Connect with us

Nasional

Bagasi Lion Air Terlambat Berjam-jam di Soetta

Published

on

Lion Air

Akhir-akhir ini terdapat sebuah video yang sedang viral, menampilkan aksi protes oleh beberapa penumpang pesawat terhadap pihak pengambilan bagasi yang sampai berjam-jam lamanya.

Lion Air

Dalam video itu, terlihat beberapa orang yang mengelilingi seorang petugas meminta kejelasan terkait bagasi mereka yang tak kunjung datang, padahal mereka sudah landing sekitar 3 jam lalu.

Berdasarkan keterangan dari akun yang menunggah video, disebutkan bahwa kejadian ini terjadi di Bandara Internasional Seokarno-Hatta, Tangerang pada hari Minggu (27/03).

Terdengar suara penumpang yang ingin melaporkan kejadian tersebut karena mereka merasa dirugikan.

Baca Juga:

Video yang beredar di media sosial TikTok hingga Selasa (29/03) sudah disukai 15,1 ribu dan dibagikan oleh 17ribu pengguna.

Ternyata, maskapai yang bersangkutan adalah Lion Air. Ketika dimintai penjelasan pihak Lion Air mengatakan bahwa terjadinya keterlambatan barang karena kondisi cuaca yang buruk.

Tanggapan Lion Air

“Saat tahapan penanganan bagasi, kondisi cuaca hujan deras yang mengakibatkan tertundanya penurunan bagasi,” ujar Danang Mandala Prihantoro selaku Corporate Communications Strategic of Lion Air Group.

Lion Air

Kejadian ini melibatkan pesawat dengan nomor terbang JT-127 rute bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung menuju Bandara Soekarno Hatta pada Minggu (27/03) pagi

Atas peristiwa tersebut Lion Air menyampaikan permohonan maaf mereka.

Nasional

Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura, Ini Alasannya!

Published

on

By

ustaz abdul somad

Ustaz Abdul Somad atau kerap disapa UAS gencar diberitakan mengalami penolakan untuk memasuki wilayah Singapura.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Dalam Negeri Singapura akhirnya angkat bicara.

Dilansir dari laman Detik, Ustaz Abdul Somad tiba di Terminal Feri Tanah Merah Singapura pada 16 Mei 2022 bersama dengan enam pendamping perjalanan. Kemudian, Somad sempat diwawancarai oleh sekelompok orang dan berujung penolakan untuk memasuki Singapura. Akhirnya, Somad ditempatkan di Feri kembali ke Batam pada hari yang sama.

Baca Juga:

Ustaz Abdul Somad dikenal sebagai penceramah ekstremis

Sosok Ustaz Abdul Somad (Instagram)

Melalui keterangan tertulis, Kementerian Dalam Negeri Singapura menyebutkan, Somad dikenal sebagai penceramah esktremis. Hal tersebut tidak dapat diterima oleh masyarakat di Singapura yang multi-ras dan multi-agama.

“Somad dikenal sebagai penceramah ekstremis dan mengajarkan segregasi, yang tidak dapat diterima dalam masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura. Misalnya, Somad telah mengkhotbahkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi syahid,” tulisnya.

Merendahkan agama lain

Sosok Ustaz Abdul Somad (kastara.id)

Lebih lanjut, Kemendagri Singapura juga menyebut Ustaz Abdul Somad pernah merendahkan agama lain melalui khotbahnya.

“Dia juga membuat komentar yang merendahkan angora komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal jin [roh/setan] kafir. Selain itu, Somad juga secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai kafir,” lanjutnya.

Berpura-pura untuk kunjungan sosial

Selain itu, Somad juga kedapatan memasuki Singapura dengan berpura-pura untuk kunjungan sosial. Menurutnya, setiap pengujung yang akan memasuki Singapura harus memiliki tujuan yang jelas.

“Masuknya seorang pengunjung ke Singapura bukanlah otomatis atau hak. Setiap kasus dinilai. Sementara Somad berusaha memasuki Singapura dengan pura-pura untuk kunjungan sosial,” lanjut pernyataannya.

