Connect with us

Liga Inggris

Manchester United Dipermalukan oleh Wolves

Published

on

Manchester United

Kekalahan Manchester United dengan skor 0-1 dari Wolves pada pertandingan terbaru di Old Trafford, Selasa (4/1) dini hari tadi WIB, telah memberikan rekor terburuk dalam 40 tahun terakhir.

Si Setan Merah menjamu Wolves dengan modal lima laga beruntun tanpa kekalahan di bawah asuhan Ralf Rangnick, namun malah gagal meraih hasil positif karena gol tunggal Joao Moutinho pada menit-menit akhir.

Meskipun tidak dominan namun Wolves menciptakan lebih banyak peluang dengan menembakkan total 19 kali dan enam di antaranya tepat sasaran.

Sedangkan Manchester United, meskipun sedikit unggul dalam penguasaan bola dengan catatan 52 berbanding 48 persen, namun hanya menembakkan sembilan kali dan hanya dua di antaranya yang mengarah ke gawang.

Bahkan, tim asuhan Bruno Lage tidak takut untuk keluar menyerang pada babak pertama dengan telah mencatatkan 15 tembakan, yang terbanyak dari tim tamu ketika bertandang ke Old Trafford, menurut catatan Opta.

Mereka pada akhirnya berhasil menemukan jalan untuk mencetak gol dengan strategi tersebut, lewat tembakan Joao Moutinho dari luar kotak penalti.

Sang gelandang timnas Portugal juga menjadi pemain tim tamu tertua yang pernah mencetak gol di Old Trafford sepanjang sejarah Premier League.

Baca Juga: Chelsea-Liverpool Seri, Manchester City Tersenyum

Berbicara seusai pertandingan, manajer interim Ralf Rangnick mengutarakan kekecewaannya hasil dan performa The Red Devils.

Moutinho bisa menembak tanpa terjaga, tanpa masalah, dan tanpa tekanan. Kami sangat kecewa dengan hasilnya, dan sebagian dari performa kami,” kata Rangnick kepada Sky Sports.

“Mereka bermain dengan empat atau lima gelandang tengah dan kami memiliki masalah untuk mengendalikan bagian itu di lapangan.

“Kami memutuskan untuk mengubah formasi dan memiliki kendali lebih. Mereka pada akhirnya tidak memiliki kesempatan sebanyak sebelumnya, namun kami gagal memanfaatkan peluang dan kami harus mengakui bahwa mereka pantas untuk menang”

Rangnick mengakui bahwa Wolverhampton Wanderers memanglah tim yang jauh lebih pantas untuk meraih kemenangan dalam pertandingan ini.

“Wolves merupakan tim terbaik yang pernah kami hadapi. Kami punya masalah hari ini ketimbang laga lainnya. Kami tidak menekan sama sekali,” pungkas sang manajer asal Jerman.

United masih berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan torehan 31 poin dari 19 laga, namun Wolves mengikis ketertinggalan menjadi tiga poin, satu tingkat di bawah MU.

Liga Inggris

Hasil Liga Inggris: Chelsea dan Liverpool Mulus, Arsenal Tertahan

Published

on

By

Hasil Liga Inggris

Dari hasil Liga Inggris pada hari Minggu (23/1) kemarin malam WIB, dan Senin (24/1) dini hari WIB, Chelsea dan Liverpool meraih kemenangan dengan mulus, selagi Arsenal tertahan dengan skor imbang tanpa gol.

The Blues memerlukan kemenangan setelah melalui tiga pertandingan terakhir di Premier League tanpa meraih kemenangan, dengan menderia dua hasil imbang dan sekali kekalahan.

Kabar baiknya, mereka bersua dengan Tottenham Hotspur, yang baru saja mereka kandaskan di semifinal Carabao Cup pada bulan Januari ini.

Chelsea pun dengan mudahnya mendominasi di Stamford Bridge, meskipun gagal membuka skor hingga jeda turun minum.

Kebuntuan baru terpecahkan pada menit ke-47 melalui Hakim Ziyech, yang melepaskan tembakan keras ke pojok kiri atas gawang kawalan Hugo Lloris.

