Connect with us

Liga Italia

AC Milan Bangkit, Paolo Maldini Dipuji Clarence Seedorf

Published

on

Paolo Maldini

Clarence Seedorf memuji mantan rekan setimnya di AC Milan, Paolo Maldini, yang telah menjadi bagian penting dalam kebangkitan Rossoneri selama beberapa musim terakhir.

Setelah berhasil mengamankan tiket lolos ke Liga Champions usai delapan musim absen pada musim lalu, Milan kini bersaing untuk memperebutkan gelar Scudetto di Serie A.

AC Milan kini bersaing untuk Scudetto (Image: Getty)

Skuat asuhan Stefano Pioli merupakan pimpinan klasemen sementara Serie A dengan keunggulan dua poin atas Inter Milan sebelum giornata ke-36 bergulir pada akhir pekan ini.

“Saya sudah mengatakan sejak awal musim, bahwa musim ini akan menjadi lebih seimbang dalam perburuan gelar juara,” kata Seedorf tentang perburuan Scudetto, dikutip dari Football-Italia.

Baca Juga:

“Saya kira Juventus dan Napoli harusnya lebih dekat dari puncak. Roma dan Lazio juga bisa melakukan sesuatu yang lebih daripada ini.

“Inter selalu menajdi favorit namun Milan setara dengan mereka sekarang. Mereka berada dalam posisi yang bagus untuk memenangkan gelar setelah bertahun-tahun. Duel ini adalah hal yang positif untuk hiburan. Di Spanyol, Jerman, dan Prancis, segalanya ditentukan sejak beberapa pekan lalu. Di Italia, kami masih bersenang-senang.”

Peran Paolo Maldini di balik kebangkitan AC Milan

Clarence Seedorf dan Paolo Maldini (Image: Getty)

Kehadiran Paolo Maldini sebagai direktur teknis sejak 2019 nampaknya menjadi titik balik kebangkitan Milan, yang diakui oleh Clarence Seedorf.

“Kehadiran Paolo memberikan mentalitas juara kepada tim dan dia merupakan perwujudan dari DNA Milan,” lanjut Seedorf.

“Saya mengenal Maldini dengan baik dan saya tahu bahwa dia selalu seimbang, juga dalam masa-masa sulit. Dia tahu bagaimana caranya membantu para pemain dan tetap kompetitif. Berkatnya, Milan telah mengambil langkah besar.”

Liga Italia

Giorgio Chiellini Konfirmasi Tinggalkan Juventus di Musim Panas

Published

on

By

Giorgio Chiellini

Giorgio Chiellini mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan Juventus pada akhir musim, dengan laga kontra Lazio pada hari Senin (16/5) akan menjadi panggung perpisahannya.

Sang bek tengah akan berusia 38 tahun pada bulan Agustus mendatang. Dia masih terikat kontrak hingga musim panas tahun 2023 mendatang, namun kegagalan Italia menembus putaran final Piala Dunia 2022 telah mengubah pikirannya.

Giorgio Chiellini umumkan tinggalkan Juventus (Image: Getty)

Setelah memastikan akan pensiun dari timnas Italia, Giorgio Chiellini juga mengumumkan untuk meninggalkan Juventus setelah musim 2021/2022 ini berakhir.

“Kami telah melalui 10 tahun yang luar biasa ini, kini bergantung kepada anak-anak untuk berlanjut. Saya sudah melakukan sebisanya, saya harap bisa meninggalkan sesuatu,” kata Chiellini seusai laga final Coppa Italia kontra Inter Milan, Kamis (12/5) dini hari WIB.

“Pada hari Senin, saya akan mengucapkan selamat tinggal kepada Juventus Stadium, kemudian jika saya masih memiliki energi, mungkin saya akan bermain di Florence [pada laga penutup musim kontra Fiorentina],” tambahnya, sebagaimana dikutip dari Football-Italia.

Baca Juga:

Giorgio Chiellini ke MLS?

Kabar kepergian Chiellini dari Juventus sudah diantisipasi sejak lama, dan jurnalis Fabrizio Romano mengabarkan bahwa sang defender mungkin akan melanjutkan kariernya di sepak bola Amerika Serikat.

Giorgio Chiellini memenangkan trofi Piala Eropa bersama timnas Italia (Image: Getty)

Sang pewarta asal Italia itu mengklaim bahwa setidaknya ada dua tawaran yang datang dari klub-klub MLS — kasta tertinggi sepak bola AS — salah satunya berasal dari Los Angeles FC.

Continue Reading

Liga Italia

Ivan Perisic Cetak Dwigol, Inter Milan Hantam Juventus 4-2

Published

on

By

Ivan Perisic

Dwigol Ivan Perisic pada babak perpanjangan waktu berhasil memberikan kemenangan untuk Inter Milan atas Juventus dengan skor 4-2 pada laga final Coppa Italia, Kamis (12/5) dini hari tadi WIB.

