Connect with us

Liga Indonesia

Witan Sulaeman, Bocah Palu Bertualang ke Polandia yang Bersinar di Asia Tenggara

Published

on

Witan Sulaeman

Nama Witan Sulaeman telah semakin populer menyusul dengan kesuksesannya membantu tim nasional Indonesia menembus final Piala AFF 2020. Namun sebelumnya, sang gelandang sudah punya catatan impresif dalam karier personal.

Witan dielu-elukan oleh seluruh warga Indonesia karena kegemilangannya di sepanjang turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut.

Utamanya lewat golnya pada leg pertama semifinal kontra Singapura, yang membantu Tim Garuda untuk mempertahankan asa lolos ke final karena laga tersebut berakhir dengan skor 1-1.

Witan tak ikut mencetak gol pada leg kedua, yang berakhir dengan hujan gol 4-2, namun bermain penuh selama 120 menit, terbilang sebagai salah satu penampil terbaik dari Indonesia dalam laga tersebut.

Profil Witan Sulaeman

Witan lahir di tanggal 8 Oktober 2001 silam di Palu, Sulawesi Tengah. Ayahnya, Huma NW, hanyalah seorang pedagang sayur, dan Witan, yang merupakan anak pertama, masih memiliki tiga orang adik.

Terlepas dari segala keterbatasannya secara finansial, Witan sudah menimba ilmu di akademi sepak bola dengan masuk Sekola Sepak Bola (SSB) Galara Utama, Palu.

Dididik di SSB membawanya kepada kesempatan bermain di Liga Pelajar Palu dan Piala Kemenpora hingga membawanya ke Jakarta dan ke klub profesional.

PSIM Yogyakarta memberanikan diri untuk merekrut Witan yang tanpa pengalaman. Dia mulai bermain untuk klub asal Kota Pelajar tersebut mulai putaran kedua musim 2019.

Namun setelahnya, bakat Witan sulit untuk ditahan di Indonesia. Dia pun mulai menjajal sepak bola Eropa, dengan bergabung bersama Radnik Surdulica di Liga Super Serbia.

Kontraknya berlaku 3,5 tahun, namun Witan sudah pindah lagi pada tanggal 1 September, memperkuat tim kasta tertinggi sepak bola Polandia, Lechia Gdansk.

Baca Juga: Indonesia Diharapkan Lebih Kompak di Final Piala AFF 2020

Lechia merekrutnya bertepatan dengan pelepasan kompatriotnya, Egy Maulana Vikri, yang akhirnya melanjutkan petulangannya ke FK Senica di Slovakia.

Di Lechia, Witans telah dimainkan dalam total lima pertandingan. Meski semuanya sebagai pengganti, namun kariernya masih panjang, mengingat usianya masih 20 tahun.

Di timnas Indonesia, Witan baru melakoni debutnya di tanggal 29 Mei 2021 ini di bawah asuhan Shin Tae-yong.

Namun sejak saat itu, sang gelandang serang telah mengenyam 13 caps, menurut catatan transfermarkt, dengan mencatatkan total empat gol.

Masih banyak yang ditunggu dari bocah berusia 20 tahun ini, dan kariernya bersama Indonesia pun diharapkan bergelimang trofi, diawali oleh gelar Piala AFF 2020 ini.

Liga Indonesia

Egy Maulana Vikri Resmi Perpanjang Kontrak dengan FK Senica

Published

on

By

Egy Maulana Vikri

Tak ada lagi teka-teki perihal masa depan Egy Maulana Vikri di FK Senica, setelah klub asal Slovakia tersebut resmi memperpanjang kontrak sang pemain bintang timnas Indonesia tersebut.

