Connect with us

Liga Inggris

Dikalahkan Arsenal, Chelsea Catat Rekor Kandang Terburuk dalam 33 Tahun

Published

on

Chelsea

Chelsea mencatatkan rekor kandang terburuk dalam 33 tahun terakhir, setelah menderita kekalahan 2-4 dari Arsenal di Stamford Bridge dalam laga lanjutan Premier League pada Kamis (21/4) dini hari tadi WIB.

The Blues sedang menjalani periode terburuknya ketika bertanding di hadapan para pendukungnya sendiri, dengan kekalahan 1-3 dari Real Madrid juga turut mengambil peran dalam catatan buruk mereka.

Sebelumnya, mereka juga telah menderita kekalahan mengejutkan dengan skor 1-4 dari Brentford pada pertandingan Premier League di awal April ini.

Kisah yang sama terulang kontra Arsenal, yang kembali ke jalur kemenangan di rumah tetangga sekotanya demi mempertahankan kans untuk finis di empat besar klasemen akhir Premier League.

Chelsea takluk dari Arsenal (Image: Getty)

Eddie Nketiah sudah mencetak gol pada menit ke-13 dengan memanfaatkan kesalahan Andreas Christensen, namun Timo Werner mampu menyeimbangkan skor empat menit kemudian.

Arsenal kembali unggul melalui Emile Smith Rowe pada menit ke-27, namun Chelsea lagi-lagi mampu menyeimbangkan kedudukan; kali ini melalui Cesar Azpilicueta.

Namun permainan mereka menjadi jauh lebih buruk di babak kedua, dengan Nketiah sukses mencetak gol keduanya, lagi-lagi dengan dibantu oleh kebobrokan pertahanan The Blues. Sebelum Bukayo Saka mengunci kemenangan lewat eksekusi penaltinya.

Baca Juga:

Rekor memalukan Chelsea

Chelsea kontra Arsenal (Image: Getty)

Dengan kekalahan ini, maka Chelsea telah menderita kemasukan delapan gol dalam dua partai beruntun di Liga Inggris. Ini merupakan pertama kalinya terjadi sejak Desember 1989 ketika The Blues kebobolan empat atau lebih banyak gol dalam dua laga beruntun di liga. Saat itu, mereka takluk 2-5 dari Wimbledon dan Liverpool.

Sebagai tambahan, Chelsea juga telah mendeerita tiga kekalahan beruntun di semua ajang untuk pertama kalinya sejak November 1993.

Liga Inggris

Liverpool Jaga Kans Juara Meski Main dengan Tim Lapis Kedua Kontra Soton

Published

on

By

Liverpool

Liverpool berhasil meraih tiga poin penuh dalam lawatan ke St Mary’s Stadium dan mengalahkan Southampton dengan skor 2-1 pada Rabu (18/5) dini hari tadi WIB.

Tiga poin ini mengikis ketertinggalan mereka dari Manchester City menjadi hanya satu poin saja, yang berarti perebutan trofi akan ditentukan pada pekan terakhir.

Eks pemain The Reds, Nathan Redmond, sempat membuat tim asuhan Jurgen Klopp kelimpungan lewat golnya pada menit ke-13. Namun Takumi Minamino berhasil menjaga kedudukan tetap sama kuat pada saat jeda turun minum lewat golnya di menit ke-27.

Liverpool bermain dengan sembilan perubahan di line-up (Image: Reuters)

Gol Joel Matip pada menit ke-67 kemudian memastikan tiga poin penuh untuk Liverpool dan mengakhiri laga dengan kemenangan 2-1.

Kubu Merseyside Merah baru bermain selama 120 menit untuk memperjuangkan trofi Piala FA di hari Sabtu (14/5) lalu kontra Chelsea, maka tak ayal jika Klopp memutuskan untuk melakukan rotasi penuh untuk pertandingan ini.

Baca Juga:

Pujian Klopp terhadap para pemain pelapis Liverpool

Dalam wawancara setelah pertandingan, Klopp pun tak ragu untuk melempar pujian kepada anak-anak asuhnya yang sanggup untuk diandalkan pada saat dibutuhkan, meskipun mereka jarang bermain.

“Itu sulit dipercaya, yang mereka lakukan membuat segalanya menjadi lebih spesial. Luar biasa. Apa lagi yang bisa saya katakan tentang tim ini?” kata Klopp kepada Sky Sports.

Jurgen Klopp (Image: Reuters)

“Itu adalah suatu kejahatan jika Minamino tidak bermain lebih sering. Harvey [Elliott] tidak bermain untuk waktu yang lama. Curtis [Jones] jarang bermain. Mereka main bagus. Itu sulit dipercaya. Membuat sembilan perubahan dan performa ini luar biasa.

“Kami harusnya memiliki lebih banyak masalah hari ini jika kami bermain dengan anak-anak yang bermain 120 menit pada hari Sabtu kemarin.”

Continue Reading

Liga Inggris

Kalah dari Newcastle, Arsenal Terancam Gagal Lolos ke Liga Champions

Published

on

By

Arsenal

Arsenal menjauh dari zona Liga Champions setelah takluk dengan skor 0-2 dari Newcastle United pada pertandingan lanjutan Premier League, Selasa (17/5) dini hari tadi WIB.

The Gunners memerlukan kemenangan untuk mengambil alih posisi keempat yang direbut oleh Tottenham Hotspur, yang sukses mengalahkan Burnley dengan skor 1-0 pada sehari sebelumnya.

Para pemain Newcastle United merayakan gol bunuh diri (Image: Getty)

Babak pertama berakhir tanpa gol, namun Newcastle berhasil membuka skor pada menit ke-55 melalui gol bunuh diri Ben White, sebelum Bruno Guimaraes mengunci kemenangan untuk The Magpies pada menit ke-85.

Dengan hasil ini, maka Arsenal harus rela turun ke peringkat kelima klasemen sementara Premier League dengan torehan 66 poin dari 37 pertandingan, tertinggal dua poin dari Tottenham yang kini ada di zona Liga Champions.

Baca Juga:

Mikel Arteta akui Arsenal pantas kalah

Dalam wawancara seusai laga, manajer Mikel Arteta mengakui bahwa timnya tidak pantas untuk menang dan bahwa Newcastle jauh lebih baik daripada mereka.

“Newcastle pantas untuk memenangkan pertandingan dan jauh lebih baik daripada kami. Kami tidak memiliki apa pun dalam permainan,” kata Arteta kepada Sky Sports seusai laga.

Mikel Arteta akui keperkasaan Newcastle (Image: Getty)

“Mereka jauh lebih baik dalam berbagai lini dan kami buruk ketika menguasai bola. Banyak hal yang terjadi dalam permainan, seperti pergantian pemain untuk yang cedera, namun itu bukanlah suatu alasan karena mereka jauh lebih baik daripada kami.”

Continue Reading

Liga Inggris

Mengenal Aaron Hickey, Bek Kiri Bologna Incaran Arsenal

Published

on

By

Aaron Hickey

Arsenal kabarnya menaruh minat kepada bek kiri Bologna, Aaron Hickey, menjelang bursa transfer musim panas mendatang. Sang bek tim nasional Skotlandia ini juga dikabarkan menarik minat Napoli dan Newcastle United.

Hickey baru akan merayakan ulang tahunnya yang ke-20 pada bulan Juni mendatang, namun berhasil mengharumkan namanya pada musim ini berkat catatan lima gol dan sebuah assist dari 34 pertandingan untuk Bologna di Serie A.

Aaron Hickey (Image: Getty)

The Mirror mengabarkan bahwa Arsenal menaruh minat kepadanya, dan bertekad untuk menyelesaikan proses transfer sesegera mungkin.

Permintaan harga untuknya pada saat ini dikabarkan berada di 20 juta euro (305,24 miliar rupiah), namun itu bisa meningkat jika tim-tim Premier League seperti Arsenal dan Newcastle United mendekatinya.

Baca Juga:

Siapa Aaron Hickey?

Aaron Hickey adalah seorang bek kiri yang serbabisa. Dia memiliki kemampuan untuk menembak dengan baik meski posisinya adalah seorang defender, dengan banyak orang yang membandingkannya seperti Gareth Bale di awal kariernya.

Namun bukan berarti dia memiliki kualitas defensif yang buruk. Bersamaan dengan ketajamannya, Hickey juga memiliki pemahaman taktikal yang baik perihal penempatan posisi dan kemampuannya dalam melakukan intersep juga impresif.

Hickey memulai kariernya di tim akademi Hearts, sebelum digaet oleh Celtic secara bebas transfer pada musim panas tahun 2017 silam.

Aaron Hickey (Image: Getty)

Setahun kemudian, dia kembali ke Hearts hingga bermain bagi tim senior Heart of Midlothian FC dan mulai bermain di kasta tertinggi sepak bola Skotlandia pada musim 2019/2020.

Bologna datang merekrutnya di akhir musim dan Hickey dipercaya tampil 12 kali oleh pelatih Sinisa Mihajlovic pada musim 2020/2021 lalu.

Kini, Hickey merupakan pilihan reguler untuk pos bek kiri bagi Mihajlovic, yang membuat tim-tim besar mulai mencium bakatnya.

Continue Reading

Trending