I Nerazzurri sukses merengkuh trofi Coppa Italia kedelapannya sepanjang sejarah, yang pertama sejak musim 2010/2011 silam, setelah menaklukkan Bianconeri lewat babak tambahan.

Inter Milan menangkan trofi Coppa Italia (Image: Inter)

Gol Nicolo Barella sempat membuat Inter unggul di menit keenam, namun Alex Sandro dan Dusan Vlahovic membalikkan skor untuk Juve di awal babak kedua.

Juventus gagal mempertahankan keunggulannya hingga waktu normal usai, lantaran tendangan penalti Hakan Calhanoglu memaksa laga diteruskan ke babak perpanjangan waktu.

Dalam tambahan babak selama 30 menit itulah, Ivan Perisic menjadi bintang dengan mencetak dua gol dalam dua menit, lewat sebuah eksekusi penalti dan sebuah tembakan indah dari jarak jauh.

Baca Juga:

Ivan Perisic selalu percaya

“Saya selalu percaya, ketika kami unggul 1-0 atau tertinggal 1-2, saya mencoba mengangkat kepala semua orang, sebab kami kehilangan akal sehat selama 10-15 menit, namun bereaksi dengan baik dan saya pikir kemenangan ini adalah hal yang pantas,” kata Perisic kepada Sport Mediaset.

Ivan Perisic mencetak gol lewat penalti (Image: Livescore)

“Saya selalu merasa seperti seorang pemimpin, namun ketika tim bekerja seperti ini, maka lebih mudah untuk menjadi pemimpin. Kami hanya perlu untuk terus berjuang, masih ada dua pertandingan final [di Serie A], segalanya bisa terjadi di sepak bola dan kami harus terus percaya.”

Continue Reading

Liga Italia

Serie A: AC Milan Klaim Balik Pimpinan Klasemen dari Inter Milan

Published

on

By

Serie A

AC Milan kembali mengklaim tahta pemuncak klasemen sementara Serie A dari rival sekotanya, Inter Milan, setelah berhasil comeback dan mengalahkan Hellas Verona dengan skor 3-1 di Stadio Marcantonio Bentegodi, Senin (9/5) dini hari tadi WIB.

Rossoneri didesak untuk meraih kemenangan, lantaran pada dua hari sebelumnya Inter berhasil mengambil alih pimpinan klasemen, setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol dan mengalahkan Empoli dengan skor 4-2 pada di Stadio San Siro.

Lautaro Martinez bintangi kemenangan Inter Milan atas Empoli (Image: Getty)

Lautaro Martinez menjadi bintang dalam kemenangan tersebut lewat dwigolnya selagi Alexis Sanchez menyumbangkan sebuah gol dan satu gol lainnya adalah bunuh diri oleh Simone Romagnoli.

Tekanan terhadap Milan pun memuncak karena Verona bisa mencetak gol lebih dulu melalui Davide Faraoni pada menit ke-38. Beruntungnya, Sandro Tonali berhasil menyetarakan skor sebelum jeda turun minum.

Tonali kembali menjadi bintang dalam kemenangan ini karena membantu Milan untuk berbalik unggul lewat golnya empat menit setelah jeda turun minum, sebelum Alessandro Florenzi memastikan kemenangan untuk tim tamu lewat golnya pada menit ke-86.

Dengan kemenangan ini, maka Milan masih unggul dua poin dari saudara sekotanya Inter dengan Serie A tinggal menyisakan dua giornata lagi.

Klasemen sementara Serie A (Image: BT Sport)

Dalam pertandingan lainnya, Juventus secara mengejutkan dikalahkan oleh Genoa dengan skor 2-1 lewat dua gol telat pada 10 menit terakhir pertandingan di Stadio Luigi Ferraris.

Itu membantu Genoa untuk bersaing dalam upaya untuk selamat dari ancaman degradasi. Namun mereka masih tertinggal dua poin dari Salernitana yang ada di peringkat ke-17 klasemen sementara Serie A.

Masih ada satu laga lagi yang belum dimainkan di giornata ke-36 Serie A, dengan Fiorentina akan menjamu AS Roma di Stadio Artemio Franchi pada Selasa (10/5) dini hari nanti WIB.

Baca Juga:

Hasil pertandingan giornata ke-36 Serie A

Inter Milan 4-2 Empoli
Genoa 2-1 Juventus
Torino 0-1 Napoli
Sassuolo 1-1 Udinese
Lazio 2-0 Sampdoria
Spezia 1-3 Atalanta
Venezia 4-3 Bologna
Salernitana 1-1 Cagliari
Hellas Verona 1-3 AC Milan
Fiorentina vs AS Roma (belum bertanding)

Continue Reading

Trending