Connect with us

Raket

8 Pebulu Tangkis Indonesia yang Pernah Raih Emas di Olimpiade

Published

on

8 Pebulu tangkis Indonesia Yang Menyabet Mendali Emas olimpiade

Pebulu tangkis Indonesia sudah sangat terkenal di luar negeri karena prestasinya. Banyak atlet andal di kancah olahraga tepok bulu yang terlahir di negeri tercinta ini.

Salah satu tujuan, serta impian, dari setiap atlet di dunia pastinya ingin mendapatkan medali emas di kancah Olimpiade.

Cabang olahraga bulu tangkis merupakan andalan Indonesia dalam bersaing di pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.

Bulu tangkis menjadi menjadi cabang olahraga yang paling mungkin menyumbang medali emas untuk Indonesia. Inilah deretan pebulu tangkis Indonesia yang berhasil mendapatkan emas di Olimpiade.

Baca Juga:

1.Susy Susanti

Susy Susanti Pebulu Tangkis Indonesia penyumbang mendali emas olimpiade

Susy Susanti merupakan pebulu tangkis Indonesia pertama yang menyumbangkan medali emas Olimpiade yang terjadi pada edisi tahun 1992 silam di Barcelona.

Dia berhasil mengalahkan Bang Soo-Hyun yang menjadi rivalnya di masa itu. Walaupun sempat kalah di set pertama, tetapi Susy Susanti berhasil melibas lawannya pada dua set berikutnya.

Hal ini menjadi sejarah yang luar biasa. Dan sampai saat ini, belum ada pebulu tangkis tunggal putri yang mampu mengikuti jejaknya.

2.Alan Budi Kusuma

Alan Budi Kusuma Pebulu Tangkis Indonesia penyumbang mendali emas olimpiade

Pada ajang yang sama, Alan Budi Kusuma juga berhasil meraih medali emas Olimpiade di nomor tunggal putra.

Dirinya berhasil mengalahkan Ardy B Wiranata, yang merupakan rekan senegaranya, dengan skor 15-12 dan 15-13.

Setelah itu, dirinya langsung menikah dengan Susy Susanti. Pasangan ini pun dijuluki dengan pasangan emas.

3.Rexy Maniaki dan Ricky Subagja

Ricky Rexy Sumbang mendali emas Olimpiade

Ganda putra menjadi nomor andalan di cabang olahraga bulutangkis untuk Indonesia. Terbukti, di olimpiade Atlanta tahun 1996, Indonesia berhasil merebut emas.

Medali tersebut disumbangkan oleh pasangan Rexy Maniaki dan Ricky Subagja. Perjuangan yang tidak kenal lelah menjadi kunci keberhasilan mereka.

Pasangan Ricky/Rexy ini mengalahkan rivalnya dari Malaysia, Cheah Soon Kit dan Yap Kim Hock, dalam pertarungan yang sangat dramatis.

4.Tony Gunawan dan Candra Wijaya

Tony Chandra Sumbang mendali emas Olimpiade

Pada Olimpiade Sydney tahun 2000, tradisi emas terus berlanjut. Kali ini yang menyumbangkan emas untuk Indonesia adalah pasangan Tony Gunawan dan Candra Wijaya.

Kedua pebulu tangkis Indonesia ini baru saja dipasangkan kala itu. Namun kekompakan mereka berdua tidak perlu diragukan lagi.

Di final, mereka berhasil mengalahkan pasangan dari Korea Selatan dengan tiga set.

5.Taufik Hidayat

Taufik Hidayat Pebulutangkis Indonesia Sumbang mendali emas Olimpiade

Taufik Hidayat pebulu tangkis Indonesia sumbang medali emas Olimpiade

Pebulu tangkis Indonesia yang menyumbang medali emas Olimpiade selanjutnya adalah Taufik Hidayat.

Kesuksesan ini diraih di Olimpiade Athena tahun 2004. Di masa itu, Taufik Hidayat masih berusia sangat muda namun sudah mengemban beban yang sangat berat.

Tetapi, Taufik berhasil membuktikan bahwa dirinya adalah pemain yang tangguh, dengan mengalahkan lawan-lawannya hingga menjadi juara di Olimpiade.

6.Hendra Setiawan dan Markis Kido

Markis Kido Hendra Setiawan Sumbang mendali emas Olimpiade

Pada Olimpiade Beijing 2008 tradisi emas untuk Indonesia masih berlanjut. Kali ini, tongkat estafet diemban oleh pasangan ganda putra Hendra Setiawan dan Markis Kido.

