Connect with us

International

Instagram-nya Dibatasi, Bella Hadid Tetap Beri Dukungan untuk Palestina

Published

on

Meskipun Instagramnya Kena Shadow Ban, Bella Hadid Tetap Beri Dukungan untuk Palestina

Model papan atas, Bella Hadid terus menyuarakan kebenaran tentang situasi di Palestina. Bahkan, baru-baru ini, ia mengeluhkan akun Instagram pribadinya yang berisi dukungan untuk warga Palestina, terkena shadow ban.

Adik dari supermodel Gigi Hadid itu kembali mengunggah video bernomor polisi Israel yang menangkap anak-anak Palestina di Masjid Al-Aqsha. Tidak hanya anak-anak, polisi juga melukai orang tua mereka.

“Saya tidak akan membiarkan kita semua disebut ‘teroris’ [seperti yang mereka bilang kepada saya sejak saya masih kecil karena hanya menjadi orang Palestina], hanya karena hidup atau membela rakyat kita,” tulis Bella Hadid melalui akun Instagram resmi pribadinya.

Meskipun Instagramnya Kena Shadow Ban, Bella Hadid Tetap Beri Dukungan untuk Palestina

agencemediapalestine.fr

“Seolah mereka berjalan beriringan. Untuk membela apa yang benar. Hak asasi manusia. Pekerjaan ini tidak hanya membunuh kehidupan banyak wanita, anak-anak, pria sehari-hari, tetapi juga menodai nama orang lain. Ini menyedihkan dan memuakkan,” lanjutnya.

Baca Juga:

Selain itu, Bella Hadid juga menyinggung mengenai pandangan orang-orang terhadap rakyat Palestina yang digambarkan dengan buruk dan hanya untuk membenarkan kekejaman serta pelecahan massal oleh Israel.

Menurutnya, jika seseorang berpikir bahwa cara orang Palestina telah disiksa, dihina, dilecehkan, dilucuti dan dibunuh oleh tentara militer, diperintahkan oleh sistem pemerintahan berarti mereka berada di sisi sejarah yang salah.

Meskipun Instagramnya Kena Shadow Ban, Bella Hadid Tetap Beri Dukungan untuk Palestina

dazeddigital.com

“Tidak ada alasan untuk perilaku semacam ini. Selamanya. Apapun yang terjadi,” tegasnya.

Kemudian, ia  menjelaskan bahwa kekerasan itu sudah ada sejak tahun 1948 atau sejak ayahnya, Mohamed Anwar Hadid, diusir dari rumahnya ketika dia berusia 9 hari.

Bella menilai bahwa unggahannya tersebut bukanlah hanya sekedar tentang agama. Ia juga mengatakan hal tersebut bahwa bukan tentang dirinya yang membenci sesuatu atau kepada siapa pun.

Meskipun Instagramnya Kena Shadow Ban, Bella Hadid Tetap Beri Dukungan untuk Palestina

accessonline.com

“Aku tidak pernah dan tidak akan pernah. Bagi saya, Ini tentang setiap manusia dan apa yang pantas mereka dapatkan dalam hidup. Bagi pemerintah Israel, Ini tentang geopolitik dan kekuasaan,” tulisnya.

“Siapa yang diuntungkan dari perang dan kekerasan? Jawabannya bukan rakyat. Ketidakadilan di mana pun adalah ancaman bagi keadilan di mana-mana,” tutup Bella Hadid.

Alasan Bella Hadid bela Palestina

Unggahan tersebut merupakan bentuk dari kekesalannya karena akunnya terkena shadow ban dari Instagram hanya karena memuat unggahan tentang kondisi di Palestina.

Meskipun Instagramnya Kena Shadow Ban, Bella Hadid Tetap Beri Dukungan untuk Palestina

mynewsla.com

Alhasil, akun Bella Hadid tak bisa ditemukan untuk sementara waktu di Instagram. Bella Hadid sendiri memiliki keturunan darah Palestina yang merupakan berasal dari ayahnya, Mohammed Hadid.

Menurut laporan, sang ayah sebenarnya adalah keturunan salah satu pemimpin Palestina di abad ke-18, Daher Al Omer atau lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Nazareth dan Syekh Galilea.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

International

Demi Turis, Selandia Baru akan Terbuka Sepenuhnya Mulai Agustus

Published

on

By

Selandia Baru

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pada hari Rabu (11/5) bahwa pemerintah akan membuka negara sepenuhnya pada bulan Agustus, setelah mengakhiri salah satu peraturan terberat untuk melawan COVID-19.

Pengamanan perbatasan akan sepenuhnya diangkat dan seluruh pengetesan menjelang kepergian dihentikan mulai pukul 23.59 tanggal 31 Juli mendatang, dengan Ardern mengatakan bahwa Selandia Baru akan sepenuhnya terbuka untuk bisnis.

Jacinda Ardern (Image: Kompas)

Pembatasan sudah dilaksanakan pada Maret 2020 silam sejak pandemi dimulai, dengan Selandia Baru dipuji sebagai salah satu negara terbaik dalam melawan COVID-19 karena mencatatkan rasio kematian paling rendah di antara negara-negara berkembang.

Namun demikian, banyak yang mengkritik kurangnya fleksibilitas dan kekerasan yang terjadi, selain juga mengurangi perekonomian masyarakat.

Baca Juga:

Selandia Baru membuka diri demi industri pariwisata

Untuk sebagian besar pandemi, seluruh kedatangan internasional harus menjalani karantina selama dua pekan di fasilitas hotel yang dimiliki oleh pemerintah dengan militer berpatroli.

Pembatasan tersebut sudah tidak diberlakukan untuk warga lokal dan pengunjung dari negara-negara tertentu dengan kesepakatan bebas visa sebelumnya. Namun seluruh dunia harus dibuat menunggu hingga Oktober.

Milfourd Sound (Image: Wikiwand)

Dilansir dari The Jakarta Post, Ardern telah memutuskan untuk memajukan kesepakatan itu selama dua bulan lebih awal, terutama untuk industri pariwisata.

Selandia Baru menyambut 3,9 juta kedatangan internasional pada 2019, menjadikannya sebagai salah satu negara yang paling dituju sebelum pandemi, menghasilkan lebih dari 16 miliar dollar NZ (147,51 triliun rupiah) per tahun.

Continue Reading

International

Uni Eropa Izinkan Lepas Masker Saat di Pesawat

Published

on

By

uni eropa

Pemerintah Uni Eropa baru-baru ini mencabut peraturan penggunaan masker di pesawat. Tak hanya itu, masyarakat juga diperbolehkan untuk melepas masker saat berada di bandara.

Menurut Badan Keselamatan Eropa, hal tersebut dilakukan lantaran tingkat vaksinasi dan kekebalan di negara Eropa memiliki perkembangan yang signifikan.

“[Pedoman baru ini] memperhitungkan perkembangan terbaru dalam pandemi, khususnya tingkat vaksinasi dan kekebalan yang menyertainya di semakin banyak negara Eropa,” katanya, dikutip dari laman Detik.

Baca Juga:

Penumpang yang alami batuk pilek harus kenakan masker

Ilustrasi (Unsplash/Lukas Souza)

Kendati demikian, Patrick Ky selaku Direktur Eksekutif EASA menegaskan, bagi penumpang yang mengalami batuk dan bersin-bersin diimbau untuk menggunakan masker. Hal tersebut agar penumpang yang duduk di sampingnya tidak merasa terganggu.

“Penumpang yang batuk dan bersin harus sangat mempertimbangkan untuk memakai masker wajah untuk meyakinkan mereka yang duduk di dekatnya,” tegas Patrick.

Adapun, kebijakan pemerintah Uni Eropa untuk mencabut penggunaan masker di pesawat akan mulai diterapkan pada 16 Mei mendatang.

Pemerintah Uni Eropa tetap ingatkan selalu jaga kebersihan

Ilustrasi (Unsplash/Elizabeth McDaniel)

Lebih lanjut, Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, Andrea Ammon menuturkan, kewajiban untuk menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dan menjaga jarak harus tetap dilakukan.

Namun, jaga jarak bisa tidak dilakukan apabila menyebabkan kerumunan hingga kemacetan.

Di lain sisi, Kementerian Kesehatan Jerman masih mewajibkan penumpang di atas enam tahun untuk tetap menggunakan masker. Namun, masker bisa dilepas apabila penumpang hendak menikmati makanan.

Continue Reading

International

Korea Utara Lockdown Ketat Usai Penemuan Kasus COVID-19 Pertama

Published

on

By

korea utara lockdown

Korea Utara lockdown atau melakukan karantina wilayah setelah ditemukannya kasus pertama COVID-19 pada Kamis (12/5).

Dilansir dari CNN Indonesia yang mengutip dari KCNA, Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menegaskan agar semua wilayah kota dan kabupaten Korea Utara untuk segara mengunci wilayah mereka.

“Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un menyerukan semua kota dan kabupaten di seluruh negeri benar-benar mengunci wilayah mereka,” katanya.

Baca Juga:

Korea Utara lockdown pabrik hingga rumah warga

Ilustrasi (rmol.id)

Lebih lanjut, seluruh pabrik, badan usaha, bahkan hingga rumah warga harus menerapkan lockdown guna memutus rantai penyebaran COVID-19.

Selain itu, pemerintah Korea Utara juga langsung mengadakan pertemuan darurat politbiro untuk segera membahas langkah yang akan diterapkan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Jauh sebelumnya, kasus COVID-19 pertama ditemukan setelah sebelumnya dilakukan tes kepada beberapa orang yang mengalami demam di Pyongyang pada Minggu (8/5).

Dari hasil tes tersebut, terdapat beberapa orang yang dikonfirmasi positif COVID-19 dengan varian Omicron.

Korea Utara klaim bebas COVID-19

Ilustrasi (AFP)

Sejak awal pandemi 2020, Korea Utara lockdown ketat wilayahnya sebagai langkah serius untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menuturkan, bahwa Korea Utara telah melakukan tes terhadap 13.259 warganya dan semuanya negatif.

Kendati demikian, kini Korea Utara kebobolan dengan munculnya kasus COVID-19 pertama di tengah negara lain sedang dalam proses pemulihan.

Continue Reading

Trending