Connect with us

Financial

Begini Syarat Penerimaan Bantuan Subsidi Gaji Rp1 Juta

Published

on

Berikut Syarat Penerimaan Bantuan Subsidi Gaji Rp 1 Juta dari Pemerintah

Pemerintah akan memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau subsidi gaji Rp1 juta bagi pekerja yang gajinya di bawah Rp3,5 juta pada tahun 2022. Anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk program subsidi gaji mencapai Rp8,8 triliun dengan targetnya 8,8 juta pekerja.

Hal ini dikatakan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terkait data penerima subsidi gaji Rp1 juta yang akan dialokasikan kepada masyarakat.

“Ada program yang diarahkan bapak Presiden untuk pekerja, yaitu Bantuan Subsidi Upah [BSU] untuk para pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 Juta, untuk sebanyak 8,8 juta pekerja, yang direncanakan sebesar Rp1 juta,” katanya dikutip dari CNBC

Berikut Syarat Penerimaan Bantuan Subsidi Gaji Rp 1 Juta dari Pemerintah

blog.tribunjualbeli.com

Baca Juga:

Kementerian Tenaga Kerja juga telah mengelola BSU pada tahun 2020 dan 2021 dengan beberapa ketentuan mengenai kriteria penerima dan besaran bantuan yang diberikan. BSU 2020 bekerja untuk pekerja yang memiliki upah di bawah Rp5 juta.

Pada 2021, BSU menargetkan pekerja yang menetapkan kebijakan PPKM level 3 dan 4, dan memiliki upah di bawah Rp3,5 juta. Untuk daerah yang memiliki upah minimum lebih dari Rp3,5 juta, pembagian subsidi menggunakan upah minimum yang berlaku.

Berikut Syarat Penerimaan Bantuan Subsidi Gaji Rp 1 Juta dari Pemerintah

duckduckgo.com

Adapun syarat dan kriteria yang ditetapkan selain penghasilan bulanan yang diterima di bawah Rp3,5 juta, pekerja juga harus terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek).

Nantinya, Himbara akan menyalurkan subsidi gaji 2022. Hal ini disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah.

Berikut Syarat Penerimaan Bantuan Subsidi Gaji Rp 1 Juta dari Pemerintah

duckduckgo.com

“Yang tidak kalah penting adalah mereviu data calon penerima BSU 2022 bersama BPJS Ketenagakerjaan, dan berkoordinasi dengan pihak Himbara selaku bank penyalur,”kata Fauziyah.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan BSU 2022 yang akan dialokasikan merupakan kelanjutan dari program serupa yang diberikan selama pandemi Covid-19.

Program tersebut akan dilakukan melalui mekanisme atau skema jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) bagi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Financial

Netflix Hadirkan Paket Murah dengan Iklan pada Oktober Nanti

Published

on

By

netflix

Netflix bakal hadirkan paket murah dalam pilihan langganannya per Oktober 2022 mendatang. Adapun, langkah tersebut ditempuh untuk menarik kembali minat pelanggan setelah sebelumnya sempat mengalami kerugian.

Dilansir dari laman CNN Indonesia, Netflix akan sertakan iklan dalam paket murahnya tersebut. Menurutnya, paket langganan murah dengan iklan sudah sering dijumpai diberbagai platform streaming online.

“Setiap perusahaan streaming besar kecuali Apple punya atau telah mengumumkan layanan dengan iklan,” tulis Netflix.

Baca Juga:

Langganan dengan iklan sempat ditentang

Ilustrasi (Unsplash/CardMapr)

Sementara itu, ide untuk memasukkan iklan dalam paket murah sempat ditentang oleh Wakil Ketua Eksekutif Netflix Reed Hastings. Namun, dia berubah pikiran setelah melihat strategi yang dibangun oleh lawan perusahaannya.

“Salah satu cara untuk meningkatkan sebaran harga adalah dengan iklan pada paket kelas bawah dan mendapatkan harga yang lebih rendah dengan iklan,” katanya.

Menurut Hastings, langkah yang diambilnya kali ini dapat berbuah manis. Ia pun tidak ragu untuk segera meluncurkan paket murah tersebut.

“Kami tidak ragu. Ini akan berhasil,” ucapnya.

