Connect with us

Liga Italia

Lorenzo Insigne Menangis usai Napoli Gagal Kalahkan AS Roma

Published

on

Lorenzo Insigne

Lorenzo Insigne tak bisa menahan air matanya usai Napoli gagal meraih kemenangan atas AS Roma di Stadio Diego Armando Maradona pada Selasa (19/4) dini hari tadi WIB.

Sang penyerang timnas Italia berhasil membawa I Partenopei unggul lebih dulu sejak menit ke-11 lewat eksekusi penaltinya, setelah wasit menganggap bahwa Roger Ibanez telah melanggar Hirving Lozano di kotak terlarang.

Napoli berhasil untuk mempertahankannya pada hampir sepanjang laga. Sayangnya, pada masa injury time di babak kedua, Roma berhasil mencetak gol penyeimbang melalui Stephan El Shaarawy.

Napoli gagal kalahkan AS Roma (Image: Getty)

Ini merupakan partai yang penting bagi Napoli karena AC Milan dan Inter Milan, pesaing mereka dalam perburuan Scudetto, sama-sama meraih kemenangan pada akhir pekan kemarin. Terlebih karena Partenopei sendiri telah menderita kekalahan 2-3 dari Fiorentina pada Serie A di pekan sebelumnya.

Kini, dengan ketertinggalan empat poin dari Milan dengan sisa lima pertandingan lagi, maka gelar Scudetto nampak makin mustahil untuk diraih oleh Napoli.

Baca Juga:

Mengapa Lorenzo Insigne menangis?

Lorenzo Insigne tak mampu menahan air matanya karena mengetahui bahwa kansnya untuk meraih Scudetto pada musim terakhirnya di Napoli semakin menipis.

Sang penyerang berusia 30 tahun telah dipastikan tidak akan memperpanjang kontraknya bersama Napoli ketika itu kadaluarsa pada tanggal 30 Juni mendatang, selagi sudah berkomitmen untuk bergabung dengan klub asal Kanada, Toronto FC, setelah musim ini berakhir.

Napoli sudah bersaing dalam memperebutkan Scudetto selama sekitar sedekade terakhir, namun tak satu pun dari upaya-upaya tersebut yang benar-benar berakhir dengan trofi. Terakhir kali mereka meraih gelar juara Serie A adalah di era Diego Maradona pada musim 1989/1990 silam.

Klasemen Serie A (Image: Serie A)

Liga Italia

Giorgio Chiellini Konfirmasi Tinggalkan Juventus di Musim Panas

Published

on

By

Giorgio Chiellini

Giorgio Chiellini mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan Juventus pada akhir musim, dengan laga kontra Lazio pada hari Senin (16/5) akan menjadi panggung perpisahannya.

Sang bek tengah akan berusia 38 tahun pada bulan Agustus mendatang. Dia masih terikat kontrak hingga musim panas tahun 2023 mendatang, namun kegagalan Italia menembus putaran final Piala Dunia 2022 telah mengubah pikirannya.

Giorgio Chiellini umumkan tinggalkan Juventus (Image: Getty)

Setelah memastikan akan pensiun dari timnas Italia, Giorgio Chiellini juga mengumumkan untuk meninggalkan Juventus setelah musim 2021/2022 ini berakhir.

“Kami telah melalui 10 tahun yang luar biasa ini, kini bergantung kepada anak-anak untuk berlanjut. Saya sudah melakukan sebisanya, saya harap bisa meninggalkan sesuatu,” kata Chiellini seusai laga final Coppa Italia kontra Inter Milan, Kamis (12/5) dini hari WIB.

“Pada hari Senin, saya akan mengucapkan selamat tinggal kepada Juventus Stadium, kemudian jika saya masih memiliki energi, mungkin saya akan bermain di Florence [pada laga penutup musim kontra Fiorentina],” tambahnya, sebagaimana dikutip dari Football-Italia.

Baca Juga:

Giorgio Chiellini ke MLS?

Kabar kepergian Chiellini dari Juventus sudah diantisipasi sejak lama, dan jurnalis Fabrizio Romano mengabarkan bahwa sang defender mungkin akan melanjutkan kariernya di sepak bola Amerika Serikat.

Giorgio Chiellini memenangkan trofi Piala Eropa bersama timnas Italia (Image: Getty)

Sang pewarta asal Italia itu mengklaim bahwa setidaknya ada dua tawaran yang datang dari klub-klub MLS — kasta tertinggi sepak bola AS — salah satunya berasal dari Los Angeles FC.

Continue Reading

Liga Italia

Ivan Perisic Cetak Dwigol, Inter Milan Hantam Juventus 4-2

Published

on

By

Ivan Perisic

Dwigol Ivan Perisic pada babak perpanjangan waktu berhasil memberikan kemenangan untuk Inter Milan atas Juventus dengan skor 4-2 pada laga final Coppa Italia, Kamis (12/5) dini hari tadi WIB.

