Connect with us

International

Piala Afrika 2021: Senegal Juara Grup, Ghana Tersingkir

Published

on

Piala Afrika 2021

Senegal berhasil mengamankan jalan ke babak 16 besar Piala Afrika 2021 sebagai juara Grup B, demikian pula dengan Maroko, namun Ghana tersisih secara prematur.

Senegal sudah memiliki empat poin dari dua pertandingan sebelumnya, dan sebuah kemenangan atas Malawi pada pekan terakhir, Selasa (18/1) kemarin, akan mengunci jalan ke babak 16 besar sebagai juara grup.

Meskipun menguasai bola hingga 79 persen dalam pertandingan tersebut, Sadio Mane dan kolega tetap tidak bisa menemukan jalan untuk mencetak gol, dengan laga berakhir imbang tanpa gol.

Namun itu tidak menjadi masalah, karena satu-satunya tim yang melangkahi Senegal, yaitu Guinea, menderita kekalahan secara mengejutkan dari Zimbabwe dengan skor 1-2.

Tembakan Sory Kaba untuk Guinea di menit-menit awal mampu dihalau, sebelum Zimbabwe sukses untuk membuka skor melalui tandukan Knowledge Musona pada menit ke-26.

Baca Juga

Sebelum jeda turun minum, Zimbabwe mencetak gol lagi melalui sepakan kaki kiri Kudakwashe Mahachi pada menit ke-43.

Naby Keita memperkecil ketertinggalan empat menit setelah jeda turun minum, namun tidak ada gol susulan lagi untuk kedua tim.

Hasil ini tak menggoyahkan Guinea di peringkat kedua, namun membuat Senegal lolos sebagai juara grup. Sedangkan bagi Zimbabwe, kemenangan ini tidak menyelamatkan mereka dari finis di posisi terbawah klasemen akhir.

Drama terjadi pada pertandingan antara Ghana dan Komoro. Memerlukan kemenangan Thomas Partey dan kolega malah kebobolan lebih dulu pada menit keempat, melalui El Fardou Mohamed Ben Nabouhane.

Kartu merah Andre Ayew pada menit ke-25 membuat The Black Stars makin sulit untuk bangkit, namun Komoro baru bisa memperlebar keunggulan pada babak kedua.

Ahmed Mogni mencetak gol kedua untuk Komoro pada menit ke-61, namun Richmond Boakye sukses memperkecil ketertinggalan untuk Ghana tiga menit kemudian.

Sebuah kemelut di mulut gawang dari situasi sepak pojok pada menit ke-77 menghasilkan gol penyeimbang untuk Ghana melalui Alexander Djiku.

Ghana memerlukan kemenangan untuk lolos, namun Komoro malah kembali unggul pada menit ke-85 melalui Mogni, dan skor 2-3 bertahan hingga akhir.

Sementara itu, Maroko yang sudah pasti lolos setelah merengkuh dua kemenangan beruntun bermain dengan santai kontra Gabon.

Sempat tertinggal lebih dulu melalui Jim Allevinah pada menit ke-21, Maroko baru menyeimbangkan skor pada menit ke-74 melalui eksekusi penalti Sofiane Boufal.

Gol bunuh diri membawa Gabon kembali unggul pada menit ke-81, namun Achraf Hakimi menyeimbangkan skor lagi pada tiga menit kemudian.

Dengan hasil ini, Maroko menjadi juara Grup C Piala Afrika 2021 dengan torehan tujuh poin, disusul Gabon dengan raihan lima poin. Komoro menunggu klasemen peringkat ketiga terbaik dengan modal tiga poin, namun Ghana dipastikan tersingkir dengan hanya satu poin.

Hasil Piala Afrika 2021, Selasa (18/1):

Malawi 0-0 Senegal

Zimbabwe 2-1 Guinea — (Knowledge Musona 26′, Kudakwashe Mahachi 43′; Naby Keita 49′)

Gabon 2-2 Maroko — (Jim Allevinah 21′, Nayef Aguerd 81′ [bd]; Sofiane Boufal 74′ [p], Achraf Hakimi 84′)

Ghana 2-3 Komoro — (Richmond Boakye 64′, Alexander Djiku 77′; El Fardou Mohamed Ben Nabouhane 4′, Ahmed Mogni 61′, 85′) — (Kartu merah: Andre Ayew [GHA] 25′)

International

Demi Turis, Selandia Baru akan Terbuka Sepenuhnya Mulai Agustus

Published

on

By

Selandia Baru

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pada hari Rabu (11/5) bahwa pemerintah akan membuka negara sepenuhnya pada bulan Agustus, setelah mengakhiri salah satu peraturan terberat untuk melawan COVID-19.

Pengamanan perbatasan akan sepenuhnya diangkat dan seluruh pengetesan menjelang kepergian dihentikan mulai pukul 23.59 tanggal 31 Juli mendatang, dengan Ardern mengatakan bahwa Selandia Baru akan sepenuhnya terbuka untuk bisnis.

Jacinda Ardern (Image: Kompas)

Pembatasan sudah dilaksanakan pada Maret 2020 silam sejak pandemi dimulai, dengan Selandia Baru dipuji sebagai salah satu negara terbaik dalam melawan COVID-19 karena mencatatkan rasio kematian paling rendah di antara negara-negara berkembang.

Namun demikian, banyak yang mengkritik kurangnya fleksibilitas dan kekerasan yang terjadi, selain juga mengurangi perekonomian masyarakat.

Baca Juga:

Selandia Baru membuka diri demi industri pariwisata

Untuk sebagian besar pandemi, seluruh kedatangan internasional harus menjalani karantina selama dua pekan di fasilitas hotel yang dimiliki oleh pemerintah dengan militer berpatroli.

Pembatasan tersebut sudah tidak diberlakukan untuk warga lokal dan pengunjung dari negara-negara tertentu dengan kesepakatan bebas visa sebelumnya. Namun seluruh dunia harus dibuat menunggu hingga Oktober.

Milfourd Sound (Image: Wikiwand)

Dilansir dari The Jakarta Post, Ardern telah memutuskan untuk memajukan kesepakatan itu selama dua bulan lebih awal, terutama untuk industri pariwisata.

Selandia Baru menyambut 3,9 juta kedatangan internasional pada 2019, menjadikannya sebagai salah satu negara yang paling dituju sebelum pandemi, menghasilkan lebih dari 16 miliar dollar NZ (147,51 triliun rupiah) per tahun.

Continue Reading

International

Uni Eropa Izinkan Lepas Masker Saat di Pesawat

Published

on

By

uni eropa

Pemerintah Uni Eropa baru-baru ini mencabut peraturan penggunaan masker di pesawat. Tak hanya itu, masyarakat juga diperbolehkan untuk melepas masker saat berada di bandara.

Menurut Badan Keselamatan Eropa, hal tersebut dilakukan lantaran tingkat vaksinasi dan kekebalan di negara Eropa memiliki perkembangan yang signifikan.

“[Pedoman baru ini] memperhitungkan perkembangan terbaru dalam pandemi, khususnya tingkat vaksinasi dan kekebalan yang menyertainya di semakin banyak negara Eropa,” katanya, dikutip dari laman Detik.

Baca Juga:

Penumpang yang alami batuk pilek harus kenakan masker

Ilustrasi (Unsplash/Lukas Souza)

Kendati demikian, Patrick Ky selaku Direktur Eksekutif EASA menegaskan, bagi penumpang yang mengalami batuk dan bersin-bersin diimbau untuk menggunakan masker. Hal tersebut agar penumpang yang duduk di sampingnya tidak merasa terganggu.

“Penumpang yang batuk dan bersin harus sangat mempertimbangkan untuk memakai masker wajah untuk meyakinkan mereka yang duduk di dekatnya,” tegas Patrick.

Adapun, kebijakan pemerintah Uni Eropa untuk mencabut penggunaan masker di pesawat akan mulai diterapkan pada 16 Mei mendatang.

Pemerintah Uni Eropa tetap ingatkan selalu jaga kebersihan

Ilustrasi (Unsplash/Elizabeth McDaniel)

Lebih lanjut, Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, Andrea Ammon menuturkan, kewajiban untuk menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dan menjaga jarak harus tetap dilakukan.

Namun, jaga jarak bisa tidak dilakukan apabila menyebabkan kerumunan hingga kemacetan.

Di lain sisi, Kementerian Kesehatan Jerman masih mewajibkan penumpang di atas enam tahun untuk tetap menggunakan masker. Namun, masker bisa dilepas apabila penumpang hendak menikmati makanan.

Continue Reading

International

Korea Utara Lockdown Ketat Usai Penemuan Kasus COVID-19 Pertama

Published

on

By

korea utara lockdown

Korea Utara lockdown atau melakukan karantina wilayah setelah ditemukannya kasus pertama COVID-19 pada Kamis (12/5).

Dilansir dari CNN Indonesia yang mengutip dari KCNA, Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menegaskan agar semua wilayah kota dan kabupaten Korea Utara untuk segara mengunci wilayah mereka.

“Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un menyerukan semua kota dan kabupaten di seluruh negeri benar-benar mengunci wilayah mereka,” katanya.

Baca Juga:

Korea Utara lockdown pabrik hingga rumah warga

Ilustrasi (rmol.id)

Lebih lanjut, seluruh pabrik, badan usaha, bahkan hingga rumah warga harus menerapkan lockdown guna memutus rantai penyebaran COVID-19.

Selain itu, pemerintah Korea Utara juga langsung mengadakan pertemuan darurat politbiro untuk segera membahas langkah yang akan diterapkan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Jauh sebelumnya, kasus COVID-19 pertama ditemukan setelah sebelumnya dilakukan tes kepada beberapa orang yang mengalami demam di Pyongyang pada Minggu (8/5).

Dari hasil tes tersebut, terdapat beberapa orang yang dikonfirmasi positif COVID-19 dengan varian Omicron.

Korea Utara klaim bebas COVID-19

Ilustrasi (AFP)

Sejak awal pandemi 2020, Korea Utara lockdown ketat wilayahnya sebagai langkah serius untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menuturkan, bahwa Korea Utara telah melakukan tes terhadap 13.259 warganya dan semuanya negatif.

Kendati demikian, kini Korea Utara kebobolan dengan munculnya kasus COVID-19 pertama di tengah negara lain sedang dalam proses pemulihan.

Continue Reading

Trending