Connect with us

Liga Spanyol

Courtois Merasa Tidak Dihargai di Negara Asalnya

Published

on

Flygoal.com – Menjadi seorang pemain sepak bola untuk tim besar yang telah dikenal di berbagai penjuru merupakan sebuah kehormatan besar yang dimiliki oleh seorang pemain. Tak heran, capaian tersebut membuat para masyarakat di negara asalnya merasa bangga karena salah satu dari mereka kini telah merepresentasi negara untuk bermain di laga sepak bola di tingkat tinggi.

Namun, hal tersebut tidak terjadi terhadap seorang Thibaut Courtois. Dilansir dari Tribal Football, dikabarkan bahwa pemain asal Belgia tersebut merasa dirinya tidak dihargai oleh para masyarakat di negara asalnya meski dirinya kini bermain untuk Real Madrid, yang merupakan salah satu tim terbaik dan terkenal di dunia persepakbolaan.

Mulai bersinar di Atletico Madrid, Courtois sempat merasakan bermain di luar Spanyol setelah dirinya  bermain untuk Chelsea di London, Inggris. Pada tahun 2018 silam, dirinya kembali ke Spanyol, tetapi tidak ke Atletico Madrid melainkan ke Real Madrid yang dirinya bela hingga kini.

Namun, pemain berusia 28 tahun tersebut merasa bahwa meski dirinya kini bermain dengan salah satu klub terbaik di Eropa, pencapaiannya tersebut masih belum mampu membuat media dan masyarakat negerinya terkesan, bahkan ketika dirinya telah menjuarai berbagai kejuaraan dan kompetisi, seperti Champions League, La Liga, Supercopa de Espana, dan FIFA Club World Cup, serta penghargaan tingkat individu seperti Trofi Zamora.

Tidak hanya itu, Courtois juga merasakan hal tersebut ketika dirinya membahas Sportsman of the Year di negara asalnya, Belgia.

Dikutip dari Tuttomercatoweb, dirinya berbicara kepada HLN dan mengatakan, “Saya menghabiskan tiga tahun yang fantastis di Atletico. Saya menerima pujian dari seluruh penjuru Belgia. “

“Saya menjadi Athlete of the Year dan saya sempat merasakan bahwa saya telah melakukannya dengan baik.  Hari ini saya merasa bahwa apa yang saya lakukan seolah dianggap sesuatu yang lumrah. Performa saya ketika melawan Valladolid, contohnya, tidak terlalu berarti untuk orang-orang. Rasanya seperti tidak pantas untuk bermain di tingkat tertinggi bersama klub terbesar dunia.”

Dirinya menambahkan, “Saya bisa memahami Romelu Lukaku memenangkan trofi untuk orang Belgia yang berhasil sukses di luar negeri. Dirinya pantas mendapatkan penghargaan itu, saya juga telah mengatakannya kepada dirinya, tetapi tidak masuk dalam nominasi Sportsman of the Year tampak bagai sebuah lelucon untuk saya dibandingkan nominasi yang baik. Saya merasa lebih dihargai di Spanyol.”

Liga Spanyol

Barcelona Amankan Tiga Poin Penting, Xavi Hernandez Puji Performa Pedri

Published

on

By

xavi hernandez

Xavi Hernandez puji performa Pedri setelah mengantarkan Barcelona mengamankan 3 poin penting dalam lanjutan La Liga. Melalui gol semata wayang yang dicetak oleh Frankie De Jong pada menit ke-88 dimana Barcelona mengamankan posisi ke-5 klasemen sementara La Liga.

Kembalinya Pedri dari cedera pada pertengahan paruh pertama musim menambah suntikan kekuatan lini tengah Barcelona. Meskipun baru dinyatakan pulih dari cederanya, Xavi langsung memasukkan Pedri sebagai starting line-up dalam laga melawan Alaves. Meskipun begitu, Xavi sangat percaya dengan kualitas yang dimiliki oleh wonderkid asal Spanyol tersebut.

Pada musim ini 2021/2022, pemain berumur 19 tahun tersebut baru bermain sebanyak 120 menit di liga dengan Xavi memainkannya Kembali pada pertandingan Copa del Rey beberapa pekan sebelumnya. Meskipun belum fit seratus persen, Pedri membuktikan superhuman endurance dengan menyelesaikan 195 menit dalam waktu empat hari di Stadion Mendizorroza.

Dalam laga melawan Alaves tersebut, Pedri sangat menguasai lini tengah Barcelona dengan penguasaan bola yang baik, Pedri juga memiliki visi bermain yang baik sehingga memudahkan rekan-rekannya untuk menciptakan ruang saat melakukan penyerangan.

Xavi yang merupakan  mantan pemain sekaligus pelatih Barcelona tersebut, menilai Pedri merupakan pemain yang berpostur kecil yang luar biasa mengingat umurnya yang masih 19 tahun, namun apa yang telah dilakukannya merupakan sesuatu yang spektakuler.

Xavi juga menilai Pedri memiliki kualitas di atas rata-rata yang dibutuhkan oleh seorang gelandang, seperti penguasaan bola yang baik, visi bermain yang baik, dan dapat menjadi teladan bagi pemain lain.

Baca Juga:

Bukan hanya kali ini saja Pedri diberikan pujian dari pelatih yang melatihnya. Ronald Koeman, yang merupakan pelatih sebelumnya juga mengatakan hal yang sama dalam menilai Pedri sebagai wonderkid yang menjadi pemain kunci bagi Barcelona; bahkan tidak pernah tergantikan di posisi gelandang.

Selanjutnya, Xavi Hernandez akan memberikan Pedri waktu beristirahat pada jeda pertandingan yang akan datang bulan ini, untuk mengembalikan kebugaran kondisi fisik Pedri yang baru saja pulih dari cedera.

Pasalnya Pedri diharapkan dapat tampil pada pertandingan penting lainnya melawan juara bertahan Atletico Madrid pada tanggal 6 Februari mendatang dalam lanjutan La Liga.

Laga itu merupakan laga penting karena Barcelona berkesempatan berada di urutan ke-4, dimana Atletico saat ini hanya unggul satu poin atas Barcelona di posisi ke-5 klasemen La Liga 2021/2022.

Continue Reading

Liga Spanyol

Hasil La Liga: Barcelona Bangkit, Real Madrid Tersandung

Published

on

By

La Liga

Barcelona berhasil bangkit dalam pertandingan teranyarnya di La Liga, dengan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Deportivo Alaves, Senin (24/1) dini hari tadi WIB.

La Blaugrana melalui tiga partai terakhir tanpa meraih satu pun kemenangan, dengan dua laga teranyarnya berakhir kekalahan 2-3 kontra Real Madrid dan Athletic Bilbao, yang menyebabkan mereka tersisih dari Piala Super Spanyol dan Copa del Rey.

Bertandang ke Estadio Mendizorroza, Barca pun kesulitan untuk sekadar mencetak sebuah gol. Mereka perlu menunggu hingga menit ke-87 ketika Frenkie de Jong meneruskan bola operan Ferran Torres di mulut gawang.

Itu bahkan perlu menunggu beberapa waktu, karena wasit mencurigai adanya offside ketika Torres menerima umpan terobosan dari Jordi Alba.

Kemenangan ini mengangkat Barcelona ke peringkat kelima di klasemen sementara La Liga, lantaran Real Sociedad gagal mengalahkan Getafe di Anoeta, dengan pertandingan berakhir imbang tanpa gol.

Baca Juga: 

Sementara itu, pimpinan klasemen Real Madrid dibuat kewalahan oleh Elche, lawan yang juga merepotkan mereka di babak 16 besar Copa del Rey tengah pekan lalu.

Los Blancos memerlukan babak perpanjangan waktu untuk menang pada laga Copa del Rey kontra Elche, dan kali ini di Santiago Bernabeu, tim besutan Carlo Ancelotti malah kebobolan dua gol lebih dulu.

Lucas Boye membuka skor menjelang jeda turun minum, sebelum Pere Milla menggandakannya pada menit ke-76.

Karim Benzema sebenarnya bisa membuka skor pada babak pertama, namun eksekusi penaltinya gagal berakhir gol. Alhasil, pada kesempatan kedua untuk mengeksekusi penalti pada menit ke-82, Luka Modric yang bertugas.

Sang gelandang timnas Kroasia pun sukses memperkecil ketertinggalan melalui penaltinya, namun Madrid perlu berterima kasih kepada Eder Militao, yang mencetak gol di masa injury time berkat umpan matang dari Vinicius Junior.

Dalam pertandingan lain yang dimainkan hari Minggu (23/1) malam kemarin WIB adalah Athletic Bilbao mengalahkan Rayo Vallecano 1-0, selagi Osasuna menumbangkan Granada 2-0.

Hasil pertandingan La Liga, Minggu (23/1) malam dan Senin (24/1) dini hari tadi WIB:

Granada 0-2 Osasuna — (David Garcia 64′, Kike Garcia 89′)

Real Madrid 2-2 Elche — (Luka Modric 82′ [p], Eder Militao 90+2′; Lucas Boye 42′, Pere Milla 76′)

Real Sociedad 0-0 Getafe

Rayo Vallecano 0-1 Athletic Bilbao — (Nico Serrano 30′)

Deportivo Alaves 0-1 Barcelona — (Frenkie de Jong 87′)

Continue Reading

Liga Spanyol

Ousmane Dembele Merasa Diperas karena Dipaksa Tinggalkan Barcelona

Published

on

By

Ousmane Dembele

Ousmane Dembele menekankan bahwa dirinya tidak akan menyerah kepada “pemerasan”, setelah dipaksa untuk meninggalkan Barcelona pada bursa transfer bulan Januari ini.

Sang penyerang timnas Prancis tidak disertakan dalam skuat yang diboyong oleh Xavi Hernandez dalam pertandingan kontra Athletic Bilbao di babak 16 besar Copa del Rey, Kamis (20/1) kemarin.

Itu merupakan buah dari kemunduran negosiasi perpanjangan kontraknya, yang dikabarkan sudah kolaps sejak tahun baru, dengan Xavi mengancam dalam konferensi persnya jelang laga kontra Bilbao.

Sang pelatih berkata bahwa pilihan Dembele pada saat ini adalah untuk menandatangani perpanjangan kontrak atau hengkang.

Itu kemudian diikuti oleh pencoretan sang pemain berusia 24 tahun dari skuat, dan juga pernyataan direktur Mateu Alemany, yang mengklaim bahwa Dembele perlu hengkang sebelum bursa transfer musim dingin ini ditutup.

“Kami memulai pembicaraan dengan agen Dembele pada bulan Juli lalu. Selama enam atau tujuh bulan telah berlalu sejak saat itu, sepanjang periode tersebut, kami telah berdialog dan selama itu pula, Barcelona telah mengajukan berbagai penawaran,” kata Alemany, dikutip dari Marca.

“Kami telah mencoba untuk mencari cara agar sang pemain bertahan bersama kami. Tawaran yang datang ditolak secara sistematis oleh perwakilannya.

“Kini, 11 hari sebelum periode terakhir bursa transfer, klub memahami bahwa sang pemain tidak ingin memperpanjang kontrak, dan bahwa dia tidak berkomitmen kepada proyek masa depan Barcelona.

“Dia dan perwakilannya telah diberi tahu bahwa dia harus meninggalkan klub, dan dia harus mencari klub baru sebelum tanggal 31 Januari.”

Menjawab situasi yang tidak kondusif perihal masa depannya, Ousmane Dembele membela diri lewat unggahannya di media sosial, menekankan bahwa ini sejenis pemerasan untuknya.

Baca Juga:

“Selama empat tahun terakhir, gosip tentang saya telah berkembang. Ada banyak kebohongan yang hina tentang saya, yang hanya bertujuan untuk merugikan saya,” tutur eks pemain Borussia Dortmund ini.

“Saya tak pernah menjawab, namun hari ini adalah yang terakhir. Saya akan menjawab tanpa menyerah terhadap pemerasan jenis apa pun, saya membantah siapa pun yang berpikir bahwa saya tidak berkomitmen kepada proyek di sini.

“Saya masih terikat kontrak dan saya sepenuhnya terlibat dan tersedia untuk pelatih, saya bukanlah orang yang menyerah kepada pemerasan.”

Continue Reading

Trending