Connect with us

Nasional

Kooperatif, Rossa Penuhi Panggilan Bareskrim Terkait DNA Pro

Published

on

rossa

Penyanyi Sri Rossa Roslaina Handiyani atau kerap disapa Rossa penuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri terkait kasus investasi bodong robot trading DNA Pro.

Dilansir dari laman News Detik, Rossa atau akrab disapa Teh Ocha itu hadiri pemeriksaan pada hari Kamis (21/4) dan tiba di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan sekitar pukul 19.09 WIB dengan menggunakan blazer hitam.

Kombes Yuldi Yusman selaku Kasabudit I Dittipediksus Bareskrim mengonfrimasi hal tersebut.

“Jadi datang. Baru sampai Bareskrim,” ungkapnya.

Baca Juga:

Rossa datang sebagai saksi

Teh ocha saat tiba di gedung Bareskrim (Detik/Adhyasta)

Sementara itu, Rossa penuhi panggilan polisi dan dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. Terlebih lagi, ia datang hanya bermodalkan persiapan mental tanpa dilengkapi dengan dokumen apa pun.

“Kita dapat panggilan sebagai saksi untuk memberikan keterangan. Persiapannya cuma persiapan mental. Nggak ada [bawa dokumen]. Belum tahu juga pertanyaannya apa, tunggu saya naik dulu,” tuturnya, sebagaimana dikutip dari laman News Detik.

Uang hasil manggung akan disita sementara

Usai dilakukan pemeriksaan (Celebrity Okezone)

Diketahui, pemeriksaan yang dilakukan terhadap Rossa berjalan selama kurang lebih 2,5 jam. Lebih lanjut, ia ditanya keterkaitan dirinya terhadap DNA Pro, termasuk saat dirinya menjadi penyanyi dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh DNA Pro.

“Cuma keterkaitan saya, ditanya keterkaitan apa. Saya bilang saya nyanyi untuk acara DNA Pro. Jadi Cuma satu kali nyanyi di acara itu,” jelasnya.

Dengan begitu, penyidik akan menyita sementara uang hasil bayaran dari acara tersebut.

“Insha Allah. Bukan dikembalikan. Sebagai barang bukti, jadi mungkin disita sementara,” katanya.

Kendati demikian, dirinya mengaku siap untuk mengembalikan uang yang diterimanya jika suatu saat harus disita oleh Bareskrim.

“kalau memang ada yang harus dikembalikan, saya juga akan kembalikan sesuai jumlah yang harus dikembalikan,” imbuhnya.

Nasional

Waspada! Curanmor di Depok Sedang Merajalela

Published

on

By

curanmor di depok

Aksi pencurian motor atau curanmor di Depok kini sedang marak terjadi. Tercatat, sebanyak empat sepeda motor milik warga di Kecamatan Sawangan, Kota Depok berhasil dibawa kabur oleh pelaku.

Dilansir dari laman IDN Times, seorang korban bernama Asmanah, mengaku kehilangan empat sepeda motornya pada Senin (9/5) dini hari. Korban baru menyadari hal tersebut saat akan menunaikan salat subuh di masjid.

“Ketahuannya itu saat suami akan berangkat salah subuh ke masjid, pas lihat ke depan rumah empat motor hilang,” terangnya pada Kamis (12/5).

Baca Juga:

Aksi curanmor di Depok sempat terekam CCTV

Aksi curanmor di Depok yang berhasil terekam CCTV (IDN Times)

Untungnya, aksi curanmor  tersebut sempat terekam oleh CCTV. Sehingga, dapat memudahkan proses penyelidikan Polisi nantinya.

Berdasarkan pantauan dari rekaman, sebanyak dua orang pelaku menyatroni rumah korban pada pukul 04.00 WIB dan berhasil memasuki rumah dengan membobol dua gembok yang berukuran besar.

“Dari rekaman CCTV pelaku datang ke rumah kami sekitar pukul 04.00 WIB dengan jalan kaki berjumlah dua orang,” terangnya.

Polsek Bojongsari akan bantu pengungkapan pelaku

Aksi curanmor di Depok yang berhasil tertangkap CCTV (IDN Times)

Sementara itu, Asmanah beserta keluarga sudah melaporkan perkara hilangnya empat motor yang berhasil dicuri oleh pelaku ke Polsek Bojongsari.

“Suami sudah laporan ke Polsek Bojongsari atas empat motor yang hilang,” katanya.

