Connect with us

Featured

Timnas Spanyol Kembali Digempur COVID-19

Published

on

Flygoal.com – Setelah kehilangan Sergio Busquets akibat virus COVID-19 beberapa hari lalu, kini tim nasional Spanyol kembali kehilangan salah satu pemainnya jelang Euro 2020 yang akan segera dilaksanakan, yakni Diego Llorente.

Menurut pemberitaan dari Football Espana, dikabarkan bahwa pemain Leeds United tersebut telah dinyatakan positif COVID-19 tidak lama setelah Busquets juga telah dinyatakan positif.

Sebagai bagian dari protokol, mantan pemain Real Sociedad tersebut akhirnya harus meninggalkan kamp pelatihan La Furia Roja dengan kendaraan medis dan dirinya harus menjalani isolasi mandiri untuk sementara waktu.

Seharusnya tim nasional Spanyol bertanding dalam laga persahabatan terakhir mereka sebelum bermain di Euro 2020 melawan Lithuania kemarin, tetapi karena mulai muncul kasus positif COVID-19 di antara tim utama, pihak Spanyol memutuskan untuk menurunkan tim nasional U21 mereka dalam pertandingan tersebut, dan para pemain muda tersebut berhasil menang telak dengan skor 4-0.

Dengan 2 pemain utama tim nasional Spanyol telah dinyatakan positif COVID-19, masih belum dapat diketahui seberapa parah virus tersebut telah menyebar di antara anggota pemain tim asuhan Luis Enrique tersebut dalam beberapa hari terakhir, dan tidak tertutup kemungkinan angka positif di tim nasional akan bertambah.

Meski demikian, pemberitaan tersebut menyebutkan bahwa Luis Enrique akan tetap menjalankan persiapannya jelang Euro 2020 yang pelaksanaannya hanya tinggal menghitung hari dan dirinya dikabarkan juga telah mempersiapkan bubble lain untuk pemain-pemain cadangan yang dapat digunakan sebagai pelengkap bagi tim yang memenangkan piala Euro pada tahun 2012 tersebut.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Featured

8 Pebulu Tangkis Indonesia yang Pernah Raih Emas di Olimpiade

Published

on

By

8 Pebulu tangkis Indonesia Yang Menyabet Mendali Emas olimpiade

Pebulu tangkis Indonesia sudah sangat terkenal di luar negeri karena prestasinya. Banyak atlet andal di kancah olahraga tepok bulu yang terlahir di negeri tercinta ini.

Salah satu tujuan, serta impian, dari setiap atlet di dunia pastinya ingin mendapatkan medali emas di kancah Olimpiade.

Cabang olahraga bulu tangkis merupakan andalan Indonesia dalam bersaing di pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.

Bulu tangkis menjadi menjadi cabang olahraga yang paling mungkin menyumbang medali emas untuk Indonesia. Inilah deretan pebulu tangkis Indonesia yang berhasil mendapatkan emas di Olimpiade.

Baca Juga:

1.Susy Susanti

Susy Susanti Pebulu Tangkis Indonesia penyumbang mendali emas olimpiade

Susy Susanti merupakan pebulu tangkis Indonesia pertama yang menyumbangkan medali emas Olimpiade yang terjadi pada edisi tahun 1992 silam di Barcelona.

Dia berhasil mengalahkan Bang Soo-Hyun yang menjadi rivalnya di masa itu. Walaupun sempat kalah di set pertama, tetapi Susy Susanti berhasil melibas lawannya pada dua set berikutnya.

Hal ini menjadi sejarah yang luar biasa. Dan sampai saat ini, belum ada pebulu tangkis tunggal putri yang mampu mengikuti jejaknya.

2.Alan Budi Kusuma

Alan Budi Kusuma Pebulu Tangkis Indonesia penyumbang mendali emas olimpiade

Pada ajang yang sama, Alan Budi Kusuma juga berhasil meraih medali emas Olimpiade di nomor tunggal putra.

Dirinya berhasil mengalahkan Ardy B Wiranata, yang merupakan rekan senegaranya, dengan skor 15-12 dan 15-13.

Setelah itu, dirinya langsung menikah dengan Susy Susanti. Pasangan ini pun dijuluki dengan pasangan emas.

3.Rexy Maniaki dan Ricky Subagja

Ricky Rexy Sumbang mendali emas Olimpiade

Ganda putra menjadi nomor andalan di cabang olahraga bulutangkis untuk Indonesia. Terbukti, di olimpiade Atlanta tahun 1996, Indonesia berhasil merebut emas.

Medali tersebut disumbangkan oleh pasangan Rexy Maniaki dan Ricky Subagja. Perjuangan yang tidak kenal lelah menjadi kunci keberhasilan mereka.

Pasangan Ricky/Rexy ini mengalahkan rivalnya dari Malaysia, Cheah Soon Kit dan Yap Kim Hock, dalam pertarungan yang sangat dramatis.

4.Tony Gunawan dan Candra Wijaya

Tony Chandra Sumbang mendali emas Olimpiade

Pada Olimpiade Sydney tahun 2000, tradisi emas terus berlanjut. Kali ini yang menyumbangkan emas untuk Indonesia adalah pasangan Tony Gunawan dan Candra Wijaya.

Kedua pebulu tangkis Indonesia ini baru saja dipasangkan kala itu. Namun kekompakan mereka berdua tidak perlu diragukan lagi.

Di final, mereka berhasil mengalahkan pasangan dari Korea Selatan dengan tiga set.

5.Taufik Hidayat

Taufik Hidayat Pebulutangkis Indonesia Sumbang mendali emas Olimpiade

Taufik Hidayat pebulu tangkis Indonesia sumbang medali emas Olimpiade

Pebulu tangkis Indonesia yang menyumbang medali emas Olimpiade selanjutnya adalah Taufik Hidayat.

Kesuksesan ini diraih di Olimpiade Athena tahun 2004. Di masa itu, Taufik Hidayat masih berusia sangat muda namun sudah mengemban beban yang sangat berat.

Tetapi, Taufik berhasil membuktikan bahwa dirinya adalah pemain yang tangguh, dengan mengalahkan lawan-lawannya hingga menjadi juara di Olimpiade.

6.Hendra Setiawan dan Markis Kido

Markis Kido Hendra Setiawan Sumbang mendali emas Olimpiade

Pada Olimpiade Beijing 2008 tradisi emas untuk Indonesia masih berlanjut. Kali ini, tongkat estafet diemban oleh pasangan ganda putra Hendra Setiawan dan Markis Kido.

Mereka berhasil mendapatkan emas dengan susah payah. Pasalnya, di tahun tersebut performa mereka sedang mengalami penurunan, dengan jarangnya mereka menjuarai turnamen BWF.

Cobaan dari kedua pasangan ini pun sangat berat, dengan bertemu pasangan tuan rumah, yaitu Cai Yun dan Fu haifeng, di final. Namun, kekuatan mental mereka sangat kuat dan berhasil mengalahkan lawannya.

7.Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir

Tontowi Ahmad Liliyana Natsir Sumbang mendali emas Olimpiade

Tradisi emas olimpiade untuk Indonesia sempat terhenti di tahun 2012. Namun hal tersebut langsung dibalas tuntas oleh Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir empat tahun kemudian di Brasil.

Mereka berhasil menyumbangkan emas di Olimpiade Rio tahun 2016. Pasangan ini mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon dan goh Liu Ying, di partai final dengan dua set langsung.

8.Greysia Polii dan Apriyani Rahayu

Greysia Polii Apriyani Rahayu Sumbang mendali emas olimpiade

Lima tahun kemudian di olimpiade Tokyo tahun 2020, yang ditunda ke musim panas 2021, pasangan putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil menyumbangkan emas Olimpiade untuk Indonesia.

Kemenangan ini menjadi yang perdana untuk nomor ganda putri. Mereka meraihnya setelah mengalahkan pasangan ganda putri Tiongkok, Li Qingchen dan Jia Yi Fan, yang terkenal dengan kekuatannya.