Netflix pernah kehilangan 200 ribu pelanggan

Ilustrasi (Unsplash/Malte Helmhold)

Di awal tahun 2022, platform streaming terbesar setelah HBO Max ini sempat kehilangan 200 ribu pelanggan. Hal tersebut menjadi sejarah kelam bagi Netflix selama ini dalam kiprahnya di layanan streaming online.

Dilansir dari Detik, turunnya jumlah pelanggan secara drastis diakibatkan adanya dampak dari kisruh antara Rusia dan Ukraina yang memengaruhi jumlah pelanggan mereka. Selain itu, adanya fitur sharing password juga ikut andil dalam turuunya jumlah pelanggan.

Terlebih lagi, ia juga harus menghadapi persaingan sengit dengan Disney Plus dan HBO Max yang kerap menawarkan konten-konten yang lebih menarik.

Continue Reading

Financial

Jack Dorsey Respons Rumor Jabat CEO Twitter Lagi

Published

on

By

Jack Dorsey

Pendiri sekaligus mantan CEO Twitter, Jack Dorsey, memberi tanggapan terhadap rumor yang mengaitkannya untuk kembali ke sosial media berlambang burung biru tersebut.

Seiring dengan pengakuisisian kepemilikan Twitter oleh Elon Musk, Dorsey dikabarkan akan kembali memimpin perusahaan yang telah ditinggalkan olehnya pada akhir tahun lalu tersebut.

“Tidak, saya tidak akan pernah menjadi CEO lagi,” kata Jack Dorsey dalam akun pribadi Twitter-nya, @jack, merespons pernyataan komedian Charles Wieand perihal kemungkinannya dibujuk Elon Musk untuk kembali ke Twitter.

Baca Juga:

Jack Dorsey pernah dicopot sebagai CEO Twitter

Sebelumnya, Dorsey pernah melakukan dipecat sebagai CEO Twitter pada tahun 2008 silam, hanya dua tahun setelah ikut membangun sebagai co-founder.

Jack Dorsey (Image: Pikiran Rakyat)

Namun pada 2015, Jack Dorsey kembali duduk sebagai salah satu pejabat Twitter hingga akhirnya mengundurkan diri pada November 2021 lalu.

Semenjak kepergiannya, Parag Agrawal telah memimpin Twitter sebagai CEO, namun ada kemungkinan bahwa Elon Musk bakal melengserkannya usai resmi mengambil alih kepemilikan perusahaan.

Elon Musk (Image: Ekonomi Bisnis)

Musk diwartakan bakal mengisi jabatan CEO Twitter untuk sementara selama beberapa bulan ke depan, namun dia mencari seorang CEO permanen untuk menjadi tangan kanannya.

CNBC melaporkan bahwa pada saat ini masih belum ada terlalu banyak diskusi tentang perombakan kepemimpinan di Twitter setelah resmi diambil alih oleh Musk.

Continue Reading

Financial

Elon Musk Berencana Pasang Tarif untuk Akun Komersial dan Pemerintah di Twitter

Published

on

By

Elon Musk

Pemilik anyar media sosial Twitter, Elon Musk, mencuit rencananya tentang memungut biaya dari para pengguna Twitter untuk keperluan komersial atau pemerintahan.

Namun demikian, Musk memastikan bahwa masyarakat umum bisa tetap menggunakannya secara gratis, selama tidak mengambil keuntungan secara komersial.

Elon Musk (Image: The Verge)

“Twitter akan selalu gratis untuk para pengguna kasual, namun mungkin akan [memungut] sedikit biaya untuk akun komersial/pemerintah,” demikian yang dicuit di akun @elonmusk.

Rencana Elon Musk menguangkan Twitter

Pada pekan lalu, Musk resmi mengakuisisi media sosial berlambang burung biru ini seharga 44 miliar dollar AS, atau setara dengan sekitar 634 triliun rupiah.

Akuisisi ini membuat Twitter beralih menjadi perusahaan privat, tak lagi melantai di bursa saham AS seperti sebelumnya.

Baca Juga:

Musk sendiri sebelumnya dikabarkan perlu berutang dari bank untuk menyelesaikan akuisisi Twitter, dan dia pernah mengklaim untuk menguangkan cuitan yang berisi informasi penting atau cuitan viral ketika menyampaikan rencananya kepada bank.

Sang pemilik Tesla ini juga akan membebankan biaya untuk siapa pun yang ingin menyematkan (embed) cuitan dari individu atau organisasi yang terverifikasi di masa depan.

Elon Musk (Image: SWA)

 

Continue Reading

Trending