Mulai November Mendatang Twitter Tolak Iklan Politik

Twitter dan Facebook memiliki sikap berbeda tentang iklan politik. Saat ini Facebook masih memuat iklan politik dengan sejumlah syarat, berbeda halnya dengan Twitter yang sekarang melarang penuh keberadaan iklan tersebut dalam platform media sosialnya.

Mulai November Mendatang Twitter Tolak Iklan Politik

Warta.com - Twitter dan Facebook memiliki sikap berbeda soal iklan politik. Saat ini Facebook masih mau memuat iklan politik dengan sejumlah syarat, berbeda halnya dengan Twitter yang sekarang melarang penuh keberadaan iklan tersebut dalam platform media sosialnya. 

Pertengahan November 2019 nanti, Twitter menyatakan akan berhenti memuat iklan politik secara global. penghentian tersebut dikarenakan untuk mencegah penyebaran informasi palsu dari pelaku politik di media sosial. 

Hal ini diutarakan CEO Twitter, Jack Dorsey melalui akun twitter pribadinya, menurut Dorsey selama ini penyebaran iklan melalui internet memang sangat efektif untuk para pengiklan. 

Maka dari itu, hal ini membawa resiko besar ketika digunakan dalam konteks politik. Menurutnya, iklan politik bisa mempengaruhi pilihan yang kemudia berpengaruh pada kehidupan jutaan orang. 

"Kami sangat menyadari adalah bagian kecil dari ekosistem periklanan politik yang jauh lebih besar. Beberapa orang mungkin berargumen bahwa tindakan kami hari ini dapat menguntungkan pertahanan," ujar Dorsey.

"Namun, kami telah menyaksikan banyak gerakan sosial mencapai skala besar tanpa iklan politik. Saya percaya ini hanya akan tumbuh. Selain itum kita membutuhkan peraturan iklan politik yang lebih berpandangan ke depan (sangat sulit untuk dilakukan)," tambahanya

Dikutip dari The Verge, Kamis (31/10/19), keputusan ini diambil setelah Facebook, Twitter, dan youtube mendapatkan teguran dari calon presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden.