honda

Tim Repsol Honda masih mengandalkan Marc Marquez dan Pol Espargaro selayaknya pada musim lalu, demikian pula dengan tim LCR.

LCR Honda Castrol masih diwakili oleh Alex Marquez, yang notabenenya adalah adik Marc, selagi Takaaki Nakagami menunggangi motor LCR Honda Idemitsu.

Suzuki

Layaknya Honda, Team Suzuki Ecstar pun tidak mengalami perubahan dari line-up penunggangnya, dengan Joan Mir masih didampingi oleh kompatriotnya asal Spanyol, Alex Rins.

Baca Juga: Empat Pesepak Bola dengan Gaji Tertinggi di Musim 2021/2022

Ducati

Tim terbesar di MotoGP karena memiliki enam pembalap. Tim utama, Ducati Lenovo Team, tidak mengalami perubahan, dengan masih mengandalkan duet Jack Miller dan Francesco Bagnaia.

Tim milik Valentino Rossi bakal masuk. VR46 Racing Team bakal dikendarai oleh adik Rossi sendiri, Luca Marini, didampingi oleh pembalap rookie, Marco Bezzecchi.

Johann Zarco masuk tim Pramac Racing bersama dengan penunggang asal Spanyol, Jorge Martin, sedangkan tim Gresini diperkuat oleh Fabio Di Giannantonio dan Enea Bastianini.

KTM

Ada dua tim KTM yang balapan di MotoGP 2022, dengan tim Red Bull KTM Factory Racing masih mengandalkan duet Brad Binder dan Miguel Oliveira.

Selagi tim satunya, Tech3 KTM, bakal diperkuat oleh Raul Fernandez dan Remy Gardner.

Aprilia

Aprilia hanya memiliki satu tim, namun kini diperkuat oleh pembalap kawakan asal Spanyol, Maverick Vinales, yang berduet dengan kompatriotnya, Aleix Espargaro.

Continue Reading

Featured

Lima Gelandang yang Paling Sering Kehilangan Bola di Premier League 2021/2022

Published

on

By

Paling Sering Kehilangan Bola

Sebagai salah satu liga terbaik, Premier League dipenuhi oleh talenta terbaik pula dari seluruh dunia. Namun ada sejumlah gelandang yang paling sering kehilangan bola di musim 2021/2022 ini.

Mendominasi lini tengah adalah hal yang sangat penting untuk mendikte permainan. Jika mampu menguasainya, maka peluang untuk meraih kemenangan lebih besar.

Gelandang yang mampu menjaga penguasaan bola atau merebut dari lawan tentunya berperan penting. Namun kelima gelandang berikut ini kerap kehilangan bola, setidaknya di Premier League musim 2021/2022 ini.

Emile Smith Rowe (Arsenal) – 23 kali

Paling Sering Kehilangan Bola

Setelah mengawali musim dengan buruk, Arsenal akhirnya mampu bangkit dengan merangsek ke empat besar, mengumpulkan 35 poin dari 20 pertandingan pada saat ini.

Smith Rowe merupakan salah satu pemain terbaik The Gunners pada musim ini, dengan memimpin daftar pencetak gol di Premier League, lewat sumbangan delapan golnya.

Baca Juga: Deretan PR Ralf Rangnick di Manchester United

Namun, sang gelandang berusia 21 tahun tidak sehebat itu dalam menguasai bola, dengan telah kehilangan 23 kali di sepanjang musim ini.

Martin Odegaard (Arsenal) – 24 kali

Lagi-lagi dari Arsenal, Odegaard merupakan nama berikutnya dalam daftar gelandang yang paling sering kehilangan bola, dengan total 24 kali di sepanjang musim ini.

Dia bergabung lagi dari Real Madrid pada bursa transfer musim panas lalu, setelah memperlihatkan performa mengagumkan selama dipinjamkan paruh kedua musim lalu.

Beruntung, sama seperti Smith Rowe, tugasnya adalah untuk menciptakan peluang, jadi masih ada Albert Sambi Lokonga atau Thomas Partey di belakangnya, yang bisa merebut kembali bola.

Bruno Fernandes (Manchester United) – 27 kali

Paling Sering Kehilangan Bola

Sejak direkrut dari Benfica pada musim dingin 2020, Fernandes telah menjadi bintang utama di United, yang berlanjut pada musim lalu.

Dia menjadi salah satu alasan kuat mengapa The Red Devils bisa finis di peringkat kedua Premier League musim lalu, meskipun tidak pernah benar-benar menantang Manchester City dalam perebutan gelar juara.

Musim ini, penampilannya agak menurun, dengan hanya mencetak lima gol dan tiga assist dari 18 penampilan di Premier League. Dan Fernandes sudah kehilangan bola 27 kali di sepanjang musim.

Sebenarnya, catatan minornya tersebut sudah terlihat sejak musim lalu. Namun kontribusinya dalam mencetak gol menutupi keburukan itu.

Kendati begitu, dengan catatan gol dan assist yang menurun pada musim ini, pantaskah untuk mengambil risiko?

Mason Mount (Chelsea) – 30 kali

Paling Sering Kehilangan Bola

Salah satu pemeran utama di balik kesuksesan Chelsea menjuarai Liga Champions musim lalu, Mount juga masuk dalam kandidat peraih Ballon d’Or 2021, dengan finis di urutan ke-21.

