Connect with us

Featured

Moriba Jadi Sasaran Komentar Bersifat Rasisme

Published

on

Flygoal.com – Pelecehan bersifat rasisme kembali terjadi dalam dunia sepak bola. Menurut pemberitaan dari ESPN, kini pemain muda FC Barcelona, Ilaix Moriba menjadi sasaran dari komentar-komentar bersifat rasisme di media sosial.

Menurut pemberitaan olah raga asal Amerika Serikat tersebut, sang pemain Barcelona muda mengunggah video pendek dari akun TikTok miliknya pada hari Senin kemarin waktu setempat yang menggambarkan komentar-komentar rasisme yang telah dirinya dapatkan beserta caption yang bertuliskan, “Yang benar saja.”

Komentar-komentar tersebut dikabarkan berupa emotikon-emotikon monyet dan juga ucapan-ucapan rasisme lainnya. Sementara itu, ada beberapa komentar yang menyebutkan bahwa dirinya sebaiknya meninggalkan Barcelona.

Komentar tersebut diberikan oleh netizen di tengah-tengah situasi kontrak Moriba yang hingga kini masih belum jelas. Dikabarkan bahwa pemain berusia 18 tahun tersebut masih memiliki kontrak dengan Blaugrana hingga musim panas berikutnya dan Barca mencoba untuk mendiskusikan kontrak baru yang membuat Moriba tetap berada di Camp Nou setidaknya untuk beberapa waktu ke depan.

Namun, hingga saat ini baik pihak Moriba maupun pihak klub masih belum menghasilkan kata sepakat sehingga Moriba kini ditempatkan bersama tim FC Barcelona B dalam persiapan pramusim jelang musim 2021-2022 yang akan segera dimulai.

Dengan Moriba yang menjadi korban diskriminasi rasial saat ini, dirinya menjadi pemain sepak bola berkulit hitam terbaru yang menjadi korban kata-kata rasisme di media sosial. Sebelumnya, tiga pemain berkulit hitam asal Inggris: Jadon Sancho, Marcus Rashford, dan Bukayo Saka menjadi sasaran komentar-komentar rasisme di media sosial setelah ketiganya gagal dalam mengeksekusi penalti dalam adu penalti babak final Euro 2020 melawan Italia. Pemberitaan tersebut juga menjelaskan bahwa empat orang telah ditangkap akibat komentar rasisme terhadap ketiga pemain tersebut.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Featured

Benarkah Kucing Memiliki Sembilan Nyawa? Ini Dia Faktanya!

Published

on

By

kucing memiliki sembilan nyawa

Sering kali, kita mendengar bahwa kucing memiliki sembilan nyawa. Namun, apakah benar demikian?

Kucing kerap selamat apabila jatuh dari ketinggian. Bahkan, jarang sekali ditemukan kucing yang mengalami luka-luka atau patah tulang ketika jatuh dari ketinggian.

Hal ini membuat sebagian orang yang berasumsi bahwa kucing memiliki sembilan nyawa. Nah, daripada kalian bingung, alangkah baiknya simak beberapa ulasan mengenai hal tersebut di bawah ini.

Baca Juga:

Kucing memiliki sembilan nyawa hanyalah mitos

Ilustrasi (Unsplash/Ludemeula Fernandes)

Mau bagaimana lagi, kucing memiliki sembilan nyawa hanyalah mitos belaka. Jika ditinjau dari laman Bobo, kucing memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan tubuhnya dengan sangat baik ketika terjatuh.

Kucing dapat dengan leluasa untuk mengatur posisi jatuhnya, yaitu dengan menghadapkan kaki ke bawah yang digunakan untuk mendarat.

Selain itu, ketika jatuh dari ketinggian, kucing juga mampu untuk membalikan serta meregangkan tubuhnya agar dapat tertahan angin.

Hal tersebutlah yang membantu kucing untuk mengurangi risiko cedera bahkan kematian. Kucing juga dapat mendarat dengan posisi kaki menekuk, sehingga mencegah adanya patah tulang kaki.

Terlebih lagi, kucing memiliki refleks yang sangat baik ketika menghadapi situasi yang membahayakan dirinya.

Asal-usul kucing memiliki sembilan nyawa

Ilustrasi (Unsplash/Pacto Visual)

Hal tersebut berangkat dari kisah Dewi Atum yang dianggap memiliki sembilan nyawa. Satu nyawa miliknya sendiri, sedangkan delapan nyawa lainnya milik keturunannya.

Saat itu, Dewi Antum mengunjungi bumi dengan bentuk seperti kucing. Sehingga, masyarakat Mesir kuno menganggap bahwa kucing adalah hewan yang memiliki sembilan nyawa.

Continue Reading

Featured

Gladiator: Kisah Pilu Para Pahlawan Hiburan Romawi

Published

on

By

Gladiator

Gladiator punya citra yang tangguh di masa kini, dicirikan sebagai orang yang mampu melawan hewan buas seperti singa di tengah Coliseum.

Namun, di balik seluruh kisah indahnya yang diceritakan di masa kini, ada kisah pilu yang mengiringinya.

“Gladiator menempati anak tangga terendah dari tangga sosial bersama para budak,” kata Laura Hayward, dikutip dari The Collector, via Nat Geo Indo.

Gladiator tak hanya laki-laki, terkadang para wanita juga dibiarkan bertarung untuk memperjuangkan hidupnya di arena.

Film Gladiator (Image: Medcom.id)

Banyak alasan yang membuat mereka terpaksa memilih jalan hidup ini. Mulai dari tawanan perang hingga penjahat yang menjalani hukuman.

Hayward menambahkan bahwa para gladiator memiliki pemilik yang akan membayar mereka secara reguler. Mereka bertarung atas nama para pemiliknya.

Mereka memiliki berbagai senjata. Kelas mereka akan menentukan senjata apa yang akan mereka kenakan di arena.

Baca Juga:

Jenis-jenis gladiator

Samnite akan menggunakan perisai persegi panjang dan pedang pendek, dengan mengenakan helm khas layaknya panggangan yang akan melindungi mereka namun membatasi penglihatan.

Secutor merupakan petarung kelas menengah, yang memiliki armor di lengan dan pelindung di kaki. Mereka membawa sebuah perisai yang lebih kecil, yang menawarkan kecepatan kepada sang petarung.

Terakhir ada Retiarius, yang bertarung dengan menggunakan baju khusus yang ringan. Dia menggunakan trisula dan karena hanya armor ringan yang melingkari tubuhnya, maka dia memiliki kecepatan yang diperlukan untuk mengalahkan lawan-lawannya.

Armor petarung (Image: Klook)

Para gladiator benar-benar bertarung untuk hidupnya. Pertaruhan di arena adalah tentang menang untuk tetap hidup atau mati.

Mereka yang gagal menang memiliki kesempatan untuk meninggalkan sesuatu di batu nisannya yang dikenal dengan nama Flamma. Beberapa prasasti akan menyertakan tambahan nasihat atau peringatan kepada para pembacanya.

Salah seorang di antara mereka, Macedo, menuliskan dalam batu nisannya bahwa dia berusia 20 tahun dan meninggal dunia setelah menyerah pada pertarungan pertamanya di arena.

Continue Reading

Featured

Catat! Ini Dia Cara Keramas yang Benar Agar Rambut Sehat Terawat

Published

on

By

cara keramas yang benar

Agar memiliki rambut yang sehat serta terawat, Anda harus mengetahui cara keramas yang benar. Terlebih lagi, jika Anda sering berkeringat akibat aktivitas sehari-hati.

Banyak orang yang menganggap remeh akan kesehatan rambut, sehingga melakukan keramas secara asal-asalan. Padahal, keramas merupakan bagian yang sangat penting untuk menjaga kesehatan rambut sehingga bisa tampil percaya diri.

Baca Juga:

Bagaimana cara keramas yang benar?

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Alodokter, berikut adalah cara keramas yang benar agar rambut Anda sehat terawat.

Gunakan sampo yang sesuai

Ilustrasi (Freepik/lookstudio)

Gunakanlah sampo yang sesuai dengan jenis rambut yang Anda miliki. Biasanya, jenis sampo akan tertera secara jelas pada label kemasannya.

Apabila anda memiliki rambut yang berminyak, gunakanlah sampo yang mengandung asam salisilat. Sedangkan, untuk rambut kering dan rusak bisa memilih sampo yang mengandung dimethicone dan cyclomethicone.

Keramas dengan air dingin

Ilustrasi (Alodokter)

Menggunakan air dingin untuk keramas tentunya jarang sekali untuk dilakukan. Tetapi menurut beberapa ahli, air dingin merupakan suhu terbaik untuk digunakan keramas.

Hindarilah keramas menggunakan air panas. Hal tersebut dikarenakan dapat membuat rambut menjadi kering, kusut, bahkan kerusakan.

Tidak keramas setiap hari

Para ahli kesehatan rambut menyebutkan, keramas setiap hari dapat menyebabkan rambut menjadi kering dan rusak. Keramaslah setiap 2-3 hari sekali agar kelembapan rambut tetap terjaga

Gunakan kondisioner setelah keramas

Ilustrasi (Freepik/jcomp)

Terakhir, cara keramas yang benar adalah menggunakan kondisioner setelah mencuci rambut dengan sampo. Penggunaan kondisioner bertujuan agar mengembalikan atau menjaga kelembaban rambut.

Adapun, untuk pengaplikasiannya adalah cukup dari tengah batang rambut hingga ke ujung rambut. Hindari penggunaan kondisioner pada kulit kepala atau pangkal rambut, karena dapat membuat rambut lebih berminyak.

Continue Reading

Trending