Connect with us

Liga Prancis

Sergio Ramos Dapat Kartu Merah Perdana di PSG

Published

on

Sergio Ramos

Kartu merah perdana yang diraih oleh Sergio Ramos dengan kostum Paris Saint-Germain telah membuat PSG kerepotan ketika bersua dengan Lorient, Kamis (23/12) dini hari tadi WIB.

Sang defender timnas Spanyol baru melakoni pertandingan ketiganya bersama Les Parisien sejak gabung dari Real Madrid pada musim panas tahun ini, ketika PSG bertandang ke Stade Yves Allainmat, namun tak mampu mengakhiri laga di lapangan.

Ramos baru masuk sesudah jeda turun minum, namun diusir wasit pada menit ke-85 setelah menerima kartu kuning keduanya, yang hanya berjarak empat menit dari yang pertama.

Situasi ini merepotkan bagi PSG yang sudah tertinggal satu gol dari Lorient akibat gol Thomas Moncoduit pada menit ke-40. Namun untungnya, Mauro Icardi sukses muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol penyeimbang pada masa injury time.

Situasi ini menambah frustasi karier Sergio Ramos di Paris, yang lebih sering menghabiskan waktu di ruang perawatan ketimbang lapangan hijau akibat masalah cedera.

Sang defender berusia 35 tahun itu tiba di Parc des Princes dengan membawa cedera betis yang menderanya sejak di Real Madrid, hingga baru bisa melakoni debutnya pada tanggal 28 November lalu, ketika PSG menang 3-1 atas Saint-Etienne.

Baca Juga: Chelsea, Liverpool, dan Spurs Melaju ke Semifinal Carabao Cup

Hanya itu kesempatan ketika Ramos bermain penuh selama 90 menit, sebab dalam dua partai berikutnya, dia hanya diberi kepercayaan selama 45 menit, sedangkan yang satu lagi adalah laga semalam, ketika eks kapten Los Blancos itu dikartu merah.

Untungnya, hasil minor semalam tidak terlalu terpengaruh bagi tim besutan Mauricio Pochettino, yang memuncaki klasemen sementara Ligue 1 dengan nyaman, berkat catatan 46 poin dari 19 pertandingan, unggul 13 poin dari pesaing terdekatnya, Nice.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Liga Inggris

Lima Pemain Bintang di Eropa yang Berlaga di Piala Afrika 2021

Published

on

By

Pemain bintang

Piala Afrika bukanlah sebuah ajang yang main-main. Selain merupakan turnamen antarnegara level kontinental, itu juga diramaikan oleh para pemain bintang yang berkarier di Eropa.

Tim-tim elite Eropa kehilangan para pemain bintangnya akibat ajang ini, seperti Liverpool, Paris Saint-Germain, dan Manchester City. Siapa saja mereka? Simak daftarnya di bawah ini.

Achraf Hakimi (PSG dan Maroko)

Pemain Bintang

Hakimi merupakan salah satu pemain muda terbaik di Afrika pada saat ini, terlihat dari koleksi caps-nya yang sudah mencapai 41 pertandingan bersama timnas Maroko pada usia 23 tahun.

Sang bek kanan pindah dari Inter Milan ke Paris Saint-Germain pada musim panas tahun lalu dengan harga yang mahal, dan kini sudah berkontribusi dengan menciptakan tiga gol dan tiga assist untuk Les Parisien.

Edouard Mendy (Chelsea dan Senegal)

Pada musim debutnya bersama Chelsea, Mendy telah membuktikan dirinya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di Premier League. Talentanya tak disangkal setelah berhasil mempersembahkan gelar Liga Champions pada musim lalu.

Di Piala Afrika 2021, Mendy merupakan salah satu harapan Senegal untuk meraih trofi, setelah gagal di final pada edisi sebelumnya, di tahun 2019 lalu, karena takluk 0-1 dari Aljazair.

Sadio Mane (Liverpool dan Senegal)

Pemain bintang lainnya untuk Senegal tentunya adalah Mane, yang telah bertahun-tahun menjadi tulang punggung untuk Les Lions de la Teranga.

Sang penyerang berusia 29 tahun telah berhasil mempersembahkan titel Premier League dan Liga Champions untuk Liverpool di level klub.

Dia sudah memberikan 26 gol untuk negaranya dari 80 kali bertanding, dan turnamen ini seharusnya menjadi ajang untuknya membuktikan diri.

Riyad Mahrez (Manchester City dan Aljazair)

Pemain terbaik dari juara bertahan Piala Afrika, Mahrez merupakan salah satu alasan mengapa Aljazair bisa mengalahkan Senegal pada edisi sebelumnya.

Sang penyerang sayap mencetak gol telat pada laga semifinal, dan mengakhiri turnamen dengan catatan tiga gol, serta masuk dalam line-up Team of Tournament.

Mohamed Salah (Liverpool dan Mesir)

Lagi-lagi bintang Liverpool yang disebut. Mo Salah tengah berada dalam performa yang gemilang di Premier League pada musim ini dan berharap bisa membawanya ke Piala Afrika 2021.

Hingga saat ini, Salah telah mencatatkan total 45 gol untuk timnas Mesir, dengan mempersembahkan sebuah tiket ke putaran final Piala Dunia pada 2018 lalu, namun belum pernah meraih trofi di timnas.

