Connect with us

Liga Italia

Waktu Conte di Inter Milan Yang Semakin Habis

Published

on

FlyGoal.com – Setelah sebelumnya namanya sempat dihubungkan dengan pemecatan jelang akhir Serie A musim 2019-2020 kemarin, kali ini nama Antonio Conte lagi-lagi kembali muncul dengan isu pemecatan atasnya.

Munculnya Conte dalam konteks ini disebabkan oleh rekor buruknya di Champions League bersama tim Inter Milan di musim 2020-2021 kali ini. Menurut Daily Mail, di musim ini Conte tidak pernah berhasil membawa klubnya mencapai kemenangan dalam laga di grup B dalam 4 pertandingan grup terakhir, yakni dengan 2 kali kalah melawan Real Madrid serta 2 kali hasil imbang kontra Borussia Monchengladbach dan Shakhtar Donetsk.

Dalam pertandingan terakhir melawan Los Blancos, Inter Milan tidak mampu mengalahkan tim asuhan Zinedine Zidane tersebut meski mereka bermain dengan tim terkuatnya, seperti bermainnya Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez di lini serang.

Pada pertandingan yang berlangsung di Giuseppe Meazza pada hari Rabu kemarin waktu setempat, Inter Milan harus kebobolan 2 gol. Gol pertama datang dari pinalti Eden Hazard dan gol kedua datang dari gol bunuh diri Achraf Hakimi yang mencoba untuk menghalau tendangan Rodrygo Goes ke gawang Samir Handanovic.

Hasil tersebut membuat Real Madrid kini berada di posisi kedua grup B, di bawah Borussia Monchengladbach yang memuncaki klasemen. Sementara itu, Inter Milan kini berada di urutan dari grup tersebut.

Agar Nerazzuri mampu lolos ke babak 16 beasr Champions League, Conte harus mampu memenangkan 2 pertandingan grup terakhir, yakni ketika mereka melawan Borussia Monchengladbach dan Shakhtar Donetsk, dengan catatan antara Borussia Monchengladbach ataupun Real Madrid harus merasakan kekalahan dalam kedua laga terakhir mereka.

Jika mereka gagal mencapai babak 16 besar Champions League, Conte masih mampu membawa kembali klub asal Milan tersebut ke fase gugur Europa League apabila mereka menduduki urutan ketiga di klasemen setelah semua pertandingan klub berakhir.

Meski demikian, kondisi Conte yang saat ini bisa saja terancam tidak mampu membawa klubnya ke kedua fase gugur kompetisi Eropa tidak berjalan baik baginya, mengingat dirinya sempat berselisih dengan dewan klub dengan mengatakan kurangnya dukungan dari pihak klub jelang akhir Serie A musim lalu.

Ditambah lagi,  di musim ini, Inter belum menujukkan performa konsisten  dan seakan tersendat di laga-laga awal liga, dengan hanya menghasilkan 4 kemenangan dari total 8 laga liga yang dijalankan, serta mereka yang tengah tertinggal dari rival satu kota, AC Milan yang tengah menduduki puncak klasemen dengan perbedaan 5 poin.

Tidak itu, Daily Mail melaporkan bahwa aspek pemain juga memiliki peran dalam kondisi Conte yang tengah berada dalam sorotan. Meski di lini depan Lukaku masih menjadi harapan Conte untuk menjadi lumbung gol, di sisi pertahananlah yang menjadi sumber kekhawatiran mantan pelatih Chelsea tersebut.

Pemain – pemain bertahan utamanya, seperti Stefan de Vrij, Milan Skriniar dan Alessandro Bastoni belum bermain secara konsisten karena sempat menjalani karantina COVID-19, sebuah situasi yang membuat Conte memainkan para pelapis.

Andrea Ranocchia dan Danilo D’Ambrosio, menurut pemberitaan tersebut, sempat menconba untuk mengisi lini yang rapuh ini, tetapi mereka belum mampu bermain secara impresif. Kedua pemain tersebut telah kebobolan 36 gol di musim lalu, dan di musim ini dalam 8 pertandingan mereka telah kebobolan 13 gol.

Dengan semakin habis waktunya di Italia, dirinya sempat berencana untuk kembali ke tanah Inggris untuk kembali melatih di sana. Dikutip dari The Telegraph, Conte sempat dihubungkan dengan Manchester United, tetapi dirinya mengaku ingin terus melanjutkan pekerjaannya di Inter, tetapi dirinya menmbahkan, “Tentunya di masa depan, saya ingin kembali ke Inggris  untuk merasakan kembali pengalaman melatih di sana karena saya menikmati waktu saya tinggal dan meraskan atmosfir sepak bola Inggris.”

