Connect with us

International

Ini Dia 5 Gunung Tertinggi di Dunia

Published

on

Gunung Tertinggi

Di setiap lempeng benua dapat ditemui gunung tertinggi. Gunung-gunung ini memiliki keindahan dan keistimewaan tersendiri.

Dari Asia (Gunung Everest) hingga Antartika (Vinson Massif) merupakan rentetan gunung tertinggi yang wajib didatangi oleh para pendaki (seven summiter). Akibat ketinggiannya, gunung ini dapat dikatakan berbahaya tetapi menggoda untuk digapai puncaknya.

Berikut 5 gunung tertinggi di dunia yang dimiliki oleh masing-masing lempeng benua.

Gunung Everest (Asia)

Gunung Everest memiliki ketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut. Gunung Everest terletak di perbatasan Nepal dan Tibet. Gunung Everest merupakan gunung tertinggi di dunia.

Usia Gunung Everest diperkirakan sekitar 50 juta tahun. Gunung ini adalah lempeng tektonik India dan Eurasia terbesar di Pegunungan Himalaya. Ruang tumbuh gunung ini sekitar seperempat inci dalam satu tahun.

Gunung Everest pertama kali diskalakan pada tahun 1953 dan tetap dinobatkan menjadi tempat sampah tertinggi di dunia. Para pendaki butuh waktu selama 45 hari untuk menggapai puncak Gunung Everest dengan biaya yang dikeluarkan hingga USD 100 ribu.

Gunung Denali (Amerika Utara)

Gunung tertinggi nomor dua adalah Gunung Denali yang memiliki ketinggian 6.190 meter di atas permukaan laut. Gunung Denali berada di Alaska tengah selatan.

Para ilmuan mengatakan bahwa ketinggian Gunung Denali masih meningkat, yaitu setengah millimeter per tahun. Namun, untuk meraih puncak, perlu berlatih gletser terlebih dahulu selama 17 hari. Hal ini disebabkan karena cuaca dan kondisi Gunung Denali masih belum bisa diprediksi.

Baca Juga:

Gunung Kilimanjaro (Afrika)

Gunung Kilimanjaro memiliki ketinggian sekitar 5.895 meter di atas permukaan laut. Gunung ini berlokasi di Tanzania utara. Gunung Kilimanjaro memiliki berbagai zona ekologi, yakni hutan hujan tropis, padang rumput, padang pasir dan lain-lain, dari sabana ke puncak berselimut salju.

Gunung Elbrus (Eropa)

Gunung tertinggi berikutnya adalah Gunung Elbrus. Gunung Elbrus memiliki ketinggian 5.642 meter di atas permukaan laut dan berloksi di Rusia barat daya. Gunung ini berada di Pegunungan Kaukasus yang membagi benua Asia dan Eropa.

Gunung ini memiliki mitos yang terkenal, yaitu tempat di mana Zeus merantai lengan Prometheus karena mencuri api para dewa.

Selama musim pendakian di musim panas, jalur paling populer adalah ke puncak barat Elbrus melalui selatan gunung. Dari sini, pendakian memakan waktu antara enam hingga sembilan jam (turun sekitar tiga jam) dan hanya butuh pemandu berpengalaman juga setidaknya satu minggu aklimatisasi.

Gunung Aconcagua (Amerika Selatan)

Gunung Aconcagua merupakan salah satu gunung tertinggi di dunia. Gunung Aconcagua memiliki ketinggian 6.962 meter di atas permukaan laut. Gunung ini terletak di Argentina barat. Konon, Gunung Aconcagua memiliki tingkat kematian pendaki tertinggi di Amerika Selatan.

International

Demi Turis, Selandia Baru akan Terbuka Sepenuhnya Mulai Agustus

Published

on

By

Selandia Baru

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pada hari Rabu (11/5) bahwa pemerintah akan membuka negara sepenuhnya pada bulan Agustus, setelah mengakhiri salah satu peraturan terberat untuk melawan COVID-19.

Pengamanan perbatasan akan sepenuhnya diangkat dan seluruh pengetesan menjelang kepergian dihentikan mulai pukul 23.59 tanggal 31 Juli mendatang, dengan Ardern mengatakan bahwa Selandia Baru akan sepenuhnya terbuka untuk bisnis.

Jacinda Ardern (Image: Kompas)

Pembatasan sudah dilaksanakan pada Maret 2020 silam sejak pandemi dimulai, dengan Selandia Baru dipuji sebagai salah satu negara terbaik dalam melawan COVID-19 karena mencatatkan rasio kematian paling rendah di antara negara-negara berkembang.

Namun demikian, banyak yang mengkritik kurangnya fleksibilitas dan kekerasan yang terjadi, selain juga mengurangi perekonomian masyarakat.

Baca Juga:

Selandia Baru membuka diri demi industri pariwisata

Untuk sebagian besar pandemi, seluruh kedatangan internasional harus menjalani karantina selama dua pekan di fasilitas hotel yang dimiliki oleh pemerintah dengan militer berpatroli.

