Connect with us

Liga Spanyol

Xavi Serius Ingin Kalahkan Real Madrid dan Menangkan Piala Super Spanyol

Published

on

Piala Super Spanyol

Xavi Hernandez sangat berhasrat untuk membawa Barcelona mengalahkan Real Madrid di babak semifinal Piala Super Spanyol, dan kemudian membawa pulang trofi.

El Clasico terjadi di babak semifinal Piala Super Spanyol, dan itu bukanlah tugas yang mudah bagi La Blaugrana, yang terjebak di urutan keenam klasemen sementara La Liga pada saat ini.

Pada pertandingan terbarunya, Barca kembali meraih hasil minor usai ditahan oleh Granada dengan skor 1-1, karena gol telat Antonio Puertas pada menit ke-89.

Segalanya berpihak kepada Real Madrid, yang merupakan pemuncak klasemen sementara La Liga, dengan keunggulan lima poin dari pesaing terdekatnya.

Pada akhir pekan kemarin, Los Blancos juga baru saja menghajar Valencia dengan skor telak 4-1 lewat dua mesin golnya, Vinicius Junior dan Karim Benzema yang menyumbangkan masing-masing dwigol dalam laga itu.

Xavi Hernandez menyadari betapa menakutkannya Real Madrid, selagi mengakui bahwa Barcelona hanyalah tim yang sedang dibangun olehnya.

“Saya melihat skuat Barcelona yang sedang dibangun, dan sebuah tim Real Madrid yang berada dalam kondisi terbaiknya, namun itu tidak berarti apa pun,” kata Xavi dalam konferensi persnya, dikutip dari Marca.

“Kami harus menghadapi mereka di dalam semua situasi. Itu tidak akan mudah menerapkan permainan kami, karena mereka adalah tim yang paling on-fire di Spanyol.”

Pada El Clasico jilid pertama musim ini, Madrid menang dengan skor 2-1 di Camp Nou. Namun Xavi belum bertugas saat itu, dengan Ronald Koeman melalui hari-hari terakhirnya sebagai pelatih Barca.

Baca Juga: Hasil Piala Afrika 2021: Aljazair Tertahan, Mesir Ditaklukkan Nigeria

Xavi memandang bahwa Piala Super Spanyol bisa menjadi sebuah titik balik untuk Barca. Selain karena ini adalah kesempatan pertama meraih trofi musim ini, ajang ini juga bisa mendongkrak mentalitas tim.

“Bagi kami, ini adalah sebuah tantangan, sebuah kesempatan untuk memenangkan sebuah gelar. Kami sangat termotivasi dan itu bisa menjadi sebuah titik balik,” kata Xavi.

“Kami akan mencoba menjadi protagonis dan melakukan banyak hal dengan baik. El Clasico tidak bisa diprediksi. Tak ada yang tahu apa yang mungkin terjadi, terlepas dari selisih poin di antara kedua tim.”

Liga Spanyol

Barcelona Amankan Tiga Poin Penting, Xavi Hernandez Puji Performa Pedri

Published

on

By

xavi hernandez

Xavi Hernandez puji performa Pedri setelah mengantarkan Barcelona mengamankan 3 poin penting dalam lanjutan La Liga. Melalui gol semata wayang yang dicetak oleh Frankie De Jong pada menit ke-88 dimana Barcelona mengamankan posisi ke-5 klasemen sementara La Liga.

Kembalinya Pedri dari cedera pada pertengahan paruh pertama musim menambah suntikan kekuatan lini tengah Barcelona. Meskipun baru dinyatakan pulih dari cederanya, Xavi langsung memasukkan Pedri sebagai starting line-up dalam laga melawan Alaves. Meskipun begitu, Xavi sangat percaya dengan kualitas yang dimiliki oleh wonderkid asal Spanyol tersebut.

Pada musim ini 2021/2022, pemain berumur 19 tahun tersebut baru bermain sebanyak 120 menit di liga dengan Xavi memainkannya Kembali pada pertandingan Copa del Rey beberapa pekan sebelumnya. Meskipun belum fit seratus persen, Pedri membuktikan superhuman endurance dengan menyelesaikan 195 menit dalam waktu empat hari di Stadion Mendizorroza.

Dalam laga melawan Alaves tersebut, Pedri sangat menguasai lini tengah Barcelona dengan penguasaan bola yang baik, Pedri juga memiliki visi bermain yang baik sehingga memudahkan rekan-rekannya untuk menciptakan ruang saat melakukan penyerangan.

Xavi yang merupakan  mantan pemain sekaligus pelatih Barcelona tersebut, menilai Pedri merupakan pemain yang berpostur kecil yang luar biasa mengingat umurnya yang masih 19 tahun, namun apa yang telah dilakukannya merupakan sesuatu yang spektakuler.

Xavi juga menilai Pedri memiliki kualitas di atas rata-rata yang dibutuhkan oleh seorang gelandang, seperti penguasaan bola yang baik, visi bermain yang baik, dan dapat menjadi teladan bagi pemain lain.

Baca Juga:

Bukan hanya kali ini saja Pedri diberikan pujian dari pelatih yang melatihnya. Ronald Koeman, yang merupakan pelatih sebelumnya juga mengatakan hal yang sama dalam menilai Pedri sebagai wonderkid yang menjadi pemain kunci bagi Barcelona; bahkan tidak pernah tergantikan di posisi gelandang.

Selanjutnya, Xavi Hernandez akan memberikan Pedri waktu beristirahat pada jeda pertandingan yang akan datang bulan ini, untuk mengembalikan kebugaran kondisi fisik Pedri yang baru saja pulih dari cedera.

Pasalnya Pedri diharapkan dapat tampil pada pertandingan penting lainnya melawan juara bertahan Atletico Madrid pada tanggal 6 Februari mendatang dalam lanjutan La Liga.

Laga itu merupakan laga penting karena Barcelona berkesempatan berada di urutan ke-4, dimana Atletico saat ini hanya unggul satu poin atas Barcelona di posisi ke-5 klasemen La Liga 2021/2022.

Continue Reading

Liga Spanyol

Hasil La Liga: Barcelona Bangkit, Real Madrid Tersandung

Published

on

By

La Liga

Barcelona berhasil bangkit dalam pertandingan teranyarnya di La Liga, dengan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Deportivo Alaves, Senin (24/1) dini hari tadi WIB.

La Blaugrana melalui tiga partai terakhir tanpa meraih satu pun kemenangan, dengan dua laga teranyarnya berakhir kekalahan 2-3 kontra Real Madrid dan Athletic Bilbao, yang menyebabkan mereka tersisih dari Piala Super Spanyol dan Copa del Rey.

Bertandang ke Estadio Mendizorroza, Barca pun kesulitan untuk sekadar mencetak sebuah gol. Mereka perlu menunggu hingga menit ke-87 ketika Frenkie de Jong meneruskan bola operan Ferran Torres di mulut gawang.

Itu bahkan perlu menunggu beberapa waktu, karena wasit mencurigai adanya offside ketika Torres menerima umpan terobosan dari Jordi Alba.

Kemenangan ini mengangkat Barcelona ke peringkat kelima di klasemen sementara La Liga, lantaran Real Sociedad gagal mengalahkan Getafe di Anoeta, dengan pertandingan berakhir imbang tanpa gol.

Baca Juga: 

Sementara itu, pimpinan klasemen Real Madrid dibuat kewalahan oleh Elche, lawan yang juga merepotkan mereka di babak 16 besar Copa del Rey tengah pekan lalu.

Los Blancos memerlukan babak perpanjangan waktu untuk menang pada laga Copa del Rey kontra Elche, dan kali ini di Santiago Bernabeu, tim besutan Carlo Ancelotti malah kebobolan dua gol lebih dulu.

Lucas Boye membuka skor menjelang jeda turun minum, sebelum Pere Milla menggandakannya pada menit ke-76.

Karim Benzema sebenarnya bisa membuka skor pada babak pertama, namun eksekusi penaltinya gagal berakhir gol. Alhasil, pada kesempatan kedua untuk mengeksekusi penalti pada menit ke-82, Luka Modric yang bertugas.

