Connect with us

F1

Carlos Sainz Minta Ferrari Belajar dari GP Arab Saudi

Published

on

Carlos Sainz

Carlos Sainz meyakini bahwa tim Ferrari perlu memetik pelajaran dari hasil di GP Arab Saudi jelang balapan berikutnya Formula 1 yang akan digelar akhir pekan ini.

Sainz mengawali tahun dengan finis di podium secara beruntun, mengikuti rekan setimnya Charles Leclerc untuk mengakhiri balapan di posisi 1-2 untuk Ferrari sebelum mengamankan peringkat ketiga di Arab Saudi.

Namun Sainz mengatakan bahwa Ferrari masih perlu mempelajari kekurangan dari mobilnya, dengan menyebut bahwa balapan di Bahrain adalah “akhir pekan yang paling menyulitkan” baginya sebagai seorang pembalap Ferrari.

Carlos Sainz

Carlos Sainz dalam balapan di GP Arab Saudi (Image: Formula 1)

Sang pembalap asal Spanyol menolak untuk membeberkan apa masalah sesungguhnya dari mobil F1-75, namun mengatakan bahwa melintasi trek Jeddah dua kali dalam kurun waktu empat bulan merupakan suatu hal yang berguna untuk mencari tahu di mana masalahnya dibandingkan dengan tahun lalu.

“Ini merupakan salah satu pengalaman terbaik sejauh ini, pengalaman dalam hal melintasi trek yang baru dilintasi 100 hari lalu, saya ada di sini dengan level kepercayaan tinggi dengan mobil tahun lalu,” kata Sainz setelah balapan di Arab Saudi, dikutip dari Motorsport.

“Seratus hari kemudian, saya kembali dan dalam tikungan-tikungan yang sempat saya kuasai sebelumnya pada tahun lalu, tahun ini terasa lebih sulit dan saya tidak mengendari mobil dengan cara yang seharusnya.”

Baca Juga:

Carlos Sainz akui sudah alami kemajuan

“Bersama dengan mobil tidak memberikan saya firasat yang tepat yang saya perlukan ketika berkendara, kombinasi berbagai hal inilah yang sedang saya kerjakan pekan ini. Dan saya kira saya telah membuat perkembangan dan saya telah membuat langkah maju ke arah yang tepat untuk balapan,” lanjut sang pembalap asal Spanyol ini.

“Namun saya harus katakan bahwa itu juga memberikan saya kesadaran dari dua atau tiga tipe tikungan, dua atau tiga tempat, bahwa balapan di tahun lalu saya merasa sangat percaya diri dan nyaman yang tidak saya rasakan pada tahun ini.

Carlos Sainz (Image: Twitter Sainz)

“Itu memberikan saya poin-poin data yang bagus untuk dikerjakan dan menjadi lebih baik di masa depan.”

Berikutnya, para pembalap jet darat akan memperebutkan poin dalam balapan di Australia, Sirkuit Grand Prix Melbourne, yang akan digelar pada hari Minggu (10/4) mendatang.

F1

New York Tawarkan Diri untuk Jadi Tuan Rumah F1

Published

on

By

New York

Bos Liberty Media, Greg Maffei, mengungkapkan bahwa baru-baru ini wali kota terpilih New York, Eric Adams, telah menawarkan diri kepada Formula 1 perihal tempat potensial untuk menggelar Grand Prix di masa depan.

Eric Adams (Image: NY Post)

Namun demikian, Maffei tidak mau memberikan harapan palsu, karena pada saat ini saja, Amerika Serikat sudah memiliki tiga GP, yaitu Austin, Miami, dan Las Vegas. Menambah satu GP lagi di Big Apple merupakan sebuah pertarungan yang menurutnya tidak diperlukan.

“Pemerintahan Eric Adams telah menghubungi saya untuk menanyakan tentang ini. Saya pikir itu sangat sulit. Penawaran mereka, Randalls Island, mungkin tidaklah sempurna untuk kami,” kata Maffei, dikutip dari motorsport.

Baca Juga:

New York terlambat

Mantan bos F1, Bernie Ecclestone, telah mencoba selama bertahun-tahun untuk mendapatkan sebuah balapan entah di dalam atau dekat New York. Pada 2011, sebuah lokasi di Port Imperial di New Jersey, dengan cakrawala kota sebagai pemandangannya, dialokasikan oleh promotor Leo Hindery.

Balapan tersebut dimasukkan dalam kalender F1 2013 dan pekerjaan telah dimulai untuk mempersiapkan venue sebelum proyek kolaps karena kurangnya pendanaan.

“Anda tahu, banyak waktu dan uang yang dihabiskan di sini selama 15-20 tahun lalu, termasuk oleh Leo Hindery, salah satu pendahulu saya, mencoba untuk membangun satu di atas Hoboken,” lanjut Maffei.

Las Vegas akan gelar F1 (Image: Formula 1)

“Saya pikir, kenyataannya adalah balapan di jalan di tempat seperti New York sangat, sangat, sangatlah susah. Las Vegas merupakan salah satu dari sedikit tempat di Amerika Serikat yang bisa melaksanakan balapan di jalan, itu memiliki mentalitas yang berbeda.”