Musim ini, sang gelandang timnas Inggris melanjutkan performa gemilangnya dengan mengukir tujuh gol dan lima assist dari 18 penampilan di Premier League.

Baca Juga: Menanti Sinar Riyad Mahrez di Piala Afrika 2021

Namun Mount bukanlah pemain yang bisa diandalkan dalam penguasaan bola, karena menjadi pemain tersering kedua yang kehilangan bola di sepanjang musim, sebanyak 30 kali.

Beruntung, di belakangnya ada N’Golo Kante dan barisan defender tangguh yang siap kapan saja menghalau bola untuk masuk ke gawang kawalan Edouard Mendy.

Conor Gallagher (Crystal Palace) – 31 kali

Gallagher merupakan pemain pinjaman Chelsea di Palace pada musim ini. Penampilannya telah membawa The Eagles berada di zona nyaman di papan tengah, dengan bertengger di peringkat ke-11.

Pada usia 21 tahun, dia sudah bertanggung jawab atas lini tengah Palace. Namun gaya bermainnya yang sering menusuk ke depan membuatnya sering kehilangan bola.

Tercatat, Gallagher merupakan gelandang yang paling sering kehilangan bola di Premier League musim dengan total 31 kali.

Continue Reading

Featured

Empat Pesepak Bola dengan Gaji Tertinggi di Musim 2021/2022

Published

on

By

Pesepak bola dengan gaji tertinggi

Sepak bola adalah olahraga terpopuler di dunia. Tak ayal, para pemainnya pun dibayar dengan jumlah yang fantastis, namun siapa saja pesepak bola dengan gaji tertinggi?

Nama Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi merupakan tebakan yang mudah, mengingat status mereka sebagai seorang mega bintang.

Tak salah memang, karena mereka memanglah merupakan para pemain dengan penghasilan terbesar di dunia sepak bola pada saat ini.

Deretan pesepak bola dengan gaji tertinggi

Cristiano Ronaldo

Sang mega bintang memutuskan untuk menyudahi pengabdiannya bersama Juventus pada musim lalu, dan kembali ke klub lamanya, Manchester United, pada bursa transfer musim panas tahun lalu.

Sebenarnya, gajinya dipangkas di United, namun sang pemain berusia 36 tahun masih menjadi salah satu pemain dengan bayaran termahal di dunia sepak bola pada musim ini.

Dilansir dari Forbes, Cristiano Ronaldo menghasilkan 70 juta dollar AS per tahun dari gajinya, namun memiliki pendapatan lain yang bisa mencapai 55 juta dollar AS dari endorsement.

Secara keseluruhan, Ronaldo merupakan pemain dengan penghasilan tertinggi di dunia sepak bola pada saat ini dengan menghasilkan 125 juta dollar AS per tahun.

Baca Juga: Xavi Hernandez dan Deretan Pelatih Eks Pemain yang Kembali ke Klub Lamanya

Lionel Messi

Berikutnya ada sang musuh bebuyutan CR7, Messi. Barcelona tak bisa mempertahankan sang mega bintang asal Argentina pada musim panas lalu karena gajinya.

Paris Saint-Germain dengan senang hati menggaetnya dengan memenuhi permintaan gajinya yang fantastis.

Menurut Forbes, Messi merupakan pemain dengan bayaran termahal di dunia sepak bola pada saat ini, dengan mengantongi 75 juta dollar AS per tahun.

Itu belum termasuk dari penghasilannya yang lain, senilai 35 juta dollar AS dari endorsement. Jadi, secara total, Messi bisa menghasilkan 110 juta dollar AS per tahunnya.

Neymar

Pesepak bola dengan gaji tertinggi

Selalu berada di antara Messi dan Ronaldo, Neymar juga tidak jauh dari mereka berdua dalam urusan gaji, meskipun prestasi individualnya tidak pernah bisa menyangi kedua mega bintang tersebut.

Penyerang asal Brasil ini menandatangani perpanjangan kontrak dengan PSG pada Mei tahun lalu yang membuatnya bertahan hingga tahun 2025.

Dia masih menjadi salah satu pemain dengan bayaran termahal di tim asal ibu kota Prancis tersebut, dengan upah 75 juta dollar AS per tahun.

Di luar lapangan, penghasilan endorsement pemain berusia 29 tahun ini mencapai 20 juta dollar AS.

Baca Juga: Scott McTominay Disebut sebagai Kapten Masa Depan MU

Kylian Mbappe

Kylian Mbappe

Twitter

Mbappe selalu berada di antara para pemain terbaik dunia seiring dengan kegemilangannya selama beberapa tahun terakhir. Meskipun baru berusia 22 tahun, gajinya sudah luar biasa.

Meskipun begitu, jika dibandingkan dengan ketiga seniornya, Mbappe masih tertinggal jauh dengan menghasilkan 28 juta dollar AS per tahun dari PSG.

Di luar lapangan, sang penyerang timnas Prancis mendapatkan 15 juta dollar AS dari endorsement. Jadi, secara total, dia bisa meraih 43 juta dollar AS per tahun.

Kontraknya bersama PSG akan segera habis pada musim panas tahun 2022 ini. Entah dapat kontrak baru dari Les Parisien, atau pindah ke klub baru, yang nampaknya adalah Real Madrid, Mbappe pasti akan mendapatkan peningkatan gaji.

Continue Reading

Trending