Connect with us

Liga Spanyol

Hazard Tidak Senang Chelsea Juara Champions League

Published

on

Flygoal.com – Dilansir dari Daily Star, dikabarkan bahwa pemain Real Madrid, Eden Hazard tidak senang mantan timnya, Chelsea yang baru saja menjuarai Champions League beberapa waktu lalu.

Chelsea berhasil mengalahkan rivalnya, Manchester City dalam laga final Champions League yang dilaksanakan di Estadio Do Dragao, Portugal pada minggu lalu dengan skor tipis 1-0. Satu-satunya gol yang terjadi pada pertandingan sengit tersebut adalah gol dari Kai Havertz di menit ke 42.

Dengan kemenangan tersebut, Chelsea kini telah mendapatkan gelar Champions League keduanya setelah sebelumnya The Blues berhasil melakukannya pada sembilan tahun lalu ketika mereka berhasil menang adu penalti melawan Bayern Munchen.

Dalam pemberitaan tersebut ketika wartawan menanyakan bagaimana perasaan Hazard melihat tim yang sempat dibelanya tersebut berhasil menjadi juara Eropa untuk kedua kalinya, Hazard dengan jelas menyuarakan bahwa dirinya tidak senang akan hal itu.

“Tentu saja saya tidak senang, saya pemain Real Madrid dan tidak senang dengan hasil tersebut,” katanya.

“Saya hanya senang untuk segelintir teman saya, tetapi di musim depan pemenangnya adalah Real Madrid.”, tambah mantan pemain LOSC Lille tersebut.

Sikap Hazard tersebut tampaknya ditunjukkan setelah dirinya sempat dikritik terlalu bersahabat ketika dirinya bertanding melawan Chelsea di babak semi final Champions League. Menurut pemberitaan dari ESPN, dikabarkan bahwa setelah laga kekalahan 2-0 dalam laga leg kedua babak semi final yang membuat Real Madrid tidak lolos ke babak final Champions League tersebut, Hazard terlihat bercengkerama bersama mantan rekan-rekannya di Chelsea. Bahkan, pemain asal Belgia tersebut tertangkap kamera tertawa bersama Kurt Zouma dan Edouard Mendy.

Tayangan tersebut pada akhirnya menyebar ke khayalak umum dan sikap Hazard yang tidak profesional dan merasa senang-senang saja ketika timnya tidak lolos ke babak final membuat beberapa anggota klub, para fans, serta media-media olah raga Spanyol mengecam sang pemain bernomor punggung 7.

Champion & UEFA

Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Deretan Pemain yang Pernah Cetak Pancagol

Published

on

By

Cristiano Ronaldo

Momen mencetak gol selalu menjadi sesuatu yang spesial, apalagi jika mampu menyarangkan gol lima kali alias pancagol. Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi pernah menjadi para pencetak pancagol dalam satu pertandingan, bersama dengan beberapa pemain berikut ini.

Cristiano Ronaldo, Real Madrid 9-1 Granada (5 April 2015)

Real Madrid sedang berburu gelar juara La Liga pada saat itu, dengan bersaing ketat dengan musuh bebuyutan Barcelona di puncak klasemen sementara pada pekan ke-28.

Hanya empat poin yang membedakan mereka berdua, dan Madrid wajib meraih kemenangan pada saat menjamu Granada di Estadio Santiago Bernabeu pada pekan ke-29.

Cristiano Ronaldo merayakan salah satu golnya ke gawang Granada (Image: Getty)

Ronaldo sudah mencetak hat-trick pada saat jeda turun minum, dengan Madrid unggul 4-0 berkat satu gol lain dari Gareth Bale.

Seusai jeda, Ronaldo menambah dua gol lagi, selagi Karim Benzema turut menyarangkan dua gol dan satu gol lain adalah bunuh diri oleh Diego Mainz.

Lionel Messi, Barcelona 7-1 Bayer Leverkusen (7 Maret 2012)

Tiga tahun sebelum Ronaldo mencetak pancagol, Messi telah lebih dulu melakukannya pada babak 16 besar Liga Champions.

Baca Juga:

Keunggulan 3-1 dari leg pertama tak membuat tim asuhan Pep Guardiola berbelas kasihan pada laga leg kedua di Camp Nou saat itu.

Lionel Messi sudah membuka skor pada menit ke-25, disambung pada menit ke-42. Barca pun menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Lionel Messi mencetak gol ke gawang Bayer Leverkusen (Image: Getty)

Setelah jeda turun minum, La Blaugrana malah makin beringas. Messi mencetak gol ketiganya pada menit ke-50 kemudian pada menit ke-58 dan 85 untuk melengkapi catatan lima golnya.

Gol-gol tersebut diselingi oleh dwigol Cristian Tello, selagi gol balasan dari Leverkusen baru tiba pada menit ke-90 melalui Karim Bellarabi.

Robert Lewandowski, Bayern Munich 5-1 Wolfsburg (22 September 2015)

Di tahun yang sama dengan pancagol Cristiano Ronaldo, Robert Lewandowski juga melakukannya untuk Bayern Munich di awal musim 2015/2016.

Bayern tertinggal oleh gol Daniel Caligiuri pada menit ke-26 pada saat itu. Pep Guardiola baru memasukkan Lewandowski dari bangku cadangan pada pergantian babak.

Robert Lewandowski ketika mencetak gol ke gawang Wolfsburg (Image: Getty)

Enam menit setelah babak kedua bergulir, Lewandowski sudah menyeimbangkan skor untuk Die Bavaria. Dia kemudian menggila dari sana, dengan mencetak empat gol lainnya dalam kurun waktu sembilan menit saja.

Pada akhirnya, Bayern menang dengan skor 5-1 dan menutup spieltag keenam Bundesliga sebagai pemuncak klasemen sementara, hasil dari raihan 18 poin dari enam pertandingan.

Sergio Aguero, Manchester City 6-1 Newcastle United (3 Oktober 2015)

2015 nampaknya menjadi tahunnya para pemain sepak bola mencetak lima gol dalam satu pertandingan, dengan Sergio Aguero turut melakukannya untuk Manchester City ketika menjamu Newcastle United di Etihad Stadium pada gameweek kedelapan musim 2015/2016.

The Cityzens dibuat ketar-ketir terlebih dulu dengan Aleksandar Mitrovic sudah mencetak gol untuk The Magpies. Namun Aguero mencetak gol penyeimbang sebelum jeda turun minum.

Sergio Aguero mengelabui Tim Krul dalam salah satu golnya ke gawang Newcastle (Image: Getty)

Di babak kedua, City menggila dengan mencetak tiga gol dalam delapan menit pertama, dua di antaranya disumbangkan oleh Aguero, sedangkan satu gol lain oleh Kevin De Bruyne.

Sang striker timnas Argentina sudah mengukir hat-trick pada titik itu, namun kemudian menambah dua gol lagi pada menit ke-60 dan ke-62 untuk memastikan kemenangan City menjadi 6-1.

Continue Reading

Featured

Kilas Balik: Lionel Messi Cetak Gol Pertamanya untuk Barcelona

Published

on

By

Lionel Messi

Tepat 17 tahun pada hari ini, tanggal 1 Mei 2005 silam, Lionel Messi mencetak gol pertamanya untuk Barcelona, yang menjadi awal dari segala kebesarannya di dunia sepak bola.

Hari itu, Barca menghadapi Albacete di Camp Nou untuk laga pada jornada ke-34 La Liga. La Blaugrana sedang berusaha mengejar titel juara, dengan Real Madrid menguntit di posisi kedua hanya berjarak empat poin saja.

Sebuah kemenangan pun atas Albacete, yang merupakan tim posisi juru kunci pada saat itu, menjadi kewajiban bagi tim besutan Frank Rijkaard tersebut demi meraih titel juara, namun mereka menemukan kesulitan untuk mencetak gol.

