Connect with us

Nasional

Rizky Billar dan Lesti Kejora Diperiksa Bareskrim Terkait DNA Pro

Published

on

Rizky Billar

Rizky Billar dan Lesti Kejora akan diperiksa oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi (Dittipideksus) terkait robot trading DNA Pro.

Pasangan nyentrik ini terseret kasus penipuan investasi bodong robot trading DNA Pro lantaran pernah menerima sejumlah uang dengan nilai Rp1 miliar dari salah satu Co-Founder DNA Pro, Steven Richard.

Uang tersebut diberikan kepada Rizky Billar dan Lesti Kejora dalam rangka hadiah kelahiran sang buah hati, Baby L. Menurut dari beberapa kalangan, uang yang diberikan oleh Steven terhadap pasangan tersebut adalah suatu bentuk upaya pencucian uang.

Potret Rizky Billar dan Lesti Kejora bersama Baby L (Instagram)

Baca Juga:

Rizky Billar dan Lesti Kejora diperiksa hari ini

Rizky dan Lesti (IDN Times)

Awalnya, pemeriksan pasangan seleberitis ini dijadwalkan pada hari Selasa (19/4). Tanpa alasan yang diketahui dengan jelas, jadwal pemeriksaan diubah menjadi Rabu (20/4).

Kombes Pol Gatot Repli Handoko selaku Kabag Penum Div Humas Polri mengkonfirmasi perihal perubahan jadwal pemeriksaan tersebut.

“Info dari penyidik tadi setelah rilis dikonfimasi lagi dijadwalkan Rabu,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari laman IDN Times.

Pengacara Rizky dan Lesti, Sandi Arifin, menegaskan kliennya akan menghadiri pemeriksaan yang akan dilakukan pada Rabu nanti.

“Kita akan hadir besok, jam 13.00 WIB, Kooperatif,” ujarnya.

Jauh sebelumnya, penyanyi tersohor, Rossa, juga ikut terseret dalam kasus penipuan investasi bodong trading DNA Pro. Penyanyi yang kerap disebut teh ocha ini diperiksa oleh Bareskrim pada Selasa (19/4).

Tak terkecuali perancang busana, Ivan Gunawan, serta seorang personel dari Project Pop, Yossi juga tak luput dari pemeriksaan Bareskrim terkait kasus DNA Pro.

Nasional

Dea OnlyFans Hamil 5 Bulan, Tidak Dilakukan Penahanan?

Published

on

By

dea onlyfans

Duduk perkara kasus penyebaran konten pornografi Dea OnlyFans kembali mencuat. Pasalnya, Dea mengaku hamil 5 bulan di tengah penyidikan kasus yang menimpa dirinya.

Selain itu, Dea juga meminta adanya penangguhan penahanan mengingat kondisinya saat ini yang tengah mengandung.

Kombes Pol Endra Zulpan selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya menuturkan, kondisi Dea OnlyFans yang tengah hamil tidak memengaruhi penyidikan dan proses hukum pun tetap berjalan sebagaimana mestinya. Namun, kemungkinan besar tidak akan dilakukan penahanan.

“Jadi itu tidak memengaruhi penyidikan, walaupun sedang hamil, mungkin langkah dari segi kemanusiaan tidak dilakukan penahanan, tetapi langkah proses hukum tetap jalan,” katanya, dikutip dari IDN Times.

Baca Juga:

Penangguhan penahanan Dea menjadi wewenang kejaksaan

Dea OnlyFans saat tengah menghadiri suatu acara podcast (Youtube)

Menurut Zulpan, penangguhan penahanan terhadap Dea bukanlah wewenang dari pihaknya. Tetapi, sepenuhnya menjadi kewenangan kejaksaan.

“Itu [penangguhan penahanan] kewenangan kejaksaan,” ungkapnya pada Rabu (18/5).

Sementara itu, penyidik Polda Metro Jaya masih menyusun berkas untuk pelimpahan berkas tahap kedua (P21). Setelah itu, wewenang akan sepenuhnya diambil alih oleh kejaksaan.

Dea OnlyFans merasa sedih atas kehamilannya

Potret Dea Onlyfans (Instagram @gresaidss)

Jauh sebelumnya, Dea menyatakan kehamilannya pada Selasa (17/5) pada saat menjalankan wajib lapor di Polda Metro Jaya.

Kendati demikian, Dea mengaku akan tetap menjalani proses hukum yang berjalan. Namun, ia merasa sedih lantaran kasus yang menimpanya akan memengaruhi kondisi anaknya nanti.

