Connect with us

Liga Inggris

Kilas Balik: Ketika Dongeng Leicester City Berbuah Trofi Premier League

Published

on

Leicester City

Pada tanggal 2 Mei 2016 silam, Leicester City memastikan diri meraih gelar juara Premier League untuk pertama kalinya sepanjang masa, setelah melalui musim penuh dengan kisah dongeng di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

The Foxes baru saja mengakhiri musim 2014/2015 dengan hampir didegradasi ke Divisi Championship. Imbasnya, pelatih Nigel Pearson dipecat dan Claudio Ranieri datang sebagai penggantinya.

Para pemain bintang Leicester City (Image: Getty)

Terlepas dari reaksi skeptis pada awalnya, Leicester mengawali musim dengan gemilang, dengan striker Jamie Vardy mencuat sebagai bintang lewat torehan 13 gol dari 11 pertandingan beruntun Premier League. Itu memecahkan rekor Premier League oleh Ruud van Nistelrooy yang pernah mengukir rekor mencetak gol dalam 10 laga beruntun untuk Manchester United.

Selain Vardy, banyak bintang-bintang baru dari Leicester yang muncul pada musim itu, termasuk N’Golo Kante, Riyad Mahrez, Danny Drinkwater, dan Kasper Schmeichel.

Baca Juga:

Hari kemenangan untuk Leicester City

Pada tanggal 10 April 2016, mereka memenangkan laga kontra Sunderland dengan skor 2-0. Itu diikuti oleh kemenangan 3-0 yang diraih oleh Tottenham Hotspur kontra Manchester United, yang memberikan kepastian tiket lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Leicester City.

Spurs merupakan pesaing utama Leicester di musim itu, namun titel juara nampak hanya tinggal menunggu waktu saja, karena Si Rubah sudah unggul tujuh poin pada pekan ke-35.

Di pekan berikutnya, meskipun gagal mengalahkan Man United di Old Trafford pada tanggal 1 Mei, Leicester dipastikan menjadi juara Premier League untuk pertama kalinya sepanjang sejarah lantaran Tottenham tertahan dengan skor 2-2 kontra Chelsea pada keesokan harinya.

Chelsea kontra Tottenham Hotspur jadi penentu gelar juara Leicester City (Image: Guardian)

Skuat asuhan Mauricio Pochettino nampaknya akan menyambung asa dalam perburuan gelar juara di kasta tertinggi setelah Harry Kane dan Son Heung-min membawa mereka unggul 2-0 pada saat jeda turun minum di Stamford Bridge.

Namun kemudian, tuan rumah Chelsea membalas lewat gol Gary Cahill pada menit ke-58 dan Eden Hazard menyeimbangkan skor pada menit ke-83.

Leicester mengangkat trofi pada akhir pekan berikutnya, yaitu pada tanggal 7 Mei, dan mengakhiri musim dengan catatan 81 poin dari 38 laga, unggul 10 poin dari Tottenham.

Liga Inggris

Kalah dari Newcastle, Arsenal Terancam Gagal Lolos ke Liga Champions

Published

on

By

Arsenal

Arsenal menjauh dari zona Liga Champions setelah takluk dengan skor 0-2 dari Newcastle United pada pertandingan lanjutan Premier League, Selasa (17/5) dini hari tadi WIB.

The Gunners memerlukan kemenangan untuk mengambil alih posisi keempat yang direbut oleh Tottenham Hotspur, yang sukses mengalahkan Burnley dengan skor 1-0 pada sehari sebelumnya.

Para pemain Newcastle United merayakan gol bunuh diri (Image: Getty)

Babak pertama berakhir tanpa gol, namun Newcastle berhasil membuka skor pada menit ke-55 melalui gol bunuh diri Ben White, sebelum Bruno Guimaraes mengunci kemenangan untuk The Magpies pada menit ke-85.

Dengan hasil ini, maka Arsenal harus rela turun ke peringkat kelima klasemen sementara Premier League dengan torehan 66 poin dari 37 pertandingan, tertinggal dua poin dari Tottenham yang kini ada di zona Liga Champions.