Pembatasan tersebut sudah tidak diberlakukan untuk warga lokal dan pengunjung dari negara-negara tertentu dengan kesepakatan bebas visa sebelumnya. Namun seluruh dunia harus dibuat menunggu hingga Oktober.

Milfourd Sound (Image: Wikiwand)

Dilansir dari The Jakarta Post, Ardern telah memutuskan untuk memajukan kesepakatan itu selama dua bulan lebih awal, terutama untuk industri pariwisata.

Selandia Baru menyambut 3,9 juta kedatangan internasional pada 2019, menjadikannya sebagai salah satu negara yang paling dituju sebelum pandemi, menghasilkan lebih dari 16 miliar dollar NZ (147,51 triliun rupiah) per tahun.

Continue Reading

International

Uni Eropa Izinkan Lepas Masker Saat di Pesawat

Published

on

By

uni eropa

Pemerintah Uni Eropa baru-baru ini mencabut peraturan penggunaan masker di pesawat. Tak hanya itu, masyarakat juga diperbolehkan untuk melepas masker saat berada di bandara.

Menurut Badan Keselamatan Eropa, hal tersebut dilakukan lantaran tingkat vaksinasi dan kekebalan di negara Eropa memiliki perkembangan yang signifikan.

“[Pedoman baru ini] memperhitungkan perkembangan terbaru dalam pandemi, khususnya tingkat vaksinasi dan kekebalan yang menyertainya di semakin banyak negara Eropa,” katanya, dikutip dari laman Detik.

Baca Juga:

Penumpang yang alami batuk pilek harus kenakan masker

Ilustrasi (Unsplash/Lukas Souza)

Kendati demikian, Patrick Ky selaku Direktur Eksekutif EASA menegaskan, bagi penumpang yang mengalami batuk dan bersin-bersin diimbau untuk menggunakan masker. Hal tersebut agar penumpang yang duduk di sampingnya tidak merasa terganggu.

“Penumpang yang batuk dan bersin harus sangat mempertimbangkan untuk memakai masker wajah untuk meyakinkan mereka yang duduk di dekatnya,” tegas Patrick.

Adapun, kebijakan pemerintah Uni Eropa untuk mencabut penggunaan masker di pesawat akan mulai diterapkan pada 16 Mei mendatang.

Pemerintah Uni Eropa tetap ingatkan selalu jaga kebersihan

Ilustrasi (Unsplash/Elizabeth McDaniel)

Lebih lanjut, Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, Andrea Ammon menuturkan, kewajiban untuk menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dan menjaga jarak harus tetap dilakukan.

Namun, jaga jarak bisa tidak dilakukan apabila menyebabkan kerumunan hingga kemacetan.

Di lain sisi, Kementerian Kesehatan Jerman masih mewajibkan penumpang di atas enam tahun untuk tetap menggunakan masker. Namun, masker bisa dilepas apabila penumpang hendak menikmati makanan.

Continue Reading

International

Korea Utara Lockdown Ketat Usai Penemuan Kasus COVID-19 Pertama

Published

on

By

korea utara lockdown

Korea Utara lockdown atau melakukan karantina wilayah setelah ditemukannya kasus pertama COVID-19 pada Kamis (12/5).

Dilansir dari CNN Indonesia yang mengutip dari KCNA, Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menegaskan agar semua wilayah kota dan kabupaten Korea Utara untuk segara mengunci wilayah mereka.

“Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un menyerukan semua kota dan kabupaten di seluruh negeri benar-benar mengunci wilayah mereka,” katanya.

Baca Juga:

Korea Utara lockdown pabrik hingga rumah warga

Ilustrasi (rmol.id)

Lebih lanjut, seluruh pabrik, badan usaha, bahkan hingga rumah warga harus menerapkan lockdown guna memutus rantai penyebaran COVID-19.

Selain itu, pemerintah Korea Utara juga langsung mengadakan pertemuan darurat politbiro untuk segera membahas langkah yang akan diterapkan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Jauh sebelumnya, kasus COVID-19 pertama ditemukan setelah sebelumnya dilakukan tes kepada beberapa orang yang mengalami demam di Pyongyang pada Minggu (8/5).

Dari hasil tes tersebut, terdapat beberapa orang yang dikonfirmasi positif COVID-19 dengan varian Omicron.

Korea Utara klaim bebas COVID-19

Ilustrasi (AFP)

Sejak awal pandemi 2020, Korea Utara lockdown ketat wilayahnya sebagai langkah serius untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menuturkan, bahwa Korea Utara telah melakukan tes terhadap 13.259 warganya dan semuanya negatif.

Kendati demikian, kini Korea Utara kebobolan dengan munculnya kasus COVID-19 pertama di tengah negara lain sedang dalam proses pemulihan.

Continue Reading

Trending