“Saya peranggungjawabkan kesalahan saya, tapi yang jadi permasalahan saya, anak ini nanti bagaimana kalau saya masih berlarut dalam masalah seperti ini? Anak ini bagaimana? Itu yang saya sedihkan,” katanya.

 

Continue Reading

Nasional

4 Orang Remaja Tergulung Ombak di Pantai Cibobos, 1 Orang Meninggal

Published

on

By

pantai cibobos

Empat orang remaja tergulung ombak saat tengah berenang di Pantai Cibobos, Kecamatan Cihara, Lebak Selatan, Banten, pada Rabu (18/5). Akibat dari kejadian nahas tersebut, satu orang dikonfirmasi meninggal dunia.

Herdi selaku Relawan BPBD Lebak menuturkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Sementara itu, keempat korban mendatangi Pantai Cibobos pada pukul 12.00 WIB.

“Kejadiannya hari ini sekitar pukul 12.00 WIB kira-kira datangnya, ya. Sekitar pukul 14.00 WIB kejadiannya, empat orang terseret ombak,” ungkapnya pada Rabu (18/5), sebagaimana diwartakan Detik.

Baca Juga:

1 orang belum ditemukan terkait insiden di Pantai Cibobos

Ilustrasi (Unsplash/Tim Marshall)

Adapun, keempat remaja tersebut adalah Arda (11), Gepin (12), Rizki (13, dan Hamdi (13). Korban tersebut merupakan warga Pandeglang yang bertujuan untuk berwisata di Pantai Cibobos.

Sementara itu, korban atas nama Gepi dan Rizki berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan Hamdi ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Lalu, satu orang lainnya atas nama Arda belum ditemukan. Korban yang meninggal dunia kemudian dibawa ke Puskesmas Cihara

Sudah dilarang berenang oleh petugas lapangan

Ilustrasi (Unsplash/Reuben)

Menurut Herdi, petugas lapangan di Pantai Cibobos sudah melarang untuk berenang dikarenakan kondisi ombak yang sedang tinggi.

Namun, keempat orang remaja tersebut tidak menghiraukan imbauannya dan tetap berenang sehingga terjadilah peristiwa nahas.

“Iya lagi berlibur, melihat laut mungkin ini mandi [berenang]. Ada larangan berenang, tapi kan orang suka memaksa, jadi suka curi-curi tempat buat berenang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ketika mendapatkan laporan mengenai orang yang tergulung ombak, petugas segera melakukan tindak pencarian. Korban yang meninggal dunia ditemukan oleh petugas sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

 

Continue Reading

Nasional

PA 212 Pertimbangkan Turun Tangan untuk Kasus UAS Ditolak Singapura

Published

on

By

PA 212

Presiden Alumni 212 (PA 212) mempertimbangkan untuk turun tangan dalam menanggapi kasus penolakan Ustaz Abdul Somad (UAS) oleh Singapura.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Dewan Syuro PA 212, Slamet Maarif, yang mengklaim bahwa pihaknya bisa saja menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Singapura karena hal ini.

“Sedang dipertimbangkan,” kata Slamet ketika ditanyakan oleh CNNIndonesia.com perihal apakah akan menggelar aksi di Kedubes Singapura, Rabu (18/5) kemarin.

Ustaz Abdul Somad (Image: Republika)

UAS ditolak karena dianggap sebagai penceramah ekstremis, selagi Singapura adalah negeri yang dikenal penuh toleransi terhadap berbagai ras dan agama.

Namun menurut Slamet, penolakan UAS ini dianggap serupa seperti kasus Habib Rizieq Shihab, yang banyak dicekal di berbagai negara.

“Ini mirip-mirip lah sama kasus HRS di berbagai negara,” lanjut Slamet, masih dari CNN.

Baca Juga:

PA 212 sayangkan bungkamnya pemerintah

Pemerintah Indonesia sejauh ini menolak untuk ikut campur dalam kasus UAS, sesuatu hal yang disayangkan oleh pihak PA 212. Oleh karena itu, Slamet dan kolega berencana untuk turun tangan sendiri.

“Rasanya perlu Singapura diberi pelajaran manis tentang ini,” lanjutnya.

Di sisi lain, pihak pemerintah bukannya tidak tahu, namun memang menganggap bahwa masalah ini bukanlah urusan mereka.

Ali Mochtar Ngabalin (Image: fajar.co.id)

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menuturkan bahwa penolakan ini adalah urusan Singapura dengan UAS, bukan pemerintah Indonesia.

“Itu kan bukan urusannya pemerintah RI, urusannya dengan kedaulatan negara Singapura terhadap mereka punya kewenangan untuk beri penilaian apakah seseorang itu bisa datang, masuk ke negara itu,” kata Ngabalin, dilansir CNN.

Continue Reading

Trending