Connect with us

Sports

Dani Alves Tak Disertakan Barcelona dalam Skuat Liga Europa

Published

on

Dani Alves

Barcelona tak menyertakan Dani Alves dalam skuat yang didaftarkan untuk Liga Europa pada paruh kedua musim ini, seiring dengan pembatasan pendaftaran.

Klub raksasa Catalan harus mencoret salah satu dari empat rekrutan musim dinginnya untuk disertakan dalam skuat di pentas sepak bola Eropa.

Mereka akan menghadapi Napoli di babak play-off pada tanggal 17 dan 24 Februari mendatang, dan Dani Alves nyatanya tidak mendapatkan tempat.

Ousmane Dembele, yang diharapkan untuk hengkang lantaran kolapsnya negosiasi perpanjangan kontrak, masih tetap ada dalam skuat asuhan Xavi Hernandez.

Sedangkan tiga slot untuk pendaftaran pemain baru diberikan kepada Pierre-Emerick Aubameyang, Adama Traore, dan Ferran Torres.

Kemudian, juga ada delapan pemain dari skuat Barcelona B yang didaftarkan oleh Xavi Hernandez, yaitu Ilias Akhomach, Astralaga Balde, Arnau Comas, Jandro, Gavi, Alvaro Sanz, dan Arnau Tenas.

Salah alasan yang menguatkan pencoretan Alves adalah karena Barca sudah memiliki cukup pemain di pos bek kanan, dengan adanya Sergino Dest, Oscar Mingueza, Ronald Araujo, dan Sergi Roberto.

Baca Juga:

Kedua adalah karena Alves sudah 38 tahun, dan Xavi tahu betul bahwa dia tidak bisa mengandalkan sang pemain asal Brasil pada setiap pertandingan di musim ini.

Prioritas Barca tetaplah finis di empat besar La Liga. Oleh karena itu, bisa dipahami bahwa Xavi memilih untuk tidak mendaftarkan eks bek kanan Juventus dan PSG itu di Liga Europa.

Liga Prancis

Idrissa Gueye Diminta Klarifikasi Setelah Menolak Kenakan Nomor Punggung Pelangi

Published

on

By

Idrissa Gueye

Gelandang Paris Saint-Germain, Idrissa Gueye, akan diharuskan mengklarifikasikan tuduhan bahwa dirinya absen pada saat timnya melakoni laga teranyar Ligue 1 yang menyertakan gestur mendukung hak LGBTQ+.

Setiap tim di kasta tertinggi sepak bola Prancis diwajibkan mengenakan nomor punggung berwarna pelangi sebagai perayaan Hari Internasional menolak Homofobia.

Namun demikian, Gueye tidak ambil bagian ketika PSG bermain menghadapi Montpellier, dan pelatih Mauricio Pochettino kemudian mengklarifikasi bahwa dia absen karena alasan personal.

Idrissa Gueye (Image: Getty)

“Ketiadaannya [kontra Montpellier] terlalu luas diinterpretasikan sebagai penolakan untuk berpartisipasi,” demikian pernyataan dari dewan etika Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), dikutip dari Goal.

“Salah satu dari dua hal, entah hipotesis yang tak berdasar dan kami mengundang kalian untuk segera mengekspresikan diri demi membungkam rumor ini.

“Atau memang rumornya benar. Jika demikian, maka kami meminta Anda untuk menyadari dampak dari tindakan Anda dan kesalahan yang sangat serius yang telah dilakukan.

“Dalam menolak untuk ambil bagian dalam inisiatif kolektif maka Anda membenarkan tindakan diskriminatif, dan tidak hanya kontra kepada komunitas LGBTQI+.”

Baca Juga:

Idrissa Gueye mendapatkan dukungan

Idrissa Gueye masih belum membuka suara perihal kasus ini, namun mendapatkan sejumlah dukungan termasuk dari Presiden negara asalnya Senegal, Macky Sall.

“Saya mendukung Idrissa Gana Gueye. Keyakinan keagamaannya harus dihormati,” demikian pernyataan yang dirilis di media sosialnya.

Gelandang Crystal Palace, Cheikhou Kouyate, juga mengutarakan dukungan kepada eks pemain Everton tersebut, dengan menyebutnya sebagai “pria sejati”.

Namun Kouyate malah ikut kena masalah, dengan manajer Palace, Patrick Vieira, berjanji untuk menyelidikinya.

“Jika memang demikian, saya akan berbicara dengan Cheikhou tentang itu. Itu akan menjadi sebuah percakapan internal,” katanya.

Cheikhou Kouyate (Image: Getty)

Continue Reading

Champion & UEFA

Kevin Trapp Jadi Pahlawan, Eintracht Frankfurt Juarai Liga Europa

Published

on

By

Eintracht Frankfurt

Kevin Trapp menampilkan performa yang patut dikenang ketika Eintracht Frankfurt berhasil mengalahkan Rangers lewat adu penalti di final Liga Europa pada Kamis (19/5) dini hari tadi WIB.

