Connect with us

International

Piala Afrika 2021: Mesir Singkirkan Maroko, Kamerun dan Senegal Melaju

Published

on

Piala Afrika 2021

Mesir menyingkirkan Maroko dari Piala Afrika 2021 usai menang 2-1 di babak perempat final, selagi Senegal dan Kamerun juga ikut serta melaju ke semifinal, bersama tim kejutan Burkina Faso.

Semua mata tertuju kepada pertandingan antara dua timnas raksasa Afrika, Mesir kontra Maroko, dengan nama-nama besar seperti Mohamed Salah dan Achraf Hakimi saling bersaing.

Tak ayal, Salah pun menjadi aktor utama dalam laga ini lewat catatan sebuah gol dan sebuah assist-nya. Namun, Maroko yang unggul terlebih dulu melalui eksekusi penalti Sofiane Boufal.

Salah menyeimbangkan skor pada menit ke-53 untuk memaksa laga diperpanjang hingga 120 menit, dan sang penyerang Liverpool pun kembali turut andil dalam penciptaan gol Trezeguet pada menit ke-100, karena itu memanfaatkan operannya.

Pada laga lainnya, tuan rumah Kamerun kembali memperlihatkan tajinya dengan mengalahkan Gambia 2-0 di Douala Stadium.

Keunggulan tuan rumah sudah tidak terbantahkan, yang tergambar dari jumlah 18 tembakan, dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang, selagi Gambia hanya menembak dua kali secara keseluruhan.

Karl Toko Ekambi melanjutkan ketajamannya dengan mencetak dwigol dalam kurun waktu tujuh menit saja dalam partai ini. Itu merupakan gol keempat dan kelima dari sang penyerang Lyon di Piala Afrika 2021, hanya terpaut satu gol dari rekan setimnya di Kamerun, Vincent Aboubakar, yang menjadi top skor sementara turnamen.

Sadio Mane menyusul rekan setimnya di Liverpool, Salah, setelah Senegal berhasil menghantam Guinea Khatulistiwa dengan skor 3-1 di pertandingan perempat final lainnya.

Baca Juga:

Famara Diedhiou sudah membawa Senegal unggul sejak menit ke-28. Sempat disamakan Jannick Buyla pada 12 menit setelah jeda turun minum, Cheikhou Kouyate dan Ismaila Sarr mengembalikan keunggulan The Lions of Teranga.

Satu tim lain yang berhasil lolos ke semifinal adalah tim kejutan Burkina Faso, yang mengalahkan Tunisia dengan skor 1-0.

Dango Ouattara menjadi pemeran utama dalam laga ini. Selain mencetak satu-satunya gol, dia juga dikartu merah pada menit ke-82. Namun untungnya, Burkina Faso berhasil mempertahankan keunggulan.

Hasil perempat final Piala Afrika 2021

Gambia 0-2 Kamerun — (Karl Toko Ekambi 50′, 57′)

Burkina Faso 1-0 Tunisia — (Dango Ouattara 45+3′) — (Kartu merah: Dango Ouattara [BFA] 82′)

Mesir 2-1 Maroko — (Mohamed Salah 53′, Trezeguet 100′; Sofiane Boufal 6′ [p])

Senegal 3-1 Guinea Khatulistiwa — (Famara Diedhiou 28′, Cheikhou Kouyate 68′, Ismaila Sarr 79′; Jannick Buyla 57′)

International

Demi Turis, Selandia Baru akan Terbuka Sepenuhnya Mulai Agustus

Published

on

By

Selandia Baru

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pada hari Rabu (11/5) bahwa pemerintah akan membuka negara sepenuhnya pada bulan Agustus, setelah mengakhiri salah satu peraturan terberat untuk melawan COVID-19.

Pengamanan perbatasan akan sepenuhnya diangkat dan seluruh pengetesan menjelang kepergian dihentikan mulai pukul 23.59 tanggal 31 Juli mendatang, dengan Ardern mengatakan bahwa Selandia Baru akan sepenuhnya terbuka untuk bisnis.

Jacinda Ardern (Image: Kompas)

Pembatasan sudah dilaksanakan pada Maret 2020 silam sejak pandemi dimulai, dengan Selandia Baru dipuji sebagai salah satu negara terbaik dalam melawan COVID-19 karena mencatatkan rasio kematian paling rendah di antara negara-negara berkembang.

Namun demikian, banyak yang mengkritik kurangnya fleksibilitas dan kekerasan yang terjadi, selain juga mengurangi perekonomian masyarakat.

Baca Juga:

Selandia Baru membuka diri demi industri pariwisata

Untuk sebagian besar pandemi, seluruh kedatangan internasional harus menjalani karantina selama dua pekan di fasilitas hotel yang dimiliki oleh pemerintah dengan militer berpatroli.

Pembatasan tersebut sudah tidak diberlakukan untuk warga lokal dan pengunjung dari negara-negara tertentu dengan kesepakatan bebas visa sebelumnya. Namun seluruh dunia harus dibuat menunggu hingga Oktober.

Milfourd Sound (Image: Wikiwand)

Dilansir dari The Jakarta Post, Ardern telah memutuskan untuk memajukan kesepakatan itu selama dua bulan lebih awal, terutama untuk industri pariwisata.

Selandia Baru menyambut 3,9 juta kedatangan internasional pada 2019, menjadikannya sebagai salah satu negara yang paling dituju sebelum pandemi, menghasilkan lebih dari 16 miliar dollar NZ (147,51 triliun rupiah) per tahun.

Continue Reading

International

Uni Eropa Izinkan Lepas Masker Saat di Pesawat

Published

on

By

uni eropa

Pemerintah Uni Eropa baru-baru ini mencabut peraturan penggunaan masker di pesawat. Tak hanya itu, masyarakat juga diperbolehkan untuk melepas masker saat berada di bandara.

Menurut Badan Keselamatan Eropa, hal tersebut dilakukan lantaran tingkat vaksinasi dan kekebalan di negara Eropa memiliki perkembangan yang signifikan.

“[Pedoman baru ini] memperhitungkan perkembangan terbaru dalam pandemi, khususnya tingkat vaksinasi dan kekebalan yang menyertainya di semakin banyak negara Eropa,” katanya, dikutip dari laman Detik.

Baca Juga:

Penumpang yang alami batuk pilek harus kenakan masker

Ilustrasi (Unsplash/Lukas Souza)

Kendati demikian, Patrick Ky selaku Direktur Eksekutif EASA menegaskan, bagi penumpang yang mengalami batuk dan bersin-bersin diimbau untuk menggunakan masker. Hal tersebut agar penumpang yang duduk di sampingnya tidak merasa terganggu.

“Penumpang yang batuk dan bersin harus sangat mempertimbangkan untuk memakai masker wajah untuk meyakinkan mereka yang duduk di dekatnya,” tegas Patrick.

Adapun, kebijakan pemerintah Uni Eropa untuk mencabut penggunaan masker di pesawat akan mulai diterapkan pada 16 Mei mendatang.

Pemerintah Uni Eropa tetap ingatkan selalu jaga kebersihan

Ilustrasi (Unsplash/Elizabeth McDaniel)

Lebih lanjut, Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, Andrea Ammon menuturkan, kewajiban untuk menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dan menjaga jarak harus tetap dilakukan.

Namun, jaga jarak bisa tidak dilakukan apabila menyebabkan kerumunan hingga kemacetan.

Di lain sisi, Kementerian Kesehatan Jerman masih mewajibkan penumpang di atas enam tahun untuk tetap menggunakan masker. Namun, masker bisa dilepas apabila penumpang hendak menikmati makanan.

Continue Reading

International

Korea Utara Lockdown Ketat Usai Penemuan Kasus COVID-19 Pertama

Published

on

By

korea utara lockdown

Korea Utara lockdown atau melakukan karantina wilayah setelah ditemukannya kasus pertama COVID-19 pada Kamis (12/5).

Dilansir dari CNN Indonesia yang mengutip dari KCNA, Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menegaskan agar semua wilayah kota dan kabupaten Korea Utara untuk segara mengunci wilayah mereka.

“Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un menyerukan semua kota dan kabupaten di seluruh negeri benar-benar mengunci wilayah mereka,” katanya.

Baca Juga:

Korea Utara lockdown pabrik hingga rumah warga

Ilustrasi (rmol.id)

Lebih lanjut, seluruh pabrik, badan usaha, bahkan hingga rumah warga harus menerapkan lockdown guna memutus rantai penyebaran COVID-19.

Selain itu, pemerintah Korea Utara juga langsung mengadakan pertemuan darurat politbiro untuk segera membahas langkah yang akan diterapkan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Jauh sebelumnya, kasus COVID-19 pertama ditemukan setelah sebelumnya dilakukan tes kepada beberapa orang yang mengalami demam di Pyongyang pada Minggu (8/5).

Dari hasil tes tersebut, terdapat beberapa orang yang dikonfirmasi positif COVID-19 dengan varian Omicron.

Korea Utara klaim bebas COVID-19

Ilustrasi (AFP)

Sejak awal pandemi 2020, Korea Utara lockdown ketat wilayahnya sebagai langkah serius untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menuturkan, bahwa Korea Utara telah melakukan tes terhadap 13.259 warganya dan semuanya negatif.

Kendati demikian, kini Korea Utara kebobolan dengan munculnya kasus COVID-19 pertama di tengah negara lain sedang dalam proses pemulihan.

Continue Reading

Trending