Connect with us

International

Kylian Mbappe Tentang Rencana Piala Dunia Dua Tahun Sekali

Published

on

Kylian Mbappe

Kylian Mbappe menentang rencana FIFA untuk menggelar Piala Dunia pada setiap dua tahun sekali, menekankan bahwa itu akan membuat turnamen terasa kurang spesial.

Badan sepak bola dunia belakangan telah menciptakan kontroversi lagi dengan mengutarakan niatan untuk merevolusi tahun gelaran Piala Dunia.

Pada saat ini, Piala Dunia, alias ajang terbesar untuk sepak bola internasional, digelar pada setiap empat tahun sekali. Namun FIFA ingin mengubahnya, dan menggelarnya menjadi dua tahun sekali.

Sudah banyak yang mengutarakan ketidaksepakatannya terhadap rencana ini. Tak terkecuali Kylian Mbappe, yang merasa bahwa itu mendegradasi nilai spesial dari Piala Dunia.

Berbicara di Dubai ketika menerima penghargaan Pemain Terbaik Pria Tahun ini di Global Soccer Awards, sang striker Paris Saint-Germain menentangnya dengan keras.

“Piala Dunia, setiap dua tahun sekali?  Saya tidak bisa mengatakan apakah itu benar atau tidak,” kata Mbappe, dikutip dari Goal.

“Itu adalah sesuatu yang unik yang terjadi setiap empat tahun sekali. Memainkannya menjadi dua tahun sekali akan membuat kompetisi ini menjadi normal.”

Rencana untuk mempersingkat jeda antar-Piala Dunia ini berkaitan dengan keinginan FIFA untuk menambah pendapatan, dengan menambah jumlah pertandingan.

Baca Juga: Cavani Selamatkan United dari Kekalahan

Hal ini ditentang oleh para pemain karena dinilai tidak manusiawi, dan bahwa FIFA hanya menganggap para pemain sebagai robot saja.

“Kami sudah bermain dalam 60 pertandingan per tahun. Kami bahagia jika bisa bermain, namun jika sudah terlalu banyak, maka itu harus dikatakan,” kata Mbappe.

“Jika Anda menginginkan kualitas maka Anda harus membiarkan para pemain untuk beristirahat.”

International

Piala Afrika 2021: Pantai Gading Singkirkan Aljazair

Published

on

By

Piala Afrika 2021

Juara bertahan Aljazair harus tersisih secara prematur dari gelaran Piala Afrika 2021, setelah ditaklukkan oleh Pantai Gading dengan skor 1-3 di pekan penutup babak grup.

The Desert Warriors memerlukan kemenangan dalam laga kontra Les Elephants, setelah hanya merengkuh sebuah poin dari dua pertandingan sebelumnya.

Kekalahan mengejutkan dengan skor tipis 0-1 dari Guinea Khatulistiwa pada pertandingan sebelumnya meredupkan harapan Aljazair untuk lolos ke babak 16 besar.

Namun mereka sudah tertinggal sejak menit ke-22 akibat gol yang diciptakan oleh gelandang AC Milan, Franck Kessie, yang bekerja sama apik dengan Nicolas Pepe.

Pantai Gading menambah skor sebelum jeda turun minum melalui Ibrahim Sangare, yang menanduk bola yang diumpan oleh Serge Aurier dari sebuah tendangan bebas di sisi kanan.

Aljazair semakin merana setelah Pantai Gading mencetak gol ketiganya, hanya sembilan menit setelah jeda turun minum. Pepe bergerak di sayap kanan dan sang penyerang Arsenal pun mencetak gol lewat tembakan kaki kirinya.

Baca Juga:

The Desert Warriors dapat kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan pada menit ke-57, setelah Youcef Belailli dilanggar dikotak terlarang, namun eksekusi Riyad Mahrez tiga menit kemudian menghantam tiang gawang.

Aljazair baru mencetak gol pada menit ke-73, ketika usaha Aissa Mandi untuk menyelamatkan bola agar tak keluar lapangan berujung tandukan Sofiane Bendebka.

Namun, itu tidak cukup untuk menyelamatkan hasil untuk sang juara bertahan, yang dipastikan tersisih karena menghuni peringkat terbawah di Grup E, dengan hanya meraih satu poin dari tiga laga.

