Connect with us

News

Tak Proses Kasus Korupsi di Bawah Rp50 Juta, Ini Penjelasan Kejagung

Published

on

Kejagung

Febrie Adriansyah, selaku Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) untuk Kejaksaan Agung, menuturkan bahwa tindak pidana korupsi untuk nilai kerugian di bawah Rp50 juta tidak akan diproses oleh Kejagung.

Kendati demikian, penerapan peraturan korupsi di bawah Rp50 juta yang tidak diproses ini akan dilaksanakan secara hati-hati.

“Peraturannya sudah ada, peraturan di bawah Rp50 juta itu sudah ada pada kami [jaksa]. Tapi itu kan sangat hati-hati dilakukan,” kata Febrie, sebagaimana dilansir dari Tirto.id.

Menurutnya, hukuman akan disesuaikan perbuatan korupsi, dan untuk nilai Rp50 juta, akan dipertimbangkan skala dampak yang disebabkan oleh tindakan tersebut.

“Apa kira-kira akibatnya, apakah mungkin maksud Rp50 juta ini kami identifikasi yang pertama terjadi di mana, dan akibat korupsi ini sebesar apa, jadi itu diperhitungkan pula,” lanjutnya.

Namun demikian, terdakwa korupsi tetap diwajibkan untuk mengembalikan jumlah uang yang digelapkan di bawah Rp50 juta.

Baca Juga:

Ditekankan olehnya, pemberian hukuman secara internal oleh lembaga negara tempat sang terdakwa bekerja bisa diberlakukan, berupa hukuman disiplin.

“Jadi tidak terputus bahwa itu [kerugian] di bawah Rp50 juta dengan dikembalikan kasus dihentikan. Ya, ada beberapa pertimbangan juga maksud Pak Jaksa Agung,” kata Febrie.

Isu ini berkembang setelah Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengutarakan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI, Kamis (27/1) kemarin, mengatakan bahwa Kejagung tidak akan memproses pelaku korupsi yang merugikan negara di bawah Rp50 juta.

“Untuk tindak pidana korupsi dengan kerugian keuangan negara di bawah Rp50 juta diselesaikan dengan cara pengembalian kerugian keuangan negara,” kata Burhanuddin.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

International

Jepang Bawa Kabar Baik Soal Perubahan Iklim

Published

on

By

Jepang

Pemerintah Jepang melaporkan adanya rekor terendah dalam emisi gas rumah kaca di negara tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Kementerian Lingkungan Jepang pada hari Jumat (15/4) lalu dalam sebuah laporan.

Dalam laporan itu, emisi gas rumah kaca di Negeri Matahari Terbit itu turun ke rekor terendah mencapai 5,1% pada tahun keuangan yang berakhir Maret 2021.

Menurut mereka, ini diakibatkan karena kegiatan industri yang melambat akibat pandemi dan penggunaan energi terbarukan lebih luas.

“Emisi untuk 2020-2021 turun menjadi 1,15 miliar ton karbon dioksida (Coo2) dari 1,21 miliar ton tahun sebelumnya,” ujar lembaga yang dikutip dari CNBC Indonesia.

Baca Juga:

Pencapaian Jepang masih jauh dari target

Energi terbarukan menyumbang hampir 19,8% dari pembangkit tenaga listrik sebesar satu triliun kilowatt per jam, pada 2020 sampai 2021. Sementara energi nuklir menyumbang 3,9%, tenaga panas naik 76,3% dalam waktu yang bersamaan.

Masayuki Koiwa selaku direktur Kementerian Lingkunan Jepang berkata bahwa pencapaian ini masih jauh dari target. Mereka bahkan tidak yakin penurunan ini akan terus berjalan.

“Untuk mencapai target 2030 dan target netralitas karbon 2050, kita harus memaksimalkan energi terbarukan,” ujarnya.

Continue Reading

Nasional

Vanessa Khong dan Ayahnya Ditahan di Rutan Bareskrim 20 Hari

Published

on

By

Vanessa Khong

Pacar dari tersangka penipuan Indra Kenz, Vanessa Khong, dan sang ayah, Rudianto Pei, sudah resmi ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri.

Sebelum ditahan, mereka ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan trading Binomo.

Hal ini dikonfirmasi oleh pihak kepolisian terkait penahanan Vanessa dan sang ayah di rutan bareskrim.

“Betul, penyidik menahannya. Mulai dari tadi pagi,” ujar Brigjen Whisnu Hermawan selalu Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim dikutip dari KompasTV

Vanessa dan Rudianto ditahan usai menyelesaikan pemeriksaan sebagai tersangka pada hari Senin (18/4) lalu.

Keduanya diperiksa mulai pukul 15.00 WIB sampai 23.00 WIB.

Baca Juga:

Whisnu menjelaskan bahwa Vanessa dan sang ayah ditahan di Rutan Bareskrim selama 20 hari ke depan.

“Iya, keduanya selama 20 hari ke depan,” ujar Whisnu.

Andil Vanessa Khong dalam penipuan Binomo

Vanessa Khong adalah kekasih dari tersangka utama kasus penipuan trading bodong aplikasi Binomo, Indra Kenz. Ia dinyatakan sebagai tersangka yang ikut memiliki andil dalam penipuan sang kekasih.

Tidak hanya Vanessa, tetapi ayah Vanessa yaitu Rudiyanto Pei dan adik Indra Kenz yang bernama Nathania Kesuma juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Binomo. Ketiga orang tersebut diduga menerima dana dari Indra Kenz dan membantu menyamarkan dan menyembunyikan dana hasil penipuan.

 

Continue Reading

Nasional

Varian Corona XE Muncul, Begini Gejalanya

Published

on

By

corona xe

Dunia dihebohkan dengan penemuan varian Corona XE yang baru-baru ini muncul dan berhasil menyedot perhatian banyak pihak.

Lebih lanjut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa varian Corona XE merupakan rekombinan dari varian Omicron BA.1 dan subvariant BA.2.

Dilansir dari Health Detik, Profesor Susan Hopkins selaku kepala transisi penasihat medis Badan Keamanan dan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengungkapkan varian Corona XE memiliki tingkat pertumbuhan yang cenderung bervariasi, sehingga belum pasti perihal tingkat penyebarannya.

Baca Juga:

“Rekombinan khusus ini, XE, telah menunjukan tingkat pertumbuhan yang bervariasi dan kami belum dapat menginformasi apakah ia memiliki keunggulan pertumbuhan yang sebenarnya,” ujarnya pada Rabu (6/4).

 Gejala varian Corona XE

corona xe

Ilustrasi (Kompaspedia)

Kendati demikian, varian Corona XE memang baru saja ditemukan sehingga masih belum diketahui gejala pasti yang ditimbulkan. Namun, dikarenakan varian ini merupakan rekombinan, maka gejala yang ditimbulkan tidak jauh berebeda dengan varian Omicron.

Adapun, gejala yang ditimbulkan adalah pilek, sakit kepala, bersin-bersin, dan sakit tenggorokan.

Tetap tenang, tidak perlu takut

Ilustrasi (Unsplash/Maxime)

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kompas, Professor Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyerukan agar masyarakat tidak perlu merasa cemas dan tetap menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit.

“Sudah banyak terjadi termasuk pada virus selain Covid-19. Terlebih lagi, ketakutan yang berlebihan pun akan berpengaruh pada imunitas tubuh menghadapi berbagai ancaman penularan penyakit di sekitar kita,” tuturnya pada Rabu (6/4).

Continue Reading

Trending