Arteta Ingin Para Pemain Arsenal Divaksin COVID

arteta2

Flygoal.com – Di tengah musim sepak bola yang masih berada dalam pandemi COVID-19, perlindungan pemain dalam bentuk vaksin merupakan hal yang diperlukan bagi pemain, dan pelatih Arsenal, Mikel Arteta menyetujui hal tersebut. Dirinya ingin para pemainnya divaksin COVID-19.

Dilansir dari ESPN, dikabarkan bahwa Arteta menginginkan para pemainnya untuk mendapatkan dosis vaksin yang sesuai dengan peraturan yang telah berlaku agar tidak terjadi penyebaran lagi dan dirinya tidak ingin merasakan akibatnya nanti.

Dalam kubu Arsenal sendiri, sudah ada beberapa pemain yang pernah dinyatakan positif terjangkit COVID-19. Nama-nama seperti Pierre Emerick Aubameyang, Alexandre Lacazette, Willian, dan Alex Runarsson merupakan pemain-pemain yang sempat terkena terjangkit virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut.

Granit Xhaka merupakan nama pemain Arsenal terbaru yang terjangkit virus COVID-19 setelah dirinya bermain untuk tim nasional Swiss. Sang gelandang tersebut sendiri merupakan pemain sepak bola yan belum mau mendapatkan suntikan vaksin COVID-19.

Sementara itu, Inggris sendiri merupakan salah satu negara yang tidak main-main dalam menghadapi pandemi COVID-19. Di tengah-tengah pembatasan yang mulai dikurangi pemerintah dan laju vaksinasi yang pesat, sepak bola Inggris  juga telah membuat peraturan baru untuk memastikan para penonton dapat menonton pertandingan di stadion.

Salah satu contohnya adalah Manchester United yang dikabarkan melakukan pengecekan sertifikat vaksin COVID-19 sebagai syarat untuk masuk ke stadion bagi para fans yang berusia 18 tahun ke atas.

Kembali mengutip ESPN, Arteta selaku pelatih tim Arsenal meminta para pemainnya agar mau divaksin untuk menghindari kesulitan-kesulitan yang bisa saja terjadi di masa depan.

“Jelas hal tersebut akan membatasi aspek-aspek tertentu andai mereka tidak divaksinasi, karena kami tidak mau mengekspose diri kami dalam hal-hal tertentu. Sebagai contoh traveling. Andai mereka tidak mau divaksin dan mereka bepergian atau bersosialisasi di situasi tertentu, jelas ada risiko yang bertambah besar dan kami tidak ingin penyebaran seperti itu terjadi pada pemain-pemain kami. Karena, pada akhirnya, tim dan klub yang akan menanggung akibatnya.”,ujar mantan asisten pelatih Manchester City tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *