Connect with us

Basket

Rumor Nikola Jokic Menangkan MVP NBA Semakin Kuat

Published

on

Nikola Jokic

Bintang Denver Nuggets, Nikola Jokic, bakal dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) NBA untuk tahun kedua secara beruntun, mengungguli Joel Embiid, menurut klaim dari ESPN.

Sang pemain asal Serbia berusia 27 tahun itu diharapkan untuk diumumkan sebagai MVP pada pekan ini, setelah kembali tampil memukau pada musim 2020/2021 lalu.

Jokic mencatatkan rataan poin 27,1 poin per game dengan 13,8 rebound dan 7,9 assist pada musim ini, yang membantu Nuggets untuk finis di peringkat keenam klasemen Wilayah Barat.

Namun sayang, Nikola Jokic tak mampu membantu Denver Nuggets untuk mengandaskan perlawanan Golden State Warriors di babak pertama play-off, yang membuat mereka tersingkir.

Nikola Jokic (Image: Getty)

Rekor Nikola Jokic

Potensi kemenangan center Nuggets ini berarti bintang Philadelphia 76ers, Joel Embiid, akan melewatkan gelar MVP lagi meskipun mengakhiri liga sebagai pencetak skor terbanyak, dengan rataan 30,6 poin per game.

Giannis Antetokounmpo (Image: Getty)

Dengan ini pula, maka para pemain luar Amerika Serikat telah memenangkan gelar MVP NBA untuk empat tahun beruntun. Sebelum Jokic, Giannis Antetokounmpo juga telah memenangkannya secara beruntun pada tahun 2019 dan 2020 silam.

Baca Juga:

Nikola Jokic akan tercatat sebagai pemain ke-15 yang memenangkan gelar MVP lebih dari sekali, mengikut jejak para legenda sekelas Bill Russel, Wilt Chamberlain, Kareem Abdul-Jabbar, Moses Malone, Larry Bird, Magic Johnson, Steph Curry, Michael Jordan, dan LeBron James.

Featured

Michael Jordan dan Sejarah Sepatu Basket Ternama Air Jordan

Published

on

By

Air Jordan

Air Jordan merupakan sepatu basket yang diproduksi dari merk sneaker ternama yakni Nike dan dibuat khusus untuk pemain basket fenomenal di dunia yakni Michael Jordan pada tahun 1984. Namun, diluncurkan ke pasaran tahun 1985.

Pada saat itu, Converse merupakan sepatu resmi National Basketball Association (NBA) kemudian, perusahaan tersebut mengatakan kepadanya jika mereka tidak dapat menempatkan Jordan di atas pemain bintang NBA yang mereka sponsori sehingga Jordan memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan Converse.

Sepatu favorite Jordan saat itu sebenarnya adalah Adidas, namun merek tersebut mengatakan kepadanya bahwa mereka juga tidak bisa membuat sepatu untuknya.

Baca Juga:

Agen Jordan, David Falk, ingin dia bersama Nike, yang pada saat itu lebih dikenal dengan sepatu kets, tetapi Jordan tidak tertarik.

“Saya tidak pernah menggunakan Nike sampai kontrak saya dengan Nike. Sampai kuliah saya menggunakan Converse. Sampai saat itu sepatu favorit saya adalah Adidas. Sampai-sampai orang-orang mencoba merekrut saya untuk sepatu apa yang akan saya pakai, saya pro Adidas,” ujar Jordan

Lalu, Nike membuat banyak penawaran dan ayah Jordan mengatakan kepadanya bahwa dia bodoh jika tidak menerima tawarannya dan akhirnya Jordan mengambil keputusan tersebut.

Awal mula nama Air Jordan adalah Nike baru saja mengeluarkan teknologi baru untuk sepatu lari mereka yang disebut air soles.

“Dan jelas Michael bermain di udara, jadi saya berkata, “Saya mengerti, kita akan menyebutnya Air Jordan,” kata Falk seperti yang dikutip pada laman marieclaire.

Continue Reading

Basket

Sembuh Dari Cedera, Kevin Durant Siap Comeback Lawan Warriors

Published

on

By

Kevin Durant

Setelah satu bulan lebih absen membela Brooklyn Nets, Kevin Durant akan melakukan comebacknya di NBA yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat. KD harus absen dari NBA setelah dirinya mengalami cedera MCL pada 16 Januari lalu.

Setelah dilakukan pemeriksaan, hasil tes MRI menyatakan Durant harus menepi dari lapangan dalam jangka waktu empat hingga enam minggu untuk masa pemulihan.

Absennya Durant jelas berpengaruh pada performa Nets. Dia kini memimpin rata-rata catatan statistik di liga dengan 29,3 poin per gim, diikuti dengan 7,4 rebound dan 5,8 asis per gim.

