Connect with us

Basket

Tiga Tim NBA yang Diperkirakan Bakal Aktif di Pengujung Bursa Transfer

Published

on

Tim NBA

Tenggat waktu pertukaran pemain pada bulan Februari telah menjadi hari libur tak resmi bagi tim NBA, suatu hari yang sangat ditunggu dan ternyata dirayakan.

Tahun ini pun tak ada bedanya, dengan banyaknya tim dan pemain yang ingin berganti tim.

Di masa lalu, ada nama-nama seperti Anthony Davis, James Harden, Russell Westbrook, Chris Paul, Kawhi Leonard, Kemba Walker, dan Kristaps Porzingis. Tahun ini? mungkin ada Ben Simmons.

Selagi ada 30 tim yang sedang melaksanakan negosiasi, namun inilah tiga tim NBA yang diharapkan bakal aktif menjelang berakhirnya bursa transfer pada bulan depan.

Baca Juga: Klay Thompson Kembali ke Lapangan Basket Setelah Dua Tahun Absen

Philadelphia 76ers

Semua mata tertuju kepada Sixers, karena Simmons adalah seorang pemain All-Star dan tersedia untuk harga yang tepat.

Phily tidak menyerahkannya dengan mudah, setidaknya untuk saat ini. Namun Sixers nampaknya tidak bisa untuk mempertahankannya lebih lama lagi.

Itu memang bisa dipahami. Pertukaran yang buruk tidak akan membantu tim ini mendekat kepada kejuaraan. Semua itu bergantung kepada ke mana Simmons akan berangkat.

Sixers lebih memilih untuk menunggu, sebab 29 tim lainnya hanya membutuhkan satu pemicu.

Hingga saat itu, GM Daryl Morey akan menunggu hingga musim panas jika diperlukan, atau bahkan pada musim depan, selagi berharap Simmons berubah pikiran.

Atlanta Hawks

General manager Travis Schlenk belakangan telah mengutarakan kepada sebuah stasiun radio di Atlanta, mengenai kekecewaannya terhadap penurunan performa Hawks pada musim ini.

Itu meningkatkan kemungkinan untuk bertukar pemain, apalagi mereka memiliki kandidat yang mumpuni dalam diri Danilo Gallinari, seorang pemain muda yang bisa memikat tim NBA mana pun.

Kontrak Gallo hanya dijamin senilai 5 juta dollar AS pada musim depan, membuatnya hampir pasti akan hengkang.

Atlanta bisa melepasnya dengan seorang pemain muda rotasional, contohnya Cam Reddish, dan mungkin akan mendapatkan seorang pemain veteran yang solid, atau seorang bintang.

Hawks juga punya aset lainnya, termasuk Bogdan Bogdanovic. Pada dasarnya, hanya Trae Young yang mustahil untuk dilepas.

Boston Celtics

Beranikah Celtics untuk menukar salah satu pemain sayap bintang mereka, mempertahankan Jayson Tatum dan Jaylen Brown?

Tatum dan Brown memiliki nilai tukar tertinggi dan akan menemukan banyak peminat di pasar transfer. Namun, pilihan kembali lagi kepada Celtics, untuk memilih pemain yang lebih baik untuk jangka pendek ataukah jangka panjang.

Yang diperlukan oleh Celtics pada saat ini, kemungkinan adalah seorang point guard yang kreatif, seseorang seperti Jalen Brunson dari Mavericks.

Terlalu sering terjadi pada kuarter keempat, Celtics kekurangan arah dan kepemimpinan di lapangan. Percobaan sebelumnya terhadap Kyrie Irving dan Kemba Walker gagal, dan kini pencarian akan seorang point guard pun berlanjut.

Basket

Rumor Nikola Jokic Menangkan MVP NBA Semakin Kuat

Published

on

By

Nikola Jokic

Bintang Denver Nuggets, Nikola Jokic, bakal dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) NBA untuk tahun kedua secara beruntun, mengungguli Joel Embiid, menurut klaim dari ESPN.

Sang pemain asal Serbia berusia 27 tahun itu diharapkan untuk diumumkan sebagai MVP pada pekan ini, setelah kembali tampil memukau pada musim 2020/2021 lalu.

Jokic mencatatkan rataan poin 27,1 poin per game dengan 13,8 rebound dan 7,9 assist pada musim ini, yang membantu Nuggets untuk finis di peringkat keenam klasemen Wilayah Barat.

Namun sayang, Nikola Jokic tak mampu membantu Denver Nuggets untuk mengandaskan perlawanan Golden State Warriors di babak pertama play-off, yang membuat mereka tersingkir.

Nikola Jokic (Image: Getty)

Rekor Nikola Jokic

Potensi kemenangan center Nuggets ini berarti bintang Philadelphia 76ers, Joel Embiid, akan melewatkan gelar MVP lagi meskipun mengakhiri liga sebagai pencetak skor terbanyak, dengan rataan 30,6 poin per game.