Continue Reading

Liga Inggris

Franck Kessie Diperebutkan Tottenham dan PSG

Published

on

By

Franck Kessie

Kabar yang beredar di Italia mengatakan bahwa Tottenham Hotspur lebih unggul ketimbang Paris Saint-Germain dalam perburuan tanda tangan Franck Kessie.

Masa depan sang gelandang timnas Pantai Gading sedang digunjingkan karena masa baktinya bersama AC Milan akan segera kadaluarsa pada musim panas tahun ini.

Rossoneri telah berupaya untuk memperpanjang kontrak Kessie, namun negosiasi tidak berjalan ke mana pun, dan bahkan dikabarkan sudah sepenuhnya kolaps.

Franck Kessie diperkirakan akan menjadi pemain bintang ketiga yang meninggalkan Milan secara gratis di masa pandemi, setelah Gianluigi Donnarumma ke PSG dan Hakan Calhanoglu ke Inter Milan pada musim panas tahun 2021 lalu.

Baca Juga: Hasil Piala Afrika 2021: Senegal dan Gabon Menang, Ghana Tersungkur Karena Maroko

Menurut Sky Sport Italia, negosiasi sudah kolaps sejak lama, karena Milan tidak pernah mendengar kabar lagi sejak mengajukan penawaran terakhir senilai 5 juta euro per musim, dengan bonus yang bisa mencapai 5,8 juta euro pada Agustus 2021 lalu.

Sebagai catatan, Kessie dikabarkan meminta upah 8 juta euro per musim di San Siro, dan dengan situasi ini, maka kepergian eks gelandang Atalanta itu pada musim panas ini nampaknya tidak terhindarkan lagi.

Sejumlah klub top pun sudah memantau situasinya belakangan, dan Tottenham beserta PSG merupakan dua klub yang dikabarkan sudah memerhatikannya dengan seksama.

Namun, menurut klaim dari jurnalis Sportitalia, Rudy Galetti, tim besutan Antonio Conte kini adalah yang terfavorit.

Menurut klaimnya, Tottenham bersedia untuk memenuhi permintaan upah Kessie senilai 8 juta euro per musim, dengan bonus senilai 2 juta euro per musim.

Selain Spurs, ada satu tim lain dari Premier League yang dikabarkan tertarik kepada Kessie, yang diperkirakan adalah Chelsea atau Manchester United.

Milan merekrut Kessie dari Atalanta pada musim panas tahun 2017 silam. Dia baru berulang tahun yang ke-25 pada bulan lalu, dan masih berada di puncak kariernya pada saat ini.

Continue Reading

Liga Inggris

Rumor Transfer: Juventus Kejar David De Gea?

Published

on

By

David De Gea

Rumor transfer bersirkulasi di sekitar Juventus, yang kabarnya telah memantau penjaga gawang Manchester United, David De Gea, sebagai pengganti utama Wojciech Szczesny pada musim depan.

Sang kiper timnas Spanyol telah bermain pada setiap menitnya untuk The Red Devils di Premier League pada musim ini, dengan mengukir empat buah clean sheet.

De Gea telah memenangkan kembali tempatnya di bawah mistar Manchester United, setelah sempat digeser oleh Dean Henderson pada pengujung musim lalu.

Ketika musim ini dimulai, manajer Ole Gunnar Solskjaer sudah kembali memercayakan posisi penjaga gawang utama kepada David De Gea, selagi Henderson kini hanya menjadi pelapis, meskipun sudah berganti pelatih kepada Ralf Rangnick.

De Gea sedang menjalani musim ke-11-nya berseragam United, dan kontraknya masih berlaku hingga 2023 dengan opsi untuk diperpanjang setahun lagi. Namun itu tidak menghentikan rumor transfer yang bersirkulasi di sekitarnya.

Menurut warta dari Todo Fichajes, Juventus berminat untuk mendapatkan jasa sang pemain berusia 31 tahun, yang bisa menggantikan Wojciech Szczesny di Turin.

Sang penjaga gawang asal Polandia telah menjadi pilihan utama I Bianconeri sejak Gianluigi Buffon meninggalkan Turin pada musim panas 2018.

Bahkan, Szczesny masih menjadi pilihan utama ketika Buffon kembali pada 2019 hingga 2021 lalu. Namun penampilannya yang tak setangguh Buffon berpotensi membuatnya digusur.

Sebenarnya, Szczesny telah mengukir tujuh clean sheet dari 16 pertandingan di Serie A untuk Si Nyonya Tua pada musim ini, yang sudah lebih baik daripada yang dicatatkan olehnya dari 30 penampilan di musim lalu.

Baca Juga: Manchester United Dipermalukan oleh Wolves

Sistem permainan Massimiliano Allegri yang defensif telah membantunya untuk mencatatkan rekor clean sheet yang lebih baik. Namun secara individu, Szczesny tidaklah lebih baik daripada De Gea.

De Gea sudah bermain untuk United sejak 2011, dengan mencetak 160 clean sheet dari total 464 penampilan untuk klub asal Manchester tersebut.

Pernah hampir kembali ke Spanyol untuk membela Real Madrid pada 2015 lalu, namun kiper berusia 31 tahun itu akhirnya tetap bertahan.

Upaya untuk melengserkannya pun kerap gagal, seperti yang terjadi kepada Dean Henderson pada musim lalu.

Continue Reading

Trending