Connect with us

Raket

BWF Resmi Batalkan Korea Open 2021

Published

on

Flygoal.com – Badminton World Federation (BWF) kembali membatalkan turnamen sisa musim 2021. Kali ini Korea Opean dan Macau Open.

Kabar itu disampaikan langsung induk organisasi bulutangkis dunia itu melalui laman resmi BWF. Mereka menjelaskan alasan meniadakan turnamen BWF World Tour Super 500 itu karena pandemi Covid-19.

“Korea Open 2021 yang sebelumnya berstatus ditunda kini sekarang juga dibatalkan. Pembatasan dan komplikasi Covid-19 yang sedang berlangsung sehingga pihaknya dan tuan rumah tidak memiliki pilihan selain membatalkan turnamen,” tulis BWF.

Tidak hanya itu, Kejuaraan Dunia BWF yang sejatinya akan dilangsungkan di China pada tahun ini juga ditunda. Hingga kin, belum ada tanggal atau lokasi sebagai pengganti yang sudah ditetapkan.

Beberapa turnamen tersisa lainnya yang kini  masih berstatus ditunda juga masih akan diputuskan kembali dalam waktu yang akan datang. Seperti Malaysia Masters 2021 (super 500) dan Malaysia Open 2021 (Super 750).

Meski begitu, BWF mengaku masih berkomitmen dalam menjalankan kejuaraan yang telah dijadwalkan di sisa kalender 2021.

Hal ini penting sebagai upaya BWF untuk menyediakan platfoirm yang aman dan terstruktur bagi para pemain dalam mendapatkan poin peringkat dunia dan hadiah dalam beberapa buan mendatang,

Berikut daftar turnamen BWF yang tersisa di 2021 :

1. Taipei Open (7-12 September)

2. BWF Sudirman Cup Finals 2021 (26 September- 3 Oktober)

3. BWF Thomas & Uber Cup Finals 2020 (9-17 Oktober)

4. Syed Modi International 2021 (12-17 Oktober)

5. Denmark Open 2021 (19-24 Oktober)

6. French Open 2021 (26-31 Oktober)

7. Hylo Open 2021 (sebelumnya SaarLorLux Open, 02-07 November).

8. Indonesia Masters 2021 (16-21 November) Indonesia Open 2021 (23-28 November) Final Tur Dunia HSBC BWF (1-5 Desember)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Raket

SEA Games 2021: Tim Putri Indonesia Pastikan Satu Tempat di Final

Published

on

By

SEA Games 2021

Tim putri bulu tangkis Indonesia memastikan diri lolos ke final SEA Games 2021, setelah berhasil mengalahkan tuan rumah Vietnam dengan skor 3-1 pada Selasa (17/5) siang waktu setempat.

Indonesia mengawali pertarungan dengan kekalahan, setelah tunggal putri pertama Gregoria Mariska Tunjung takluk lewat rubber-game dari Thuy Linh Nyuyen.

Gregoria Mariska Tunjung kalah di pertandingan pembuka (Image: PBSI)

Menang 21-14 di set pertama, Gregoria takluk di set kedua dengan skor 17-21 dan harus mengakui keunggulan Thuy Linh Nguyen dengan skor 16-21 pada gim penentuan.

Baca Juga:

Beruntung para Srikandi bulu tangkis langsung bangkit pada match kedua, dengan duet Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti menang mudah atas Pham Thi Khanh/Van Anh Than lewat dua set langsung, 21-3 dan 21-9.

Apriyani/Siti samakan kedudukan untuk Indonesia (Image: PBSI)

Berikutnya, Putri Kusuma Wardani yang turun di tunggal putri kedua mampu membalikkan skor untuk Indonesia setelah mengandaskan Thi Trang 21-19, 16-21, dan 21-15.

Putri KW balikkan kedudukan (Image: PBSI)

Terakhir, pasangan kedua di nomor ganda putri, Febby Dwijayanti Gani/Ribka Sugiarto menang dengan skor 21-13 dan 21-14 atas Thi Hoai Do/Nhu Thao Pham yang sekaligus memastikan tiket lolos ke partai final untuk tim beregu putri Indonesia.

Ribka/Febby bawa Indonesia ke final SEA Games 2021 (Image: PBSI)

Di partai final kejuaraan beregu putri SEA Games 2021 nanti, Indonesia akan berhadapan dengan Thailand untuk memperebutkan medali emas.

Continue Reading

Raket

Bilqis Prasista, Darah Murni Bulu Tangkis Harapan Anyar Tunggal Putri Indonesia

Published

on

By

Bilqis Prasista

Nama Bilqis Prasista sempat menjadi perbincangan hangat di pekan ini, setelah mengalahkan tunggal putri nomor satu dunia, Akane Yamaguchi, dengan skor 21-19 dan 21-19 dalam ajang bulu tangkis beregu putri Piala Uber 2022.

Indonesia sayangnya kalah 1-4 dari Jepang terlepas kemenangan Bilqis, dan kemudian tersingkir karena dibantai China 0-3 di babak perempat final. Namun nama Bilqis lagi-lagi tidak terabaikan, dengan memaksa pebulu tangkis tunggal putri nomor 9 dunia, He Bing Jiao, bermain hingga rubber game.

Bilqis kini menjadi harapan baru tunggal putri Indonesia, yang ternyata merupakan seorang anak yang lahir dan dibesarkan dari pasangan atlet bulu tangkis nasional.

Baca Juga:

Siapa Bilqis Prasista?

Bilqis lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 24 Mei 2003 silam dari pasangan Joko Suprianto dan Zelin Resiana.

Ayahnya adalah seorang mantan atlet Pelatnas bulu tangkis di era 90-an. Joko bahkan pernah menjadi juara dunia pada tahun 1993 di nomor tunggal putra.

Joko Supriyanto, ayah Bilqis Prasista (Image: Twitter)

Sedangkan sang ibu Zelin juga merupakan atlet bulu tangkis Indonesia pada dekade 90-an. Dia pernah menjadi bagian dalam tim beregu putri Indonesia yang menjuarai Piala Uber pada tahun 1994 dan 1996 silam.

Bilqis, 19 tahun, memiliki saudara kembar yang bernama Bilqis Pratista. Dia pun merupakan bagian dari ekosistem bulu tangkis nasional dengan gabung klub PB Djarum pada 2018.

Bilqis menembus Pelatnas PBSI pada tahun 2020 dan mulai mencuri perhatian dengan menjuarai sejumlah kejuaraan junior.

Bilqis Prasista (Image: Badminton Photo)

Dia menjuarai Jakarta Junior International Series 2019 (U-17), Tunggal Remaja Putri Djarum Sirnas Sumatera Selatan Open 2019, Bangladesh Junior International Series 2002 dan menjadi runner-up di Denmark Junior.

Kini, Bilqis merupakan seorang atlet berperingkat 333 dunia versi BWF. Namun siapa tahu, dalam hitungan tahun, dia akan menjadi atlet terbaik dunia di kategorinya.

 

Continue Reading

Raket

Piala Uber 2022: Indonesia Tersingkir Usai Takluk 0-3 dari China

Published

on

By

Piala Uber 2022

Tim putri Indonesia gagal melanjutkan petualangannya di Piala Uber 2022, setelah dikalahkan oleh China dengan skor 0-3 di babak perempat final, Kamis (12/5).

Indonesia bertemu dengan China setelah gagal mengamankan posisi juara grup A karena kalah dari Jepang dengan skor 1-4 pada pertandingan terakhir babak grup hari Rabu (11/5) kemarin.

Baca Juga:

Laporan pertandingan Piala Uber 2022: Indonesia vs China

Kesulitan sudah menghinggapi para Srikandi Indonesia sejak pertandingan pertama, dengan Komang Ayu Cahya Dewi turun sebagai tunggal putri pertama.

Menghadapi Chen Yu Fei, yang kini menempati urutan ketiga di daftar peringkat tunggal putri dunia menurut BWF, Komang bertekuk lutut dengan mudahnya dengan skor 12-21 dan 11-21.

Komang tertunduk di pertandingan pertama (Image: PBSI)

Harapan dioper kepada pasangan ganda putri pertama, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, yang menghadapi Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Lagi-lagi, menghadapi Qing Chen dan Yi Fan bukanlah perkara mudah, sebab mereka merupakan pasangan ganda putri nomor satu dunia menurut ranking BWF. Febriana/Amalia pun takluk dengan sedikit perlawanan dalam skor 19-21 dan 16-21.

Febriana/Amalia juga bertekuk lutut (Image: PBSI)

Terakhir, harapan dibebankan kepada Bilqis Prasista yang memberi kejutan pada pertandingan kontra Jepang dengan mengalahkan tunggal putri nomor satu dunia, Akane Yamaguchi.

Lawannya adalah He Bing Jiao, yang menempati urutan kesembilan tunggal putri dunia, dan Bilqis sempat membuat perlawanan yang sengit kepadanya.

Bilqis gagal mengulangi magis saat hadapi Bing Jiao (Image: PBSI)

Menang 21-19 di game pertama, Bilqis takluk 18-21 di game kedua sebelum dihempaskan 7-21 pada rubber game.

Dengan kekalahan ini maka laga dihentikan, tidak ada pertandingan keempat dan kelima karena China sudah memastikan menang dengan skor 3-0.

Continue Reading

Trending