Sejauh ini Durant telah melewatkan sekitar 20 pertandingan bersama Nets. Durant juga harus absen pada laga NBA All-Star yang berlangsung pada 22 Februari lalu, meski dirinya di dapuk sebagai kapten tim. Selama ini, absennya KD sangat menyulitkan bagi tim asuhan kepala pelatih Steve Nash tersebut.

Baca juga :

Terbukti, selama KD absen karena cedera, Brooklyn Nets telah mengoleksi 15 kekalahan dalam 20 pertandingan. Saat ini Nets hanya mampu bertengger di posisi kedelepan klasemen wilayah timur.

Kembalinya KD untuk membela Nets juga diungkapkan langsung oleh Steve Nash yang mengatakan KD akan kembali bermain, namun bukan saat melawan Toronto Raptors pada hari Rabu (3/3/2022) mendatang. Nash merasa hal yang paling penting adalah mengembalikan kesehatan KD untuk kembali tampil dengan maksimal.

“Jadi hal nomor satu adalah membuatnya kembali sehat dan merasa aman dalam kesehatan dan tubuhnya sehingga dia bisa bergerak dan bebas. Ketika dia kembali, jelas dia menambahkan satu ton ke tim kami di kedua ujung lantai, salah satu pencetak poin terbaik sepanjang masa,” ujar Nash dilansir dari CBS Sports, Selasa (1/3/2022).

“Dan kami juga tahu dia membantu kami bertahan; dia memberi kami lebih banyak ukuran dan panjang. Jadi dia kehilangan besar bagi kami, dan kapan pun dia kembali, dia akan berdampak pada tim kami.” sambungnya.

Continue Reading

Basket

Gabung Nets, Goran Dragic Reuni dengan Steve Nash

Published

on

By

Goran Dragic

Guard veteran asal Slovenia, Goran Dragic, resmi bergabung dengan Brooklyn Nets. Dia akan bereuni dengan mantan rekan satu timnya di Phoenix Suns, Steve Nash, yang kini menjabat sebagai pelatih di Nets.

Dragic bergabung dengan Nets setelah pihak klub sebelumnya, San Antonio Spurs, memutus kontrak pemain berusia 35 tahun tersebut.

Padahal, dia direkrut Spurs dari Toronto Raptors pada 10 Februari lalu, sebagai kesepakatan pertukaran pemain yang membuat Drew Eubanks dan Thaddeus Young bergabung ke Raptors.

Sayangnya setelah lima hari pertukaran pemain tersebut, pihak Spurs mengambil keputusan untuk menyudahi kontrak Goran Dragic. Dengan pemutusan kontrak tersebut, pemain yang masuk tim All Star 2018 tersebut berstatus bebas kontrak.

Baca juga :

Juara bertahan musim lalu, Milwaukee Bucks, sempat menyatakan tertarik menggunakan jasa Dragic. Namun, ketertarikan tersebut tidak pernah terealisasi mengingat Bucks masih memiliki Jrue Holiday dan Grayson Allen yang jarang tergantikan.

Dilansir dari ESPN, dengan bergabungnya Goran Dragic ke Nets, memaksan tim asuhan Steve Nash tersebut menyediakan satu tempat di roster. Karena hal tersebut, Nets memutuskan untuk melepas kontrak Jevon Carter untuk Dragic.

Meski namanya tidak setenar Steve Nash, Goran Dragic merupakan salah satu Guard yang memiliki segudang pengalaman di NBA. Sebelum menjajaki kompetisi NBA, Dragic pernah bermain di klub liga basket Slovenia dan juga liga basket Spanyol.

Goran Dragic masuk NBA stelah dirinya masuk dalam draft 2008 sebagai rekrutan ke-45 yang dipilih Spurs, namun hak pilihnya ditukarkan dengan Malik Hairston ke Pheonix Suns. Sempat bergabung dengan Houston Rockets pada 2011, Dragic kembali ke Spanyol untuk membekal Saski Baskonia.

Tahun 2012, Goran Dragic kembali ke NBA untuk kembali Houston Rockets untuk satu musim. Selesai bersama Houston, Dragic kembali ke Suns dengan kontrak empat tahun senilai 30 juta US dollar.

Tahun 2018, Goran Dragic berhasil mendapat kesempatan untuk bermain di laga All-Star 2018. Dragic mendapatkan tempat menggantikan Kevil Love yang bermain untuk Tim LeBron.

Meski tidak akan menjadi pemain andalan Brooklyn Nets di sisa musim ini, Steve Nash yakin makan rekan satu timnya tersebut mampu menjadi pelapis bagi Kyle Irving, Patty Mills, dan Seth Curry yang bermain di posisi guard.

Continue Reading

Trending