Sang gelandang timnas Kroasia pun sukses memperkecil ketertinggalan melalui penaltinya, namun Madrid perlu berterima kasih kepada Eder Militao, yang mencetak gol di masa injury time berkat umpan matang dari Vinicius Junior.

Dalam pertandingan lain yang dimainkan hari Minggu (23/1) malam kemarin WIB adalah Athletic Bilbao mengalahkan Rayo Vallecano 1-0, selagi Osasuna menumbangkan Granada 2-0.

Hasil pertandingan La Liga, Minggu (23/1) malam dan Senin (24/1) dini hari tadi WIB:

Granada 0-2 Osasuna — (David Garcia 64′, Kike Garcia 89′)

Real Madrid 2-2 Elche — (Luka Modric 82′ [p], Eder Militao 90+2′; Lucas Boye 42′, Pere Milla 76′)

Real Sociedad 0-0 Getafe

Rayo Vallecano 0-1 Athletic Bilbao — (Nico Serrano 30′)

Deportivo Alaves 0-1 Barcelona — (Frenkie de Jong 87′)

Continue Reading

Liga Spanyol

Ousmane Dembele Merasa Diperas karena Dipaksa Tinggalkan Barcelona

Published

on

By

Ousmane Dembele

Ousmane Dembele menekankan bahwa dirinya tidak akan menyerah kepada “pemerasan”, setelah dipaksa untuk meninggalkan Barcelona pada bursa transfer bulan Januari ini.

Sang penyerang timnas Prancis tidak disertakan dalam skuat yang diboyong oleh Xavi Hernandez dalam pertandingan kontra Athletic Bilbao di babak 16 besar Copa del Rey, Kamis (20/1) kemarin.

Itu merupakan buah dari kemunduran negosiasi perpanjangan kontraknya, yang dikabarkan sudah kolaps sejak tahun baru, dengan Xavi mengancam dalam konferensi persnya jelang laga kontra Bilbao.

Sang pelatih berkata bahwa pilihan Dembele pada saat ini adalah untuk menandatangani perpanjangan kontrak atau hengkang.

Itu kemudian diikuti oleh pencoretan sang pemain berusia 24 tahun dari skuat, dan juga pernyataan direktur Mateu Alemany, yang mengklaim bahwa Dembele perlu hengkang sebelum bursa transfer musim dingin ini ditutup.

“Kami memulai pembicaraan dengan agen Dembele pada bulan Juli lalu. Selama enam atau tujuh bulan telah berlalu sejak saat itu, sepanjang periode tersebut, kami telah berdialog dan selama itu pula, Barcelona telah mengajukan berbagai penawaran,” kata Alemany, dikutip dari Marca.

“Kami telah mencoba untuk mencari cara agar sang pemain bertahan bersama kami. Tawaran yang datang ditolak secara sistematis oleh perwakilannya.

“Kini, 11 hari sebelum periode terakhir bursa transfer, klub memahami bahwa sang pemain tidak ingin memperpanjang kontrak, dan bahwa dia tidak berkomitmen kepada proyek masa depan Barcelona.

“Dia dan perwakilannya telah diberi tahu bahwa dia harus meninggalkan klub, dan dia harus mencari klub baru sebelum tanggal 31 Januari.”

Menjawab situasi yang tidak kondusif perihal masa depannya, Ousmane Dembele membela diri lewat unggahannya di media sosial, menekankan bahwa ini sejenis pemerasan untuknya.

Baca Juga:

“Selama empat tahun terakhir, gosip tentang saya telah berkembang. Ada banyak kebohongan yang hina tentang saya, yang hanya bertujuan untuk merugikan saya,” tutur eks pemain Borussia Dortmund ini.

“Saya tak pernah menjawab, namun hari ini adalah yang terakhir. Saya akan menjawab tanpa menyerah terhadap pemerasan jenis apa pun, saya membantah siapa pun yang berpikir bahwa saya tidak berkomitmen kepada proyek di sini.

“Saya masih terikat kontrak dan saya sepenuhnya terlibat dan tersedia untuk pelatih, saya bukanlah orang yang menyerah kepada pemerasan.”

Continue Reading

Trending