Mereka berhasil mendapatkan emas dengan susah payah. Pasalnya, di tahun tersebut performa mereka sedang mengalami penurunan, dengan jarangnya mereka menjuarai turnamen BWF.

Cobaan dari kedua pasangan ini pun sangat berat, dengan bertemu pasangan tuan rumah, yaitu Cai Yun dan Fu haifeng, di final. Namun, kekuatan mental mereka sangat kuat dan berhasil mengalahkan lawannya.

7.Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir

Tontowi Ahmad Liliyana Natsir Sumbang mendali emas Olimpiade

Tradisi emas olimpiade untuk Indonesia sempat terhenti di tahun 2012. Namun hal tersebut langsung dibalas tuntas oleh Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir empat tahun kemudian di Brasil.

Mereka berhasil menyumbangkan emas di Olimpiade Rio tahun 2016. Pasangan ini mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon dan goh Liu Ying, di partai final dengan dua set langsung.

8.Greysia Polii dan Apriyani Rahayu

Greysia Polii Apriyani Rahayu Sumbang mendali emas olimpiade

Lima tahun kemudian di olimpiade Tokyo tahun 2020, yang ditunda ke musim panas 2021, pasangan putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil menyumbangkan emas Olimpiade untuk Indonesia.

Kemenangan ini menjadi yang perdana untuk nomor ganda putri. Mereka meraihnya setelah mengalahkan pasangan ganda putri Tiongkok, Li Qingchen dan Jia Yi Fan, yang terkenal dengan kekuatannya.

Raket

Bilqis Prasista, Darah Murni Bulu Tangkis Harapan Anyar Tunggal Putri Indonesia

Published

on

By

Bilqis Prasista

Nama Bilqis Prasista sempat menjadi perbincangan hangat di pekan ini, setelah mengalahkan tunggal putri nomor satu dunia, Akane Yamaguchi, dengan skor 21-19 dan 21-19 dalam ajang bulu tangkis beregu putri Piala Uber 2022.

Indonesia sayangnya kalah 1-4 dari Jepang terlepas kemenangan Bilqis, dan kemudian tersingkir karena dibantai China 0-3 di babak perempat final. Namun nama Bilqis lagi-lagi tidak terabaikan, dengan memaksa pebulu tangkis tunggal putri nomor 9 dunia, He Bing Jiao, bermain hingga rubber game.

Bilqis kini menjadi harapan baru tunggal putri Indonesia, yang ternyata merupakan seorang anak yang lahir dan dibesarkan dari pasangan atlet bulu tangkis nasional.

Baca Juga:

Siapa Bilqis Prasista?

Bilqis lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 24 Mei 2003 silam dari pasangan Joko Suprianto dan Zelin Resiana.

Ayahnya adalah seorang mantan atlet Pelatnas bulu tangkis di era 90-an. Joko bahkan pernah menjadi juara dunia pada tahun 1993 di nomor tunggal putra.

Joko Supriyanto, ayah Bilqis Prasista (Image: Twitter)

Sedangkan sang ibu Zelin juga merupakan atlet bulu tangkis Indonesia pada dekade 90-an. Dia pernah menjadi bagian dalam tim beregu putri Indonesia yang menjuarai Piala Uber pada tahun 1994 dan 1996 silam.

Bilqis, 19 tahun, memiliki saudara kembar yang bernama Bilqis Pratista. Dia pun merupakan bagian dari ekosistem bulu tangkis nasional dengan gabung klub PB Djarum pada 2018.

Bilqis menembus Pelatnas PBSI pada tahun 2020 dan mulai mencuri perhatian dengan menjuarai sejumlah kejuaraan junior.

Bilqis Prasista (Image: Badminton Photo)

Dia menjuarai Jakarta Junior International Series 2019 (U-17), Tunggal Remaja Putri Djarum Sirnas Sumatera Selatan Open 2019, Bangladesh Junior International Series 2002 dan menjadi runner-up di Denmark Junior.

Kini, Bilqis merupakan seorang atlet berperingkat 333 dunia versi BWF. Namun siapa tahu, dalam hitungan tahun, dia akan menjadi atlet terbaik dunia di kategorinya.

 

Continue Reading

Raket

Piala Uber 2022: Indonesia Tersingkir Usai Takluk 0-3 dari China

Published

on

By

Piala Uber 2022

Tim putri Indonesia gagal melanjutkan petualangannya di Piala Uber 2022, setelah dikalahkan oleh China dengan skor 0-3 di babak perempat final, Kamis (12/5).

