Connect with us

International

Piala Afrika 2021: Tanpa Gol, Mesir dan Guinea Khatulistiwa Lolos

Published

on

Piala Afrika 2021

Tidak ada gol yang tercipta pada hari terakhir penyelenggaraan babak 16 besar Piala Afrika 2021, dengan Mesir dan Guinea Khatulistiwa sama-sama melenggang setelah menang adu penalti.

Pertarungan antara dua raksasa terjadi di babak 16 besar, dengan Pantai Gading yang diperkuat oleh Franck Kessie dan Nicolas Pepe dipertemukan dengan Mesir yang dipimpin oleh Mohamed Salah.

Sebagaimana diantisipasi, laga ini pun berjalan seru, dengan kedua tim saling menjual-beli serangan.

Upaya dari Pantai Gading melalui Kessie masih jauh dari sasaran, selagi Mesir memberikan ancaman yang lebih nyata lewat tembakan Mustafa Mohamed yang mengarah ke pojok bawah gawang. Namun kiper Badra Sangare sukses menghalaunya.

Baca Juga:

Pada menit ke-37, Salah melakukan tembakan spekulasi dari jarak jauh yang uniknya menuju ke gawang kawalan Sangare. Namun masih belum melahirkan gol.

Semenit kemudian, Ibrahim Sangare mengancam gawang Mesir lewat tendangan saltonya, yang sayangnya mengarah tepat ke kiper. Jadi babak pertama berakhir tanpa gol.

Upaya dari Sangare pada babak kedua lagi-lagi tak menghasilkan gol, dan pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Sangare lagi-lagi mengancam lewat tembakan roketnya dari luar kotak penalti. Itu menuju ke gawang Mesir, namun sayang kiper Mohamed El Shenawy berhasil mencegah bola untuk masuk.

Pada babak adu penalti, kedua tim sama-sama mengawali bagiannya dengan baik hingga Eric Bailly gagal menunaikan tugaskan dan Pantai Gading pun tertinggal karena bek tengah Manchester United itu.

Mo Salah menjadi eksekutor terakhir Mesir dan sukses mengirim Mesir ke babak perempat final.

Hal yang sama juga terjadi di pertandingan antara Mali dan Guinea Khatulistiwa, dengan tidak adanya gol yang tercipta selama 120 menit.

Adu penalti pun berjalan dengan tidak kalah serunya, dengan sama-sama ada dua penendang yang gagal melaksanakan tugasnya dari masing-masing tim dari lima eksekutor pertama.

Hingga pada akhirnya, Falaye Sacko gagal melaksanakan tugasnya sebagai penendang kedelapan, dan Santiago Eneme mengirim Guinea Khatulistiwa lolos.

Hasil pertandingan Piala Afrika 2021, Rabu (26/1):

Pantai Gading 0-0 Mesir (Mesir menang adu penalti dengan skor 5-4)

Mali 0-0 Guinea Khatulistiwa (Guinea Khatulistiwa menang adu penalti dengan skor 6-5)

International

Shanghai Bakal Akhiri Lockdown per 1 Juni 2022 Mendatang

Published

on

By

shanghai

Shanghai berencana untuk kembali membuka wilayahnya dan mengakhiri karantina wilayah (lockdown) pada 1 Juni 2022 mendatang.

Dilansir dari laman CNN Indonesia, Zong Ming selaku Wakil Walikota menuturkan, berakhirnya masa karantina wilayah akan membuat masyarakat Shangai dapat kembali beraktivitas normal.

Sementara itu, langkah tersebut diambil karena sebanyak 15 dari 16 distrik di Shangai telah berhasil menghilangkan COVID-19 di luar area karantina.

Baca Juga:

Moda transportasi di Shanghai dibuka secara bertahap

Ilustrasi (Unsplash/Zhang Kenny)

Lebih lanjut, Shanghai akan mulai membuka secara bertahap moda transportasi darat seperti kereta api. Selain itu, pemerintah juga mulai kembali meningkatkan rute penerbangan domestik.

Adapun, tempat lainnya seperti supermarket, apotek, dan toko serbaguna di Shanghai sudah kembali beroperasi seperti sedia kala.

Karantina wilayah akan dilanjutkan jika kasus naik kembali

Ilustrasi (Reuters/Aly Song)

Kendati demikian, pemerintah setempat akan melakukan pencegahan infeksi hingga 21 Mei nanti. Namun, jika kasus positif COVID-19 kembali mengalami tren kenaikan, maka karantina wilayah akan dilanjutkan.

