Connect with us

Featured

Daftar Pemenang Grammy 2022, Ada Doja Cat dan Olivia Rodrigo

Published

on

Grammy

Malam penghargaan musik paling bergengsi, Grammy Awards 2o22, baru saja selesai digelar pada hari Minggu (3/04) waktu setempat di Los Angeles. Penghargaan paling prestise Grammy berhasil dimenangkan oleh Job Batiste, yang membawa pulang titel Album of The Year.

Boygroup asal Korea Selatan tampil memukau dengan megahit mereka, Butter, tetapi tidak berhasil membawa pulang piala Best Duo/Group Performance yang akhirnya dimenangkan oleh Doja Cat dan SZA untuk lagu “Kiss Me More”.

Grammy

Solois muda Olivia Rodrigo berhasil memborong tiga piala. Penyanyi berusia 19 tahun itu mendapat Best New Artist usai mengalahkan nama-nama besar seperti Jimmie Allen, FINNEAS, Saweetie dan Arooj Aftab. Dua piala lain yang berhasil dikantonginya adalah Best Pop Solo Performance ‘Drivers Lincense’ dan Best Pop Vocal Album ‘Sour’.

Grammy Awards dimeriahkan dengan penampilan berbagai musisi papan atas seperti Lady Gaga, Billie Eilish, BTS, Lil Nas X dan Jack Harlow.

Daftar pemenang Grammy Awards 2022

Album of the Year
We Are – Jon Batiste

Record of the Year
Leave The Door Open – Silk Sonic

Song of the Year
Leave The Door Open – Silk Sonic

Best New Artist
Olivia Rodrigo

Best Pop Solo Performance
drivers license – Olivia Rodrigo

Best Pop Duo/Group Performance
Kiss Me More – Doja Cat Featuring SZA

Best Traditional Pop Vocal Album
Love for Sale – Tony Bennett & Lady Gaga

Best Pop Vocal Album
Sour – Olivia Rodrigo

Baca Juga:

Best Dance/Electronic Recording
Alive – Rüfüs Du Sol

Best Dance/Electronic Album
Subconsciously – Black Coffee

Best Contemporary Instrumental Album
Tree Falls – Taylor Eigsti

Best Metal Performance
The Alien – Dream Theater

Best Rock Song
Waiting On A War – Foo Fighters

Best Rock Album
Medicine At Midnight – Foo Fighters

Best Alternative Music Album
Daddy’s Home – St. Vincent

Best R&B Performance
(TIE) Leave the Door Open – Silk Sonic; Pick Up Your Feelings – Jazmine Sullivan

Grammy

Best R&B Song
Leave the Door Open – Silk Sonic

Best Progressive R&B Album
Table for Two – Lucky Daye

Best R&B Album
Table for Two – Lucky Daye

Best Rap Performance
Family Ties – Baby Keem Featuring Kendrick Lamar

Best Melodic Rap Performance
Hurricane – Kanye West featuring The Weeknd & Lil Baby

Best Rap Song
Jail – Kanye West

Best Rap Album
Call Me If You Get Lost – Tyler, The Creator

 

Featured

Rekomendasi Buku Self Improvement untuk Hadapi Kegalauan dalam Hidup

Published

on

By

Rekomendasi buku self improvement

Kegalauan adalah hal yang manusiawi. Siapa pun pasti pernah merasakan ketidakpastian dan merasa galau karenanya. Kadang untuk menghadapinya, yang kita perlukan adalah buku. Ini adalah rekomendasi buku self improvement yang bisa membantu Anda menghadapi kegalauan dalam hidup.

Entah karena merasa hidup tidak sempurna atau kisah cinta, pada suatu waktu dalam hidup kita pasti akan menghadapi situasi ini.

Bagaimanapun, yang dirasakan oleh kita pada saat galau adalah suatu hal yang sementara, namun hidup akan tetap berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Yang bisa dilakukan dalam periode ini adalah meningkatkan kualitas diri, atau self improvement. Buku-buku yang akan dibahas di sini bisa membantu Anda untuk meraihnya.

Baca Juga:

3 Rekomendasi Buku Self Improvement

1. Filosofi Teras oleh Henry Manampiring

Filosofi Teras (Image: Gramedia)

Jika mendengar kata filosofi atau filsafat, kita kadang sudah merasa ruwet duluan. Namun tenang saja, Henry Manampiring adalah seorang praktisi periklanan dan komunikasi, bukan seorang filsuf.

Dia memahami filsafat Stoikisme dan menyajikannya dalam buku Filosofi Teras dalam bahasa yang bisa dengan mudah dipahami oleh masyarakat pada umumnya.

