Connect with us

Nasional

Hujan Deras di Depok Sebabkan 3 Baliho Jatuh

Published

on

hujan deras di depok

Sederet kejadian menimpa beberapa tempat imbas hujan deras di depok yang terjadi pada Kamis (7/4) sore. Salah satunya adalah jatuhnya baliho milik perusahan swasta.

Welman Naipospos selaku Kabid Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok mengkonfirmasi jatuhnya baliho tersebut.

“Ada 3 [baliho] jatuh, salah satu ukurang 10 meter kali 15 meter, punya perusahaan swasta. Balihonya kita singkirkan karena menimpa badan jalan,” katanya, sebagaimana dikutip dari laman News Detik.

Baliho yang jatuh akibat hujan deras di Depok (News Detik)

Lebih rinci, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamtan Kota Depok menyebutkan bahwa salah satu baliho yang roboh berada di lokasi persimpangan Parung Bingung, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas.

Akibat dari kejadian tersebut, lalu lintas di lokasi jatuhnya baliho sempat mengalami kemacetan. Sementara itu, baliho juga sempat mengenai pengendara mobil yang sedang melintas. Namun, beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga:

Hujan deras di Depok juga sebabkan atap rumah roboh dan pohon tumbang

Atap rumah yang roboh akibat hujan deras di Depok (News Detik)

Lebih lanjut, Damkar Depok juga turut terjun dalam upaya membantu rumah salah satu warga yang atapnya roboh akibat diterpa angin saat hujan berlangsung di Kedaung, Sawangan.

“Rumah roboh akibat angin kencang dan hujan deras. Luas area 50 meter persegi. Terima berita pukul 17.02 WIB. Itu atap rumah melayang-layang terbang,” ungkap Welman.

Kemudian, lalu lintas di Cinangka, Sawangan juga sempat terganggu akibat pohon yang tumbang pada Pukul 16.47 WIB.

Menanggapi hal tersebut, UPT Bojongsari menerjunkan 5 anggota nya untuk membantu dalam mengevakuasi pohon tumbang yang menutupi jalan.

Damkar Depok mengungkapkan pihaknya telah menangani tiga kejadian akibat hujan deras di Depok

“Ada pohon tumbang, baliho, atap rumah orang melayang-layang,” katanya.

Nasional

Waspada! Curanmor di Depok Sedang Merajalela

Published

on

By

curanmor di depok

Aksi pencurian motor atau curanmor di Depok kini sedang marak terjadi. Tercatat, sebanyak empat sepeda motor milik warga di Kecamatan Sawangan, Kota Depok berhasil dibawa kabur oleh pelaku.

Dilansir dari laman IDN Times, seorang korban bernama Asmanah, mengaku kehilangan empat sepeda motornya pada Senin (9/5) dini hari. Korban baru menyadari hal tersebut saat akan menunaikan salat subuh di masjid.

“Ketahuannya itu saat suami akan berangkat salah subuh ke masjid, pas lihat ke depan rumah empat motor hilang,” terangnya pada Kamis (12/5).

Baca Juga:

Aksi curanmor di Depok sempat terekam CCTV

Aksi curanmor di Depok yang berhasil terekam CCTV (IDN Times)

Untungnya, aksi curanmor  tersebut sempat terekam oleh CCTV. Sehingga, dapat memudahkan proses penyelidikan Polisi nantinya.

Berdasarkan pantauan dari rekaman, sebanyak dua orang pelaku menyatroni rumah korban pada pukul 04.00 WIB dan berhasil memasuki rumah dengan membobol dua gembok yang berukuran besar.

“Dari rekaman CCTV pelaku datang ke rumah kami sekitar pukul 04.00 WIB dengan jalan kaki berjumlah dua orang,” terangnya.

Polsek Bojongsari akan bantu pengungkapan pelaku

Aksi curanmor di Depok yang berhasil tertangkap CCTV (IDN Times)

Sementara itu, Asmanah beserta keluarga sudah melaporkan perkara hilangnya empat motor yang berhasil dicuri oleh pelaku ke Polsek Bojongsari.

“Suami sudah laporan ke Polsek Bojongsari atas empat motor yang hilang,” katanya.

Iptu Bowo selaku Kanit Reskrim Polsek Bojongsari mengatakan, pihaknya belum menerima laporan terkait curanmor di Depok. Kendati demikian, pihaknya akan tetap membantu untuk melakukan pengungkapan pelaku.

