Connect with us

International

Piala Afrika 2021: Senegal dan Maroko Susah Payah Tembus Perempat Final

Published

on

Piala Afrika 2021

Senegal dan Maroko menjadi perempatfinalis berikutnya di Piala Afrika 2021, setelah mengalahkan Cape Verde dan Malawi pada hari Selasa (25/1) kemarin.

Dalam pertandingan di Stade Omnisports de Baloussam, Senegal sudah diuntungkan karena kartu merah yang diberikan kepada pemain Cape Verde, Patrick Andrade, pada menit ke-21.

Namun demikian, Sadio Mane dan kolega tak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain hingga babak pertama berakhir dengan skor imbang tanpa gol.

Pada menit ke-57, Senegal kembali diuntungkan oleh kartu merah kedua untuk Cape Verde, setelah kiper Vozinha dinilai melakukan pelanggaran karena memperebutkan bola di luar kotak penalti dengan Mane.

Enam menit kemudian, Senegal akhirnya mampu mencetak gol melalui Mane, setelah memanfaatkan kemelut di mulut gawang dari situasi sepak pojok.

Dominasi berlanjut namun Senegal baru bisa mencetak gol keduanya di masa injury time melalui serangan balik yang diselesaikan oleh Bamba Dieng.

Sementara itu, Maroko harus bersusah payah karena sudah dikejutkan oleh gol memukau Malawi pada menit ketujuh. Menerima bola di tengah, Gabadinho Mhango langsung melepaskan tembakan spekulasi ke arah gawang dan berakhir gol.

Mhango hampir menggandakan keunggulan Malawi pada menit ke-23, ketika mendapatkan umpan terobosan di kotak penalti, namun tembakan kaki kirinya masih agak melenceng dari gawang kawalan Bono.

Achraf Hakimi hampir menyeimbangkan skor lima menit kemudian. Maroko mendapatkan tendangan bebas di dekat kotak penalti dan tembakan dari sang bek kanan PSG mengarah ke pojok atas gawang. Sayangnya, kiper Charles Thomu dengan sigap menghentikan tembakan tersebut.

Berbagai upaya dari para pemain Maroko masih kurang beruntung untuk bisa berbuah menjadi gol, karena Thomu dan tiang gawangnya berhasil menggagalkan kans-kans tersebut.

Baca Juga:

Kendati begitu, sebelum jeda turun minum, striker Sevilla, Youssef En-Nesyri, akhirnya sukses mencetak gol penyeimbang melalui tandukannya, hasil memaksimalkan umpan Selim Amallah pada injury time babak pertama.

Maroko akhirnya sukses membalikkan skor pada babak kedua, dengan Hakimi kembali membuktikan kualitasnya. Mendapatkan tendangan bebas di daerah yang cukup jauh dan sulit, eks bek kanan Real Madrid itu mampu menunaikan tugasnya dengan ciamik, dengan mengirim bola ke pojok atas gawang.

Hasil pertandingan Piala Afrika 2021, Selasa (25/1):

Senegal 2-0 Cape Verde — (Sadio Mane 63′, Bamba Dieng 90+2′) — (Kartu merah: Patrick Andrade [CAV] 21′, Vozinha [CAV] 57′)

Maroko 2-1 Malawi — (Youssef En-Nesyri 45+2′, Achraf Hakimi 70′; Gabadinho Mhango 7′)

International

COVID-19 di Korea Utara Tembus 2 Juta Kasus dalam Satu Pekan

Published

on

By

covid-19 di korea utara

Kasus positif COVID-19 di Korea Utara meningkat selama satu pekan terakhir. Kantor berita negara Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan setidaknya 740.160 orang telah dikarantina.

Sementara itu, per hari Rabu (18/5) KCNA melaporkan kasus positif bertambah 262.270 dengan gejala demam dan satu kasus kematian. Dengan begitu, jumlah kasus saat ini mencapai 1,98 juta dengan 63 orang dilaporkan telah meninggal akibat COVID-19 di Korea Utara.

Dilansir dari laman CNN Indonesia yang mengutip KCNA pada Kamis (19/5), masyarakat Pyongyang memilih untuk menggunakan obat-obatan tradisional sebagai upaya pencegahan dan penyembuhan penyakit.

Bahkan, sejumlah otoritas kesehatan berupaya untuk meningkatkan produksi obat-obatan tradisional. Hal tersebut dilakukan karena sebagian masyarakat percaya, bahwa obat-obatan tradisional ampuh dalam pencegahan serta penyembuhan penyakit berbahaya.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk berukumur-kumur menggunakan air garam atau meminum teh daun willow.

Baca Juga:

COVID-19 di Korea Utara sangat mengkhawatirkan

Ilustrasi COVID-19 di Korea Utara (Unsplash/Mufid Majnun)

Menurut pakar kesehatan, Korea Utara tidak memiliki alat tes yang cukup untuk mengetahui orang yang terinfeksi COVID-19. Sehingga, keadaan tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan karena upaya penanganan bagi pasien yang positif akan terhambat.

Pyongyang juga belum menanggapi bantuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan negara lain. Padahal, Korea Selatan dan Amerika Serikat telah menawarkan bantuan medis.

Kasus COVID-19 pertama di Korea Utara

Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un (Detik)

Jauh sebelumnya, Korea Utara melaporkan kasus positif COVID-19 pertamanya pada Kamis (12/5). Akibatnya, Korea Utara langsung melakukan karantina wilayah (lockdown).

Seluruh pabrik, badan usaha, bahkan hingga rumah warga pun ditekankan untuk menerapkan lockdown untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.

“Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un menyerukan semua kota dan kabupaten di seluruh negeri benar-benar mengunci wilayah mereka,” tulis KCNA dalam laporannya.

Continue Reading

International

Shanghai Bakal Akhiri Lockdown per 1 Juni 2022 Mendatang

Published

on

By

shanghai

Shanghai berencana untuk kembali membuka wilayahnya dan mengakhiri karantina wilayah (lockdown) pada 1 Juni 2022 mendatang.

Dilansir dari laman CNN Indonesia, Zong Ming selaku Wakil Walikota menuturkan, berakhirnya masa karantina wilayah akan membuat masyarakat Shangai dapat kembali beraktivitas normal.

Sementara itu, langkah tersebut diambil karena sebanyak 15 dari 16 distrik di Shangai telah berhasil menghilangkan COVID-19 di luar area karantina.

Baca Juga:

Moda transportasi di Shanghai dibuka secara bertahap

Ilustrasi (Unsplash/Zhang Kenny)

Lebih lanjut, Shanghai akan mulai membuka secara bertahap moda transportasi darat seperti kereta api. Selain itu, pemerintah juga mulai kembali meningkatkan rute penerbangan domestik.

Adapun, tempat lainnya seperti supermarket, apotek, dan toko serbaguna di Shanghai sudah kembali beroperasi seperti sedia kala.

Karantina wilayah akan dilanjutkan jika kasus naik kembali

Ilustrasi (Reuters/Aly Song)

Kendati demikian, pemerintah setempat akan melakukan pencegahan infeksi hingga 21 Mei nanti. Namun, jika kasus positif COVID-19 kembali mengalami tren kenaikan, maka karantina wilayah akan dilanjutkan.

Seperti yang kita ketahui, pemerintah di China menerapkan kebijakan “Zero-Covid”. Dalam kebijakannya tersebut, pemerintah melarang warganya untuk berpergian untuk kepentingan non-esensial.

Kebijakan tersebut sempat membuat warga di China merasa frustasi karena sulit untuk mendapatkan pasokan makanan.

Continue Reading

International

Demi Turis, Selandia Baru akan Terbuka Sepenuhnya Mulai Agustus

Published

on

By

Selandia Baru

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pada hari Rabu (11/5) bahwa pemerintah akan membuka negara sepenuhnya pada bulan Agustus, setelah mengakhiri salah satu peraturan terberat untuk melawan COVID-19.

Pengamanan perbatasan akan sepenuhnya diangkat dan seluruh pengetesan menjelang kepergian dihentikan mulai pukul 23.59 tanggal 31 Juli mendatang, dengan Ardern mengatakan bahwa Selandia Baru akan sepenuhnya terbuka untuk bisnis.

Jacinda Ardern (Image: Kompas)

Pembatasan sudah dilaksanakan pada Maret 2020 silam sejak pandemi dimulai, dengan Selandia Baru dipuji sebagai salah satu negara terbaik dalam melawan COVID-19 karena mencatatkan rasio kematian paling rendah di antara negara-negara berkembang.

Namun demikian, banyak yang mengkritik kurangnya fleksibilitas dan kekerasan yang terjadi, selain juga mengurangi perekonomian masyarakat.

Baca Juga:

Selandia Baru membuka diri demi industri pariwisata

Untuk sebagian besar pandemi, seluruh kedatangan internasional harus menjalani karantina selama dua pekan di fasilitas hotel yang dimiliki oleh pemerintah dengan militer berpatroli.

Pembatasan tersebut sudah tidak diberlakukan untuk warga lokal dan pengunjung dari negara-negara tertentu dengan kesepakatan bebas visa sebelumnya. Namun seluruh dunia harus dibuat menunggu hingga Oktober.

Milfourd Sound (Image: Wikiwand)

Dilansir dari The Jakarta Post, Ardern telah memutuskan untuk memajukan kesepakatan itu selama dua bulan lebih awal, terutama untuk industri pariwisata.

Selandia Baru menyambut 3,9 juta kedatangan internasional pada 2019, menjadikannya sebagai salah satu negara yang paling dituju sebelum pandemi, menghasilkan lebih dari 16 miliar dollar NZ (147,51 triliun rupiah) per tahun.

Continue Reading

Trending