Tak hanya menggagalkan penalti Aaron Ramsey pada saat adu penalti, namun juga karena sejumlah penyelamatannya, termasuk di babak perpanjangan waktu.

Eintracht Frankfurt rayakan trofi Liga Europa (Image: Twitter)

Frankfurt sempat tertinggal lebih dulu karena gol Joe Aribo pada menit ke-57, yang memaksimalkan serangkaian kesalahan lini pertahanan tim asal Jerman tersebut.

Namun, Rafael Santos Borre berhasil menyetarakan kedudukan pada 12 menit kemudian untuk Eintracht Frankfurt, setelah memaksimalkan umpan dari Filip Kostic.

Rafael Santos Borre usai mencetak gol (Image: Twitter)

Kedua tim saling menjual-beli serangan hingga akhir, namun tak ada gol tambahan yang tercipta hingga laga harus ditentukan lewat adu penalti.

Seluruh eksekutor penalti berhasil melaksanakan tugasnya, hanya Aaron Ramsey yang gagal, namun itu juga disebabkan oleh kegemilangan Trapp.

Baca Juga:

Gelar Eropa pertama setelah 42 tahun untuk Eintracht Frankfurt

Kevin Trapp berada dalam periode keduanya di Frankfurt setelah tiga musim yang dihabiskan di antara 2015 hingga 2018 sebelum dia hengkang ke Paris Saint-Germain.

Sang penjaga gawang timnas Jerman memberikan trofi pertama kepada Eintracht Frankfurt setelah 42 tahun, gelar Eropa pertama bagi mereka sejak menjuarai Piala UEFA pada musim 1979/1980.

Continue Reading

Moto GP

Fabio Quartararo Sebut Dirinya Bukan Favorit Juara MotoGP 2022

Published

on

By

Fabio Quartararo

Fabio Quartararo mengatakan bahwa dirinya bukanlah pilihan favorit untuk memperebutkan titel juara MotoGP 2022, setelah mengalami kesulitan lagi pada GP Prancis, Minggu (15/5) kemarin.

Sang pembalap Yamaha diharapkan untuk berjuang memperebutkan posisi terdepan di Sirkuit Le Mans pada akhir pekan kemarin, setelah memperlihatkan penampilan yang menjanjikan selama akhir pekan kemarin pada sesi latihan bebas.

Namun, dia mengawali balapan dengan buruk dari posisi keempat di grid dan sempat terdampar ke urutan kedelapan pada suatu waktu saat balapangan.

Quartararo pada akhirnya sukses bangkit dan menempati urutan keenam, namun dia tertahan oleh Aleix Espargaro di depannya.

Hasil MotoGP Prancis

Keberuntungan menaunginya setelah sejumlah pembalap di depan, termasuk Pecco Bagnaia, mengalami crash yang membuat sang pembalap asa Prancis itu finis di urutan keempat.

Namun dari hasil balapan di tanah airnya sendiri tersebut, Fabio Quartararo menyadari bahwa dirinya bukanlah unggulan untuk memenangkan titel juara MotoGP 2022, meskipun masih memuncaki klasemen sementara pembalap pada saat ini.

Baca Juga:

Fabio Quartararo merasa inferior di hadapan Pecco Bagnaia

“Tidak, saya bukanlah unggulan sejauh ini,” kata sang juara dunia MotoGP pada musim 2021 lalu tersebut, dikutip dari Motorsport.

“Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah untuk tidak membuat kesalahan. Jika saya tidak membuat kesalahan, maka saya bisa ada di sana, karena kecepatan kami dalam setiap GP, terlepas dari Austin dan Qatar, melihat kepada kecepatan di Jerez, Pecco [Bagnaia] adalah yang tercepat.”

Bagnaia hanya berada di urutan ketujuh di klasemen sementara pembalap MotoGP pada saat ini, namun Quartararo mengakui terancam oleh sang pembalap Ducati tersebut.

Klasemen MotoGP GP Prancis

“Saya mengingat dalam satu balapan di musim lalu ketika Pecco memulai sebuah balapan di Portimao di P11, dia mampu untuk membalap,” lanjut Quartararo.

“Di balapan kedua, saya berada dalam situasi yang sama di P6 dan saya tetap berada di P6. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan,s esjujurnya, karena saya harus mendorong diri saya hingga kepada batasnya. Saya mencapai batas di mana pun. Namun saya bahkan tidak bisa mencoba.

“Ini adalah hal yang paling memfrustasikan. Anda ada di lap terakhir, dan meskipun Anda tertinggal satu sentimeter, mereka berakselerasi dan menarik diri. Dan kemudian Anda kehilangan sepersepuluh. Inilah sebabnya saya tidak merasa sebagai unggulan tahun ini.”

Continue Reading

Trending