Continue Reading

Nasional

Satgas RI: Indonesia Transisi Pandemi ke Endemi

Published

on

By

satgas indonesia endemi

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 sebut Indonesia sudah memasuki massa transisi dari pandemi menjadi endemi.

Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Satgas COVID-19 menegaskan, masyarakat harus tetap waspada dan tetap menjaga pola hidup sehat dikarenakan pandemi secara global belum usai.

“Kita sudah menuju transisi pandemi ke endemi, kan pandemi belum selesai secara global dan itu ditentukan oleh WHO, dan kita sudah masuk ke dalam masa transisi,” tegasnya pada Selasa (17/5), sebagaimana diwartakan CNN Indonesia.

Baca Juga:

Satgas RI sebut pemeriksaan PCR-Antigen juga dihilangkan terkait transisi ke Endemi

Satgas RI Sebut Indonesia transisi dari Pandemi menuju Endemi (Unsplash/Annie Spratt)

Sementara itu, pemerintah juga melakukan pelonggaran terhadap beberapa peraturan dalam penanganan COVID-19.

Menurut Wiku, pemerintah kini menghapus kebijakan pemeriksaan COVID-19 yaitu PCR-Antigen bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN).

Hal tersebut berlaku bagi pelaku perjalanan yang sudah menerima dua dosis vaksin ataupun booster. Adapun, kebijakan tersebut sudah berlaku mulai hari ini Rabu (18/5).

Kemudian, pemerintah juga mengizinkan masyarakat untuk melepas masker saat tengah beraktivitas di ruangan terbuka yang tidak padat manusia. Tetapi, masyarakat diimbau untuk tetap menggunakan masker di ruangan tertutup saat di transportasi publik.

Sebagai momentum pemulihan ekonomi nasional

Ilustrasi (Unsplash/Towfiqu barbhuiya)

Lebih lanjut, Wiku menyebutkan, dengan beralihnya status Indonesia dari pandemi ke endemi dapat menjadi momentum pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia menjalani massa pandemi selama dua tahun. Pada masa itu, banyak masyarakat Indonesia yang mengalami kerugian.

“Pada momentum ini pemerintah sepakat untuk memanfaatkan waktu untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional yang terdampak akibat pandemic selama 2 tahun belakangan ini agar dapat kembali pulih,” tutur Wiku.

 

Continue Reading

Nasional

Kecelakaan di Tol Cipularang Renggut Nyawa Dua Orang Mahasiswa

Published

on

By

Kecelakaan di Tol Cipularang

Dua orang mahasiswa asal Jakarta dan Bekasi meninggal dunia setelah sebuah mobil travel mengalami kecelakaan di Tol Cipularang, Purwakarta, Jawa Barat pada hari Selasa (17/5) kemarin.

Sebagaimana dikutip dari detik, kecelakaan juga membuat sopir dari mobil travel itu mengalami luka berat. Kecelakaan ini terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Sepasang mahasiswa yang meninggal dunia adalah Herickson Manumpak (27), seorang warga Duren Sawit, Jakarta Timur, dan Felicia (22), yang merupakan warga Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Mobil travel yang kecelakaan di Tol Cipularang (Image: Detik)

Sedangkan untuk sang sopir travel  yang mengalami luka berat adalah Yayan Sofiyana (30), yang merupakan warga Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung.

Kanit Laka Polres Purwarkta Ipda Jamal Nasir mengonfirmasi bahwa kedua korban yang meninggal dunia merupakan para mahasiswa.

Baca Juga:

Kronologi kecelakaan di Tol Cipularang

Kecelakaan ini terjadi di ruas jalan Tol Cipularang arah Jakarta menuju ke Bandung, atau berada di jalur A.

Kecelakaan terjadi di kilometer 95.500, dengan sang sopir travel diduga gagal mengendalikan kendaraannya karena kantuk hingga mengalami oleng yang fatal ke kiri dan menghantam sebuah truk.

Mobil remuk pascakecelakaan (Image: Detik)

“Pengemudi mengantuk sehingga oleng ke kiri, menabrak bagian kanan truk yang berjalan di lajur satu,” kata Kanit PJR Tol Cipularang Iptu Sumarsono, dilansir detik.

Continue Reading

Trending