Connect with us

Financial

Yellow.ai Hadirkan “Marketplace” untuk Percepat Perjalanan Otomatisasi Bisnis

Published

on

Yellow.ai

Yellow.ai, platform otomatisasi total experience (TX) generasi berikut terkemuka di dunia, yang dipercaya oleh 1000+perusahaan secara global, hari ini mengumumkan bahwa mereka telah menambah Marketplace dengan agen AI Dinamis kode rendah (low-code) yang telah dibuat sebelumnya, memungkinkan waktu pemasaran dan  value bagi perusahaan lebih cepat.

Sejalan dengan komitmennya untuk mendorong inovasi berkelanjutan melalui penawaran produknya, penambahan agen AI vertikal yang telah dilatih sebelumnya dan siap digunakan ini bertujuan untuk membantu para perusahaan mempercepat perjalanan otomatisasi pengalaman keseluruhan mereka.

Menurut Gartner, akselerasi bisnis digital memberi tekanan pada para pemimpin teknologi informasi untuk meningkatkan kecepatan pengiriman aplikasi serta time to value. Menjawab tantangan dengan akurasi solusi yang lebih baik ini, perpustakaan solusi terpusat dari Marketplace milik Yellow.ai, memungkinkan perusahaan untuk menyebarkan Agen AI hanya dalam beberapa klik saja, mengurangi waktu ke pasar hingga 50%.

Yellow.ai

Perpustakaan solusi ini menawarkan template yang mendukung berbagai kasus penggunaan di seluruh industri terdepan termasuk ritel dan otomotif; Integrator Saluran Prebuilt mendukung lebih dari 35 platform termasuk Whatsapp, Facebook Messenger, Wechat, Slack, Twitter, Microsoft Teams, Instagram dan Template Solusi Prebuilt untuk kasus penggunaan di seluruh dukungan pelanggan, keterlibatan pelanggan, perdagangan percakapan, otomatisasi SDM dan ITSM.

Setiap perusahaan juga dapat memanfaatkan agen AI Dinamis yang telah dibuat sebelumnya untuk pengalaman karyawan (EX) untuk mengotomatisasikan perjalanan EX dari pangkal hingga ujung, langsung dari perekrutan hingga selesai masa kerja termasuk orientasi, pelatihan, dan keterlibatan karyawan secara rutin.

Mendukung integrasi tanpa batas dengan Manajemen SDM dan Manajemen Servis TI seperti SuccessFactors, Service now, agen AI yang telah dilatih sebelumnya telah menghasilkan peningkatan produktivitas karyawan hingga 30% dan kepuasan karyawan hingga 40%.

Agen AI yang saat ini menawarkan lebih dari 40 akselerator prebuilt, menggerakkan Yellow.ai untuk menawarkan lebih dari 100 akselerator prebuilt di Marketplace yang tersebar di seluruh industri, saluran dan solusi pada akhir kuartal kedua nanti.

Baca Juga:

Pernyataan CPO dan Co-founder Yellow.ai

Mengomentari penawaran terbaru ini, Rashid Khan, CPO dan Co-founder, Yellow.ai mengatakan, “Untuk mengatasi kebutuhan pelanggan dan karyawan yang terus berkembang, perusahaan saat ini lebih memilih solusi otomatisasi Total Experience yang memberikan hasil dalam waktu singkat.

“Dengan agen AI Dinamis vertikal yang telah dibuat sebelumnya, kami memiliki tujuan untuk memungkinkan mereka melalui model yang mudah disesuaikan dan terlatih sebelumnya yang memberikan akurasi, kecepatan untuk menilai, dan konsistensi khusus untuk kebutuhan bisnis mereka.

Yellow.ai

“Misalnya, dengan solusi vertikal kami untuk salah satu produsen mobil terkemuka, kami dapat mengotomatisasikan perjalanan pembelian dari pangkal ke ujung bagi pelanggan mereka dan meningkatkan tingkat keterlibatan pelanggan setiap bulannya sebesar 300%.”

Yellow.ai juga mengumumkan peningkatan fitur terhadap solusi yang ada di Inbox – Platform Bantuan Agen Multi Saluran yang sekarang mendukung fitur-fitur seperti dukungan jendela WhatsApp selama 24 jam dan fungsionalitas Panggilan Video di cloud, memberikan peningkatan CSAT hingga 40%.

Yellow.ai juga telah menambahkan peningkatan fitur yang menarik pada penawaran Voice-nya yang bertujuan untuk memanusiakan dan meningkatkan pengalaman percakapan dengan agen Voice AI.

Produk keterlibatan pelanggannya, Engage, kini memungkinkan perusahaan memiliki akses ke profil pengguna terpadu untuk memungkinkan tingkat keterlibatan yang lebih tinggi dengan percakapan dua arah dan memberikan pengalaman omnichannel yang mulus.

Financial

McDonald’s di Rusia Kandas Imbas Konflik Rusia-Ukraina

Published

on

By

mcdonald's di rusia

Restoran makanan cepat saji terkemuka McDonald’s di Rusia akan menjual semua restorannya terhitung Senin (16/5).

Dilansir dari laman CNN Indonesia, McDonald’s di Rusia tidak dapat dipertahankan akibat krisis yang disebabkan oleh perang di Ukraina dan sempat mengalami kerugian akibat konflik yang tak berangsur mereda.

“Krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh perang di Ukraina, telah membuat McDonald’s menyimpulkan bahwa kepemilikan bisnis berkelanjutan di Rusia tidak dapat lagi dipertahankan,” tulis keterangan McDonald’s.