Delapan menit kemudian, Chelsea sudah menggandakan skor melalui tandukan Thiago Silva yang memaksimalkan eksekusi tendangan bebas dari Mason Mount.

Di Selhurst Park, Liverpool yang bermodalkan dua kemenangan beruntun di semua ajang, berhasil melanjutkan tren baiknya, dan sudah membuka skor ketika laga baru berjalan delapan menit melalui Virgil van Dijk yang menanduk umpan sepak pojok Andrew Robertson.

The Reds menggandakan skor sebelum jeda turun minum, dengan Alex Oxlade-Chamberlain, yang lagi-lagi mencetak gol melalui umpan silang dari Robertson.

Keunggulan dua gol bertahan hingga babak pertama usai, dan Odsonne Edouard sempat memperkecil ketertinggalan Crystal Palace 10 menit setelah babak kedua dimulai.

Baca Juga: 

Namun eksekusi penalti dari Fabinho pada menit ke-89 memastikan Liverpool pulang dengan tiga poin penuh dari Selhurst Park.

Sementara itu, Arsenal tidak bisa memaksimalkan keuntungan bermain di kandang kontra tim juru kunci Burnley, dengan skor imbang tanpa gol di Emirates Stadium.

Satu pertandingan lain yang dimainkan pada Minggu (23/1) malam kemarin WIB adalah Leicester City kontra Brighton, yang berakhir dengan skor imbang 1-1.

Hasil Liga Inggris, Minggu (23/1) malam dan Senin (24/1) dini hari tadi WIB:

Crystal Palace 1-3 Liverpool — (Odsonne Edouard 55′; Virgil van Dijk 8′, Alex Oxlade-Chamberlain 32′, Fabinho 89′ [p])

Arsenal 0-0 Burnley

Leicester City 1-1 Brighton & Hove Albion — (Patson Daka 46′; Danny Welbeck 82′)

Chelsea 2-0 Tottenham Hotspur — (Hakim Ziyech 47′, Thiago Silva 55′)

Continue Reading

Featured

Tiga Pemain Bintang yang Sukses Bangkit usai Cedera ACL

Published

on

By

Cedera ACL

Cedera ACL telah menjadi momok menakutkan bagi para pesepak bola, karena pemulihannya tidak mudah; bisa memakan waktu berbulan-bulan, atau bahkan setahun.

Setelah pulih pun, menjaga kondisi agar tidak rentan cedera adalah sebuah tantangan tersendiri bagi para penyintas cedera ligamen lutut anterior (ACL).

Tak jarang, banyak di antara mereka yang pernah menderita cedera ini lebih dari sekali, seperti Nicolo Zaniolo dan Arkadiusz Milik, yang meredupkan performa mereka setelah pulih.

Cederanya Federico Chiesa baru-baru ini menciptakan kecemasan bahwa sang penyerang Juventus tidak akan menjadi pemain yang sama setelah dihantam ACL.

Namun, ada banyak pula pemain bintang yang sukses bangkit dari cedera buruk ini di masa lalu, dan kembali bersinar seperti sedia kala. Siapa saja mereka? Simak bahasan kami di bawah ini.

Roy Keane

Manchester United kehilangan gelandang bintangnya, Roy Keane, pada hampir sepanjang musim 1997/1998 silam, setelah dia mencederai ACL-nya ketika mencoba menekel pemain Leeds United, Alf-Inge Haaland.

Tanpa Keane, The Red Devils kehilangan gelar juara Premier League musim itu, yang akhirnya direbut oleh Arsenal.

Namun demikian, sang pemain asal Republik Irlandia tersebut berhasil meraih berbagai trofi setelah pulih, termasuk treble winners pada musim 1998/1999 silam.

Zlatan Ibrahimovic

Cedera ACL

Musim pertama Ibra di Man United harus diakhiri secara prematur setelah sang striker merobek ACL-nya dalam sebuah pertandingan Liga Europa kontra Anderlecht.

Padahal, sang pemain asal Swedia tersebut sedang melalui musim dengan gemilang, setelah mencetak 28 gol di semua ajang untuk United.

