Connect with us

Champion & UEFA

Sadio Mane Janji Umumkan Masa Depannya Setelah Final Liga Champions

Published

on

Sadio Mane

Sadio Mane memberi indikasi besar bahwa dia akan bertahan di Liverpool terlepas dari kabar kepergiannya yang ramai beredar menjelang bursa transfer musim panas.

Sang penyerang tim nasional Senegal berjanji untuk segera memberikan jawaban “spesial” setelah The Reds bermain menghadapi Real Madrid di final Liga Champions pada Minggu (28/5) dini hari WIB.

Musim 2021/2022 ini terbilang sebagai musim terbaiknya selama membela Liverpool, dengan berhasil mengamankan trofi Piala FA dan Piala Liga Inggris selagi berjuang hingga menit-menit akhir dalam perburuan titel Premier League dan mencapai final Liga Champions.

Mane juga menjadi kunci keberhasilan Senegal menjadi juara Piala Afrika yang terselenggara Januari 2022 lalu, hingga dia dikandidatkan sebagai salah satu peraih Ballon d’Or yang pantas.

Sadio Mane (Image: Getty)

Namun, kontrak pemain berusia 30 tahun itu di Anfield hanya berlaku hingga musim panas tahun depan, dan tidak ada pertanda bahwa akan ada perpanjangan kontrak hingga saat ini.

Sadio Mane kabarnya menjadi target utama Bayern Munich, yang diperkirakan akan kehilangan Robert Lewandowski pada musim panas ini.

Baca Juga:

Kata Sadio Mane

“Sejujurnya, jawaban yang bisa saya sampaikan kepada kalian sekarang adalah saya merasa sangat baik, dan saya sepenuhnya fokus untuk pertandingan [kontra Real Madrid]. Itulah jawaban yang harus saya berikan sebelum sebuah laga final,” kata Mane, dikutip dari Goal.

“Namun setelah laga di hari Sabtu [waktu setempat], saya akan memberikan jawaban terbaik yang ingin kalian ingin dengar, tentunya. Itu spesial.

Sadio Mane (Image: Getty)

“Saya akan berikan hal yang ingin kalian ingin dengar. Untuk saat ini, mari memenangkan laga itu karena saya tak punya waktu untuk hal lainnya. Saya akan melakukan hal apa pun yang memungkinkan untuk memenangkannya karena itu adalah mimpi terbesar saya dan kawan-kawan, kemudian saya akan memberikan kalian jawabannya.”

Champion & UEFA

Marcelo Umumkan Hengkang Setelah Real Madrid Juarai Liga Champions

Published

on

By

Marcelo

Marcelo mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan Real Madrid pada musim panas tahun ini, setelah berhasil menjuarai Liga Champions pada Sabtu (28/5) kemarin malam waktu setempat.

Gol semata wayang Vinicius Junior membantu Los Blancos mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Liverpool di Stade de France, Paris; mempersembahkan gelar ke-14 kepada Madrid sepanjang sejarahnya.

Image: Getty

Itu merupakan gelar Liga Champions kelima untuk Marcelo, trofi yang ke-25 secara keseluruhan di klub yang telah dibela olehnya sejak musim dingin 2007 silam.

Namun nyatanya itu menjadi yang terakhir untuk bek kiri tim nasional Brasil kepada Madrid, karena kontraknya yang akan segera berakhir di musim panas tahun ini tidak akan diperpanjang.

Baca Juga: 

Kata Marcelo

“Saya merasa sangat bahagia dan penuh emosi. Itu bahkan menjadi semakin berat bagi saya untuk berbicara karena saya bisa melihat keluarga dan seluruh rekan-rekan setim saya di sini,” kata Marcelo seusai pertandingan, ketika Real Madrid merayakan gelar juara.

“Musim berjalan sebagaimana mestinya, ini adalah momen yang aneh dalam kepala saya. Saya telah memenangkan Liga Champions lima kali dan tidak pernah terpikir bahwa saya akan meraihnya lagi,” lanjut pemain berusia 34 tahun ini, dikutip dari Goal.

Image: Getty

“Kami semua berkeringat, berlari, dan berjuang bersama tim. Ini adalah momen untuk anak-anak muda, yang baru memainkan partai final pertama mereka dan sudah sangat matang. Ini adalah momen yang gila, kami harus memberi selamat kepada para fans yang selalu mendukung kami.”

Namun kemudian, Marcelo mengatakan kepada para reporter bahwa dia tidak akan bermain bagi Real Madrid lagi, sebuah keputusan yang sebenarnya sudah diantisipasi oleh banyak orang.

Continue Reading

Champion & UEFA

Kevin Trapp Jadi Pahlawan, Eintracht Frankfurt Juarai Liga Europa

Published

on

By

Eintracht Frankfurt

Kevin Trapp menampilkan performa yang patut dikenang ketika Eintracht Frankfurt berhasil mengalahkan Rangers lewat adu penalti di final Liga Europa pada Kamis (19/5) dini hari tadi WIB.

Tak hanya menggagalkan penalti Aaron Ramsey pada saat adu penalti, namun juga karena sejumlah penyelamatannya, termasuk di babak perpanjangan waktu.

Eintracht Frankfurt rayakan trofi Liga Europa (Image: Twitter)

Frankfurt sempat tertinggal lebih dulu karena gol Joe Aribo pada menit ke-57, yang memaksimalkan serangkaian kesalahan lini pertahanan tim asal Jerman tersebut.

