Connect with us

F1

Zhou Guanyu Bersyukur Diselamatkan Halo dalam Insiden Horor di Silverstone

Published

on

Zhou Guanyu

Zhou Guanyu memberi kredit kepada Halo karena telah menyelamatkannya dari cedera serius dalam insiden horor di GP Britania Formula 1, Minggu (3/7) kemarin.

Mobil Alfa Romeo yang dikendarai oleh sang pembalap asal China terlempar dengan tragis ke dekat tribun penonton hanya beberapa detik setelah balapan dimulai.

Ketika mendekati tikungan pertama, mobil Zhou terlempar karena dihantam oleh George Russell, yang kehilangan keseimbangan seketika disenggol oleh Pierre Gasly.

Balapan dengan seketika ditunda dengan bendera merah dikibarkan, selagi Zhou terjebak selama beberapa menit di mobilnya yang hancur tanpa bentuk di dekat pagar pembatas penonton.

Mobil Zhou Guanyu setelah kecelakaan (Image: Twitter)

Beruntung, setelah diperiksa oleh tim medis, sang pembalap berusia 23 tahun dinyatakan tidak apa-apa, meskipun tak bisa melanjutkan balapan.

Namun untuk satu teknologi keamanan bernama Halo, Zhou Guanyu mengucapkan syukur, karena jika tidak maka dia mungkin tidak akan selamat.

Baca Juga:

Ucapan syukur Zhou Guanyu

“Itu adalah kecelakaan yang luar biasa dan saya senang karena baik-baik saja,” kata Zhou dalam rilis yang keluarkan oleh Alfa Romeo.

“Para marshal dan tim medis di lintasan begitu fantastis dengan respons cepatnya, dan saya juga berutang kepada FIA dan Formula 1 atas seluruh kerja keras yang telah mereka lakukan, dan mereka terus melakukannya, untuk meningkatkan keamanan dalam mobil kami,” lanjutnya.

“Halo menyelamatkan saya hari ini, dan itu menunjukkan bahwa setiap langkah yang kita ambil untuk meningkatkan kualitas mobil memberikan hasil yang nyata dan bernilai.

Apa itu Halo?

Halo (Image: Kumparan)

Halo merupakan salah satu pengaman yang termasuk dalam rangka mobil F1. Itu adalah tiang penyangga yang melingkari sisi kepala pembalap. Tujuannya persis seperti yang terjadi dalam insiden Zhou, ketika mobil bertopang kepada rangka Halo ketika terbalik sehingga kepala sang pembalap menjadi aman.

Halo mulai digunakan sejak tahun 2018 silam. Saat awal kemunculannya, Halo banyak ditentang karena berbagai hal, namun seiring waktu berjalan, Halo menunjukkan kegunaannya dengan menyelamatkan banyak nyawa.

Sebelum Zhou, Lewis Hamilton, Romain Grosjean, Charles Leclerc, dan Fernando Alonso juga turut merasakan dampak keamanan yang dihadirkan oleh Halo.

F1

Pierre Gasly Yakin AlphaTauri Bisa Bangkit di Formula 1

Published

on

By

Pierre Gasly

Pierre Gasly meyakini bahwa AlphaTauri memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah performa di Formula 1 musim ini.

Setelah penampilan yang gemilang pada musim 2021, tim asal Faenza tersebut mengalami penurunan performa pada musim ini.

Namun demikian, Gasly enggan untuk mengambinghitamkan masalah ini kepada hal apa pun, karena memercayai bahwa AlphaTauri memiliki kualitas untuk bangkit di Formula 1 musim 2022 ini.

Pierre Gasly (Image: F1)

“Dibandingkan dengan tim-tim besar seperti Ferrari, Mercedes, dan Red Bull, kami tahu apa yang mereka bangun selama 10 tahun terakhir — fasilitas, orang-orang, sumber daya, mereka lebih efisien,” kata Gasly, sebagaimana dilansir dari Motorsport.

“Namun pada saat bersamaan, saya juga berpikir bahwa kami memiliki orang-orang yang sangat baik dan juga peralatan yang tepat untuk menjadi kompetitif.

“Jadi sejujurnya, saya tidak punya jawaban sepenuhnya tentang mengapa kami lebih kesulitan ketimbang tim-tim lain di papan tengah, karena saya pikir kami tidak kekurangan apa pun di inti tim.”

Baca Juga:

Harapan Pierre Gasly setelah jeda musim panas

Pada saat ini, Formula 1 sedang melalui jeda tengah musim dan Gasly berharap agar timnya bangkit ketika balapan dimulai kembali di akhir bulan Agustus ini.

“Ya, saya harus katakan bahwa saya lebih suka paruh kedua musim, semua hal-hal yang menarik di lintasan akan datang,” lanjut Gasly.

“Saya pikir dari sisi kami, itu tentunya adalah jeda musim panas yang bagus, dan baik karena kami bisa menggunakan momen ini, pertama untuk beristirahat, namun untuk benar-benar bersatu dan mencoba untuk memahami segala yang tengah terjadi.”

Continue Reading

F1

Meski akan Ditinggal Fernando Alonso, Alpine Yakin Bisa Kalahkan Aston Martin

Published

on

By

Fernando Alonso

Bos Alpine Formula 1, Otmar Szafnauer, meyakini bahwa timnya bisa terus mengungguli Aston Martin sekalipun Fernando Alonso akan membalap untuk mereka.

Pada saat jeda musim panas ini, Alpine duduk di peringkat keempat klasemen sementara kejuaraan dunia dengan koleksi 99 poin, unggul 20 poin dari Aston Martin yang bertengger kesembilan.

Szafnauer, yang memimpin Aston Martin hingga awal tahun ini, percaya diri bahwa Alpine akan tetap unggul dari tim asal Silverstone.

“Saya mengenal kedua tim dengan baik. Saya kira saya mengenal [mereka], karena saya menghabiskan 12 tahun bersama tim lain. Saya mengenal mereka lebih baik daripada semua orang yang ada di sini [Alpine],” kata Szafnauer, dilansir Motorsport.

“Dan saya tahu sejak saya hengkang di bulan Desember, mereka telah menggaet sejumlah orang, beberapa di antaranya adalah yang saya rekrut, termasuk Dan Fallows, dan Eric Blandin dari Mercedes. Jadi saya tahu apa yang mereka coba lakukan.”

Otmar Szafnauer (Image: Planet F1)

Szafnauer menyebut bahwa kedua tim sama-sama memiliki kualitas yang hebat, namun tidak ada yang menyangkal bahwa Alpine memang lebih baik.

“Dan saya tahu bahwa orang-orang yang ada di sana, dan saya mengetahui tim ini, dan kedua tim punya potensi hebat,” lanjutnya.

“Namun selagi kita duduk di sini, tim ini tampil pada level yang lebih tinggi. Sulit untuk memprediksikan masa depan, namun dalam waktu dekat, sudah pasti bahwa tim ini akan tetap tampil di level tersebut, jika tidak lebih baik.”

Baca Juga:

Fernando Alonso tak mengubah situasi

Fernando Alonso akan menyeberang ke Aston Martin pada awal tahun depan setelah kontraknya habis di Alpine akhir tahun ini, namun Otmar Szafnauer tidak cemas bahwa timnya bisa tetap mengatasi Aston Martin.

“Kami punya sebuah program internal yang disebut Mountain Climber, dan itu adalah untuk menyewa 75 orang tambahan di berbagai area strategis yang akan membantu kapabilitas dari tim ini,” lanjutnya.

“Jadi itu yang sedang terjadi sekarang. Dan itu terjadi denganc epat. Kami sudah berada pada level 850 orang di sini. Jadi saya percaya diri bahwa kami mampu melampaui tim yang sedang dituju oleh Fernando [Alonso].

Continue Reading

F1

Daniel Ricciardo Minta Bayaran Fantastis Sebagai Pesangon Tinggalkan McLaren

Published

on

By

Daniel Ricciardo

Daniel Ricciardo kabarnya meminta pembayaran delapan digit sebagai imbas dari pemutusan kontraknya secara prematur dengan McLaren pada akhir musim ini.

Sang pembalap asal Australia terancam untuk digeser oleh Oscar Piastri, dan nampaknya akan kehilangan kursinya di Formula 1 pada musim depan karena kompatriotnya yang berusia jauh lebih muda tersebut.

Dilansir dari Speedcafe, Ricciardo adalah satu-satunya pihak yang belum mengatakan persetujuannya untuk menyelesaikan kepindahan Piastri ke McLaren, karena kontraknya masih berlaku hingga akhir tahun depan.

Oscar Piastri (Image: Gridoto)

Untuk mendaftarkan Piastri ke Formula 1 pada musim depan, McLaren memerlukan Ricciardo untuk hengkang, dan sang pembalap berusia 33 tahun tersebut dikabarkan meminta USD21 juta (Rp312,4 miliar).

Namun jika Ricciardo mendapatkan kursi F1 di musim depan, maka jumlah gaji yang disepakati olehnya dengan calon tim tersebut harus dikembalikan dalam jumlah yang sama kepada McLaren.

Sebagai contoh, jika dia digaji USD10 juta (Rp148,76 miliar) oleh Alpine pada 2023, maka Ricciardo harus mengembalikan kepada McLaren sejumlah yang sama dari nilai pembayaran pesangon yang disepakati sebelumnya.

Baca Juga:

Daniel Ricciardo tidak ingin pergi

Jauh sebelum rumor perekrutan Oscar Piastri ke McLaren, Daniel Ricciardo telah menyatakan keinginannya untuk tetap berkomitmen kepada tim oranye tersebut hingga masa baktinya usai.

“Ada banyak rumor seputar masa depan saya di Formula 1, namun saya inginkan kalian mendengaranya dari saya,” sebagaimana pengumuman eks pembalap Red Bull tersebut di media sosialnya.

“Saya berkomitmen kepada McLaren hingga akhir tahun dan tidak akan kabur dari olahraga ini. Menghargainya selalu tidak menjadi hal yang mudah, namun siapa yang menginginkannya mudah!”

Continue Reading

Trending