Kabar ini diumumkan secara resmi di akun resmi Instagram FK Senica, yang tentunya disambut dengan sangat baik oleh warganet Indonesia, karena salah satu pemain kebanggaan negeri ini menjalani karier yang bagus di sebuah klub Eropa.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by FK Senica 💙❤️ (@fk_senica)

“Dengan senang hati, kami mengumumkan bahwa pemain nomor 17 kali, Egy Maulana Vikri, telah memperpanjang kontraknya di FK Senica,” demikian caption yang ada dalam unggahan terbaru klub asal Slovakia itu di Instagram.

Egy bergabung dengan Senica pada musim panas tahun 2021 lalu, setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Lechia Gdansk. Sebelumnya, dia bermain selama tiga musim bersama klub asal Polandia tersebut, semenjak direkrut pada musim panas 2018.

Karena kariernya di Lechia tidak begitu baik, maka Senica pun belum bisa memberikan kontrak panjang kepada Egy.

Kendati begitu, setelah memperlihatkan performa yang gemilang selama enam bulan terakhir, Senica pun bersedia memperpanjang kontrak pemain kelahiran Medan pada tahun 2000 tersebut hingga Juni 2023 mendatang.

Itu memang tidak mengherankan, karena Egy berhasil main bagus ketika diberi kesempatan, dengan menciptakan dua gol dan empat assist dari 15 kali bertanding di semua ajang untuk Senica pada musim ini.

Baca Juga:

Pada bulan Januari ini pula, kesuksesan terhadap Egy membuat Senica merekrut bintang asal Indonesia lainnya, Witan Sulaeman, yang juga direkrut dari Lechia Gdansk.

Tak seperti Egy yang dikontrak secara penuh, Witan merupakan pemain pinjaman selama enam bulan hingga musim ini berakhir. Dia masih terikat kontrak dengan Lechia hingga musim panas tahun 2023 mendatang.

Perekrutan Witan sudah terselesaikan sejak pekan lalu, dengan sang gelandang berusia 20 tahun sudah terlihat berlatih bersama Egy dan rekan-rekan setim barunya di Senica.

Mereka berdua merupakan bagian dari skuat timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong, yang menggapai final Piala AFF 2020 lalu.

Tentunya, ini merupakan kabar baik bagi Indonesia. Selain melihat keduanya berjaya di Eropa, mereka juga bisa saling memahami permainan satu sama lain, meningkatkan chemistry yang bisa bermanfaat bagi permainan timnas.

Continue Reading

Liga Indonesia

Elkan Baggott Takkan Bela Timnas Indonesia di Laga Kontra Timor Leste

Published

on

By

Elkan Baggott

Elkan Baggott memang dipanggil oleh pelatih Shin Tae-yong untuk pertandingan FIFA Matchday kontra Timor Leste pada jeda internasional bulan Januari ini.

Sang defender Ipswich Town tersebut termasuk dalam 27 pemain yang dipanggil untuk laga persahabatan yang dijadwalkan untuk terlaksana pada 27 dan 30 Januari mendatang.

Ini memang mengherankan, karena Tae-yong sebelumnya membiarkan sejumlah personel Garuda di luar negeri untuk tidak dipanggil, seperti Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, dan Asnawi Mangkualam.

Baggott pun harus dilobi, sebagaimana diakui oleh Mochamad Iriawan selaku Ketua Umum PSSI, kepada timnya di Inggris, Ipswich Town, agar bisa hadir dalam jeda internasional akhir bulan ini.

“Kami masih komunikasi,” terang Iriawan, sebagaimana dikutip dari BolaSport. “Yang jelas kami terus lakukan komunikasi dengan klub mereka.”

Konfirmasi juga datang dari asisten pelatih timnas Indonesia, Nova Arianto, yang mengakui bahwa Baggott tidak bisa hadir dalam kesempatan kali ini.

“Kemungkinan besar Elkan tidak bisa hadir untuk bergabung dengan timnas Indonesia,” terang Nova.

Baca Juga:

Masalah karantina menjadi kesulitan tersendiri, karena pemain tak punya waktu sebanyak itu. Sekalipun diizinkan untuk ikut serta, Elkan bakal memerlukan waktu selama empat hingga tujuh hari untuk menjalani karantina karena aturan yang berkaitan dengan penanganan pandemi COVID-19.