Ini adalah buku yang bisa mengasah mental untuk para Milenial dan Gen Z yang sedang mengalami berbagai masalah sehari-hari dalam kehidupan.

2. Berani Tidak Disukai oleh Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga

Berani TIdak Disukai (Image: Gramedia)

Ini adalah buku keluaran Jepang yang menyebarkan ajaran seorang psikolog asal Austria bernama Alfred Adler yang membahas tentang fenomena modern di Jepang semacam mengisolasi diri di kamar.

Terisolasi pada usia dewasa adalah fenomena global, tak hanya di Jepang. Buku Berani Tidak Disukai merupakan tentang cara kita mencintai diri sendiri dengan tujuan untuk meraih kebahagiaan.

Seperti judulnya, sering kali kita mengabaikan apa yang diinginkan oleh diri sendiri karena mendengarkan apa kata orang. Berani Tidak Disukai adalah tentang menjadi diri sendiri.

3. Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat oleh Mark Manson

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat (Image: Gramedia)

Buku yang bisa memberi dampak ajaib bagi para pembacanya. Mark Manson membantu menyadarkan pembacanya agar tidak terlalu memikirkan banyak hal secara berlebihan. Bukankah overthinking adalah penyakit yang menjangkiti banyak anak muda di masa kini?

Sama halnya seperti Henry Manampiring, Manson mengambil pendekatan Stoikisme dalam buku ini. Filsafat namun tidak runyam untuk dikunyah.

Continue Reading

Champion & UEFA

Lima Manajer Terbaik di Liga Champions

Published

on

By

Liga Champions

Tak diragukan lagi, Liga Champions adalah kompetisi paling elite yang bisa diraih oleh sebuah klub sepak bola Eropa. Banyak nama manajer besar yang saling sikut di kompetisi ini, namun siapa saja lima manajer terbaik sepanjang masa di kompetisi ini?

Lima manajer terbaik di Liga Champions

Sir Alex Ferguson

Sir Alex Ferguson (Image: Manchester Evening News)

Sir Alex Ferguson memiliki persentase kemenangan 54 persen di kompetisi ini. Tidak sebagus para pesaingnya, namun dia merupakan peraih dua trofi Si Kuping Besar.

Dia adalah orang di balik keajaiban yang melibatkan Manchester United dalam laga final pada tahun 1999 silam kontra Bayern Munich.

Dia kemudian meraih trofi keduanya pada tahun 2008 dengan mengalahkan Chelsea lewat adu penalti di final. Meski gagal meraih gelar ketiganya dalam dua kesempatan, yaitu 2009 dan 2011, karena kalah dari Barcelona, namun Sir Alex akan tetap dikenang sebagai salah satu manajer terbaik di Liga Champions.

Jose Mourinho

Jose Mourinho (Image: Getty)

Tak ubahnya Sir Alex, Jose Mourinho juga telah meraih dua trofi Liga Champions di sepanjang kariernya sebagai manajer. Dia memenangkannya bersama FC Porto pada tahun 2004 dan Inter Milan pada 2010.

Mourinho memiliki persentase kemenangan sedikit lebih baik dengan mencatatkan 56,74 persen. Dia menangani enam tim berbeda di kompetisi ini, di antaranya adalah Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.

Meskipun sinarnya sudah mulai memudar belakangan, namun tak ada yang membantah bahwa dia merupakan salah satu manajer terbaik sejak Liga Champions mengubah formatnya ke sistem modern pada dekade 1990-an.

Baca Juga:

Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti (Image: Real Madrid)

Carlo Ancelotti punya persentase kemenangan 55,74 persen, dengan berhasil meraih tiga trofi bersama AC Milan (2003 dan 2007) dan Real Madrid (2014).

Tahun ini, Don Carlo sedang mengejar trofi keempatnya dengan Los Blancos sukses mencapai partai final untuk menghadapi Liverpool di Paris pada 28 Mei nanti.

Sang juru taktik asal Italia telah menangani delapan klub berbeda di kompetisi ini, dengan Madrid pada dua periode, sedangkan tujuh klub lainnya adalah Parma, Juventus, Milan, Chelsea, PSG, Bayern Munich, dan Napoli.

Pep Guardiola

Pep Guardiola (Image: Goal)

Dianggap sebagai salah satu manajer terjenius sepanjang masa sepak bola, tak ayal jika Pep Guardiola dianggap sebagai manajer terbaik di Liga Champions sepanjang masa.

Dia menangani tiga tim berbeda, yaitu Barcelona, Bayern Munich, dan kini Manchester City, dengan mengenyam catatan 63,19 persen rasio kemenangan.

Pada musim ini, Guardiola memecahkan rekor sebagai manajer yang paling sering tampil di semifinal Liga Champions dengan delapan penampilan. Dua di antaranya berakhir dengan trofi, yang sama-sama diraih bersama Barcelona pada 2009 dan 2011 silam.

Zinedine Zidane

Zinedine Zidane (Image: Getty)

Yang ini tidak perlu dipertanyakan, dalam kariernya yang singkat, Zinedine Zidane menciptakan sejarah dengan mencetak tiga kali keberhasilan meraih trofi Liga Champions pada tahun 2016, 2017, dan 2018.

Ketiganya diraih ketika menangani Real Madrid dengan rasio kemenangan sebesar 60,37 persen. Dia tidak memiliki ciri permainan khusus seperti Guardiola, namun akan menang dengan segala cara.

Namun sayangnya, hingga kini Zizou belum berani menangani tim selain Madrid, dan masih menganggur sejak mengundurkan diri dari Los Blancos pada musim panas tahun 2021 lalu.

Continue Reading

Featured

Mona Lisa, Lukisan yang Menyimpan Segudang Misteri

Published

on

By

Mona Lisa

Lukisan Mona Lisa salah satu karya Leonardo da Vinci yang dibuat pada tahun 1503-1517 pernah menjadi sorotan lantaran digadang-gadang menyimpan banyak misteri.

Lukisan yang menampilkan sosok perempuan berambut panjang dibalut gaun kerajaan disertai senyumannya yang fenomenal, itu sempat dicuri pada tahun 1911 dan ditemukan dalam keadaan lusuh akibat tersiram cairan asam.

Hingga pada akhirnya, para sejarawan memutuskan untuk melindungi lukisan Mona Lisa dengan kotak kaca anti peluru.

Lantas, apa saja misteri yang ada di balik lukisan Mona Lisa? Yuk simak ulasan di bawah berikut ini.

Baca Juga:

Misteri senyuman lukisan Mona Lisa

Ilustrasi (Hipwee)

Berdasarkan info yang dicatut dari laman Hipwee, senyum yang ada dibalik lukisan tersebut mengandung banyak misteri.

Menurut beberapa ahli, senyum yang ditunjukan tidak sejalan dengan perasaan Lisa. Di Tahun 2005, University of Amsterdam mencoba untuk menganalisis senyuman dari lukisan tersebut menggunakan software komputer.

Hasilnya, 83% persen menunjukan perasaan bahagia, sedangkan sisanya adalah perasaan lelah, takut, marah dan netral.

Penelitian lain juga pernah dilakukan oleh Dr. Montague Merlic, seorang ahli forensik dari Inggris. Ia mengubah lukisan menjadi tiga dimensi, sehingga muncul simulasi kerangka dari lukisan tersebut.

Menurutnya, Lisa tidak bisa menutup mulutnya dengan benar lantaran tidak memiliki gigi. Selain itu, ada indikasi kejanggalan dari mulut Mona Lisa.

Kode rahasia di bola mata

Ilustrasi (Hipwee)

Ditemukannya kode rahasia di bagian bola mata Lisa sempat menggemparkan jagat raya. Pasalnya, hal tersebut sangatlah cerdas untuk memasukan sebuah kode ke dalam sebuah lukisan.

Kode tersebut terdapat di kedua bola matanya. Di bagian bola mata sebelah kanan, bertuliskan LV yang diduga sebagai inisial dari penciptanya, yaitu Leonardo da Vinci.

Sementara itu, di bagian mata sebelah kiri, terdapat tulisan L2 yang menurut Vinceti adalah inisial dari Leonardo dan Lisa.

Siapakah Mona Lisa?

Perihal siapa identitas asli dari Mona Lisa masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Banyak dari para sejarawan yang telah melakukan penelitan untuk mengungkap identitas asli dibalik lukisan tersebut.

Salah satunya adalah pakar sejarah bernama Giuseppe Pallanti. Ia menghabiskan sekitar 25 tahun untuk menelaah arsip penduduk Firenze, kota tempat da Vinci membuat lukisan itu.

Menurut Pallanti, Mona Lisa adalah Lisa del Giocondo yang merupakan seorang wanita kelahiran 1479 di Italia. Namun hingga sekarang, belum ada bukti yang kuat yang menunjukan bahwa Lisa adalah Lisa del Giocondo.

Selain itu, menurut sejarawan lain, Silvano Vinceti, ia menuturkan Mona Lisa merupakan sosok dari hasil imajinasi Leonardo da Vinci. Bukanlah sosok yang nyata.

Continue Reading

Trending