Continue Reading

Featured

Daftar Lengkap Pembalap MotoGP 2022

Published

on

By

Pembalap MotoGP 2022

Seiring dengan menyongsongnya musim baru, perubahan dalam line-up tim-tim pun berubah, dan berikut adalah daftar lengkap pembalap MotoGP 2022.

Perubahan terbesar dalam MotoGP musim ini tentunya adalah ketiadaan sang legenda Valentino Rossi, yang memutuskan pensiun setelah musim 2021 berakhir. Namun, The Doctor kini akan tampil lewat timnya sendiri, VR46 Ducati.

Sementara itu, perubahan terjadi di tim-tim besar, seperti Monster Energy Yamaha, sedangkan Petronas SRT memutuskan untuk membubarkan tim, namun manajemen yang sama membangun tim baru.

Berikut adalah daftar pembalap MotoGP 2022 berdasarkan pabrikan masing-masing.

Yamaha

Franco Morbidelli tadinya terikat kontrak dengan Petronas SRT hingga 2022, namun dipromosikan ke tim Monster Energy Yamaha untuk menggantikan Maverick Vinales.

Bersama dengan Morbidelli, Fabio Quartararo akan berusaha untuk mempertahankan gelar juaranya, setelah berhasil mengalahkan Francesco Bagnaia dengan selisih 26 poin.

Sementra itu, Yamaha RNF adalah tim yang dibentuk untuk menggantikan Petronas SRT, dengan Andrea Dovizioso masuk menggantikan Morbidelli.

Sang penunggang asal Italia tersebut akan berduet dengan Darryn Binder, yang akan naik kelas ke level MotoGP setelah tampil di Moto3 pada musim lalu.

Honda

Tim Repsol Honda masih mengandalkan Marc Marquez dan Pol Espargaro selayaknya pada musim lalu, demikian pula dengan tim LCR.

LCR Honda Castrol masih diwakili oleh Alex Marquez, yang notabenenya adalah adik Marc, selagi Takaaki Nakagami menunggangi motor LCR Honda Idemitsu.

Suzuki

Layaknya Honda, Team Suzuki Ecstar pun tidak mengalami perubahan dari line-up penunggangnya, dengan Joan Mir masih didampingi oleh kompatriotnya asal Spanyol, Alex Rins.

Baca Juga: Empat Pesepak Bola dengan Gaji Tertinggi di Musim 2021/2022

Ducati

Tim terbesar di MotoGP karena memiliki enam pembalap. Tim utama, Ducati Lenovo Team, tidak mengalami perubahan, dengan masih mengandalkan duet Jack Miller dan Francesco Bagnaia.

Tim milik Valentino Rossi bakal masuk. VR46 Racing Team bakal dikendarai oleh adik Rossi sendiri, Luca Marini, didampingi oleh pembalap rookie, Marco Bezzecchi.

Johann Zarco masuk tim Pramac Racing bersama dengan penunggang asal Spanyol, Jorge Martin, sedangkan tim Gresini diperkuat oleh Fabio Di Giannantonio dan Enea Bastianini.

KTM

Ada dua tim KTM yang balapan di MotoGP 2022, dengan tim Red Bull KTM Factory Racing masih mengandalkan duet Brad Binder dan Miguel Oliveira.

Selagi tim satunya, Tech3 KTM, bakal diperkuat oleh Raul Fernandez dan Remy Gardner.

Aprilia

Aprilia hanya memiliki satu tim, namun kini diperkuat oleh pembalap kawakan asal Spanyol, Maverick Vinales, yang berduet dengan kompatriotnya, Aleix Espargaro.

Continue Reading

Featured

Lima Gelandang yang Paling Sering Kehilangan Bola di Premier League 2021/2022

Published

on

By

Paling Sering Kehilangan Bola

Sebagai salah satu liga terbaik, Premier League dipenuhi oleh talenta terbaik pula dari seluruh dunia. Namun ada sejumlah gelandang yang paling sering kehilangan bola di musim 2021/2022 ini.

Mendominasi lini tengah adalah hal yang sangat penting untuk mendikte permainan. Jika mampu menguasainya, maka peluang untuk meraih kemenangan lebih besar.

Gelandang yang mampu menjaga penguasaan bola atau merebut dari lawan tentunya berperan penting. Namun kelima gelandang berikut ini kerap kehilangan bola, setidaknya di Premier League musim 2021/2022 ini.

Emile Smith Rowe (Arsenal) – 23 kali

Paling Sering Kehilangan Bola

Setelah mengawali musim dengan buruk, Arsenal akhirnya mampu bangkit dengan merangsek ke empat besar, mengumpulkan 35 poin dari 20 pertandingan pada saat ini.

Smith Rowe merupakan salah satu pemain terbaik The Gunners pada musim ini, dengan memimpin daftar pencetak gol di Premier League, lewat sumbangan delapan golnya.

Baca Juga: Deretan PR Ralf Rangnick di Manchester United

Namun, sang gelandang berusia 21 tahun tidak sehebat itu dalam menguasai bola, dengan telah kehilangan 23 kali di sepanjang musim ini.

Martin Odegaard (Arsenal) – 24 kali

Lagi-lagi dari Arsenal, Odegaard merupakan nama berikutnya dalam daftar gelandang yang paling sering kehilangan bola, dengan total 24 kali di sepanjang musim ini.

Dia bergabung lagi dari Real Madrid pada bursa transfer musim panas lalu, setelah memperlihatkan performa mengagumkan selama dipinjamkan paruh kedua musim lalu.

Beruntung, sama seperti Smith Rowe, tugasnya adalah untuk menciptakan peluang, jadi masih ada Albert Sambi Lokonga atau Thomas Partey di belakangnya, yang bisa merebut kembali bola.

Bruno Fernandes (Manchester United) – 27 kali

Paling Sering Kehilangan Bola

Sejak direkrut dari Benfica pada musim dingin 2020, Fernandes telah menjadi bintang utama di United, yang berlanjut pada musim lalu.

Dia menjadi salah satu alasan kuat mengapa The Red Devils bisa finis di peringkat kedua Premier League musim lalu, meskipun tidak pernah benar-benar menantang Manchester City dalam perebutan gelar juara.

Musim ini, penampilannya agak menurun, dengan hanya mencetak lima gol dan tiga assist dari 18 penampilan di Premier League. Dan Fernandes sudah kehilangan bola 27 kali di sepanjang musim.

Sebenarnya, catatan minornya tersebut sudah terlihat sejak musim lalu. Namun kontribusinya dalam mencetak gol menutupi keburukan itu.

Kendati begitu, dengan catatan gol dan assist yang menurun pada musim ini, pantaskah untuk mengambil risiko?

Mason Mount (Chelsea) – 30 kali

Paling Sering Kehilangan Bola

Salah satu pemeran utama di balik kesuksesan Chelsea menjuarai Liga Champions musim lalu, Mount juga masuk dalam kandidat peraih Ballon d’Or 2021, dengan finis di urutan ke-21.

Musim ini, sang gelandang timnas Inggris melanjutkan performa gemilangnya dengan mengukir tujuh gol dan lima assist dari 18 penampilan di Premier League.

Baca Juga: Menanti Sinar Riyad Mahrez di Piala Afrika 2021

Namun Mount bukanlah pemain yang bisa diandalkan dalam penguasaan bola, karena menjadi pemain tersering kedua yang kehilangan bola di sepanjang musim, sebanyak 30 kali.

Beruntung, di belakangnya ada N’Golo Kante dan barisan defender tangguh yang siap kapan saja menghalau bola untuk masuk ke gawang kawalan Edouard Mendy.

Conor Gallagher (Crystal Palace) – 31 kali

Gallagher merupakan pemain pinjaman Chelsea di Palace pada musim ini. Penampilannya telah membawa The Eagles berada di zona nyaman di papan tengah, dengan bertengger di peringkat ke-11.

Pada usia 21 tahun, dia sudah bertanggung jawab atas lini tengah Palace. Namun gaya bermainnya yang sering menusuk ke depan membuatnya sering kehilangan bola.

Tercatat, Gallagher merupakan gelandang yang paling sering kehilangan bola di Premier League musim dengan total 31 kali.

Continue Reading

Trending