Liga Italia

Juventus Imbang Lawan Milan, Allegri Puas dengan Performa Anak Buahnya

Published

on

By

Juventus

Massimiliano Allegri merasa puas dengan hasil imbang yang ditorehkan Juventus saat berhadapan dengan AC Milan dalam laga lanjutan Serie A di San Siro.

Allegri merasa bahwa satu poin yang didapat dalam lawatan tandang tersebut merupakan sangat berarti bagi Si Nyonya Tua untuk tetap bersaing dalam persaingan perebutan 4 besar klasemen.

Pada laga tersebut, I Bianconeri tampil dengan formasi 4-4-2 dengan Alvaro Morata yang ditandemkan dengan Paulo Dybala sebagai ujung tombak lini serang.

Meskipun memiliki penguasaan bola yang lebih tinggi dibandingkan dengan Milan, namun dalam laga tersebut Juventus tidak sekali pun melakukan tembakan yang mengarah ke gawang Milan yang dikawal oleh Mike Maignan.

“Itu adalah permainan yang bagus. Kami mengalami banyak bentrokan head-to-head dan kekalahan akan membuat kami tertinggal 10 poin di belakang Milan, jadi itu negatif,” kata Allegri kepada DAZN.

“Kami harus sedikit lebih tenang dan lebih fokus di sepertiga akhir lapangan, karena kami terburu-buru dan salah mengambila bola terakhir. Itu adalah pertandingan yang sulit dengan beberpaa tekel yang kuat, itu seimbang dan hasil imbang adalah hasil yang tepat.

Baca Juga:

“Saya senang karena para pemain bermain lebih seperti sebuah tim, memahami kapan harus mengontrol bola dalam momen bertahan dan menyerang. Kami sedang menuju ke sana.

“Para pemain telah meningkatkan kepercayaan diri mereka, karena kami mencatatkan 8 clean sheet dalam 12 pertandingan terakhir dan itu adalah sinyal yang bagus.”

Dengan tambahan satu poin tersebut Juventus berada di peringkat kelima klasemen sementara Serie A, dengan mengemas total 42 poin dari 23 pertandingan, selisih satu poin dengan peringkat ke-4 klasemen Atalanta dan tertinggal 7 poin atas Milan di posisi ketiga klasemen.

Meskipun perebutan Scudetto bagi Juve tidak lagi realistis sebagai target, Allegri merasa senang dan puas dengan performa anak buahnya pada pertandingan melawan Milan tersebut.

Continue Reading

Liga Italia

AC Milan Lengser dari Peringkat Kedua Serie A usai Ditahan Juventus

Published

on

By

AC Milan

AC Milan gagal meraih hasil maksimal ketika menjamu Juventus di Stadio San Siro dalam laga lanjutan Serie A, Senin (24/1) dini hari tadi WIB, dengan pertandingan berakhir imbang tanpa gol.

I Rossoneri perlu segera kembali ke jalur kemenangan, setelah menderita kekalahan mengejutkan dengan skor 1-2 dari Spezia pada pekan lalu.

Mereka pun makin diwajibkan untuk meraih kemenangan, lantaran Inter Milan berhasil menang dengan skor 2-1 atas Venezia di akhir pekan ini.

Alih-alih meraih kemenangan, Milan malah kesulitan meraih hasil maksimal ketika menjamu Juventus, meskipun memiliki peluang-peluang terbaik dalam pertandingan ini.

Juve menguasai bola sedikit lebih sering, dengan catatan 54 berbanding 46 persen, namun demikian, Bianconeri tak pernah berhasil menembak tepat sasaran ke gawang kawalan Mike Maignan.

Peluang terbaik untuk tim tamu hanyalah tandukan dari Weston McKennie, yang menyambut umpan silang dari Alex Sandro. Namun gangguan dari Pierre Kalulu membuat bola sedikit melebar dari gawang.

Baca Juga: 

Sedangkan Milan mengancam berkali-kali melalui Olivier Giroud, Brahim Diaz, dan Rafael Leao, melahirkan empat tembakan yang menuju ke gawang. Namun, ketangguhan Wojciech Szczesny membuat skor imbang tanpa gol bertahan hingga akhir.

Dengan hasil ini, Milan tergusur dari peringkat kedua ke peringkat ketiga, karena Napoli menang dengan skor telak 4-1 atas Salernitana.