Baca Juga:

McDonald’s di Rusia alami kerugian US$127 juta

McDonald’s keluar dari Rusia (Reuters/Maxim Zmeyev)

Lebih lanjut, McDonald’s di Rusia mencatat telah mengalami kerugian sebesar US$127 juta atau setara Rp1,84 triliun akibat konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Adapun, kerugian diakibatkan oleh bahan persediaan yang tidak terjual senilai US$100 juta, biaya sewa, biaya pemasok, dan juga upah karyawan yang harus tetap dibayarkan.

McDonald’s di Rusia Kandas setelah 30 tahun beroperasi

Ilustrasi (AFP)

McDonald’s pertama kali dibuka di Rusia pada tahun 1990 dan dihadiri oleh 5 ribu lebih orang. Hingga pada akhirnya memilih keluar dari Rusia setelah lebih dari 30 tahun beroperasi.

Selain itu, perusahaan belogo M tersebut telah menutup sebanyak 847 restorannya pada Maret lalu. Sementara itu, sebanyak 108 gerainya di Ukraina juga ditutup dengan alasan keamanan.

Diketahui, perusahaan ini menjual semua restorannya di Rusia kepada pengusaha lokal dengan tetap mempertahankan merek dagangnya.

Continue Reading

Financial

Netflix Hadirkan Paket Murah dengan Iklan pada Oktober Nanti

Published

on

By

netflix

Netflix bakal hadirkan paket murah dalam pilihan langganannya per Oktober 2022 mendatang. Adapun, langkah tersebut ditempuh untuk menarik kembali minat pelanggan setelah sebelumnya sempat mengalami kerugian.

Dilansir dari laman CNN Indonesia, Netflix akan sertakan iklan dalam paket murahnya tersebut. Menurutnya, paket langganan murah dengan iklan sudah sering dijumpai diberbagai platform streaming online.

“Setiap perusahaan streaming besar kecuali Apple punya atau telah mengumumkan layanan dengan iklan,” tulis Netflix.

Baca Juga:

Langganan dengan iklan sempat ditentang

Ilustrasi (Unsplash/CardMapr)

Sementara itu, ide untuk memasukkan iklan dalam paket murah sempat ditentang oleh Wakil Ketua Eksekutif Netflix Reed Hastings. Namun, dia berubah pikiran setelah melihat strategi yang dibangun oleh lawan perusahaannya.

“Salah satu cara untuk meningkatkan sebaran harga adalah dengan iklan pada paket kelas bawah dan mendapatkan harga yang lebih rendah dengan iklan,” katanya.

Menurut Hastings, langkah yang diambilnya kali ini dapat berbuah manis. Ia pun tidak ragu untuk segera meluncurkan paket murah tersebut.

“Kami tidak ragu. Ini akan berhasil,” ucapnya.

Netflix pernah kehilangan 200 ribu pelanggan

Ilustrasi (Unsplash/Malte Helmhold)

Di awal tahun 2022, platform streaming terbesar setelah HBO Max ini sempat kehilangan 200 ribu pelanggan. Hal tersebut menjadi sejarah kelam bagi Netflix selama ini dalam kiprahnya di layanan streaming online.

Dilansir dari Detik, turunnya jumlah pelanggan secara drastis diakibatkan adanya dampak dari kisruh antara Rusia dan Ukraina yang memengaruhi jumlah pelanggan mereka. Selain itu, adanya fitur sharing password juga ikut andil dalam turuunya jumlah pelanggan.

Terlebih lagi, ia juga harus menghadapi persaingan sengit dengan Disney Plus dan HBO Max yang kerap menawarkan konten-konten yang lebih menarik.

Continue Reading

Financial

Jack Dorsey Respons Rumor Jabat CEO Twitter Lagi

Published

on

By

Jack Dorsey

Pendiri sekaligus mantan CEO Twitter, Jack Dorsey, memberi tanggapan terhadap rumor yang mengaitkannya untuk kembali ke sosial media berlambang burung biru tersebut.

Seiring dengan pengakuisisian kepemilikan Twitter oleh Elon Musk, Dorsey dikabarkan akan kembali memimpin perusahaan yang telah ditinggalkan olehnya pada akhir tahun lalu tersebut.

“Tidak, saya tidak akan pernah menjadi CEO lagi,” kata Jack Dorsey dalam akun pribadi Twitter-nya, @jack, merespons pernyataan komedian Charles Wieand perihal kemungkinannya dibujuk Elon Musk untuk kembali ke Twitter.

Baca Juga:

Jack Dorsey pernah dicopot sebagai CEO Twitter

Sebelumnya, Dorsey pernah melakukan dipecat sebagai CEO Twitter pada tahun 2008 silam, hanya dua tahun setelah ikut membangun sebagai co-founder.

Jack Dorsey (Image: Pikiran Rakyat)

Namun pada 2015, Jack Dorsey kembali duduk sebagai salah satu pejabat Twitter hingga akhirnya mengundurkan diri pada November 2021 lalu.

Semenjak kepergiannya, Parag Agrawal telah memimpin Twitter sebagai CEO, namun ada kemungkinan bahwa Elon Musk bakal melengserkannya usai resmi mengambil alih kepemilikan perusahaan.

Elon Musk (Image: Ekonomi Bisnis)

Musk diwartakan bakal mengisi jabatan CEO Twitter untuk sementara selama beberapa bulan ke depan, namun dia mencari seorang CEO permanen untuk menjadi tangan kanannya.

CNBC melaporkan bahwa pada saat ini masih belum ada terlalu banyak diskusi tentang perombakan kepemimpinan di Twitter setelah resmi diambil alih oleh Musk.

Continue Reading

Trending