Baca Juga:

Babak pertama berjalan alot hingga berakhir tanpa gol, namun Samuel Eto’o berhasil menemukan celah untuk memecahkan kebuntuan pada menit ke-66, memanfaatkan assist dari Ronaldinho.

Messi pada saat itu adalah bocah berusia 18 tahun, yang baru dipromosikan dari akademi La Masia. Itu baru menjadi partai keempatnya di La Liga dalam kariernya.

Samuel Eto’o (Image: Getty)

Rijkaard memasukkan sang bocah ajaib pada menit ke-88, mengambil alih posisi dari Eto’to dan keajaiban terjadi hanya dua menit kemudian.

Messi memberikan bola kepada Ronaldinho yang kemudian mengembalikannya dengan sebuah umpan cungkil ke depan. Sang calon megabintang timnas Argentina pun menyelesaikan peluangnya dengan sebuah tembakan cungkil yang tak mampu dihalau oleh kiper Raul Valbuena.

Gelar pertama Lionel Messi bersama Barcelona

Gol itu pun mengunci kemenangan untuk Barcelona, yang berhasil menjaga keunggulan enam poin dari Real Madrid. Pada akhirnya, La Blaugrana pun berhasil keluar sebagai juara dengan keunggulan empat poin dari sang musuh bebuyutan.

Itu menjadi titel prestisius pertama bagi Lionel Messi dalam kariernya, sebelum menambahnya dengan total 10 gelar La Liga, empat trofi Liga Champions, tiga kali juara Piala Dunia Antarklub, tujuh Copa del Rey, delapan Piala Super Spanyol, tiga Piala Super Eropa, serta tujuh Ballon d’Or per hari ini, 1 Mei 2022.

Lionel Messi menggenggam trofi La Liga musim 2018/2019 (Image: Getty)

Continue Reading

Liga Spanyol

Real Betis Berencana Gaet Isco di Musim Panas

Published

on

By

Real Betis

Juara Copa del Rey musim ini, Real Betis, kabarnya menginginkan gelandang bintang Real Madrid, Isco, yang bisa direkrut secara gratis pada bursa transfer musim panas mendatang.

Isco (Image: Getty)

Sang gelandang tim nasional Spanyol sudah memperkuat Los Blancos sejak tahun 2013 silam. Namun perannya di tim semakin tidak penting selama beberapa tahun terakhir, dan Madrid nampaknya tidak tertarik untuk memperpanjang masa baktinya.

Isco telah dikaitkan dengan transfer ke Italia, dengan Fiorentina dikatakan tertarik untuk menampung jasanya, namun kembali ke tanah kelahirannya, Andalusia nampaknya menjadi opsi.

Baca Juga:

Niat baik Real Betis terhalang tiket ke Liga Champions

Meskipun begitu, menurut klaim dari Marca, Isco masih mempertimbangkan segala opsinya karena masih ingin bermain di Liga Champions pada musim depan.

Real Betis sendiri memiliki proyek yang ambisius pada musim depan, setelah berhasil menjuarai Copa del Rey usai mengalahkan Valencia lewat adu penalti pada akhir pekan kemarin.

Real Betis juarai Copa del Rey (Image: Getty)

Itu saja telah menjamin tiket lolos ke Liga Europa bagi Los Verdiblancos, namun mereka juga masih punya kans untuk menembus empat besar dengan raihan 57 poin dari 33 laga. Mereka tertinggal empat poin dari Atletico Madrid yang ada di peringkat keempat di klasemen sementara La Liga.

Betis dikabarkan bersedia untuk menjadikan sang pemain berusia 30 tahun sebagai pemain bergaji tertinggi dalam skuat asuhan Manuel Pellegrini untuk musim depan, namun tiket ke Liga Champions nampaknya benar-benar bisa menjadi penghalang.

Continue Reading

Trending