Giannis Antetokounmpo (Image: Getty)

Dengan ini pula, maka para pemain luar Amerika Serikat telah memenangkan gelar MVP NBA untuk empat tahun beruntun. Sebelum Jokic, Giannis Antetokounmpo juga telah memenangkannya secara beruntun pada tahun 2019 dan 2020 silam.

Baca Juga:

Nikola Jokic akan tercatat sebagai pemain ke-15 yang memenangkan gelar MVP lebih dari sekali, mengikut jejak para legenda sekelas Bill Russel, Wilt Chamberlain, Kareem Abdul-Jabbar, Moses Malone, Larry Bird, Magic Johnson, Steph Curry, Michael Jordan, dan LeBron James.

Continue Reading

Featured

Michael Jordan dan Sejarah Sepatu Basket Ternama Air Jordan

Published

on

By

Air Jordan

Air Jordan merupakan sepatu basket yang diproduksi dari merk sneaker ternama yakni Nike dan dibuat khusus untuk pemain basket fenomenal di dunia yakni Michael Jordan pada tahun 1984. Namun, diluncurkan ke pasaran tahun 1985.

Pada saat itu, Converse merupakan sepatu resmi National Basketball Association (NBA) kemudian, perusahaan tersebut mengatakan kepadanya jika mereka tidak dapat menempatkan Jordan di atas pemain bintang NBA yang mereka sponsori sehingga Jordan memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan Converse.

Sepatu favorite Jordan saat itu sebenarnya adalah Adidas, namun merek tersebut mengatakan kepadanya bahwa mereka juga tidak bisa membuat sepatu untuknya.

Baca Juga:

Agen Jordan, David Falk, ingin dia bersama Nike, yang pada saat itu lebih dikenal dengan sepatu kets, tetapi Jordan tidak tertarik.

“Saya tidak pernah menggunakan Nike sampai kontrak saya dengan Nike. Sampai kuliah saya menggunakan Converse. Sampai saat itu sepatu favorit saya adalah Adidas. Sampai-sampai orang-orang mencoba merekrut saya untuk sepatu apa yang akan saya pakai, saya pro Adidas,” ujar Jordan

Lalu, Nike membuat banyak penawaran dan ayah Jordan mengatakan kepadanya bahwa dia bodoh jika tidak menerima tawarannya dan akhirnya Jordan mengambil keputusan tersebut.

Awal mula nama Air Jordan adalah Nike baru saja mengeluarkan teknologi baru untuk sepatu lari mereka yang disebut air soles.

“Dan jelas Michael bermain di udara, jadi saya berkata, “Saya mengerti, kita akan menyebutnya Air Jordan,” kata Falk seperti yang dikutip pada laman marieclaire.

Continue Reading

Basket

Sembuh Dari Cedera, Kevin Durant Siap Comeback Lawan Warriors

Published

on

By

Kevin Durant

Setelah satu bulan lebih absen membela Brooklyn Nets, Kevin Durant akan melakukan comebacknya di NBA yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat. KD harus absen dari NBA setelah dirinya mengalami cedera MCL pada 16 Januari lalu.

Setelah dilakukan pemeriksaan, hasil tes MRI menyatakan Durant harus menepi dari lapangan dalam jangka waktu empat hingga enam minggu untuk masa pemulihan.

Absennya Durant jelas berpengaruh pada performa Nets. Dia kini memimpin rata-rata catatan statistik di liga dengan 29,3 poin per gim, diikuti dengan 7,4 rebound dan 5,8 asis per gim.

Sejauh ini Durant telah melewatkan sekitar 20 pertandingan bersama Nets. Durant juga harus absen pada laga NBA All-Star yang berlangsung pada 22 Februari lalu, meski dirinya di dapuk sebagai kapten tim. Selama ini, absennya KD sangat menyulitkan bagi tim asuhan kepala pelatih Steve Nash tersebut.

Baca juga :

Terbukti, selama KD absen karena cedera, Brooklyn Nets telah mengoleksi 15 kekalahan dalam 20 pertandingan. Saat ini Nets hanya mampu bertengger di posisi kedelepan klasemen wilayah timur.

Kembalinya KD untuk membela Nets juga diungkapkan langsung oleh Steve Nash yang mengatakan KD akan kembali bermain, namun bukan saat melawan Toronto Raptors pada hari Rabu (3/3/2022) mendatang. Nash merasa hal yang paling penting adalah mengembalikan kesehatan KD untuk kembali tampil dengan maksimal.

“Jadi hal nomor satu adalah membuatnya kembali sehat dan merasa aman dalam kesehatan dan tubuhnya sehingga dia bisa bergerak dan bebas. Ketika dia kembali, jelas dia menambahkan satu ton ke tim kami di kedua ujung lantai, salah satu pencetak poin terbaik sepanjang masa,” ujar Nash dilansir dari CBS Sports, Selasa (1/3/2022).

“Dan kami juga tahu dia membantu kami bertahan; dia memberi kami lebih banyak ukuran dan panjang. Jadi dia kehilangan besar bagi kami, dan kapan pun dia kembali, dia akan berdampak pada tim kami.” sambungnya.

Continue Reading

Trending