Seperti yang kita ketahui, pemerintah di China menerapkan kebijakan “Zero-Covid”. Dalam kebijakannya tersebut, pemerintah melarang warganya untuk berpergian untuk kepentingan non-esensial.

Kebijakan tersebut sempat membuat warga di China merasa frustasi karena sulit untuk mendapatkan pasokan makanan.

Continue Reading

International

Demi Turis, Selandia Baru akan Terbuka Sepenuhnya Mulai Agustus

Published

on

By

Selandia Baru

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pada hari Rabu (11/5) bahwa pemerintah akan membuka negara sepenuhnya pada bulan Agustus, setelah mengakhiri salah satu peraturan terberat untuk melawan COVID-19.

Pengamanan perbatasan akan sepenuhnya diangkat dan seluruh pengetesan menjelang kepergian dihentikan mulai pukul 23.59 tanggal 31 Juli mendatang, dengan Ardern mengatakan bahwa Selandia Baru akan sepenuhnya terbuka untuk bisnis.

Jacinda Ardern (Image: Kompas)

Pembatasan sudah dilaksanakan pada Maret 2020 silam sejak pandemi dimulai, dengan Selandia Baru dipuji sebagai salah satu negara terbaik dalam melawan COVID-19 karena mencatatkan rasio kematian paling rendah di antara negara-negara berkembang.

Namun demikian, banyak yang mengkritik kurangnya fleksibilitas dan kekerasan yang terjadi, selain juga mengurangi perekonomian masyarakat.

Baca Juga:

Selandia Baru membuka diri demi industri pariwisata

Untuk sebagian besar pandemi, seluruh kedatangan internasional harus menjalani karantina selama dua pekan di fasilitas hotel yang dimiliki oleh pemerintah dengan militer berpatroli.

Pembatasan tersebut sudah tidak diberlakukan untuk warga lokal dan pengunjung dari negara-negara tertentu dengan kesepakatan bebas visa sebelumnya. Namun seluruh dunia harus dibuat menunggu hingga Oktober.

Milfourd Sound (Image: Wikiwand)

Dilansir dari The Jakarta Post, Ardern telah memutuskan untuk memajukan kesepakatan itu selama dua bulan lebih awal, terutama untuk industri pariwisata.

Selandia Baru menyambut 3,9 juta kedatangan internasional pada 2019, menjadikannya sebagai salah satu negara yang paling dituju sebelum pandemi, menghasilkan lebih dari 16 miliar dollar NZ (147,51 triliun rupiah) per tahun.

Continue Reading

International

Uni Eropa Izinkan Lepas Masker Saat di Pesawat

Published

on

By

uni eropa

Pemerintah Uni Eropa baru-baru ini mencabut peraturan penggunaan masker di pesawat. Tak hanya itu, masyarakat juga diperbolehkan untuk melepas masker saat berada di bandara.

Menurut Badan Keselamatan Eropa, hal tersebut dilakukan lantaran tingkat vaksinasi dan kekebalan di negara Eropa memiliki perkembangan yang signifikan.

“[Pedoman baru ini] memperhitungkan perkembangan terbaru dalam pandemi, khususnya tingkat vaksinasi dan kekebalan yang menyertainya di semakin banyak negara Eropa,” katanya, dikutip dari laman Detik.

Baca Juga:

Penumpang yang alami batuk pilek harus kenakan masker

Ilustrasi (Unsplash/Lukas Souza)

Kendati demikian, Patrick Ky selaku Direktur Eksekutif EASA menegaskan, bagi penumpang yang mengalami batuk dan bersin-bersin diimbau untuk menggunakan masker. Hal tersebut agar penumpang yang duduk di sampingnya tidak merasa terganggu.

“Penumpang yang batuk dan bersin harus sangat mempertimbangkan untuk memakai masker wajah untuk meyakinkan mereka yang duduk di dekatnya,” tegas Patrick.

Adapun, kebijakan pemerintah Uni Eropa untuk mencabut penggunaan masker di pesawat akan mulai diterapkan pada 16 Mei mendatang.

Pemerintah Uni Eropa tetap ingatkan selalu jaga kebersihan

Ilustrasi (Unsplash/Elizabeth McDaniel)

Lebih lanjut, Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, Andrea Ammon menuturkan, kewajiban untuk menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dan menjaga jarak harus tetap dilakukan.

Namun, jaga jarak bisa tidak dilakukan apabila menyebabkan kerumunan hingga kemacetan.

Di lain sisi, Kementerian Kesehatan Jerman masih mewajibkan penumpang di atas enam tahun untuk tetap menggunakan masker. Namun, masker bisa dilepas apabila penumpang hendak menikmati makanan.

Continue Reading

Trending