Baca Juga:

Mikel Arteta akui Arsenal pantas kalah

Dalam wawancara seusai laga, manajer Mikel Arteta mengakui bahwa timnya tidak pantas untuk menang dan bahwa Newcastle jauh lebih baik daripada mereka.

“Newcastle pantas untuk memenangkan pertandingan dan jauh lebih baik daripada kami. Kami tidak memiliki apa pun dalam permainan,” kata Arteta kepada Sky Sports seusai laga.

Mikel Arteta akui keperkasaan Newcastle (Image: Getty)

“Mereka jauh lebih baik dalam berbagai lini dan kami buruk ketika menguasai bola. Banyak hal yang terjadi dalam permainan, seperti pergantian pemain untuk yang cedera, namun itu bukanlah suatu alasan karena mereka jauh lebih baik daripada kami.”

Continue Reading

Liga Inggris

Mengenal Aaron Hickey, Bek Kiri Bologna Incaran Arsenal

Published

on

By

Aaron Hickey

Arsenal kabarnya menaruh minat kepada bek kiri Bologna, Aaron Hickey, menjelang bursa transfer musim panas mendatang. Sang bek tim nasional Skotlandia ini juga dikabarkan menarik minat Napoli dan Newcastle United.

Hickey baru akan merayakan ulang tahunnya yang ke-20 pada bulan Juni mendatang, namun berhasil mengharumkan namanya pada musim ini berkat catatan lima gol dan sebuah assist dari 34 pertandingan untuk Bologna di Serie A.

Aaron Hickey (Image: Getty)

The Mirror mengabarkan bahwa Arsenal menaruh minat kepadanya, dan bertekad untuk menyelesaikan proses transfer sesegera mungkin.

Permintaan harga untuknya pada saat ini dikabarkan berada di 20 juta euro (305,24 miliar rupiah), namun itu bisa meningkat jika tim-tim Premier League seperti Arsenal dan Newcastle United mendekatinya.

Baca Juga:

Siapa Aaron Hickey?

Aaron Hickey adalah seorang bek kiri yang serbabisa. Dia memiliki kemampuan untuk menembak dengan baik meski posisinya adalah seorang defender, dengan banyak orang yang membandingkannya seperti Gareth Bale di awal kariernya.

Namun bukan berarti dia memiliki kualitas defensif yang buruk. Bersamaan dengan ketajamannya, Hickey juga memiliki pemahaman taktikal yang baik perihal penempatan posisi dan kemampuannya dalam melakukan intersep juga impresif.

Hickey memulai kariernya di tim akademi Hearts, sebelum digaet oleh Celtic secara bebas transfer pada musim panas tahun 2017 silam.

Aaron Hickey (Image: Getty)

Setahun kemudian, dia kembali ke Hearts hingga bermain bagi tim senior Heart of Midlothian FC dan mulai bermain di kasta tertinggi sepak bola Skotlandia pada musim 2019/2020.

Bologna datang merekrutnya di akhir musim dan Hickey dipercaya tampil 12 kali oleh pelatih Sinisa Mihajlovic pada musim 2020/2021 lalu.

Kini, Hickey merupakan pilihan reguler untuk pos bek kiri bagi Mihajlovic, yang membuat tim-tim besar mulai mencium bakatnya.

Continue Reading

Champion & UEFA

Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Deretan Pemain yang Pernah Cetak Pancagol

Published

on

By

Cristiano Ronaldo

Momen mencetak gol selalu menjadi sesuatu yang spesial, apalagi jika mampu menyarangkan gol lima kali alias pancagol. Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi pernah menjadi para pencetak pancagol dalam satu pertandingan, bersama dengan beberapa pemain berikut ini.

Cristiano Ronaldo, Real Madrid 9-1 Granada (5 April 2015)

Real Madrid sedang berburu gelar juara La Liga pada saat itu, dengan bersaing ketat dengan musuh bebuyutan Barcelona di puncak klasemen sementara pada pekan ke-28.

Hanya empat poin yang membedakan mereka berdua, dan Madrid wajib meraih kemenangan pada saat menjamu Granada di Estadio Santiago Bernabeu pada pekan ke-29.

Cristiano Ronaldo merayakan salah satu golnya ke gawang Granada (Image: Getty)

Ronaldo sudah mencetak hat-trick pada saat jeda turun minum, dengan Madrid unggul 4-0 berkat satu gol lain dari Gareth Bale.

Seusai jeda, Ronaldo menambah dua gol lagi, selagi Karim Benzema turut menyarangkan dua gol dan satu gol lain adalah bunuh diri oleh Diego Mainz.

Lionel Messi, Barcelona 7-1 Bayer Leverkusen (7 Maret 2012)

Tiga tahun sebelum Ronaldo mencetak pancagol, Messi telah lebih dulu melakukannya pada babak 16 besar Liga Champions.

Baca Juga:

Keunggulan 3-1 dari leg pertama tak membuat tim asuhan Pep Guardiola berbelas kasihan pada laga leg kedua di Camp Nou saat itu.

Lionel Messi sudah membuka skor pada menit ke-25, disambung pada menit ke-42. Barca pun menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Lionel Messi mencetak gol ke gawang Bayer Leverkusen (Image: Getty)

Setelah jeda turun minum, La Blaugrana malah makin beringas. Messi mencetak gol ketiganya pada menit ke-50 kemudian pada menit ke-58 dan 85 untuk melengkapi catatan lima golnya.

Gol-gol tersebut diselingi oleh dwigol Cristian Tello, selagi gol balasan dari Leverkusen baru tiba pada menit ke-90 melalui Karim Bellarabi.

Robert Lewandowski, Bayern Munich 5-1 Wolfsburg (22 September 2015)

Di tahun yang sama dengan pancagol Cristiano Ronaldo, Robert Lewandowski juga melakukannya untuk Bayern Munich di awal musim 2015/2016.

Bayern tertinggal oleh gol Daniel Caligiuri pada menit ke-26 pada saat itu. Pep Guardiola baru memasukkan Lewandowski dari bangku cadangan pada pergantian babak.

Robert Lewandowski ketika mencetak gol ke gawang Wolfsburg (Image: Getty)

Enam menit setelah babak kedua bergulir, Lewandowski sudah menyeimbangkan skor untuk Die Bavaria. Dia kemudian menggila dari sana, dengan mencetak empat gol lainnya dalam kurun waktu sembilan menit saja.

Pada akhirnya, Bayern menang dengan skor 5-1 dan menutup spieltag keenam Bundesliga sebagai pemuncak klasemen sementara, hasil dari raihan 18 poin dari enam pertandingan.

Sergio Aguero, Manchester City 6-1 Newcastle United (3 Oktober 2015)

2015 nampaknya menjadi tahunnya para pemain sepak bola mencetak lima gol dalam satu pertandingan, dengan Sergio Aguero turut melakukannya untuk Manchester City ketika menjamu Newcastle United di Etihad Stadium pada gameweek kedelapan musim 2015/2016.

The Cityzens dibuat ketar-ketir terlebih dulu dengan Aleksandar Mitrovic sudah mencetak gol untuk The Magpies. Namun Aguero mencetak gol penyeimbang sebelum jeda turun minum.

Sergio Aguero mengelabui Tim Krul dalam salah satu golnya ke gawang Newcastle (Image: Getty)

Di babak kedua, City menggila dengan mencetak tiga gol dalam delapan menit pertama, dua di antaranya disumbangkan oleh Aguero, sedangkan satu gol lain oleh Kevin De Bruyne.

Sang striker timnas Argentina sudah mengukir hat-trick pada titik itu, namun kemudian menambah dua gol lagi pada menit ke-60 dan ke-62 untuk memastikan kemenangan City menjadi 6-1.

Continue Reading

Trending