Indonesia bertemu dengan China setelah gagal mengamankan posisi juara grup A karena kalah dari Jepang dengan skor 1-4 pada pertandingan terakhir babak grup hari Rabu (11/5) kemarin.

Baca Juga:

Laporan pertandingan Piala Uber 2022: Indonesia vs China

Kesulitan sudah menghinggapi para Srikandi Indonesia sejak pertandingan pertama, dengan Komang Ayu Cahya Dewi turun sebagai tunggal putri pertama.

Menghadapi Chen Yu Fei, yang kini menempati urutan ketiga di daftar peringkat tunggal putri dunia menurut BWF, Komang bertekuk lutut dengan mudahnya dengan skor 12-21 dan 11-21.

Komang tertunduk di pertandingan pertama (Image: PBSI)

Harapan dioper kepada pasangan ganda putri pertama, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, yang menghadapi Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Lagi-lagi, menghadapi Qing Chen dan Yi Fan bukanlah perkara mudah, sebab mereka merupakan pasangan ganda putri nomor satu dunia menurut ranking BWF. Febriana/Amalia pun takluk dengan sedikit perlawanan dalam skor 19-21 dan 16-21.

Febriana/Amalia juga bertekuk lutut (Image: PBSI)

Terakhir, harapan dibebankan kepada Bilqis Prasista yang memberi kejutan pada pertandingan kontra Jepang dengan mengalahkan tunggal putri nomor satu dunia, Akane Yamaguchi.

Lawannya adalah He Bing Jiao, yang menempati urutan kesembilan tunggal putri dunia, dan Bilqis sempat membuat perlawanan yang sengit kepadanya.

Bilqis gagal mengulangi magis saat hadapi Bing Jiao (Image: PBSI)

Menang 21-19 di game pertama, Bilqis takluk 18-21 di game kedua sebelum dihempaskan 7-21 pada rubber game.

Dengan kekalahan ini maka laga dihentikan, tidak ada pertandingan keempat dan kelima karena China sudah memastikan menang dengan skor 3-0.

Continue Reading

Raket

Piala Uber 2022: Tim Putri Indonesia Pastikan Lolos ke Perempat Final

Published

on

By

Piala Uber 2022

Tim bulu tangkis putri Indonesia memastikan diri melenggang ke babak perempat final Piala Uber 2022, setelah berhasil mengalahkan Jerman dengan skor 5-0 pada hari Selasa (10/5) ini.

Dengan kemenangan ini, maka Indonesia telah memenangkan dua laga pertama di babak grup Piala Uber 2022, lantaran pada partai pembuka yang digelar hari Minggu (8/5) lalu, mereka juga telah mengalahkan Prancis dengan skor 5-0.

Baca Juga:

Dominasi sudah terlihat dari pertandingan pertama antartunggal putri, dengan Komang Ayu Cahya Dewi berhasil mengalahkan Yvonne Li tanpa kesulitan berarti lewat dua set langsung, dengan skor 21-15 dan 21-13.

Komang Ayu Cahya Dewi (Image: PBSI)

Pasangan ganda putri pertama, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi pun meraih kemenangan yang sangat mudah atas Linda Efler/Emma Moszczynski dengan skor telak 21-11 dan 21-2.

Di pertarungan tunggal putri yang kedua, Aisya Sativa Fatetani sempat disulitkan oleh Ann-Kathrin Spoeri karena sempat dipaksa bermain hingga rubber-game. Namun Tiva berhasil meraih kemenangan dengan skor 21-7, 14-21, dan 21-14.

Aisyah Sativa Fatiteni (Image: PBSI)

Dua pertarungan berikutnya sudah tidak menentukan, namun Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari memastikan kemenangan atas Annabella Jaeger/Leona Michalski dengan skor 21-10 dan 21-10.

Sedangkan Bilqis Prasista menutup pertarungan atas Jerman dengan menang 21-12, 12-21, dan 21-7 kontra Florentine Schoffski.

Apa selanjutnya untuk tim putri Indonesia di Piala Uber 2022?

Indonesia dipastikan melenggang ke babak perempat final Piala Uber 2022, namun masih ada satu pertandingan lagi yang perlu dimainkan di babak grup kontra Jepang pada hari Rabu (11/5) esok untuk menentukan siapa yang lebih layak lolos sebagai juara grup dari Grup A.

Jepang memiliki catatan yang serupa seperti Indonesia, dengan berhasil meraih kemenangan dengan skor 5-0 pada dua kesempatan ketika menghadapi Jerman dan Prancis.

Continue Reading

Trending