Google Kenakan PPN ke Pemasang Iklan di Indonesia, Begini Kata Pakar Pajak

Google berencana untuk mulai mengenakan pajak pertambahan nilai ( PPN) sebesar 10 persen kepada pemasang iklan yang ada di Indonesia.

Google Kenakan PPN ke Pemasang Iklan di Indonesia, Begini Kata Pakar Pajak

Warta.com - Google berencana untuk mulai mengenakan pajak pertambahan nilai ( PPN) sebesar 10 persen kepada pemasang iklan yang ada di Indonesia.

Pakar pajak DDTC Darussalam menilai kebijakan yang diambil tersebut adalah hal yang biasa.

Pasalnya Google memberikan jasa dan pelayanan kepada para penggunanya di Indonesia sehingga memang seharusnya para pengguna jasa Google di Indonesia dikenai PPN.

Menurut dia, kebijakan ini merupakan peluang bagi Negara untuk menambah penerimaan dari pajak. Oleh karena itu, Google seharusnya mendaftarkan diri sebagai pengusaha kena pajak (PKP) terlebih dahulu.

Darussalam juga mengatakan bahwa pengenaan PPN ini tidak akan membuat penurunan dalam jumlah pengiklan di Google karena para pengiklan juga akan terkena PPN bila beriklan di tempat lain.

Seperti dikabarkan Google melalui PT Google Indonesia bakal mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen pada layanan Google Ads. PPN ini akan berlaku per 1 Oktober 2019.

Adapun guna pengenaan pajak ini sebagai bentuk kepatuhan pada peraturan pajak negara setempat. Dengan itu, semua pemasangan iklan di Google Ads yang memiliki alamat penagihan di Indonesia akan dikenai PPN 10 persen.

Pengenaan PPN 10 persen ini mewajibkan pengiklan untuk mengirim slip bukti potong pajak jika pengiklan ingin memotong pajak pemotongan 2 persen dari pembayaran.