Iptu Bowo selaku Kanit Reskrim Polsek Bojongsari mengatakan, pihaknya belum menerima laporan terkait curanmor di Depok. Kendati demikian, pihaknya akan tetap membantu untuk melakukan pengungkapan pelaku.

“Sampai saat ini kami belum menerima, namun kami akan membantu melakukan pengungkapan,” ungkap Bowo.

Continue Reading

Nasional

Menko PMK Sebut Indonesia Masuki Endemi COVID-19 Secara De Facto

Published

on

By

menko pmk

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy sebut Indonesia sudah memasuki fase endemi COVID-19.

Dilansir dari Tirto.id, Muhajir menuturkan bahwa kasus COVID-19 bukanlah penyakit yang perlu dikhawatirkan lagi. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah kasus aktif, tingkat keterisian rumah sakit, hingga angka kematian yang terus mengalami penurunan.

“Intinya pokoknya dilihat dari angka kasus aktif, positivity rate, tingkat okupansi rumah sakit, kemudian angka kematian [COVID-19] sekarang sudah ada tanda-tanda bukan tertinggi dari penyakit yang ada,” ujar Muhadjir pada Rabu (11/5).

Baca Juga:

Kemenko PMK lakukan survei internal

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (Bukti.id)

Berdasarkan survei internal yang telah dilakukan oleh Kemenko PMK, tingkat kematian COVID-19 kini berada di peringkat 14. Sehingga, COVID-19 kini bukanlah menjadi ancaman yang sangat serius.

“Yang paling tinggi kematian itu kanker, kemudian pneumonia, pneumonia non-spesifik, dan sekarang COVID-19 yang meninggal sudah di rangking 14. Jadi sudah bukan lagi ancaman,” tuturnya.

Menurut Muhadjir, Indonesia sebetulnya sudah memasuki fase endemi jika dilihat dari beberapa faktor tersebut.

“Tetapi dilihat dari beberapa indikator itu kita sebetulnya de facto [secara fakta] sudah menuju ke endemi,” imbuhnya.

Optimis masuk fase endemi jika tidak ada kenaikan kasus pasca-hari libur

Ilustrasi (Unsplash/Sylwia Bartyzel)

Menurutnya, Indonesia dengan pasti akan memasuki fase endemi jika tidak terjadi lonjakan kasus pasca-hari libur Idulfitri.

“Taruhannya setelah libur tahunan ini. Kalau nanti setelah Idulfitri, 2 minggu atau 3 minggu nanti tidak ada kenaikan kasus. Maka kita optimis segera transisi ke endemi,” ucapnya.

Continue Reading

Nasional

Peringati Hari Buruh Internasional, KSPSI Kerahkan 12 Ribu Buruh di GBK

Published

on

By

hari buruh internasional

Aksi Hari Buruh Internasional atau May Day akan diikuti oleh 12.800 massa buruh. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Buruh Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani.

“KSPSI kita tetap setia pada garis perjuangan. Dan pada [tanggal] 14 kami akan bersama 60 ribu buruh di GBK nanti dengan damai. KSPSI akan kerahkan 12.800 orang,” katanya di tengah demonstrasi pada Kamis (12/5), dikutip dari CNN Indonesia.

Baca Juga:

KSPSI bawa 4 Tuntutan saat aksi Hari Buruh Internasional nanti

Ilustrasi (Antara/Moch Asim)

Sementara itu, KSPSI akan membawa empat tuntutan pada saat aksi Hari Buruh Internasional yang direncanakan akan dihelat pada Sabtu, 14 Mei 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Pertama, menolak Undang-undang Cipta Kerja. Kedua, menolak revisi Undang-undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (RUU PPP).

Kemudian, buruh menolak revisi UU 21 tahun 2000 tentang Berserikat Bagi Buruh, dan terakhir menolak upah murah dan keberangusan bagi serikat kerja.

Aksi Hari Buruh Internasional sempat digeser

Ilustrasi (Sindo News)

Jauh sebelumnya, aksi Hari Buruh yang biasanya dihelat pada 1 Mei, sempat digeser menjadi 12 Mei. Hal tersebut karena berbarengan dengan malam takbiran yang jatuh pada 1 Mei.

“May Day [Hari Buruh] tahun ini digeser, karena kemungkinan bertepatan dengan malam takbiran. Jadi, kami minta seluruh anggota KSPSI merayakannya dengan doa bersama di tempat masing-masing,” ujar Andi pada Kamis (28/4).

Continue Reading

Trending