Yang lolos bersama Pantai Gading dari Grup E adalah Guinea Khatulistiwa, yang menang tipis dengan skor 1-0 atas Sierra Leone lewat gol tunggal Pablo Ganet.

Di Grup F, Mali meraih status juara grup setelah meraih kemenangan dengan skor 2-0 atas Mauritania berkat gol-gol dari Massadio Haidara dan Ibrahima Kone.

Sedangkan Tunisia tetap berhak lolos meskipun finis di grup ini sebagai peringkat ketiga dan takluk 0-1 dari Gambia pada pertandingan semalam.

Hasil pertandingan Piala Afrika 2021, Kamis (20/1):

Pantai Gading 3-1 Aljazair — (Franck Kessie 22′, Ibrahim Sangare 39′, Nicolas Pepe 54′; Sofiane Bendebka 73′)

Sierra Leone 0-1 Guinea Khatulistiwa — (Pablo Ganet 38′) — (Kwame Quee [SIE] 90′)

Mali 2-0 Mauritania — (Massadio Haidara 2′, Ibrahima Kone 40′ [p])

Gambia 1-0 Tunisia — (Ablie Jallow 90+3′) — (Kartu merah: Farouk Ben Mustapha [TUN] 45+3′)

Continue Reading

International

Piala Afrika 2021: Mesir dan Nigeria Amankan Tiket Lolos

Published

on

By

Piala Afrika 2021

Mesir dan Nigeria mengamankan tiket lolos ke babak 16 besar Piala Afrika 2021, setelah sama-sama meraih kemenangan pada pekan terakhir babak penyisihan grup, Rabu (19/1) kemarin.

Setelah terjungkal pada pekan pertama, dengan ditaklukkan oleh Nigeria 0-1, Mesir bangkit di pekan kedua dengan kemenangan tipis 1-0 atas Guinea-Bissau.

Mereka melakukan hal yang sama pada pekan penutup babak grup, dengan menang tipis atas Sudan karena gol Mohamed Abdelmonem pada menit ke-35.

Tandukan Mostafa Mohamed masih sedikit melebar pada menit kelima, dan usaha yang serupa dari pemain yang sama pada menit ke-33 berhasil dihentikan oleh kiper Sudan, Mohamed Mostafa.

Namun, dari sepak pojok yang dihasilkan, Abdelmonem berhasil menanduk bola dan membawa Mesir menutup babak pertama dengan keunggulan, lantaran tembakan Abdallah Said sebelum jeda turun minum sukses diredam oleh kiper Mostafa.

Aksi meliuk-liuk Salah pada menit ke-60 pun masih belum bisa menghasilkan gol pengganda keunggulan untuk Mesir, karena ketangguhan Mostafa.

Tak ada gol lagi yang tercipta dan Mesir dipastikan finis sebagai runner-up, selagi Sudan finis di peringkat ketiga dan dipastikan takkan lolos sebagai salah satu dari empat tim peringkat ketiga terbaik, karena hanya meraih satu poin dari tiga laga.

Posisi juara grup direbut oleh Nigeria yang meraih kemenangan 2-0 atas Guinea-Bissau. Itu sebenarnya bukan partai yang menentukan, karena Si Elang Super Afrika telah mengamankan enam poin, hasil maksimal dari dua laga sebelumnya.

Baca Juga:

Di sisi lain, Guinea-Bissau finis di posisi juru kunci Grup D setelah hanya meraih satu poin. Mereka hanya kalah dari jumlah gol yang diciptakan dari Sudan. Kendati begitu, dua-dua tetap dipastikan tersingkir.

Babak pertama berakhir tanpa gol, namun Nigeria sukses membuka skor pada menit ke-56 melalui Umar Sadiq, yang menyambut umpan dari Kelechi Iheanacho ke tiang jauh.

Menit ke-75, William Troost-Ekong mencetak gol kedua untuk Nigeria. Sempat diprotes karena offside, namun wasit mengesahkannya setelah memantau melalui VAR.

Hasil Piala Afrika 2021, Rabu (19/1):

Guinea-Bissau 0-2 Nigeria — (Umar Sadiq 56′, William Troost-Ekong 75′)

Mesir 1-0 Sudan — (Mohamed Abdelmonem 35′)

Continue Reading

International

Piala Afrika 2021: Senegal Juara Grup, Ghana Tersingkir

Published

on

By

Piala Afrika 2021

Senegal berhasil mengamankan jalan ke babak 16 besar Piala Afrika 2021 sebagai juara Grup B, demikian pula dengan Maroko, namun Ghana tersisih secara prematur.