Pada saat ini pun, Timor Leste sedang menjalani karantina selama empat hari di Jakarta. Laga persahabatan sendiri nantinya akan dimainkan di Bali, tepatnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, jadi mereka masih harus menempuh perjalanan udara lagi setelah karantina usai.

Dilansir dari detik sport, kendati menjalani karantina, timnas Timor Leste tetap diizinkan untuk memakai lapangan untuk berlatih demi mempersiapkan diri dalam laga FIFA Matchday.

Elkan Baggott merupakan bagian dari skuat timnas Indonesia yang berhasil mencapai laga final di Piala AFF 2020, yang selesai dilaksanakan pada awal bulan Januari ini.

Posturnya yang tinggi membuat Elkan menjadi andalan dalam bola-bola atas. Alhasil, dia pun sukses mencetak sebuah gol melalui tandukannya ketika tim asuhan Shin Tae-yong menumpaskan Malaysia dengan skor telak 4-1 di babak grup.

Continue Reading

Liga Indonesia

Marselino Ferdinan Dipanggil ke Skuat Timnas Indonesia

Published

on

By

Marselino Ferdinan

Marselino Ferdinan termasuk dalam tujuh pemain anyar yang dipanggil oleh pelatih Shin Tae-yong untuk memperkuat timnas Indonesia dalam laga uji coba kontra Timor Leste.

Tim Garuda dijadwalkan untuk menjamu Timor Leste dalam pertandingan persahabatan yang akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada jeda internasional akhir bulan Januari ini.

Secara total, Shin Tae-yong memanggil 27 pemain dalam skuat kali ini, dengan tujuh di antaranya adalah pemain baru.

Baca Juga

Salah satu yang menarik perhatian adalah Marselino Ferdinan. Pemain muda kepunyaan Persebaya Surabaya, yang nyatanya sudah dipantau oleh STY di BRI Liga 1, yang kini sedang digelar di Bali.

Selain Merselino, sang pelatih asal Korea Selatan juga turut memanggil Ronaldo Kwateh dari Madura United, yang sedang bermain dengan bagus juga.

Sedangkan lima pemain baru lain yang mendapatkan panggilan adalah Muhammad Adisatryo (Persik Kediri), Ahmad Figo (Arema FC), Sani Rizki (Bhayangkara FC), Bayu Fiqri (Persib Bandung), dan Terens Puhiri (Borneo FC).

Ini bisa disebut sebagai ajang seleksi oleh Shin Tae-yong sebelum ajang yang lebih serius di Piala AFF U-23, SEA Games, dan Kualifikasi Piala Asia.

“Saya berharap pemain terus bekerja keras, fokus, dan disiplin pada pemustan latihan FIFA Match Day Kali ini,” tutur Shin Tae-yong, sebagaimana yang dikutip dari edaran PSSI.

Skuat dijadwalkan untuk berkumpul pada tanggal 19 Januari mendatang di Bali, dengan Pemusatan Latihan (TC) akan dimulai setelahnya.

Ini juga menjadi ajang untuk mengukur kualitas setelah melalui turnamen yang gemilang di Piala AFF 2020 lalu, dengan mencapai babak final, hanya takluk dari tim terbaik di Asia Tenggara, Thailand, yang memang memiliki kualitas jauh lebih baik di atas kertas.

Para pemain andalan dari tim yang diandalkan di Piala AFF 2020 lalu pun kembali meramaikan skuat, termasuk Alfeandra Dewangga, Irfan Jaya, Pratama Arhan, dan Nadeo Argawinata.

Namun tidak ada para personel dari Eropa, seperti Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, atau Asnawi Mangkualam yang bermain di Korea Selatan. Meskipun Elkan Baggott tetap dipanggil.

Continue Reading

Trending