“Sampai saat ini kami belum menerima, namun kami akan membantu melakukan pengungkapan,” ungkap Bowo.

Continue Reading

Nasional

Menko PMK Sebut Indonesia Masuki Endemi COVID-19 Secara De Facto

Published

on

By

menko pmk

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy sebut Indonesia sudah memasuki fase endemi COVID-19.

Dilansir dari Tirto.id, Muhajir menuturkan bahwa kasus COVID-19 bukanlah penyakit yang perlu dikhawatirkan lagi. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah kasus aktif, tingkat keterisian rumah sakit, hingga angka kematian yang terus mengalami penurunan.

“Intinya pokoknya dilihat dari angka kasus aktif, positivity rate, tingkat okupansi rumah sakit, kemudian angka kematian [COVID-19] sekarang sudah ada tanda-tanda bukan tertinggi dari penyakit yang ada,” ujar Muhadjir pada Rabu (11/5).

Baca Juga:

Kemenko PMK lakukan survei internal

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (Bukti.id)

Berdasarkan survei internal yang telah dilakukan oleh Kemenko PMK, tingkat kematian COVID-19 kini berada di peringkat 14. Sehingga, COVID-19 kini bukanlah menjadi ancaman yang sangat serius.

“Yang paling tinggi kematian itu kanker, kemudian pneumonia, pneumonia non-spesifik, dan sekarang COVID-19 yang meninggal sudah di rangking 14. Jadi sudah bukan lagi ancaman,” tuturnya.

Menurut Muhadjir, Indonesia sebetulnya sudah memasuki fase endemi jika dilihat dari beberapa faktor tersebut.

“Tetapi dilihat dari beberapa indikator itu kita sebetulnya de facto [secara fakta] sudah menuju ke endemi,” imbuhnya.

Optimis masuk fase endemi jika tidak ada kenaikan kasus pasca-hari libur

Ilustrasi (Unsplash/Sylwia Bartyzel)

Menurutnya, Indonesia dengan pasti akan memasuki fase endemi jika tidak terjadi lonjakan kasus pasca-hari libur Idulfitri.

“Taruhannya setelah libur tahunan ini. Kalau nanti setelah Idulfitri, 2 minggu atau 3 minggu nanti tidak ada kenaikan kasus. Maka kita optimis segera transisi ke endemi,” ucapnya.

Continue Reading

Nasional

Peringati Hari Buruh Internasional, KSPSI Kerahkan 12 Ribu Buruh di GBK

Published

on

By

hari buruh internasional

Aksi Hari Buruh Internasional atau May Day akan diikuti oleh 12.800 massa buruh. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Buruh Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani.

“KSPSI kita tetap setia pada garis perjuangan. Dan pada [tanggal] 14 kami akan bersama 60 ribu buruh di GBK nanti dengan damai. KSPSI akan kerahkan 12.800 orang,” katanya di tengah demonstrasi pada Kamis (12/5), dikutip dari CNN Indonesia.

Baca Juga:

KSPSI bawa 4 Tuntutan saat aksi Hari Buruh Internasional nanti

Ilustrasi (Antara/Moch Asim)

Sementara itu, KSPSI akan membawa empat tuntutan pada saat aksi Hari Buruh Internasional yang direncanakan akan dihelat pada Sabtu, 14 Mei 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Pertama, menolak Undang-undang Cipta Kerja. Kedua, menolak revisi Undang-undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (RUU PPP).

Kemudian, buruh menolak revisi UU 21 tahun 2000 tentang Berserikat Bagi Buruh, dan terakhir menolak upah murah dan keberangusan bagi serikat kerja.

Aksi Hari Buruh Internasional sempat digeser

Ilustrasi (Sindo News)

Jauh sebelumnya, aksi Hari Buruh yang biasanya dihelat pada 1 Mei, sempat digeser menjadi 12 Mei. Hal tersebut karena berbarengan dengan malam takbiran yang jatuh pada 1 Mei.

“May Day [Hari Buruh] tahun ini digeser, karena kemungkinan bertepatan dengan malam takbiran. Jadi, kami minta seluruh anggota KSPSI merayakannya dengan doa bersama di tempat masing-masing,” ujar Andi pada Kamis (28/4).

Continue Reading

Trending