 

Continue Reading

F1

Pierre Gasly Jelaskan Insiden Tabrakannya dengan Lando Norris di GP Miami

Published

on

By

Pierre Gasly

Pierre Gasly mengatakan bahwa dirinya mencoba untuk memberikan ruang kepada Lando Norris sebelum mereka bertabrakan di Formula 1 GP Miami pada akhir pekan lalu, namun kesulitan untuk menyetir mobilnya imbas dari insiden terdahulu dengan Fernando Alonso.

Gasly dan Norris melakukan kontak ketika keluar dari tikungan kedelapan ketika balapan menyisakan 18 lap lagi, yang menyebabkan Norris menghantam sisi kiri tembok pembatas sirkuit dan tidak bisa melanjutkan balapan.

Itu terjadi setelah Gasly melebar di tikungan ketujuh, yang membuat Mick Schumacher dan Kevin Magnussen bisa melewatinya. Namun hal yang sama tidak terjadi kepada Norris, yang mengenai sisi kiri ban depan Gasly.

Insiden ini merugikan keduanya, karena mereka sama-sama tidak bisa melanjutkan balapan. Berbicara setelah balapan berlangsung, Pierre Gasly mencoba menjelaskan situasi kepada media.

Aksi Pierre Gasly di lintasan (Image: AlphaTauri)

“Kami mencoba untuk melintasi satu lap lagi untuk mencari tahu apakah bisa untuk terus ikut balapan. Namun mobil sudah terlalu rusak pada saat itu, saya bahkan tidak bisa untuk tetap berada di trek atau belok ke kiri lagi,” kata pembalap AlphaTauri itu, dikutip dari Motorsport.

“Kemudian pada lap terakhir kami, dalam perjalanan menuju ke pit, saya melambat di tikungan ketujuh dan ya, saya membiarkan semua mobil lewat. Saya mencoba untuk memberikan ruang, dan kemudian Norris datang dan menghantam ban kiri depan saya.”

Baca Juga:

Lando Norris memahami penjelasan Pierre Gasly

Ketika mendapatkan penjelasan dari Gasly, Norris menerima bahwa insiden ini hanyalah kesialan baginya.

“Itu membuat kaku di kanan dan lintasan bergerak ke sana, dan dia semacam hendak untuk melintasinya,” kata Norris.

“Jika itu disebabkan oleh kerusakan, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, melintas di sisi kanan tembok dan berharap yang terbaik atau sesuatu. Jadi saya kira hanya kesialan saja,” tambah pembalap McLaren tersebut.

Lando Norris (Image: Getty)

Continue Reading

F1

Max Verstappen Klaim Red Bull Masih Punya Banyak Kekurangan Meski Menang di Miami

Published

on

By

Max Verstappen

Max Verstappen menyebut bahwa Red Bull masih pelru membereskan beberapa masalah operasional meskipun berhasil meraih kemenangan di GP Miami pada pekan lalu.

Itu merupakan kemenangan ketiga yang diraih oleh pembalap asal Belanda di Formula 1 musim 2022 ini, dengan lagi-lagi mengalahkan rival utamanya dari Ferrari, Charles Leclerc.

Red Bull datang ke Miami setelah memenangkan balapan di Imola pada dua pekan sebelumnya dengan cara yang nyaris sempurna, dengan Sergio Perez melengkapi kemenangan 1-2.

Verstappen kini memiliki keunggulan 3-2 atas Leclerc setelah lima kali balapan, namun masih berada di peringkat kedua klasemen sementara pembalap dengan tertinggal 19 poin dari pembalap Ferrari tersebut. Itu disebabkan oleh kegagalannya untuk finis di Bahrain dan Australia pada awal musim ini.

Klasemen F1 GP Miami

Verstappen hanya mampu bertahan selama 14 lap pada FP1 di Miami, dan hanya satu lap di FP2. Oleh karena itu, dia masih memiliki masalah yang perlu diurus terlepas dari kemenangannya di GP Miami.

Berbicara setelah balapan, Max Verstappen mendesak timnya untuk membereskan sejumlah masalah operasional agar bisa tetap dominan secara reguler seperti balapan di Imola pada tiga pekan lalu.

Baca Juga:

Apa kata Max Verstappen?

“Dari sisi saya, saya memiliki banyak masalah pada hari Jumat, yang berpengaruh pada akhir pekan dan terutama kemarin [Sabtu],” kata Verstappen, sebagaimana dikutip dari Motorsport.

“Tentu saja, segalanya berjalan dengan baik sejak awal pada hari ini, namun itu juga bisa terjadi sebaliknya. Dan tentu saja, Anda akan berbicara bahwa itu tidak mengherankan karena saya melewatkan hampir sepanjang hari Jumat, apa yang bisa Anda perbuat soal itu?”

Max Verstappen dan Charles Leclerc (Image: Getty)

Namun demikian, sang juara Formula 1 musim lalu tersebut masih bersyukur bahwa Red Bull sukses merancang mobil yang cepat, yang memungkinkannya untuk bersaing memperebutkan kemenangan di sirkuit.

“Kami harus menjalani akhir pekan dengan positif tanpa masalah. Saya pikir tentu saja, Imola, kami meraihnya, namun itu masih agak untung-untungan dan kehilangan terlalu banyak hal, jadi kami harus memastikan bahwa kami bisa lebih diandalkan dan lebih unggul dalam berbagai hal,” lanjut Verstappen.

“Namun seperti yang Anda lihat, mobilnya cepat. Saya sangat bahagia tentang itu, maksud saya, jika Anda pelan dan bisa diandalkan, itu juga mungkin bukan hal yang bagus.”

Continue Reading

Trending