Menko PMK Menilai Perlu ada Uji Klinis Tentang Kalung Antivirus Corona.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian harus berhati-hati dalam menyebarluaskan kalung antivirus corona. 

Menko PMK Menilai Perlu ada Uji Klinis Tentang Kalung Antivirus Corona.

Warta.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian harus berhati-hati dalam menyebarluaskan kalung antivirus corona. 

Muhadjir menganggap, perlu adanya pengujian secara klinis untuk membuktikan efesiensi penggunaan kalung antivirus. 

"Penting, jangan sampai kalau itu belum teruji secara klinis, belum teruji secara ilmuah, jangan segera disebarluaskan, didiseminasikan. Karena kalau sampai tidak cocok dengan apa yang diperkirakan, itu bisa memiliki dampak yang tidak baik" ujar Muhadjir 

Ia menambahkan, pihaknya mendukung setiap cara yang dilakukan untuk mengatasi pandemi virus corona. 

Cara itu dimulai dari penelitian antivirus sampai penemuan vitamin, obat yang diyakini bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan berbagai jenis perlatan yang diyakini bisa membunuh virus corona. 

"Itu perlu ada kajian yang mendalam, bisa dipertanggung jawabkan secara akademik maupun secara ilmiah," ujarnya

"Itu kan tidak semerta-merta. Ada uji coba, masa evaluasi, bagaimana respons, dan itu harus diteliti secara cermat," tambahnya

 

Kalung Antivirus Kementan, Tim Peneliti Jelaskan Cara Kerjanya ...

Seperti diketahui sebelumnya, Kementerian Pertanian mengungkapkan berencana membuat antivirus corona yang dibuat dari bahan eukaliptus. Nantinya, antivirus itu berbentuk kalung aromaterapi dan akan mulai diproduksi pada bulan depan. 
 
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menjelaskan produk ini telah melewati uji laboratorium peneliti pertanian. 

Dalam hasil penelitiannya, eukaliptus mampu membunuh 80-100 persen virus. 

Produk antivirus itu akan terus dikembangkan dengan target utamanya orang yang terpapar virus corona. 

Kalung antivirus corona itu merupakan produk eukaliptus yang diciptakan dengan teknologi nano yang telah diluncurkan pada Mei 2020. 

Sedangkan, untuk proses izin produk tersebut masih dalam proses. Untuk produk-produk lainnya sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan.