Connect with us

Liga Indonesia

Mengenal Bintang Timnas Wanita Indonesia, Zahra Muzdalifah

Published

on

Timnas Wanita Indonesia

Timnas wanita Indonesia sedang berjuang di putaran final Piala Asia Wanita 2022, dengan Zahra Musdalifah diharapkan untuk menjadi bintang utama.

Di usianya yang masih sangat muda, 20 tahun, Zahra memilih karier sebagai pesepak bola, profesi yang dikenal berkaitan erat dengan dunianya lelaki.

Bagaimana kisahnya hinggsa bisa menjadi pesepak bola? Simak ulasan kami di bawah ini.

Awalnya iseng

Dilansir dari IDN times, Zahra diklaim hanya iseng bermain sepak bola ketika masih berusia tujuh tahun. Namun dari sana, dia mampu melakukan dribblingjuggling, dan shooting dengan sendirinya.

Melihat bakatnya, sang ayah pun mendaftarkan Zahra ke SSB Madania pada saat usianya 10 tahun. Dia kemudian pindah ke SSB Patriot Merah Putih dan ikut dalam berbagai turnamen di level SSB.

Berlanjut ke SSB ASIOP Apacinti, Zahra berlatih dengan anak lelaki, berlaga di Liga Kompas Gramedia U-14, bahkan mampu menyumbangkan sebuah gol lewat eksekusi penalti.

Baca Juga:

Di Apacinti, Zahra pun sempat ikut ke ajang Norway Cup pada usia 12 tahun. Lagi-lagi, dia merupakan satu-satunya peserta wanita yang ikut serta dalam SSB tersebut.

Namun ada waktunya ketika Zahra tidak boleh berlatih lagi dengan anak-anak lelaki. Dia pun menambah porsi latihan dengan tim Jakarta 69 yang diasuh oleh eks pemain timnas Indonesia, Rochy Putiray.

Zahra sendiri memang mengakui bahwa dirinya memang menginginkan karier sebagai pesepak bola profesional, meskipun profesi ini tidak popouler untuk gendernya.

Padahal, selama perjalanan kariernya semasa remaja, Zahra sering mendapatkan ejekan bernada seksis, karena sepak bola lebih erat dikaitkan dengan para pria.

“Ngapain sih lo main sepak bola? Dasar tomboy!” kata Zahra, mengulang kembali perkataan para peragunya.

Namun keraguan tersebut malah menjadi bensin untuknya untuk membuktikan mereka semua salah, bahwa dirinya mampu untuk mencapai level setinggi mungkin di kancah sepak bola wanita.

“Aku mendapatkan keberanian, (rasa) percaya diri dan kedisiplinan,” ujarnya.

Kini, Zahra Musdalifah sudah ada di India bersama timnya, bersaing dengan negara-negara lain dalam upaya untuk mengharumkan nama Indonesia di pentas sepak bola Asia.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Muzdalifah (@zahmuz12)

Liga Indonesia

Marko Simic Siap Tuntut Persija ke FIFA

Published

on

By

Marko Simic

Marko Simic merespons bantahan Persija Jakarta setelah sang striker asal Kroasia memutuskan kontrak secara sepihak karena gajinya tak dibayarkan selama setahun.

Simic merespons pernyataan Persija yang membantah bahwa mereka telah menunggak gaji selama setahun. Sang bomber merasa bahwa dirinya benar dan siap untuk membawa masalah ini ke hadapan induk sepak bola tertinggi dunia, FIFA.

“Persija Jakarta tidak membayar gaji saya sesuai kesepakatan dalam kontrak sebelum Covid, selama Covid, maupun setelah Covid berakhir,” tulis Simic dalam unggahan di Insta Story-nya.

Baca Juga:

“Ini artinya pihak klub tidak mengatakan kebenaran dalam pernyataan mereka,” lanjutnya.

“Saya mengharapkan hal seperti ini dari mereka. Hanya untuk memperjelas persoalan, saya akan memperjuangkan hak saya di hadapan FIFA dan saya yakin bahwa saya akan menang,” pungkas Simic.

Pernyataan Marko Simic (Image: Instastory @markosimic_77)

Persija Jakarta bantah klaim Marko Simic

Sebelumnya, Persija Jakarta telah merespons pengunduran diri Simic dengan membantah bahwa mereka tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan oleh sang striker berusia 34 tahun.

“Persija adalah klub yang patuh dan taat hukum. Tidak benar ada pernyataan yang menyebutkan bahwa gaji pemain tidak dibayar dalam setahun,” demikian pernyataan tertulis Persija atas nama Presiden klub Mohamad Prapanca.

Marko Simic di Persija Jakarta (Image: Persija)

Si Macan Kemayoran merujuk kepada Surat Keputusan (SK) PSSI bernomor SKEP/69/XI/2020 perihal pemangkasan gaji di tengah ketiadaan kompetisi.

“Dalam situasi itu, semua pemain termasuk Marko Simic sepakat akan kebijakan tersebut yang dituangkan dalam adendum pertama sehingga semua berjalan sebagai mestinya. Namun dalam perjalanannya, Marko Simic memiliki pemahaman yang berbeda untuk adendum selanjutnya,” lanjut pernyataan tersebut.

Continue Reading

Liga Indonesia

Hasil BRI Liga 1: Langkah Tersendat, Persebaya Berpotensi Tersingkir dari Tiga Besar

Published

on

By

Persebaya Liga 1

Langkah Persebaya Surabaya harus tersendat setelah ditahan imbang Barito Putera dalam laga lanjutan BRI Liga 1 pekan ke-31.

Persebaya yang saat ini bertengger di posisi ketiga klasemen berpotensi tergusur ke posisi kelima, jika Bhayangkara FC dan Arema FC meraih kemenangan sore ini, Selasa (15/3/2022).

Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianya, Bali, Senin (14/3/2022), Persebaya yang sedangan dalam perburuan gelar mencoba meraih poin penuh dalam laga ini. Persebaya berinisiatif menekan sejak awal laga dimulai.

Baca juga :

Meski begitu, Barito Putera mampu mengancam lebih dulu pada menit ke-5 melalui sepakan Rafael Silva. Sayangnya, sepakan penyerang asal Brazil tersebut masih melebar dari gawang Persebaya.

Setelahnya, Persebaya mampu mendominasi jalannya laga meski tidak mampu menyarangkan gol. Skor kaca mata bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, baru lima menit bermain, Aji Santoso melakukan pergantian di lini depan. Samsul Arif dan Koko Ari Araya dimasukkan menggantikan Arsenio dan Ady Setiawan untuk menambah kekuatan lini serang Persebaya.

Strategi Aji Santoso ternyata berjalan mulus. Dua pemain pengganti yang diturunkan berhasil menjadi aktor terciptanya gol Persebaya pada menit ke-65.

Samsul Arif berhasil membobol gawang Barito Putera, setelah mampu memanfaatkan umpan silang mendatar dari Koko Ari.

Pada menit ke-80 Persebaya hampir menggandakan keunggulan melalui tendangan titik putih Taisei Marukawa.

Samsul Arif yang dijatuhkan di kotak penalti oleh Muhamad Firly, berbuah penalti bagi Persebaya. Sayangnya, Taisei Marukawa gagal memanfaatkan peluang tersebut, setelah tendangannya mampu dibaca dengan baik oleh kiper Barito, Muhammad Riyandi.

Di masa injury time, sayangnya Persebayaa tidak mampu memepertahankan keunggulan. Alie Sesay yang tertangkap menghalau bola dengan tangannya, berbuah sepakan penalti bagi Barito Putera.

Bruno Matos yang maju sebagai algojo, berhasil menyelamatkan Barito dari kekalahan dalam laga itu. Skor imbang 1-1 mengakhiri jalannya laga tersebut.

Continue Reading

Liga Indonesia

Hasil BRI Liga 1: Persija Keluar dari Tren Buruk, Persib Tempel Bali United di Puncak

Published

on

By

Persija

Persija Jakarta berhasil keluar dari tren buruk, setelah meraih kemenangan besar 4-0 atas Persikabo, selagi Persib Bandung menempel Bali United di puncak klasemen sementara.

Kemenangan ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan mental para pemain Persija yang sempat turun setelah menelan tiga kekalahan beruntun di liga.

Bermain di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Minggu (13/3/2022), Persija bermain menyerang sejak awal laga.

Persija hampir membuka keunggulan melalui tandukan Marco Motta yang memanfaatkan umpan silang Riko Simanjuntak. Sayang tandukkan Motta masih melayang di atas mistar gawang Persikabo yang dikawal, Syahrul Fadil.

Baca juga :

Persija baru mampu membuka keran gol mereka pada menit ke-22 melalui Irfan Jauhari memanfaatkan umpan Rangga Widiansyah.

Bola yang gagal dihalau Syahrul Fadil, mengenai kepala Irfan Jauhari dan kemudian menanduk bola masuk kedalam gawang.

Setelah terciptanya gol pertama, Persija bermain lebih lepas dan mendominasi jalannya laga. Meski begitu, Persikabo masih bermain disiplin untuk memaksa pertandingan babak pertama hanya kebobolan satu gol saja.

Pada babak kedua, Persija masih menampilkan permainan menyerang untuk menambah keunggulan mereka. Persija akhirnya berhasil menambah keunggulan pada menit ke-62 melalui sepakan penalti Makan Konate.

Tidak membutuhkan waktu lama, Makan Konate kembali mencatatkan namanya di papan skor lima menit berselang.

Memanfaat umpan Taufik Hidayat dari sisi kiri pertahanan Persikabo, Konate yang tidak terkawal melepaskan sontekan untuk menambah keunggulan Persija menjadi 3-0.

Menutup laga, Persija kembali menambah satu gol lagi melalui aksi Brait Fatari pada menit ke-91. Fatari menerima umpan silang Osvaldo Haay di kotak penalti dan menjebol gawang Persikabo dengan kaki kirinya.

Sementara itu dipertandingan lainnya, Persib Bandung berhasil menang tipis atas Madura United dengan skor 3-2. Bruno Cantanhede, kembali menjadi bintang dalam pertandingan ini setelah berhasil menyarang dua gol untuk Persib.

Dengan hasil ini Persib terus menempel Bali United di puncak klasemen. Tambahan tiga poin, membuat tim besutan Rene Alberts memiliki poin sama dengan Bali United yang baru akan bermain sore ini, Senin (14/03/2022), melawan Arema FC.

Continue Reading

Trending