Namun, Rafael Santos Borre berhasil menyetarakan kedudukan pada 12 menit kemudian untuk Eintracht Frankfurt, setelah memaksimalkan umpan dari Filip Kostic.

Rafael Santos Borre usai mencetak gol (Image: Twitter)

Kedua tim saling menjual-beli serangan hingga akhir, namun tak ada gol tambahan yang tercipta hingga laga harus ditentukan lewat adu penalti.

Seluruh eksekutor penalti berhasil melaksanakan tugasnya, hanya Aaron Ramsey yang gagal, namun itu juga disebabkan oleh kegemilangan Trapp.

Baca Juga:

Gelar Eropa pertama setelah 42 tahun untuk Eintracht Frankfurt

Kevin Trapp berada dalam periode keduanya di Frankfurt setelah tiga musim yang dihabiskan di antara 2015 hingga 2018 sebelum dia hengkang ke Paris Saint-Germain.

Sang penjaga gawang timnas Jerman memberikan trofi pertama kepada Eintracht Frankfurt setelah 42 tahun, gelar Eropa pertama bagi mereka sejak menjuarai Piala UEFA pada musim 1979/1980.

Continue Reading

Champion & UEFA

Lima Manajer Terbaik di Liga Champions

Published

on

By

Liga Champions

Tak diragukan lagi, Liga Champions adalah kompetisi paling elite yang bisa diraih oleh sebuah klub sepak bola Eropa. Banyak nama manajer besar yang saling sikut di kompetisi ini, namun siapa saja lima manajer terbaik sepanjang masa di kompetisi ini?

Lima manajer terbaik di Liga Champions

Sir Alex Ferguson

Sir Alex Ferguson (Image: Manchester Evening News)

Sir Alex Ferguson memiliki persentase kemenangan 54 persen di kompetisi ini. Tidak sebagus para pesaingnya, namun dia merupakan peraih dua trofi Si Kuping Besar.

Dia adalah orang di balik keajaiban yang melibatkan Manchester United dalam laga final pada tahun 1999 silam kontra Bayern Munich.

Dia kemudian meraih trofi keduanya pada tahun 2008 dengan mengalahkan Chelsea lewat adu penalti di final. Meski gagal meraih gelar ketiganya dalam dua kesempatan, yaitu 2009 dan 2011, karena kalah dari Barcelona, namun Sir Alex akan tetap dikenang sebagai salah satu manajer terbaik di Liga Champions.

Jose Mourinho

Jose Mourinho (Image: Getty)

Tak ubahnya Sir Alex, Jose Mourinho juga telah meraih dua trofi Liga Champions di sepanjang kariernya sebagai manajer. Dia memenangkannya bersama FC Porto pada tahun 2004 dan Inter Milan pada 2010.

Mourinho memiliki persentase kemenangan sedikit lebih baik dengan mencatatkan 56,74 persen. Dia menangani enam tim berbeda di kompetisi ini, di antaranya adalah Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.

Meskipun sinarnya sudah mulai memudar belakangan, namun tak ada yang membantah bahwa dia merupakan salah satu manajer terbaik sejak Liga Champions mengubah formatnya ke sistem modern pada dekade 1990-an.

Baca Juga:

Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti (Image: Real Madrid)

Carlo Ancelotti punya persentase kemenangan 55,74 persen, dengan berhasil meraih tiga trofi bersama AC Milan (2003 dan 2007) dan Real Madrid (2014).

Tahun ini, Don Carlo sedang mengejar trofi keempatnya dengan Los Blancos sukses mencapai partai final untuk menghadapi Liverpool di Paris pada 28 Mei nanti.

Sang juru taktik asal Italia telah menangani delapan klub berbeda di kompetisi ini, dengan Madrid pada dua periode, sedangkan tujuh klub lainnya adalah Parma, Juventus, Milan, Chelsea, PSG, Bayern Munich, dan Napoli.

Pep Guardiola

Pep Guardiola (Image: Goal)

Dianggap sebagai salah satu manajer terjenius sepanjang masa sepak bola, tak ayal jika Pep Guardiola dianggap sebagai manajer terbaik di Liga Champions sepanjang masa.

Dia menangani tiga tim berbeda, yaitu Barcelona, Bayern Munich, dan kini Manchester City, dengan mengenyam catatan 63,19 persen rasio kemenangan.

Pada musim ini, Guardiola memecahkan rekor sebagai manajer yang paling sering tampil di semifinal Liga Champions dengan delapan penampilan. Dua di antaranya berakhir dengan trofi, yang sama-sama diraih bersama Barcelona pada 2009 dan 2011 silam.

Zinedine Zidane

Zinedine Zidane (Image: Getty)

Yang ini tidak perlu dipertanyakan, dalam kariernya yang singkat, Zinedine Zidane menciptakan sejarah dengan mencetak tiga kali keberhasilan meraih trofi Liga Champions pada tahun 2016, 2017, dan 2018.

Ketiganya diraih ketika menangani Real Madrid dengan rasio kemenangan sebesar 60,37 persen. Dia tidak memiliki ciri permainan khusus seperti Guardiola, namun akan menang dengan segala cara.

Namun sayangnya, hingga kini Zizou belum berani menangani tim selain Madrid, dan masih menganggur sejak mengundurkan diri dari Los Blancos pada musim panas tahun 2021 lalu.

Continue Reading

Trending