I Nerazzurri sukses merengkuh trofi Coppa Italia kedelapannya sepanjang sejarah, yang pertama sejak musim 2010/2011 silam, setelah menaklukkan Bianconeri lewat babak tambahan.

Inter Milan menangkan trofi Coppa Italia (Image: Inter)

Gol Nicolo Barella sempat membuat Inter unggul di menit keenam, namun Alex Sandro dan Dusan Vlahovic membalikkan skor untuk Juve di awal babak kedua.

Juventus gagal mempertahankan keunggulannya hingga waktu normal usai, lantaran tendangan penalti Hakan Calhanoglu memaksa laga diteruskan ke babak perpanjangan waktu.

Dalam tambahan babak selama 30 menit itulah, Ivan Perisic menjadi bintang dengan mencetak dua gol dalam dua menit, lewat sebuah eksekusi penalti dan sebuah tembakan indah dari jarak jauh.

Baca Juga:

Ivan Perisic selalu percaya

“Saya selalu percaya, ketika kami unggul 1-0 atau tertinggal 1-2, saya mencoba mengangkat kepala semua orang, sebab kami kehilangan akal sehat selama 10-15 menit, namun bereaksi dengan baik dan saya pikir kemenangan ini adalah hal yang pantas,” kata Perisic kepada Sport Mediaset.

Ivan Perisic mencetak gol lewat penalti (Image: Livescore)

“Saya selalu merasa seperti seorang pemimpin, namun ketika tim bekerja seperti ini, maka lebih mudah untuk menjadi pemimpin. Kami hanya perlu untuk terus berjuang, masih ada dua pertandingan final [di Serie A], segalanya bisa terjadi di sepak bola dan kami harus terus percaya.”

Continue Reading

Liga Italia

Serie A: AC Milan Klaim Balik Pimpinan Klasemen dari Inter Milan

Published

on

By

Serie A

AC Milan kembali mengklaim tahta pemuncak klasemen sementara Serie A dari rival sekotanya, Inter Milan, setelah berhasil comeback dan mengalahkan Hellas Verona dengan skor 3-1 di Stadio Marcantonio Bentegodi, Senin (9/5) dini hari tadi WIB.

Rossoneri didesak untuk meraih kemenangan, lantaran pada dua hari sebelumnya Inter berhasil mengambil alih pimpinan klasemen, setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol dan mengalahkan Empoli dengan skor 4-2 pada di Stadio San Siro.

Lautaro Martinez bintangi kemenangan Inter Milan atas Empoli (Image: Getty)

Lautaro Martinez menjadi bintang dalam kemenangan tersebut lewat dwigolnya selagi Alexis Sanchez menyumbangkan sebuah gol dan satu gol lainnya adalah bunuh diri oleh Simone Romagnoli.

Tekanan terhadap Milan pun memuncak karena Verona bisa mencetak gol lebih dulu melalui Davide Faraoni pada menit ke-38. Beruntungnya, Sandro Tonali berhasil menyetarakan skor sebelum jeda turun minum.

Tonali kembali menjadi bintang dalam kemenangan ini karena membantu Milan untuk berbalik unggul lewat golnya empat menit setelah jeda turun minum, sebelum Alessandro Florenzi memastikan kemenangan untuk tim tamu lewat golnya pada menit ke-86.

Dengan kemenangan ini, maka Milan masih unggul dua poin dari saudara sekotanya Inter dengan Serie A tinggal menyisakan dua giornata lagi.

Klasemen sementara Serie A (Image: BT Sport)

Dalam pertandingan lainnya, Juventus secara mengejutkan dikalahkan oleh Genoa dengan skor 2-1 lewat dua gol telat pada 10 menit terakhir pertandingan di Stadio Luigi Ferraris.

Itu membantu Genoa untuk bersaing dalam upaya untuk selamat dari ancaman degradasi. Namun mereka masih tertinggal dua poin dari Salernitana yang ada di peringkat ke-17 klasemen sementara Serie A.

Masih ada satu laga lagi yang belum dimainkan di giornata ke-36 Serie A, dengan Fiorentina akan menjamu AS Roma di Stadio Artemio Franchi pada Selasa (10/5) dini hari nanti WIB.

Baca Juga:

Hasil pertandingan giornata ke-36 Serie A

Inter Milan 4-2 Empoli
Genoa 2-1 Juventus
Torino 0-1 Napoli
Sassuolo 1-1 Udinese
Lazio 2-0 Sampdoria
Spezia 1-3 Atalanta
Venezia 4-3 Bologna
Salernitana 1-1 Cagliari
Hellas Verona 1-3 AC Milan
Fiorentina vs AS Roma (belum bertanding)

Continue Reading

Trending