Senegal sudah memiliki empat poin dari dua pertandingan sebelumnya, dan sebuah kemenangan atas Malawi pada pekan terakhir, Selasa (18/1) kemarin, akan mengunci jalan ke babak 16 besar sebagai juara grup.

Meskipun menguasai bola hingga 79 persen dalam pertandingan tersebut, Sadio Mane dan kolega tetap tidak bisa menemukan jalan untuk mencetak gol, dengan laga berakhir imbang tanpa gol.

Namun itu tidak menjadi masalah, karena satu-satunya tim yang melangkahi Senegal, yaitu Guinea, menderita kekalahan secara mengejutkan dari Zimbabwe dengan skor 1-2.

Tembakan Sory Kaba untuk Guinea di menit-menit awal mampu dihalau, sebelum Zimbabwe sukses untuk membuka skor melalui tandukan Knowledge Musona pada menit ke-26.

Baca Juga

Sebelum jeda turun minum, Zimbabwe mencetak gol lagi melalui sepakan kaki kiri Kudakwashe Mahachi pada menit ke-43.

Naby Keita memperkecil ketertinggalan empat menit setelah jeda turun minum, namun tidak ada gol susulan lagi untuk kedua tim.

Hasil ini tak menggoyahkan Guinea di peringkat kedua, namun membuat Senegal lolos sebagai juara grup. Sedangkan bagi Zimbabwe, kemenangan ini tidak menyelamatkan mereka dari finis di posisi terbawah klasemen akhir.

Drama terjadi pada pertandingan antara Ghana dan Komoro. Memerlukan kemenangan Thomas Partey dan kolega malah kebobolan lebih dulu pada menit keempat, melalui El Fardou Mohamed Ben Nabouhane.

Kartu merah Andre Ayew pada menit ke-25 membuat The Black Stars makin sulit untuk bangkit, namun Komoro baru bisa memperlebar keunggulan pada babak kedua.

Ahmed Mogni mencetak gol kedua untuk Komoro pada menit ke-61, namun Richmond Boakye sukses memperkecil ketertinggalan untuk Ghana tiga menit kemudian.

Sebuah kemelut di mulut gawang dari situasi sepak pojok pada menit ke-77 menghasilkan gol penyeimbang untuk Ghana melalui Alexander Djiku.

Ghana memerlukan kemenangan untuk lolos, namun Komoro malah kembali unggul pada menit ke-85 melalui Mogni, dan skor 2-3 bertahan hingga akhir.

Sementara itu, Maroko yang sudah pasti lolos setelah merengkuh dua kemenangan beruntun bermain dengan santai kontra Gabon.

Sempat tertinggal lebih dulu melalui Jim Allevinah pada menit ke-21, Maroko baru menyeimbangkan skor pada menit ke-74 melalui eksekusi penalti Sofiane Boufal.

Gol bunuh diri membawa Gabon kembali unggul pada menit ke-81, namun Achraf Hakimi menyeimbangkan skor lagi pada tiga menit kemudian.

Dengan hasil ini, Maroko menjadi juara Grup C Piala Afrika 2021 dengan torehan tujuh poin, disusul Gabon dengan raihan lima poin. Komoro menunggu klasemen peringkat ketiga terbaik dengan modal tiga poin, namun Ghana dipastikan tersingkir dengan hanya satu poin.

Hasil Piala Afrika 2021, Selasa (18/1):

Malawi 0-0 Senegal

Zimbabwe 2-1 Guinea — (Knowledge Musona 26′, Kudakwashe Mahachi 43′; Naby Keita 49′)

Gabon 2-2 Maroko — (Jim Allevinah 21′, Nayef Aguerd 81′ [bd]; Sofiane Boufal 74′ [p], Achraf Hakimi 84′)

Ghana 2-3 Komoro — (Richmond Boakye 64′, Alexander Djiku 77′; El Fardou Mohamed Ben Nabouhane 4′, Ahmed Mogni 61′, 85′) — (Kartu merah: Andre Ayew [GHA] 25′)

Continue Reading

Trending