Sementara itu dalam pertandingan lainnya pada Senin dini hari tadi WIB, AS Roma menang telak dengan skor 4-2 atas Empoli, dengan Tammy Abraham mencetak dwigol, ditambah gol-gol dari Sergio Oliveira dan Nicolo Zaniolo.

Sedangkan Cagliari ditahan 1-1 Fiorentina, demikian pula dengan Torino kontra Sassuolo, sementara Spezia menang tipis 1-0 atas Sampdoria.

Hasil pertandingan Serie A, Minggu (23/1) malam dan Senin (24/1) dini hari WIB:

Cagliari 1-1 Fiorentina — (Joao Pedro 47′; Riccardo Sottil 75′) — (Kartu merah: Alvaro Odriozola [FIO] 64′)

Napoli 4-1 Salernitana — (Juan Jesus 17′, Dries Mertens [p] 45+4′, Amir Rrahmani 47′, Lorenzo Insigne [p] 53′; Federico Bonazzoli 33′)

Spezia 1-0 Sampdoria — (Daniele Verde 69′) — (Kartu merah: Albin Ekdal [SAM] 73′)

Torino 1-1 Sassuolo — (Antonio Sanabria 16′; Giacomo Raspadori 88′)

Empoli 2-4 AS Roma — (Andrea Pinamonti 55′, Nadim Bajrami 72′; Tammy Abraham 24′, 33′, Sergio Oliveira 35′, Nicolo Zaniolo 37′)

AC Milan 0-0 Juventus

Continue Reading

Liga Italia

Direktur Fiorentina Beri Klarifikasi Soal Rumor Dusan Vlahovic ke Arsenal

Published

on

By

Dusan Vlahovic

Direktur olahraga Fiorentina, Joe Barone, mengonfirmasi bahwa klubnya ingin menjual Dusan Vlahovic pada bursa transfer bulan Januari ini, namun membantah bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Arsenal.

The Gunners merupakan salah satu peminat sang striker tim nasional Serbia pada bursa transfer musim dingin ini, namun Vlahovic telah menuturkan keinginannya untuk bertahan di Stadio Artemio Franchi, setidaknya hingga musim ini berakhir.

Dia menolak untuk memperpanjang kontraknya dengan Fiorentina, yang akan segera berakhir pada musim panas tahun 2023, maka kepergian pada musim panas nampaknya memang tidak terelakkan lagi.

La Viola pun sudah membeli sejumlah penyerang pada bulan Januari ini, yakni Krzysztof Piatek dan Jonathan Ikone, dan Barone tak menutupi keinginan klubnya untuk menjual Dusan Vlahovic pada bulan Januari ini.

Selain Arsenal, sejumlah klub Premier League lainnya, seperti Tottenham Hotspur dan Manchester United, juga dikaitkan dengan Vlahovic. Namun Barone membantahnya.

“Sejumlah klub asal Inggris sudah melakukan kontak, namun belum ada kesepakatan. Kami terbuka [untuk menjualnya],” terang sang direktur, sebagaimana dikutip dari Football-Italia.

Barone sendiri telah menuntut kejelasan dari perwakilan Vlahovic sejak pekan lalu, menanyakan kembali apakah sang pemain berusia 21 tahun akan menandatangani perpanjangan kontrak atau hengkang.

“Saya masih belum mendengar kabar dari mereka, saya sudah bertanya kepada agen Vlahovic untuk menjernihkan masalah, namun saya belum mendengar kabar, tidak ada kontak sama sekali,” lanjut Joe Barone.

Baca Juga:

Menurut warta dari La Gazzetta dello Sport, Juventus telah meningkatkan upaya untuk mendapatkan jasa Vlahovic pada bursa transfer bulan Januari ini, dengan mengajukan penawaran senilai 35 juta euro ditambah hak kepemilikan Dejan Kulusevski, yang dihargai 35 juta euro.

Di atas kertas, itu sudah memenuhi permintaan harga dari Fiorentina, yang senilai 70 juta euro. Namun patokan harga dikabarkan meningkat menjadi sekitar 75 hingga 80 juta euro, selagi permintaan upah dari Vlahovic adalah 8 juta euro per tahun.

Vlahovic sudah mulai mencuri perhatian sejak musim lalu, ketika berhasil mencetak 21 gol dari 38 penampilan di semua ajang. Musim ini, dia hampir menyamai pencapaiannya, dengan mencetak 20 gol di semua ajang dari 24 penampilan.

Continue Reading

Trending