Meskipun saat itu sudah berusia 35 tahun, Ibra mampu bangkit. Menjajal LA Galaxy pada 2018, sang striker kembali ke Eropa dan menjadi penyebab kebangkitan AC Milan ketika bergabung pada Januari 2020 silam.

Rossoneri menjadi kandidat peraih Scudetto pada musim 2021/2022 ini, setelah berhasil kembali ke ajang Liga Champions untuk pertama kalinya di musim lalu, usai absen selama tujuh tahun.

Alan Shearer

Striker lainnya yang mengalami cedera ACL adalah Alan Shearer, yang mengalaminya pada musim debutnya bersama Blackburn Rovers. Padahal kala itu, dia sukses mencetak 16 gol dari 21 pertandingan di Premier League.

Namun, sekembalinya dari periode menepi, Shearer bangkit dengan mengukir 31 gol dari 40 penampilan pada musim berikutnya, dan memenangkan penghargaan pemain terbaik versi para penulis sepak bola.

Dia melanjutkan kegemilannya setelah gabung Newcastle United, dengan mengakhiri kariernya sebagai top skor sepanjang masa Premier League, dengan catatan 260 gol, yang masih bertahan hingga hari ini.

Continue Reading

Liga Inggris

Diogo Jota Dwigol, Liverpool ke Final Carabao Cup

Published

on

By

Liverpool ke final

Liverpool ke final ke Carabao Cup setelah berhasil menumbangkan Arsenal dengan skor 2-0 dalam lawatan ke Emirates Stadium pada Jumat (21/1) dini hari tadi WIB, berkat dwigol Diogo Jota.

Leg pertama semifinal Carabao Cup berakhir dengan skor imbang tanpa gol di Anfield, dan itu seharusnya memberikan keuntungan bagi The Gunners yang akan bermain di hadapan para pendukungnya sendiri.

Tuan rumah pun mengancam lebih dulu melalui eksekusi tendangan bebas Alexandre Lacazette, yang masih menghunjam mistar gawang kawalan Caoimhin Kelleher pada menit kelima.

Namun yang membuka skor malah The Reds, setelah Diogo Jota mendapatkan operan dari Trent Alexander-Arnold, dan menusuk ke tengah sebelum melepaskan tembakan yang cukup beruntung karena terdefleksi oleh seorang pemain Arsenal.

Setelah jeda turun minum, Lacazette mendapatkan umpan terobosan yang manis dari Albert Sambi Lokonga, namun tembakannya tidak menemukan sasaran.

Baca Juga: 

Jota kembali menampilkan keahliannya pada menit ke-51. Bergerak dari sayap kiri, sang penyerang timnas Portugal menemukan Kaide Gordon di mulut gawang. Namun peluang yang mudah itu tidak bisa dimanfaatkan oleh sang penyerang berusia 17 tahun, dengan tembakannya melambung jauh dari gawang.

Pada penciptaan gol kedua, Alexander-Arnold kembali menjadi alasan Liverpool bisa mencetak gol yang lagi-lagi diukir oleh Jota, yang menyelesaikan peluang dengan menyontek bola di hadapan kiper Aaron Ramsdale.

Itu terlihat offside dan hakim garis sempat menganulirnya, namun wasit Martin Atkinson mengonfirmasi bahwa gol tersebut sah setelah dipantau ulang dengan menggunakan VAR.

Gol pada menit ke-77 itu membunuh harapan Arsenal, yang menutup laga dengan 10 orang setelah Thomas Partey dikartu merah, karena mendapatkan dua kartu kuning dalam kurun waktu tiga menit saja.

Dengan hasil ini, maka Liverpool ke final dan akan menantang Chelsea di Wembley Stadium pada laga puncak yang dilangsungkan tanggal 27 Februari mendatang.

Setelah ini, skuat asuhan Jurgen Klopp akan mengembalikan fokusnya ke Premier League, dengan melawat ke Selhurst Park untuk menghadapi Crystal Palace pada hari Minggu (23/1) mendatang.

Hasil Carabao Cup, Jumat (21/1) dini hari WIB:

Arsenal 0-2 Liverpool — (Diogo Jota 19′, 77′) — (Kartu merah: Thomas Partey [ARS] 90′)

Continue Reading

Trending